
Azizi ternyata di bawa kehutan dekat Villa. Mitha dan Selina sudah mengikatnya di salah satu pohon dengan posisi yang duduk. Wajah Azizi sudah berantakan. Rambutnya bahkan sudah tidak berkembang lagi.
" Lepaskan aku! lepas," teriak Azizi pada Selina yang berdiri di depannya. Sementara Mitha tidak ada di sana.
" Lepas kata mu, itu pantas untukmu. Kau sudah membuat kami di skorsing. Membuat nama kami jelek dan akibat perbuatanmu. Berpengaruh kepada bisnis keluarga kami," ucap Selina belum puas dengan apa yang di lakukannya kepada Azizi.
" Kau pikir dengan semudah itu kau akan lolos dari kami hah!" lanjut Selina.
" Percuma kamu melakukan ini. Perbuatan kalian hanya akan mendapat hukuman yang lebih besar. Kalian akan mendapat sangsi besar karena memperlakukanku seperti ini," sahut Azizi memperingatkan.
Selina yang geram langsung mencengkram pipi Azizi dengan 1 tangannya.
" Kau dengar Azizi. Walau pun pada akhirnya kami mendapat hukuman Kemabli atas apa yang kami lakukan kepadamu. Tapi paling tidak aku sangat puas dengan apa yang aku lakukan. Kepada wanita bermuka 2 seperti mu," tegas Selina yang benar-benar takut.
" Kau sama saja dengan Fiona. Bermuka dua," kecam Selina. Melepas kasar cengkramannya dari pipi Azizi.
" Jangan menyamakan ku dengannya. Aku melakukan itu untuk membuat kalian jera. Aku hanya tidak tahan melihat perbuatan kalian yang terus menghina Nadya. Kalian membulyy dengan suka-suka kalian. Itu bukan sekolah kalian. Tapi kalian sok jadi penguasa," sahut Azizi yang memang sudah tidak takut lagi berbicara. Karena percuma dia juga akan tetap di hukum.
" Kalau begitu kami juga akan membuatmu jera," sahut Mitha yang sudah kembali.
Azizi melihat Mitha yang berjalan mendekat dengan membawa ember dan kantung plastik yang membuatnya tidak tau apa itu.
" Apa lagi yang akan mereka lakukan," batin Azizi benar-benar pasrah dengan keadaannya.
" Kau juga harus di beri sesuatu agar kau bisa jera dan tidak ikut campur dengan kami. Karena kau bukan tandingan kami," desis Mitha.
" Ayo Selina!" ajak Mitha. Selina mengangguk.
Azizi tidak mengerti apa yang akan di lakukan lagi oleh Selina dan Mitha dia hanya melihat 2 wanita itu membawa ember yang ternyata tadi kosong dan mengisi ember tersebut dengan limbah yang ada di sekitar situ.
Yang pasti limbah itu sangat bau. Sangat jelas terlihat ekspresi Selina dan Mitha saat mengorek limbah itu dengan ember.
Selina dan Mitha melangkah kembali mendekati Azizi sambil mengioas-ngipa hidung mereka karena bau yang tidak tahan.
Azizi juga mencium bau menyengat itu. Sedari tadi menangis dan berusaha melepaskan diri.
" Apa yang mau kalian lakukan?" tanya Azizi saat Mitha dan Selina sudah berada di depannya dengan seriangi nakal di wajahnya.
" Jangan lakukan itu!" ucap Azizi yang akan tau apa yang terjadi padanya.
Selina dan Mitha saling melihat dengan senyum miring mereka.
Byurrrrr
Mereka langsung menyiram Azizi dengan limbah yang hitam dan bau itu. Azizi hanya menunduk saat tubuhnya sudah kotor dan pasti iya akan terasa sedikit kemulutnya.
" Syukurin," desis Selina merasa puas.
Ternyata Selina dan Mitha tidak melakukan hanya sekali bahkan sampai 3 kali. Azizi hanya pasrah dengan keadaannya. Kepalanya terus menunduk saat siraman datang, datang dan datang lagi. Dia bahkan tidak berbicara lagi.
" Kenapa semuanya jadi seperti ini," batinnya yang melihat dirinya menjadi korban bully.
