
Akhirnya mereka pun menaiki pesawat dengan teratur. Hanya Aldo yang absen di antara kumpulan persahabatan itu yang mungkin saja Aldo sibuk dengan urusannya sendiri dan masih tetap pada dasarnya Raquel tidak peduli dan sangat tidak peduli bagaimana keadaan Aldo.
Mereka mengambil posisi di dalam pesawat mewah yang pasti melebihi klas VVIP. Pesawat mewah yang di siapkan Toby untuk perjalanan mereka liburan. Lebih tepatnya sih bukan pesawat melainkan jet pribadi yang khusus di sewakan.
Walau seorang Pilot bukan berarti Toby akan menjadi pilot untuk pesawat tersebut. Pesawat tersebut terdapat pilot tersendiri. 3 pramugari yang memang akan melayani para tamu di sana.
Verro dan Cherry sudah mengambil posisi duduk di mana Cherry berada didekat jendela dan Verro di sebelahnya. Untuk dan di samping mereka yang juga berdekatan dengan jendela. Ada Azizi dan Vandy yang mana Azizi berada di dekat jendela dan Vandy di sampingnya.
Untuk di bagian belakang Azizi dan Vandy terdapat Raquel, dan Nadya, di mana Raquel yang berada di dekat jendela dan Nadya di dekat jalan para pramugari.
Untuk di bagian di belakang Verro dan Cherry terdapat Varell yang harus menjomblo sendirian dan di belakang Varell terdapat pasangan bucin. Sasy dan Toby yang pasti akan selalu bersama dengan kebucinan mereka masing-masing.
Seperti layaknya di pesawat yang biasa mereka tumpangi mereka sudah memakai sabuk pengaman dan lain-lainnya yang juga di arahkan para pramugari sebelumnya kepada mereka.
Perjalanan pun juga sudah di mulai setelah semuanya benar-benar siap-siap.
" Aldo memang tidak ikut?" tanya Sasy pada Toby yang kepo dengan Aldo yang memang tidak di lihatnya sama sekali.
" Katanya tidak bisa ikut. Mungkin dia sibuk. Aku juga tidak tau pasti?" jawab Toby yang pasti juga memberi tahu Aldo masalah liburan itu. Karena apapun Bungan Raquel dan Tari Aldo tetap sahabat mereka.
" Tapi syukurlah jika Aldo tidak ikut. Dari pada dia ikut terus membawa pelakor itu. Huhhhh, sangat menyebalkan sekali," sahut Sasy yang merasa lega.
" Hmmm, kamu ini ya masih saja, terus mengurusi mereka," sahut Toby geleng-geleng.
" Itu memang kenyataan. Mungkin saja Aldo sadar diri jika membawa pacarnya tidak akan ada yang menyukainya dan lebih baik memilih untuk tidak membawa pacarnya itu. Karena kalau sampai dia membawa pelakor itu. Aku lebih memilih untuk melemparnya keluar dari dalam pesawat," ucap Sasy dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
Toby hanya mendengus mendengar ucapan Sasy. Pacarnya itu memang begitu dendam kepada Tari.
" Terserah kamu aja. Asal jangan kamu yang terlempar nanti," sahut Toby.
" Kamu mendoakanku untuk terlempar keluar, kamu jahat sekali?" tanya Sasy kesal.
" Bercanda, sudah jangan mengurusi orang. Biarkan saja mereka," sahut Toby yang menarik Sasy kedalam pelukannya dan Sasy pun tersenyum berada di pelukan pacaranya itu.
Lain Sasy dengan Toby yang tampak bahagia. Ternyata Varell yang duduk sendirian terus melihat ke arah Nadya yang hanya duduk santai dengan melihat ponsel.
Sangat dekat bagi Varell untuk jarak dia dan Nadya. Tetapi rasanya begitu sulit untuk mendapatkan wanita itu. Jarak yang dekat membuat dia dan Nadya yang sebenarnya sangat jauh.
