
Acara pesta pernikahan itu pun akhirnya selesai dari akad nikah sampai resepsi akhirnya selesai dengan lancar tanpa ada sesuatu hambatan semuanya benar-benar selesai dengan sempurna dan para tamu pun sudah pulang.
Sama halnya dengan Raquel yang juga pulang dan Raquel pulang bisa-bisanya di antar oleh Arif padahal tadi Raquel bawa mobil sendiri dan sepertinya sebelumnya ada sesuatu yang terjadi makanya Raquel pulang di antar arif
Tidak lama di perjalanan akhirnya mobil Arif berhenti di depan rumah Raquel. Mungkin sepanjang perjalanan Raquel dan Arif Sama-sama tidak ada mengobrol mungkin memang karena Meraka juga tidak terlalu akrab.
" Makasih ya Dokter sudah mengantar saya. Maaf jika saya merepotkan Dokter," ucap Raquel merasa tidak enak sembari membuka seat beltnya.
" Sama-sama, tidak ada yang merepotkan," sahut Arif.
" Kalau begitu saya masuk dulu," ucap Raquel.
" Iya silahkan," sahut Arif tersenyum. Raquel pun membuka pintu mobil dan keluar dari mobil. Raquel tidak langsung menutup mobil sedikit menunduk di depan pintu mobil.
" Sekali lagi makasih ya Dok," sahut Raquel.
" Sama-sama, kalau begitu saya pulang dulu," ucap Arif berpamitan.
" Iya Dok," sahut Raquel menutup pintu mobil dan akhirnya Arif pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan santai.
Raquel terlihat menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.
" Kemana sih kunci mobil ku bisa-bisanya hilang," batin Raquel yang tampak bingung dengan keberadaan kunci mobilnya yang membuatnya akhirnya di antar Arif.
" Hmmm, seperti ada yang aneh, masa iya kunci mobil bisa tiba-tiba hilang, memang dasar aneh sekali," batin Raquel mencurigai sesuatu.
*********
Sasy juga akhirnya pulang di antar sang pacar dan Toby mengantarnya sampai kedepan pintu.
" Bagaimana apa rencanaku lancar?" tanya Sasy tersenyum menghadap sang pacar.
" Kamu ini ya Sasy ada-ada aja. Gimana kalau kunci mobilnya Raquel benaran hilang," ucap Toby. Tampaknya kunci mobil Raquel yang hilang karena ulah Sasy.
" Nggak hilang, lihat ini," sahut Sasy dengan mudahnya menggantungkan kunci itu di tangannya.
__ADS_1
" Tetap saja kamu seperti tidak punya pekerjaan," sahut Toby geleng-geleng.
" Udahlah kamu itu seharusnya dukung aku bukan malah marah-marah," sahut Sasy.
" Nggak ada yang marah-marah. Aku hanya merasa kamu seperti tidak punya kerjaan," sahut Toby.
" Isshhh, sudahlah, sekarang sudah malam. Kamu sebaiknya pulang aku ingin masuk dulu," ucap Sasy.
" Kamu akan tinggal sendiri. Karena Azizi sudah tidak ada lagi," ucap Verro.
" Hmm, aku akan tinggal sendiri seperti biasanya. Kecuali kamu menikahiku. Maka aku tidak akan sendirian," ucap Sasy membuat Toby tersenyum.
" Memang kamu ingin menikah denganku?" tanya Toby. Sasy menggedikkan bahunya.
" Sudahlah nggak usah negebahas itu. Kamu sebaiknya pulang aku mau masuk dulu," ucap Sasy langsung membalikkan tubuhnya namun langsung berjalan ingin pergi.
Namun Toby langsung menarik tangannya dan menarik Sasy kedekatnya sehingga Sasy sangat dekat dengannya dan wajah mereka bahkan saling berdekatan.
" Ada apa?" tanya Sasy heran.
" Apaan sih kamu. Kapan aku seperti itu. Perasaan biasa saja," sahut Sasy heran.
" Tapi aku melihatnya berbeda," sahut Toby yang mendekatkan wajahnya pada Sasy yang membuat Sasy seketika menjadi gugup dan tiba-tiba saja. Toby langsung mengecup bibirnya membuat Sasy melotot hal yang tidak terduga dari pacarnya.
