DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 292 Perasaan yang tidak enak.


__ADS_3

Azizi dan Vandy masih berciuman di dalam bathup. Ciuman itu bahkan semakin panas dengan Vandy yang mengusap-usap punggung Azizi dan ternyata Azizi bukan hanya menikmati sensasinya. Tetapi Azizi juga membalas ciuman itu.


Tempat dan suasana mendukung pasangan suami istri untuk berciuman panas dan sang anak yang jahil duduk santai di lantai yang beralaskan karpet dengan yang sedang asyik makan bubur yang tadi di belikan papanya. Membiarkan mama dan papanya romantis-romanti san berduaan di dalam sana.


***********


Verro sedang menyetir mobil dan menerima pesan masuk dari Cherry.


..." Sayang kamu di mana?" tanya Cherry....


..." Aku baru pulang dari rumah sakit dan sekarang mau ke Yayasan. Aku ingin bertemu temanku, Dokter dari Amerika yang kebetulan berkunjung di sana," jawab Verro....


..." Aku boleh kesana juga?" tanya Cherry....


..." Pasti sayang, aku akan menjemputmu. Kita bersama-sama kesana," jawab Verro....


..." Tidak usah sayang, aku pergi sama Sasy saja kebetulan Sasy sedang ada di rumah bersama," jawab Cherry....


" Hmmm, ya sudah kalau begitu," sahut Verro.


..." Iya sayang, hati-hati di jalan," ucap Cherry memberi pesan....


..." Kamu juga hati-hati,💝" ucap Verro yang memberikan emote love....


Verro yang saling berbalas pesan dengan istrinya tersenyum. Lalu mengembalikan hanphonnya kembali ke dalam laci mejanya dan sedikit melajukan kecepatan mobilnya agar cepat sampai ke Yayasan untuk bertemu dengan temannya.


**********


Raquel berjalan di koridir-koridor rumah sakit dengan jas Dokternya yang di letakkan di tangannya. Raquel tampaknya sangat lelah hari ini.


" Parah banget sih, Sasy, jemput nggak mau, padahal kalau dia minta tolong selalu di bantuin. Ini minta jemput aja pada banyak alasan. Bukannya di tungguin juga tadi malah pergi aja. Kalau nggak ni yah mobil aku rusak. Aku nggak akan minta tolong tuh sama dia," geram Raquel yang terus mengoceh sambil berjalan dengan wajah cemberutnya.


" Raquel!" tegur Arif yang kebetulan lewat dan melihat Raquel sedang mengoceh dan tampak kesal.


" Kak Arif," sahut Raquel.


" Kamu kenapa, apa ada yang salah, sampai marah-marah?" tanah Arif.


" Hmmm, tidak kok kak, aku hanya kesal dengan Sasy," jawab Raquel dengan wajahnya yang benar-benar kesal sampai tidak bisa bohong.


" Kesal kenapa?" tanya Arif.


" Ya aku hanya minta tolong, untuk menjemputku. Tetapi alasannya banyak sekali. Paling juga pacaran sama Toby," kesal Raquel dengan mengkerutkan bibirnya membuat Arif tersenyum.


" Tumben sekali kamu minta jemput. Memang mobil kamu kemana?" tanya Arif.


" Lagi di servies," jawab Raquel, " kalau nggak juga aku nggak akan minta jemput dia," jawan Raquel.


" Hmmm, ya sudah kalau begitu, kebetulan saya juga mau pulang. Kamu ikut dengan saya bagaimana?" sahut Arif menawarkan.

__ADS_1


" Kakak mau memberi saya tumpangan?" tanya Raquel. Arif mengangguk.


" Tapi apa tidak merepotkan?" sahut Raquel merasa tidak enak.


" Tidak sama sekali, lagian rumah kita satu arah. Dari pada kamu mengoceh terus mending kamu ikut sama saya," ucap Arif menawarkan lagi.


" Serius nggak repotkan?" tanya Raquel merasa tidak enak. Arif mengangguk.


" Hmmm, ya sudah kalau begitu, lumayan nggak ngeluarin ongkos Taxi," sahut Raquel membuat Arif tersenyum geleng-geleng.


" Kalau begitu mari!" ajak Arif.


" Baik Dok," sahut Raquel kesenangan dan langsung pergi bersama dengan Arif.


*************


Sasy, dan Cherry keluar dari rumah. Sasy memang mengunjunginya untuk berbicara dan membahas hal lainnya untuk membuang suntuk.


" Kamu tidak apa-apa kan, menemani aku untuk me Yayasan?" tanya Cherry.


" Nggak apa-apa, santai aja. Tapi hanya ngantar saja ya, soalnya aku ada urusan penting," sahut Sasy.


" Iya nggak apa-apa, aku hanya bertemu Verro, sekalian bawaan dia makanan. Dia pasti belum makan," ucap Cherry.


