DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Epiosede 299 menenangkan diri.


__ADS_3

Situasi rumah tangga Verro dan Cherry sedang di uji. Cherry yang mungkin hamil jauh lebih sensitif dan Verro yabg terbiasa memperhatikan pasiennya tidak peka dengan keadaan Cherry yang salah sedikit saja bisa panjang lebar dan sekarang Cherry harus menenangkan dirinya duduk di taman sendirian.


Wajahnya tampak murung dan begitu sendu. Sesuai dengan perasaan hatinya yang memang benar-benar tidak dapat di kondisikan.


" Cherry!" sapa Nadya yang berdiri di samping Cherry.


" Eh, Nadya," sahut Cherry membuang napasnya perlahan. Nadya tersenyum lalu duduk di samping Cherry.


" Tumben banget kamu ngajak ketemuan," ucap Nadya.


" Iya, maaf ya Nadya, kalau sudah ganggu kerjaan kamu," sahut Cherry merasa tidak enak.


" Tidak apa-apa, lagi lagi jam istirahat juga," sahut Nadya, " memang ada apa?" tanya Nadya.


" Nadya mama kamu kan bersihin rumah papa dulu," ucap Felly.


" Hmmm, iya kenapa memangnya?" tanya Nadya heran.


" Begini, aku mau menginap di sana beberapa hari. Aku kangen aja sama tempatnya. Kamu mau tidak temani aku di dana?" ucap Cherry mengatakan maksudnya menemui Nadya.


" Aku menemani kamu?" tanya Nadya menunjuk dirinya sendiri. Cherry mengangguk-angguk.


" Memang Verro kemana?" tanya Nadya.


" Hmmm, dia kayaknya nggak bisa tinggal di sana. Kan jaraknya lumayan jauh dari rumah sakit. Dari pada dia harus buru-buru Kerumah sakit. Lebih baik tidak usah," jawab Cherry memberikan alasannya. Nadya menanggapi dengan bingung.


" Kamu maukan menemani aku di sana. Hanya beberapa hari saja. Buat menenangkan diri. Lagian akhir-akhir ini kandungan aku cukup rewel. Dan tidak cocok suasana rumah yang sekarang aku tempati dan tiba-tiba kepikiran rumah dulu. Aku ingin di sana. Tapi tidak ada teman," ucap Cherry menjelaskan.


" Bisakan Nadya?" tanya Cherry mamastikan. Nadya masih diam belum memberikan jawaban apa-apa.


" Kalau kamu khawatir masalah ibu kamu yang tinggal sendirian. Kamu bisa ajak sekalian. Itu akan jauh lebih naik," ucap Felly yang menawarkan segalanya agar Fiona mau ikut dengannya.


" Nadya kamu kenapa diam. Kamu nggak mau ya?" tanya Cherry heran. Nadya tersenyum pada Cherry.


" Ya sudah, kalau memang kamu mau di sana dan aku menemani kamu. Ya sudah tidak apa-apa. Lagian rumahnya dekat sama rumah aku dan juga sama tempatku bekerja. Jadi tidak ada masalah," ucap Nadya. Membuat Cherry tersenyum lebar.


" Makasih ya," ucap Cherry. Nadya mengangguk.


" Ini lebih baik, aku sangat kesal dengan Verro. Seakan-akan tidak peduli denganku dan lebih baik aku menenangkan diri dari pada aku stress," batin Cherry yang sudah memikirkan keputusan itu sedari tadi.


" Apa Cherry dan Verro lagi ada masalah. Aku rasa tidak mungkin Verro membiarkan Cherry tinggal sendirian. Tapi apapun itu. Semoga tidak ada masalah dan hubungan merek baik-baik saja," batin Nadya yang merasa ada yang tidak beres. Namun dia hanya berdoa yang terbaik untuk teman-temannya itu.

__ADS_1


**********


Verro juga berada di rumah sakit yang mulai tidak fokus. Karena pertengkarannya dengan Cherry tadi pagi yang tidak ada penyelesaiannya dan harus membawa masalah itu Kerumah sakit.


Untung saja Verro berhasil mengoperasi pasiennya. Verro membuka maskernya dan pakaian operasinya. Mencuci tangannya dan melap kering. Wajahnya masih sama. Masih murung dengan pemikiran yang banyak. Masalah rumah tangga tanpa ada penyelesaian yang tepat.


Verro meraih ponselnya yang mungkin ingin menghubungi Cherry. Namun belum sempat menghubungi istrinya. Verro menerima pesan wa dari sang istri.