Toby melepas kecupan itu dan tersenyum melihat Sasy yang masih terlihat bengong.
" Jangan aneh-aneh lagi ya, aku pulang dulu," ucap Toby yang pergi dari hadapan pacarnya yang meninggalkan kekasihnya dalam bengongnya.
Sasy baru tersadar ketika mendengar suara mesin mobil dan Sasy membuang napasnya dengan perlahan kedepan dengan tangannya yang memegang jarinya.
" Kenapa hanya mengecup saja," batin Sasy yang tampaknya ingin lebih. Dia sepertinya ingin mendapat ciuman yang lama dari pacarnya itu.
" Ahhhh, manggung amat," sahut ucap Sasy tampak kecewa dan langsung memasuki rumahnya.
***********
__ADS_1
Sementara untuk pengantin baru Azizi dan Vandy yang berada di dalam kamar pengantin.
Kamar pengantin pada umumnya penuh dengan bunga-bunga mawar yang terlihat romantis dan pasti aromanya juga sangat romantis.
Kamar itu tidak terang. Karena hanya di terangi oleh lilin. Mungkin memang seperti itulah konsep situasi di dalam kamar itu yang menambah estetik keromantisan.
Azizi duduk di pinggir ranjang yang sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian kimono lengan pendek di bawah lututnya. Dia tampak begitu gugup terlihat dengan napasnya yang dibuang kedepan terus menerus.
Pikirannya pasti tidak tenang dan pasti merasa sangat canggung dengan keberadaannya yang berada di dalam kamar dan apalagi statusnya sudah berubah yang sekarang menjadi istri dari Vandy.
Pria yang masih bisa di katakan masih di bencinya dan sepertinya belum bisa dengan lempang hati di maafkannya. Tetapi kenyataannya dia sudah menjadi seorang istri dari pria itu.
Air kamar mandi sudah mati. Itu pertanda Vandy sudah selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi dan membuat Azizi semakin dek-dekan, terdengar suara pintu dari kamar mandi semakin membuatnya tidak tenang.
" Ya Allah apa yang harus aku lakukan," batin Azizi semakin takut dengan tangannya yang saling mengatup di atas pahanya.
Vandy memang keluar dari kamar mandi dengan kaos dan celana treninig dengan melap rambutnya dengan handuk kecil yang masih basah.
" Ehemm, kalau kamu mau tidur, tidurlah," ucap Vandy yang juga terlihat gugup.
" Oh, iya," sahut Azizi yang tidak berani menatap Vandy yang ada di depannya.
" Kamu santai aja Azizi, kamu jangan gugup. Aku tidak akan mengganggu kenyamanan mu. Kamu bisa tidur di tempat tidur. Biar aku cari kamar lain," ucap Vandy yang tau apa yang sebenarnya yang membuat Azizi terlihat gugup.
" Tidak usah," sahut Azizi melihat ke arah Vandy, " Kalau kamu cari kamar lain. Akan banyak pertanyaan. Lagian ini sudah malam Kamu juga pasti capek. Maka tidurlah," sahut Azizi yang tampak tidak masalah.
" Baiklah kalau begitu, aku akan tidur di bawah," sahut Vandy. Azizi tidak mengangguk atau apapun. Vandy pun mengambil bantal dan langsung memilih untuk merebahkan diri di lantai dan Azizi hanya melihat Vandy yang melakukan hal itu.
Azizi hanya diam dan melihat Vandy. Dan Vandy pun melihat Azizi.
" Tidurlah! ini sudah malam," sahut Vandy. Azizi mengangguk dengan pelan dan perlahan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Dia juga lelah, apalagi dia juga gugup dengan malam pertamanya bersama Vandy. Dan akhirnya Azizi pun memejamkan matanya perlahan. Agar kegugupannya benar-benar hilang.
Begitu juga dengan Vandy yang juga memejamkan matanya dan mulai tertidur. Vandy pasti memberi Azizi waktu dulu.
__ADS_1
Bersambung...