DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 356 Pernikahan.


__ADS_3

Lama menunggu akhirnya apa yang mereka tunggu-tunggu telah tiba juga. Varell langsung menoleh ke arah anak tangga di mana calon istrinya yang cantiknya masyallah.


Mata Varell tidak berkedip sama sekali dengan cantiknya Nadya. Vandy dan Verro sampai saling melihat melihat Varell yang terus memandangi istrinya.


" Ngedip woy," bisik Aldo menggoda membuat Varell tersentak kaget dan mengusap wajahnya untuk menenangkan dirinya. Kalau istri secantik ini mana mungkin bisa mengedip.


" Entar malam di lanjuti buat lihati Nadya," sahut Vandy yang menggoda lebih parah lagi.


Nadya juga yang melangkah mendekati Varell menjadi gugup. Namun Sasy yang di belakang Nadya. Malah gelisah di mananya kepalanya berkeliling melihat para tamu yang mencari-cari di mana keberadaan Toby. Memang tidak di temukannya sama sekali.


" Benar-benar sih Toby, dia tidak datang," batin Sasy yang sudah menahan kekesalan.


" Sasy lihat jalan!" tegur Azizi yang melihat Sasy seperti orang linglung.


" Hmmm, iya," sahut Sasy mengangguk dan kembali berjalan dengan menenangkan dirinya. Walau jelas tidak bisa tenang.


Sampai akhirnya Nadya di tuntun duduk di samping Varell. Cherry memasangkan selendang di kepala Nadya dan juga Varell. Lalu Cherry kembali ketempat duduk di dekat suaminya. Verry langsung menautkan 5 jarinya pada 5 jari Cherry saling menggenggam erat dengan sama-sama tersenyum.


Namun di hari pernikahan itu wajah Sasy yang terlihat kesal, seakan ingin marah namun tertahan. Wajahnya begitu memerah yang ingin memakan orang. Raquel menyenggol Sasy yang duduk di sampingnya membuat Sasy melihat Raquel.


" Itu!" tunjuk Raquel dengan menggunakan kepalanya. Sasy pun melihat apa yang di lihat Raquel yang ternyata orang yang di carinya akhirnya datang yang tak lain adalah Toby yang terlihat buru-buru dan langsung mengambil tempat duduk di bagian belakang. Karena memang bagian depan sudah penuh.


" Akhirnya dia datang, sejak kapan di Boby buru-buru seperti itu," batin Sasy sedikit lega yang melihat kebelakang di mana Toby merapi-rapikan jasnya.


Toby pun melihat kearah Sasy. Toby tersenyum pada Sasy seakan tidak ada masalah sama sekali. Namu. Sasy hanya menanggapi datar dan kembali melihat kearah pengantin yang akan mulai melaksanakan ijab kabul.


" Apa sudah bisa kita mulai?" tanya penghulu.


" Mari pak kita mulai," sahut ibu Nadya.


" Baiklah kalau begitu, sebelumnya saya tanyakan dulu ke-2 mempelainya. Saudara Nadya Widawati apakah engkau bersedia menikah dengan Varell Aryana Putra?" tanya bapak penghulu.


" Saya bersedia," sahut Nadya melihat ke arah Aldo.


" Apakah ada yang memaksa?" tanya penghulu.


" Tidak sama sekali," jawab Nadya.


" Lalu bagaimana dengan kamu Varell Aryana putra apakah bersedia menikahi Nadya?" tanya penghulu.


" Saya bersedia," sahut Varell yang sama-sama menatap dengan Nadya.


" Apakah ada yang memaksa?" tanya penghulu.

__ADS_1


" Tidak sama sekali," jawab Varell.


" Baiklah, kalau begitu kita akan lanjutkan pernikahan ini," sahut penghulu yang langsung berjabat tangan dengan Varell.


" Saudara Varell Aryana putra saya nikahkan engkau dengan Nadya Widawati dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 15 Gram.


" Saya terima nikahnya Nadya Widawati dengan maskawin tersebut di bayar tunaiiiii," sahut Varell dengan sekali tarikan napas.


" Bagaiman saksi sah?" tanya penghulu melihat kekiri dan kanan.


" Sah," sahut para saksi.


" Alhamdulillah," penghulu langsung memimpin doa yang di ikuti yang lainnya.


" Ya Allah, terima kasih dengan kelancaran dalam pernikahan kami," batin Nadya yang tidak percaya jika dia sudah menjadi istri sekarang.


" Terima kasih ya Allah untuk aku yang engkau berikan kesempatan untuk menikah," batin Varell yang juga terlihat begitu bahagia.


