DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 346 Pernikahan.


__ADS_3

Cherry berada di dalam kamar bersiap-siap.. Cherry berdiri di depan cermin menggunakan dress hitam tanpa lengan yang panjangnya sampai menyapu lantai. Untuk rambutnya di gerai dengan di beri gelombang di bagian bawahnya.


Hari ini Cherry dan Verro akan menghadiri resepsi pernikahan Raquel dan dan Aldo yang mana tadi pagi mereka sudah melakukan akad nikah dan sekarang tinggal menjalankan resepsinya saja.


Cherry terus melihat tubuhnya di cermin yang mana perutnya sudah semakin membesar.


" Sayang sudah selesai?" tanya Verro yang memasuki kamar.


" Hmmm, sudah sudah selesai," jawab Cherry.


" Oh, iya sayang lihatlah, pakaian ku sudah mulai banyak yang tidak muat," ucap Cherry mengeluh.


" Ya sudah tidak apa-apa, nanti kita cari pakaian khusus ibu hamil," ucap Verro.


" Benar!" sahut Cherry yang membalikkan tubuhnya. Verro mengangguk dengan tersenyum.


" Oke," sahut Cherry kembali berbalik badan membuka laci dan mengambil kalung yang setiap hari di pakainya.


" Tolong pakaikan," ucap Cherry," Verro mengangguk dan langsung mengambil kalung itu dari tangan Cherry. Cherry kembali berbalik dan Verro langsung memakaikan kalung itu. Cherry melihat dari depan cermin indahnya kalung itu melingkar di lehernya.


" Kamu cantik sekali hari ini," bisik Verro di telinga sang istri yang memeluk pinggang istrinya.


" Hanya hari ini saja?" tanya Cherry melihat suaminya dari cermin.


" Tidak, kamu cantik setiap hari. Tetapi hari ini aku hanya merasa kecantikan istriku berlipat-lipat," ucap Verro memuji sang istri hati Cherry yang adanya berbunga-bunga mendengar pujian suaminya tercinta.


" Ya sudah jangan memujiku lagi, sekarang ayo kita pergi," ucap Cherry membalikkan tubuhnya mengusap-usap jas suaminya sekedar merapi-rapikannya.


" Cium dulu sebentar," ucap Verro.


" lipstik ku tebal," sahut Cherry.


" Jadi itu artinya aku tidak akan di cium?" tanya Verro memastikan dengan menaikkan alisnya.


" Mmuah," sahut Cherry yang mencium dari jauh.


" Sudah cukup," ucap Cherry mengedipkan sebelah matanya.


" Baiklah, tapi pulang dari resepsi Aldo dan Raquel. Aku akan mendapatkan lebih dari ciuman," ucap Verro.


" Aku tidak tau. Tidak bisa janji apa-apa," sahut Cherry mengangkat ke-2 bahunya. Verro tersenyum dengan memeluk istrinya kembali. Setiap hari memang sangat merindukan istri tercintanya itu.


**********


Di sisi lain Azizi juga terlihat begitu rempong yang ingin pergi kondangan. Maklum kalau ibu-ibu sudah punya anak memang kayak gitu.

__ADS_1


" Iqbal buruan pakai sepatunya. Nanti kita telat," teriak Azizi yang berjongkok mengambil sepatu anaknya.


" Iqbal!" teriak Azizi lagi yang kewalahan menghadapi Iqbal.


" Iya mah," sahut Iqbal yang keluar dari kamar mandi dan berlari menghampiri Azizi. Azizi langsung membantu Iqbal memakai sepatu yang mana Iqbal sudah sangat tampan dengan stelan pakaian jas yang di pakaikan sang mama.


" Sayang jas aku mana?" tanya Vandy yang berdiri di depan cermin yang mengkancing lengan kemejanya.


" Di lemari paling atas sudah di setrika tadi," jawab Azizi yang masih memakaikan Iqbal sepatu.


" Sudah ketemu?" tanya Azizi yang melihat Vandy mencari-cari di mana jasnya.


" Belum sebelah mana ya?" tanya Vandy. Azizi yang belum selesai memakaikan sepatu Iqbal langsung berdiri dan mengambil jas Vandy.


" Ini," ucap Azizi yang langsung mendapatkannya.


" Maaf tadi tidak terlihat," sahut Vandy merasa tidak enak.


" Ya sudah tidak apa-apa, kamu buruan pakai, nanti kita telat," ucap Azizi.


" Iya, sayang," sahut Vandy mengangguk yang langsung memakinya.


" Mah, sepatu Iqbal bagaimana?" tanya Iqbal.


