DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 141. Bertemu


__ADS_3

Bibi langsung menelpon ambulan dan tidak berapa lama sampai kerumah Clara. Petugas ambulan membantu untuk membawa sang mama kerumah sakit dan Clara pasti ikut. Sementara bibi tetap tinggal di rumah.


Tidak berapa lama akhirnya mobil Ambulans tiba di rumah sakit. Dengan suara sirene Ambulan terdengar sangat kuat. Ambulan yang membawa mamanya Clara berhenti di depan rumah sakit Medical senter.


Beberapa suster sudah berlari dengan buru-buru menggunakan kereta dorong untuk memindahkan pasien dari mobil ambulan.


Clara langsung turun dan mengikuti suster mendorong kereta dorong pasien. Sementara Sasy dan Raquel yang mendengar ada pasien darurat langsung berlari.


" Buruan Raquel," ucap Sasy yang berlari.


" Iya," jawab Raquel dengan buru-buru berlari dengan memasang steskop nya. Saat yang menengangkan tiba.


Di mana Sasy dan Raquel yang berlari dengan langkah yang cepat sementara dari arah yang berlawanan. 3 suster dan Clara juga berlari buru-buru mendorong pasien yang tidak sadarkan diri.


Sampai pada titik pertemuan itu tiba. Raquel dan Sasy dan juga Clara yang sudah bertemu. Tetapi belum saling melihat. Karena mata semuanya fokus pada pasien. Raquel yang berada di samping Clara. Sementara Sasy di depan Clara dengan 2 Suster.


" Bagaimana keadaannya?" tanya Sasy yang langsung memeriksa dengan steskop dengan wajahnya yang panik.


" Darurat Dok," jawab salah seorang suster.


" Ayo cepat bawa ke UGD," ucap Raquel. Sasy maupun Raquel masi belum melihat Clara. Mereka masih fokus pada pasien yang darurat sangat darurat.


Tetapi suara wanita itu terdengar dengan jelas. Yang terus menyuruh mamanya untuk bangun.


" Tolong mama saya Dok," ucap Clara panik.


" Iya kamu tenang sa..." Sasy mengangkat kepalanya dan melihat wanita yang berbicara itu.


" Aaaaaa," pekik Sasy spontan menutup mulut saat melihat Clara.


Sampai dia menghentikan langkahnya dan membiarkan suster mendorongnya. Dia masih schok dengan apa yang dilihatnya. Bahkan seperti melihat hantu.


Matanya yang hampir keluar dengan wanita yang bertanya kepadanya. Deru napasnya sampai tidak beraturan.


" Kenapa Sasy?" batin Raquel bingung yang melihat temannya tertinggal.


Sementara dia masih fokus mendorong pasien dengan Clara yang masih di posisinya. Tetapi pandangannya langsung menoleh kesampingnya. Melihat wanita yang sedari tadi menyuruh sang mama untuk bangun.

__ADS_1


Sambil tetap berjalan buru-buru. Raquel sangat schok melihat wajah wanita di sampingnya.


" Dokter tolong mama saya," ucap Clara Panik berbicara dengan Raquel yang dengan matanya hampir keluar. Sambil terus berjalan buru-buru. Dia benar-benar schok dengan wanita yang di lihatnya.


" Silahkan ibu tunggu di luar," ucap Suster yang mengagetkan Raquel. Raquel tidak menyadari jika sudah sampai UGD.


" Tapi saya ingin melihat ibu saya," ucap Clara yang berusaha ingin masuk.


" Kami akan menahannya," sahut Suster.


" Dokter, Raquel, ayo," tegur Suster yang melihat Raquel bengong.


" Oh iya ayo," jawab Raquel yang benar-benar linglung dan memasuki ruang UGD sampai di tarik suster.


Sementara Clara yang panik dengan kondisi mamanya. Harus menunggu di luar dengan gelisah.


" Aku harus telpon Mas Bayu," ucapnya mengambil keputusan dan pergi dari depan UGD untuk menelpon.


Saat Clara pergi. Verro dengan buru-buru langsung memasuki ruangan UGD. Lagi dan lagi mereka tidak bertemu.


Sementara Sasy masih diam di tempatnya dengan telapak tangannya yang masih menutup mulutnya. Wajahnya yang kaget dengan matanya yang melebar sempurna dengan apa yang di lihatnya.