Selina dan Mitha tertawa terbahak-bahak dan tidak sampai di situ. Ke-2 wanita yang di penuhi kemarahan itu melakukan hal yang lain. Kantung plastik yang tadi di bawa Mitha ternyata berisi butiran telur.
Mereka melanjutkan dengan melempar Azizi dengan telur. Lagi-lagi dan lagi wajah Azizi hanya miring kesamping dengan memejamkan matanya.
" Kalian benar-benar jahat, sangat jahat," batin Azizi yang tidak bisa melakukan apa-apa lagi.
__ADS_1
" Hentikan! teriakan suara menggelegar membuat Mitha dan Selina tersentak kaget dan melihat kebelakang yang ternya Vandy yang berteriak dengan mengepal tangannya. Wajahnya yang merah penuh kemarahan.
" Vandy," lirih ke-2 wanita itu dengan serentak melihat Vandy yang seperti monster.
Azizi membuka matanya dan melihat Vandy yang jauh di ujung sana. Dia merasa lega akhirnya ada yang menyelamatkannya.
Ternyata bukan hanya Vandy. Menyusul Verro, Cherry, Sasy, Nadya dan Varell.
Vandy langsung berlari mendekati pembullyan itu.
Vandy yang sudah jelas melihat hal itu. Melihat Azizi yang sudah entah seperti apa membuatnya benar-benar kaget.
Dengan kemarahannya langsung mendorong Mitha sampai Mitha jatuh terduduk.
" Auhhhh," lirih Mitha kesakitan. Selina langsung membantunya untuk berdiri.
" Apa yang kalian lakukan!" teriak Vandy dengan suaranya yang mengelegar.
" Astaga Azizi," pekik Cherry menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Wajah dan pakaian wanita sudah tidak terlihat lagi. Karena ditutupi limbah yang kotor dan bau itu.
" Kalian melakukan ini," geram Sasy yang juga shock dengan hal itu
Sasy, Nadya dan Cherry membuka ikatan Azizi.
" Apa kalian gila melakukan ini," teriak Varell.
" Itu pantas di dapatkannya. Jadi jangan ikut campur," sahut Mitha yang langsung berdiri yang sama sekali tidak takut dengan teriakan ke-2 pria itu.
Saat itu Raquel, Aldo dan Toby juga tiba di lokasi. Raquel melihat ke-2 temannya yang seperti di bentak-bentak oleh Vandy. Dia benar-benar kaget dengan hal itu.
" Apa yang kalian lakukan kepadanya?" sahut Aldo yang juga pasang badan untuk Azizi. Aldo memang si pembela kaum hawa.
" Kenapa mereka melakukan itu," batin Raquel yang jujur sangat ngeri melihat perbuatan temannya itu.
" Itu belum seberapa untuk wanita yang sudah mempermalukan kami. Jadi kalian semua jangan ikut campur," teriak Mitha menunjuk-nunjuk laki-laki yang berada di hadapannya.
" Apa yang kau katakan?" tanya Verro dengan dengan nada sedang.
" Wanita sialan ini telah merekam perbuatan kami bertiga dan juga menyebar ke sosial media," jelas Selina sambil menunjuk Azizi.
" Merekam maksudnya?" tanya Raquel bingung.
Bukan hanya Raquel yang lain juga tidak mengerti dan melihat kearah Selina yang berbicara.
" Raquel dia dalang di balik penyebaran Vidio kita. Aku sama Mitha menemukan file dari laptopnya. Bukan hanya merekam dia juga menyebarkannya dengan akun palsu yang dibuatnya. Agar tidak ketahuan. Wanita ini sangat licik mengerjakan semuanya dengan bersih," jelas Selina dengan geram. Sontak hal itu membuat Raquel kaget dan melihat ke arah Aldo.
" Apa maksudnya. Jadi benar bukan Aldo pelakunya apa itu berarti Fiona yang berbohong," batin Raquel yang benar-benar tidak percaya dengan hal itu.
Selama ini dia menyalahkan Aldo yang ternyata Azizi lah perlakukannya.
" Apa!" pekik Cherry yang merasa tidak percaya.
" Jangan asal bicara kalian. Mana mungkin dia bisa melakukan itu," sahut Toby.
" Wow, memang benar tampangnya memang tidak mungkin bisa melakukan hal itu. Tanyakan saja kepadanya," sahut Selina.