" Kamu sudah selesai, jangan main-main lagi. Kamu langsung turun, nenek sama kakek sudah menunggu," ucap Azizi memperingatkan putranya itu.


" Baik ma," sahut Iqbal yang langsung pergi menuruti sang mama. Azizi membuang napasnya perlahan. Lalu kembali berdiri.


" Kamu sudah selesai?" tanya Azizi pada Vandy.


" Sudah," jawab Vandy.


" Ya sudah ayo kita pergi. Nanti kita terlambat," ucap Azizi yang langsung mengambil tasnya. Namun Vandy menghentikan tangan Azizi membuat Azizi kaget dan Vandy memeluknya dan Azizi bertambah kaget.


" Kita sebaiknya cari baby siter," ucap Vandy menyarankan.


" Untuk apa?" tanya Azizi heran.


" Kamu pasti lelah dengan semua ini," ucap Vandy.


" Tidak kok, aku bisa menghadapinya. Jadi nggak usah pakai baby siter segala," sahut Azizi melepas pelukan itu.


" Kamu kan sedang hamil," ucap Vandy menatap sendu Azizi. Azizi tersenyum pada Vandy.


" Ibu hamil sangat bagus jika aktif. Jadi aku tidak apa-apa. Kamu jangan khawatir," ucap Azizi.

__ADS_1


" Kamu yakin?" tanya Vandy tidak percaya.


" Aku yakin, sudah sekarang ayo kita pergi, nanti kita telat," ucap Azizi. Vandy mengangguk padanya.


*********


Resepsi Aldo dan Raquel di adakan secara outdoor sesuai dengan impian Pernikahan Raquel.


Raquel terlihat sangat cantik dengan gaun silver penuh Payet matahari yang di bagian bawahnya bervolume. Raquel layaknya seorang princes yang kecantikannya tidak ada yang menandingi.


Belum lagi dengan mahkota yang di pakainya yang membuatnya begitu cantik yang bersanding dengan Aldo yang sangat tampan dengan jas putih dengan dasi kupu-kupu dan terdapat mawar di sakunya.


Para tamu juga sudah memenuhi tempat pernikahan itu. Toby dan Sasy juga hadir di sana. Azizi, Vandy, Iqbal orang tua Vandy dan pasti Arif juga turut hadir.


Arif memang harus hadir di pernikahan wanita yang pernah di sukainya dan sudah dianggap adik oleh Arif. Nadya juga datang bersama sang mama, Cherry dan Verro juga sudah sampai


Selain teman-teman Raquel dan Aldo ternyata Raquel juga mengundang Selina sahabatnya SMA dan juga Mitha dengan suami kaya rayanya yang tua renta.


Pasangan pengantin baru itu sekarang sedang memotong kue pernikahan dengan tangan mereka yang sama-sama memegang pisau.


Sambutan tepuk tangan yang meriah pun mereka dapatkan. Jangan tanya wajah Aldo dan Raquel begitu bahagia yang tidak percaya bisa bersanding di pelaminan.


Setelah memotong kue bersamaan mereka juga saling menyuapi dan lagi-lagi mendapat sambutan tepuk tangan. Bahkan Aldo mencium kening Raquel pelan.


" Ya ampun enak banget nikah," ucap Sasy yang gemes dengan romantisnya Raquel dan Aldo.


" Ya menyusul dong Sasy," sahut Azizi. Sasy menoleh ke arah Toby. Ya tidak tau tau Toby dengar atau tidak. Tetapi dia terlihat santai dan biasa saja.


" Lagian kalau sudah nikah mau ngapain-ngapain halal," sahut Verro yang mencium pipi Cherry seakan memanas-manasi Sasy.


" Ishhhh," desis Sasy kesal. Cherry hanya tersenyum dengan teman-temannya yang menggoda Sasy.


" Lagian ngapain sih pacaran lama-lama," sahut Vandy lagi.


" Kalian itu jangan cuma bilang sama aku. Tuh sama Toby," sahut Sasy kesal. Toby langsung heran dan melihat Sasy yang wajahnya sudah cemberut.


" Ada apa?" tanya Toby yang terlihat santai.


" Nggak apa-apa," sahut Sasy kesal.


Verro, Cherry, Azizi dan Vandy tertawa-tawa dengan Sasy yang berusaha memberi kode namun Toby sang kekasih tidak peka sama sekali tidak peka.


Sudah-sudah jangan menggoda Sasy, kasihan dia," sahut Cherry. Sasy harus bersabar ujian terberat memang saat di tanya kapan menikah dan yang paling terberat saat kekasihnya tidak peka-peka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2