" Auhhh," pekik Vandy sampai ponselnya jatuh kelantai. Semetara yang di tabrak diam di tempat tanpa bergerak sedikitpun. Sasy bagai tembok yang kokoh.


" Apaan sih Sasy berdiri di tengah jalan," oceh Vandy sambil mengambil ponselnya. Ternyata Sasy sama sekali tidak merespon ucapan Vandy.


" Kenapa sih dia," gumam Vandy bingung. Vandy langsung beralih ke depan Sasy dan melihat temannya itu diam.


" Liat apa sih?" tanya Vandy heran melihat ke arah lurus pandang Sasy yang sama sekali tidak ada apa-apa.


" Woy Sasy kau kenapa?" tanya Vandy melambai-lambai tangannya di depan mata Sasy. Tetapi mata itu sama sekali tidak berkedip.


" Sasy," tegur Vandy memegang kedua bahu Sasy dan menggertaknya sedikit keras. Sampai akhirnya Sasy sadar yang seperti tersengat listrik.


" Lo kenapa sih?" tanya Vandy heran, " bengong- bengong di tengah jalan. Kesambet baru tau rasa," ucap Vandy heran dengan Sasy.


" Cherry," lirih Sasy yang kata itu akhirnya keluar.

__ADS_1


" Hah!" sahut Vandy mengkerutkan dahinya. Apa yang di katakan Sasy membuangnya semakin bingung.


" Ada Cherry," ucap Sasy lagi dengan napasnya yang mulai tidak beraturan karena dia benar-benar merasa sesak dengan wanita yang membuatnya sangat schok.


" Maksud kamu apaan sih?" tanya Vandy bingung.


" Sudahlah, ikut denganku," ucap Sasy yang langsung menarik tangan Vandy membawanya pergi. Mulutnya sangat sulit bicara dan lebih baik Vandy melihat apa yang membuatnya benar-benar schok.


********


Setelah menelpon. Clara kembali ke depan ruang UGD. Dia duduk menunggu Dokter keluar. Sebentar-sebentar melihat jam tangannya. Mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya dan menyisir rambutnya kebelakang dengan 5 jarinya.


" Semoga mama tidak apa-apa. Kenapa kondisi mama bisa seperti ini. Seharusnya aku ada di samping mama," batin Clara yang terus kepanikan.


Ternyata Clara yang menunggu sendiri di depan UGD. Sasy dan Vandy dari balik tembok melihat wanita yang mirip dengan temannya.


Vandy bahkan sedari hanya diam melihat wanita itu. Vita suaranya seakan habis. Sampai tidak bisa berkomentar apa-apa. Jadi wajar jika tadi Sasy seperti itu.


" Apa dia Cherry?" tanya Sasy yang terus melihat wanita itu. Mungkin jantung Vandy dan Sasy sedang bergemuruh dengan ala yang mereka lihat.


" Dia memang Cherry," gumam Vandy yang akhirnya bisa mengeluarkan suaranya yang sedari tadi bertahan di tenggorokannya.


" Tapi bukannya dia sudah meninggal," ucap Vandy bingung.


" Apa ini yang di katakan Toby?" ucap Sasy yang mengingat kata-kata Toby kemarin.


" Aku tidak tau," sahut Vandy yang tidak bisa berpikir apa-apa.


" Lalu bagaimana jika Verro melihatnya?" tanya Sasy. Vandy menggeleng tanpa mengetahui apa yang terjadi.


" Lihat itu," ucap Vandy yang melihat Verro keluar dari ruangan UGD.


Saat Dokter keluar dari UGD Clara langsung menghampiri Dokter yang masih menutup pintu sehingga belum melihatnya.


" Bagiamana dengan mama saya Dok?" tanya Clara dengan panik.


" Mam kamu....." saat berbalik badan dan melihat wanita yang bertanya itu. Membuat Verro tercengang kaget dengan wajah wanita yang sangat dekat dengannya.

__ADS_1


" Cherry," batin Verro dengan matanya berkaca-kaca. Hanya mimpi mungkin setelah 7 tahun bisa melihat wajah wanita yang sangat di cintainya.


Bersambung......


__ADS_2