Tatapan matanya yang penuh arti tidak lepas dari wanita itu. Menatap dengan penuh kerinduan pasti. Sampai akhirnya Nadya yang tadinya fokus pada ponselnya menoleh ke kirinya dan mendapati Varell yang melihatnya dan membuat mata mereka bertemu.
Tidak Nadya dan juga tidak Varell. Sama sekali mereka Tidka melepas pandangan mata itu.
" Tidak ada yang salah untuk kita berdua Varell. Cinta tidak salah. Tetapi yang menjadi salah adalah status sosial yang membuat kita menjadi salah dan berbeda. Aku terlalu banyak berkhayal sangat berani mencintai orang seperti mu," batin Nadya yang terus melihat Varell.
" Aku tidak pernah jatuh cinta Nadya dan sekarang aku telah jatuh cinta dengan kamu. Cinta yang tumbuh sejak 7 tahun lalu. Kamu yang berhasil membuatku mencintaimu dan sampai sekarang perasaan itu tidak pernah hilang. Tetapi aku tidak menyadari jika manusia walaupun saling mencintai tidak juga bisa bersatu," batin Varell yang terus melihat Nadya.
Raquel yang tadi melihat awan dari jendela pesawat, tidak sengaja menoleh ke arah Nadya dan melihat Nadya yang ternyata saling melihat dengan Varell dengan wajah ke-2nya yang terlihat begitu sendu.
" Meraka saling mencintai. Tetapi ada jarak yang membuat mereka berpisah. Tetapi aku bisa melihat Varell maupun Nadya begitu saling mencintai. Memang hubungan percintaan itu sangat repot. Kalau tidak bermasalah di wanitanya, maka di prianya dan jika ke-2nya tidak ada masalah maka akan ada status yang menjadi masalahnya," batin Raquel.
" Aku berharap mereka berdua, bisa kembali seperti dulu dan melawan restu yang tidak di dapatkan," batin Raquel dengan penuh harapannya yang berdoa untuk temannya itu.
__ADS_1
********
Perjalanan masih tetap berjalan. Dan sekarang mereka sedang menikmati makan malam di dalam pesawat. Pramugari yang ada di dalam pesawat tersebut memang melayani mereka dengan baik dan sekarang mereka menikmati makan malam sesuai yang mereka pesan.
Di mana kali ini Cherry makan di suapi suaminya. Sebenarnya Cherry hamil sangat mudah. Dia bahkan tidak kebanyakan wanita yang hamil pada umumnya yang rewel dan banyak maunya.
Cherry juga mengidam tidak terlalu rewel dan tidak menyusahkan suaminya dan untuk bermanja dia juga kadang-kadang bermanja. Dan kebetulan juga hari ini dia ingin bermanja dengan suaminya tersebut. Hal yang wajar sih jika hanya di suapi oleh suaminya.
" Makanannya enak?" tanya Verro. Cherry mengangguk dengan mengunyah makanannya.
" Enak, sangat enak, makanannya semakin berasa enak, Ketika kamu menyuapi ku," sahut Cherry tersenyum lebar.
" Kalau begitu makanlah dengan banyak, agar anak kita tidak ke laparan di dalam sana," sahut Verro.
" Hmmm, aku mana mungkin membiarkan anak kita kelaparan," sahut Cherry.
Verro tersenyum dengan mengusap-usap pucuk kepala Cherry dengan lembut.
" Semoga kamu dan anak kita akan terus baik-baik saja. Agar dia cepat lahir ke dunia dan kita berdua bisa bersama-sama anak kita," ucap Verro
" Amin," sahut Cherry dengan semangat.
" Ya sudah, kamu makan lagi," sahut Verro. Cherry mengangguk dan kembali membuka mulutnya untuk menikmati makanannya.
" Kamu juga harus makan," ucap Cherry.
__ADS_1
" Hmmm, pasti aku akan makan. Setelah kamu selesai makan," sahut Verro. Cherry mengangguk dengan tersenyum.
Bersambung