" Ishhh, istri yang perhatian," sahut Sasy merasa iri. Cherry hanya tersenyum saja.


" Ya sudah, yuk masuk mobil," ajak Sasy. Cherry mengangguk dan mereka pun memasuki mobil untuk pergi menemui Verro.


*********


" Thanks banget sudah mau berkunjung kemari," ucap Verro sambil berjalan.


" Santai aja Verro, seandainya aku punya banyak waktu di Indonesia. Pasti aku akan lebih lama di sini. Ya melakukan banyak aktivitas di Yayasanmu," ucap Yuda teman Verro.


" Lain kali mampir lagi. Aku juga ingin mengenalkan pada istriku, ya sayang saja dia belum datang," sahut Verro.


" Hmmm, pasti. Pasti aku akan mampir nanti. Tapi sekarang sudah malam. Aku harus pulang. Karena besok pagi harus pergi lagi," ucap Yuda yang sebenarnya ingin berlama-lama dengan temannya itu. Tetapi tidak bisa karena masalah waktu.


" Baiklah, kalau begitu, yang jelas. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih," sahut Verro.


" Hmmm, oke, aku pulang dulu, salam buat istrimu," ucap Yuda pamit.


" Iya, thanks," sahut Verro. Mereka berpelukan sebentar. Pelukan sahabat.


" Aku balik," ucap Yuda pamit lagi. Verro mengangguk dan Yuda pun memasuki mobilnya. Sebelum mobil itu berjalan. Yuda mengklakson, lalu pergi melaju dengan kecepatan santai.


Verro melihat arloji di tangannya dan melihat di sekitar jalan.


" Kenapa Cherry belum datang juga," batinnya yang menunggu sang istri.

__ADS_1


" Verro!" panggil Fiona. Verro membalikkan tubuhnya dan melihat Fiona yang berdiri di sana.


" Iya ada apa?" tanya Verro.


" Aku butuh, bantuan mu, aku bingung dengan obat yang do berikan suster Erna," ucap Fiona.


" Hmm, baiklah, mari aku lihat," ucap Verro. Fiona mengangguk dan berjalan terlebih dahulu lalu Verro menyusulnya.


*******


Verro dan Fiona duduk di salah satu kursi yang ada taman dengan di tengah-tengah mereka banyak obat-obatan dan Verro menjelaskan pada Fiona.


" Ini yang kamu minum, dan kalau kamu merasa mual, kamu minum ini," ucap Verro menjelaskan dan Fiona hanya mengangguk saja.


" Apa kalau aku rutin meminumnya aku bisa sembuh?" tanya Fiona.


" Tidak ada yang tidak bisa. Kalau kamu mau berusaha. Jadi jangan terlalu banyak pikiran minum obat dengan tepat. Akan membantu kesembuhanmu," ucap Verro menjelaskan. Fiona mengangguk tersenyum.


Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk


Fiona batuk-batuk dengan menutup mulutnya.


" Kamu tidak apa-apa Fiona?" tanya Verro.


" Aku biasa batuk-batuk, seperti ini," jawab Fiona dengan suara seraknya.


" Cuacanya dingin, kamu istirahatlah," sahut Verro memberikan saran.


" Iya," sahut Fiona melepas tangannya dari mulutnya dan Verro kaget melihat darah yang keluar dari hidung Fiona.


" Astaga Fiona kamu mimisan," sahut Verro yang langsung mengambil tisu dengan paniknya.


" Aku tidak apa-apa Verro," sahut Fiona yang berusaha melap dengan tangannya.


" Sebaiknya kamu istrirahat," ucap Verro memberi saran.


" Hmmm, baiklah," sahut Fiona yang langsung berdiri. Tetapi Fiona tampak lemas dan akhirnya terjatuh.


" Astaga Fiona kamu tidak apa-apa?" tanya Verro panik yang berjongkok melihat Fiona sudah duduk terduduk di atas rumput.


" Aku hanya lemas untuk berjalan," sahut Fiona dengan suara pelannya. Verro melihat di sekelilingnya tidak ada orang yang bisa membantu.


" Tapi aku bisa kok," sahut Fiona berusaha untuk berdiri.


" Biar aku membantumu, kamu tidak kuat," sahut Verro yang langsung menggendong Fiona ala bridal style dan Fiona mengalungkan tangannya di leher Verro.


" Aku akan mengantarmu kekamar," ucap Verro. Fiona menganggukkan matanya dan Verro membawanya pergi.


Sesaat Cherry sudah sampai Yayasan dan berjalan untuk mencari suaminya tiba-tiba langkah Cherry terhenti ketika melihat Verro menggendong Fiona dan membuat Jantung Cherry berdetak tidak menentu dan Verro sama sekali tidak melihat Cherry istrinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2