..." Aku tidak pulang. Aku menginap di rumah alm papa. Jadi jangan mencariku atau menyusul ku. Aku tinggal sama Nadya. Kalau kamu ikut menyusul aku tidak enak dengan Nadya. Jadi biarkan aku tenang sebentar," tulis Cherry yang pamitan dengan berat Verro....


Verro memejamkan matanya dan membukanya kembali dengan hembusan napas panjangnya.


" Cherry, apa tidak bisa masalah ini di selesaikan," batin Verro yang tampak murung dengan keputusan istrinya yang memilih pergi dari pada harus bicara dengannya.


" Aku tau kamu kecewa. Tapi tidak seperti ini caranya. Kita bisa bicara Cherry," batin Verro yang memijat kepalanya yang sangat berat. Frustasi memikirkan masalah rumah tangganya yang sedang di uji.


***********


Verro, Sasy, Vandy, dan Raquel sedang menikmati makan siang bersama di kantin rumah sakit.


" Mana, Cherry, dia tumben nggak ikut ke rumah sakit?" tanya Sasy


" Tidak, dia lagi ada di rumah," jawab Verro dengan sendu.


" Hmmm, begitu rupanya," sahut Sasy. Namun mereka melihat Verro yang tampak sendu.


" Lalu kamu kenapa?" tanya Vandy yang melihat Verro tampak sedang tidak baik-baik saja.


" Hmmm, tidak aku tidak apa-apa," jawab Verro dengan wajah yang tidak bisa bohong.


" Oh, iya Verro bagaimana hasil USG kemarin?" tanya Raquel. Verro diam tanpa bisa menjawab. Karena dia juga tidak tau hasilnya seperti apa.


" Benar, kita mau tanya sama Cherry. Tapi malah belum sempat. Mumpung kamu ada di sini. Jadi tanya kamu aja," sahut Sasy yang juga penasaran dengan hasilnya.


" Verro kamu kok diam, kamu nggak tau hasilnya," sahut Raquel.


" Hmmm, baik-baik aja," sahut Verro dengan tidak bersemangat.


" Hmmm, syukurlah kalau begitu," sahut Vandy.


" Aku memang tidak tau hasilnya. Cherry tidak ingin bicara kepadaku. Bahkan dia menghindariku," batin Verro yang terus membuang napasnya perlahan kedepan.

__ADS_1


" Kenapa aku merasa Verro ada yang aneh. Dia tidak biasanya tidak bersemangat seperti itu. Apa ada masalah ya. Dia juga tampak gugup. Saat di tanya masalah USG Cherry," batin Sasy yang mencium-cium aroma tidak sedap.


**********


Cherry berdiri di depan halte bus sore-sore. Cherry ingin ke tempat kerja Nadya. Jadi ingin menaiki bus. Namun tiba-tiba mobil berhenti di depannya dan sang pengemudi langsung keluar dari mobil yang ternyata adalah Varell.


" Cherry!" tegur Varell.


" Hey, Varell," sahut Cherry.


" Kamu ngapain di sini?" tanya Varell.


" Aku lagi nungguin, bis taxi atau apapun," jawab Cherry.


" Memang mau kemana dan Verro mana?" tanya Varell bingung.


" Hmmm, Verro lagi ada operasi," jawab Cherry gugup.


" Lalu kamu mau kemana?" tanya Varell.


" Aku mau Kerumah alm papa," jawab Cherry.


" Oh, gitu. Ya sudah, sekalian aja bareng aku. Biar aku antar," ucap Varell menawarkan.


" Boleh, tapi bolehkan kalau ketempat kerjaan Nadya duku?" tanya Cherry. Varell heran mendengarnya.


" Nadya. Memang mau ngapain?" tanya Verro heran.


" Mau jemput Nadya. Bareng-bareng Kerumah alm papa," jawab Cherry.


" Oh, begitu rupanya," sahut Varell mengangguk-angguk.


" Ya sudah ayo," sahut Varell. Cherry mengangguk dan Varell membukakan pintu mobil untuk temannya itu Cherry.


" Makasih ya Varell, sudah membantuku," ucap Cherry.


" Belum juga di anterin. Lagian apa-apaan sih. Pakai bilang makasih segala, kayak orang lain aja," sahut Varell geleng-geleng. Cherry sebenarnya juga takut saat berada di halte tadi. Karena dia memang tidak terbiasa. Apa lagi sudah sore dan sepi.


Tetapi untung ada temannya. Jadi dia merasa aman dan lega. Sementara Varell yang membantu jadi dapat bonus. Tidak disangka kalau mereka akan menjemput Nadya. Yang artinya dia akan melihat lagi wanita yang masih di sukainya itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2