" Benar itu Azizi?" tanya Aldo memastikan.
__ADS_1
Azizi mengangguk pelan. Dia memang perlakukannya dan sudah tidak ada gunanya menyembunyikannya.
Cherry dan Sasy sama- sama menutup mulutnya yang menganga merasa tidak mungkin jika memang benar Azizi pelakunya.
" Jadi Azizi ada di sana saat itu," batin Nadya yang menjadi korban.
" Astaga masa iya sih," batin Sasy tidak percaya dengan hal itu.
" Kalian sudah dengar sendiri jika wanita ini di balik semuanya," tegas Mitha.
" He Mitha apapun itu. Kau tidak perlu melakukan hal seperti ini. Kalian juga pantas mendapatkan hal itu," sambar Sasy langsung membela Azizi.
" Tapi dia tidak perlu menyebar vidionya," sahut Raquel yang berbicara tenang.
" Jika ingin membuat kami jera. Kau hanya perlu melapor tanpa menyebar. Bukannya ini urusan murid sama murid. Urusan sekolah berurusan dengan guru. Bukan masyarakat,"
" Dampak yang kau lakukan bukan hanya mempengaruhi kami bertiga. Tetapi orang tua kami yang tidak tau apa-apa harus menanggung akibatnya," jelas Raquel yang bicara tenang.
" Itu salah kalian, makanya jangan berbuat yang aneh-aneh. Kalau tidak mau orang tua terlibat," sahut Toby.
" Oke aku mengakui salah dengan perbuatanku yang membully Nadya. Tetapi apa yang di lakukan Azizi lebih mempengaruhi keluargaku dan juga mental ku," sahut Raquel yang masih berbicara tenang.
" Kau berbicara mental. Bagaimana dengan mental Nadya akibat perbuatanmu," sahut Varrel.
" Kau bicara sangat mudah Varell. Karena orang tuamu tidak pernah mendapat perkataan dia gagal mendidik anak. Kau harus tau dengan penyebaran Vidio itu sangat berpengaruh kepada bisnis keluarga ku. Dan juga pasti orang tuaku mendapat cacian akibat perlakuanku.
" Kalian hanya melihat kami di skorsing dan kembali seperti tanpa bersalah. Kalian tidak tau bagaimana kami saat akan keluar rumah. Orang akan berbisik - bisik saat melihat kami. Membicarakan kami. Karena kami sangat terkenal karena perbuatannya," lanjut Raquel yang sedari tadi berbicara. Tetapi kali ini bicaranya sangat tenang seperti wanita biasa.
" Kau hanya di perlakukan seperti ini Azizi. Ini tidak akan mempengaruhi apa-apa untukmu. Kau lihat semua orang membelamu dan menyalahkan kami,"
" Kau melibatkan orang tua dengan sesukamu. Yang kau tidak tau apa efeknya. Jika orang tua ku sudah tau awalnya. Maka dia juga harus tau akhirnya," ucap Raquel dengan tegas.
" Apa maksud kamu Raquel?" tanya Cherry yang sedari tadi menyimak perkataan Raquel.
" Kalian bisa menjadi kesaksian di kantor polisi. Karena aku akan melanjutkan kasus ini kedalam Rana hukum. Karena tindakannya sudah membuat kerugian besar bagi keluarga kami," tegas Raquel. Azizi sedari tadi hanya menunduk.
" Itu berlebihan Raquel," sahut Verro.
" Itu tidak berlebihan. Kami mendapat karma dengan perbuatan kami. Dia juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Karena sudah menyebar Vidio itu dengan sembarangan," tegas Raquel langsung pergi.
" Kalian bela saja dia. Sekalian di kantor polisi," sahut Selina menyusul Raquel.
" Jika kalian berani ikut campur lagi. Kalian akan terus berhadapan denganku," ancam Mitha.
" Sok hebat lo ngancam-ngancam," sambar Selina.
" Diam Lo!" sahut Mitha mengepal tangannya lalu pergi menyusul Selina dan Raquel.
" Sudah ayo bawa Azizi," sahut Aldo.
Bersambung...
Jangan lupa mampir ke sini ya. Ditunggu like Coment, Vote nya. Terima kasih.
Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.
Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.
__ADS_1