" Ya Allah, aku hanya meminta kepadamu semoga anakku selalu dalam lindunganmu, berikan mereka kekuatan untuk ujian dalam rumah tangga mereka. Jadikan mereka pasangan yang benar-benar kuat ya Allah," batin ibu Nadya dengan penuh kebahagian.


Cherry, Verro, Azizi, Vandy, Raquel, Aldo, Sasy, dan Toby juga sama-sama ikut bahagia dengan pernikahan temannya yang begitu banyak rintangan.


" Semoga Nadya dan Varell menjadi keluarga yang bahagia ya," ucap Cherry melihat ke arah suaminya


" Amin," sahut Varell


" Kita sudah mewanti-wanti semuanya jadi akan aman," sahut Aldo.


" Memangnya ini sinetron apa, yang kalau ibu dari Pria tidak setuju terus akan datang menghentikan pernikahannya," sahut Vandy.


" Ya kan siapa tau," sahut Raquel.


" Sudah kalian jangan berisik, tuh lihat kembali ke depan," sahut Azizi menegur yang mana mereka sekarang melihat Nadya yang mencium punggung tangan Varell. Dan Varell mencium kening Nadya.


Hal itu mengundang senyum untuk orang lain yang mana mereka sama-sama terlihat begitu bahagia.


" Nadya dan Varell akhirnya menikah dan memang benar hanya tinggal aku yang masih sendiri," batin Sasy yang menjadi minder.


***********


Setelah akad di adakan resepsi kecil-kecilan yang tak lain hanya makan malam bersama. Namun Nadya tetap menggunakan gaun pengantin yang kemarin sudah di pilih-pilih oleh temannya.


Toby menghampiri Varell dan Nadya untuk memberi ucapan selamat.

__ADS_1


" Selamat ya," ucap Toby bersalaman dengan Varell dan memeluknya sebentar.


" Thanks ya Toby, di kirain kamu akan tidak datang lagi," ucap Varell.


" Pasti lah aku datang mana mungkin tidak," sahut Toby.


" Ya sudah buruan nyusul, anak orang jangan di gantungi aja," sahut Varell melihat kearah Sasy yang mengambil makanan.


Dan Toby pun melihat ke arah yang sama yang mana sejak tadi Sasy dan Toby belum ada bicara apa-apa sama sekali.


" Malah bengong lagi," ucap Varell.


" Nggak siapa yang bengong, sekali lagi selamat untuk kalian berdua, semoga langgeng ya," ucap Toby lagi.


" Makasih ya Toby," sahut Nadya.


" Iya, ya sudah aku kesana dulu," ucap Toby.


" Iya," sahut Varell dan Nadya. Toby menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan lalu menyusul Sasy yang mengambil makanan.


Komunikasinya terhenti karena kesibukannya dalam penerbangan dan lagian sebelum pergi dia ribut kecil dengan Sasy. Makanya dia tidak enak jika harus menghubungi Sasy.


Saat tangan Sasy menyendokkan lauk kepiringnya tiba-tiba tangan Toby berada di tangannya, Sasy heran dan menoleh kearah Pria yang di sampingnya yang ternyata Toby. Tony malah menuntun tangan Sasy menyendokkan lauk kepiringnya.


" Aku bisa sendiri," sahut Sasy menggeser tangannya dari Toby dan terlihat Sasy masih kesal dan ingin pergi. Namun Toby menahan tangannya lagi dan langsung memeluknya.


Sasy yang memegang piring hanya diam di pelukan Toby. Namun Sasy tidak membalas pelukan itu.


" Aku merindukanmu Sasy!" ucap Toby memeluk erat kekasihnya itu dengan mengusap-usap punggung Sasy.


" Bohong!" ucap Sasy.


" Jika kamu merindukanku, kamu tidak mungkin tidak memberiku kabar," sahut Sasy dengan suara yang menahan tangis.


" Maafkan aku. Aku tidak berani mengabarimu. Aku tau kamu marah padaku, aku takut harus menghampiri macan yang mengamuk," sahut Toby.


" Ishhh," geram Sasy yang menjadi kesal.


" Cup-cup, cup, aku hanya bercanda Sasy. Maafkan aku ya, aku tidak bermaksud apa-apa," sahut Toby yang membujuk Sasy.


" Jangan ngambek lagi. Kita tidak boleh ngambek-ngambekkan kayak gini," sahut Toby lagi.


" Kamu harus janji tidak akan mengulanginya lagi. Apapun itu harus memberiku kabar," ucap Sasy.

__ADS_1


" Iyaaa Sasy," sahut Toby. Sasy yang di dalam pelukan itu tersenyum dan akhirnya membalas pelukan dari pacarnya tercinta. Sangat mudah ternyata mengembalikan mood Sasy yang begitu buruk. Hanya dengan di peluk semua masalah sudah selesai.


Bersambung


__ADS_2