
2 Minggu kemudian.
Alhamdulillah operasi Toby akhirnya berhasil jantung yang di berikan Fiona cocok dan membuat Toby bertahan hidup..Walau setelah operasi Toby sempat mengalami penurunan kondis.
Namun hanya beberapa hari Toby siuman dan dinyatakan benar-benar sembuh oleh Dokter dan itu adalah kebagian yang paling terbesar untuk mereka semuanya. Karena Toby benar-benar sembuh dan bisa berkumpul kembali dengan teman-temannya.
Pemakaman Umum.
Cherry, Verro, Vandy, Azizi, Raquel, Aldo, Arif, Selina Sasy dan Toby sedang berkunjung ke pemakaman umum yang mana adalah pemakan Fiona di kuburkan memang tidak ada satupun mereka kesana. Karena saat itu mereka fokus pada Toby.
Hari ini langkah mereka begitu baik dan akhirnya bisa berkunjung ke makam Fiona dan Toby yang sudah sembuh total pun bisa ikut.
Mereka menabur banyak kelopak bunga mawar memenuhi makam itu. Berdoa di makam itu dengan penuh keikhlasan dan juga ketulusan mereka.
" Kamu istirahatlah yang tenang Fiona. Kami selalu mendoakan mu dari sini. Terima kasih Fiona kamu juga pernah baik," ucap Cherry mengusap-usap mesan itu.
" Semoga kamu di tempat surga yang terindah," sahut Nadya yang juga memberikan doanya.
" Kematian hanya berdasarkan waktu. Kita akan bertemu di sana nanti," sahut Azizi.
" Kita sudah saling memaafkan dan semoga kedepannya. Kita jauh lebih baik," sahut Raquel.
" Kamu tenaglah Fiona. Kamu sudah tidak merasakan sakit lagi. Tenanglah di sana Raquel," sahut Sasy.
" Biarlah hanya aku dan Selina yang tau apa yang kamu lakukan. Amanah kamu akan aku pegang terus dengan tidak memberitahukan jika jantung yang kamu donorkan untuk Toby. Kamu istirahat dengan tenang Fiona..Semua yang kamu inginkan sudah aku laksanakan. Terima kasih pernah menjadi pasienku selama ini," batin Arif yang terus menatap mesan itu.
" Mungkin kamu pergi Fiona. Raga kamu tidak ada di sini. Tetapi jantung kamu ada di dekat kami. Ini cara Tuhan untuk kamu tetap berada di sekitar kami. Dengan menitipkan jantung kamu pada Toby. Kamu perempuan yang baik Fiona. Aku yakin surga untukmu," batin Selina dengan tersenyum tipis melihat ke arah mesan Fiona.
" Apa kita tidak sebaiknya pulang. Ini sudah sore," sahut Varell.
" Hmmm, kita memang sebaiknya pulang. Aku juga melihat sepertinya mau hujan," sahut Verro.
" Ya sudah ayo kita balik," sahut Aldo yang lainnya mengangguk dan berdiri dengan menggandeng pasangan masing-masing lalu dan berjalan meninggalkan makam itu.
Di parkiran pemakaman mereka harus berpisah mobil. Karena memang membawa mobil masing-masing.
" Ya sudah untuk pertemuan kita hari ini sampai di sini. Sudah sore juga kita mau ngapain lagi. Dari tadi sudah jalan-jalan saja," sahut Aldo.
" Iya aku sama Vandy juga sudah lama meninggalkan Iqbal. Jadi kami juga harus pulang," sahut Azizi
" Ya sudah aku sama Verro juga mau pulang.
" Baiklah kita pulang sebaiknya," sahut Raquel dan yang main mengangguk dan memasuki mobil masing-masing dengan pacar dan suami masing-masing yang pastinya yang menyetir. Karena setelah ini mereka pasti punya kegiatan masing-masing lagi.
*************
Cherry dan Verro berada di dalam mobil dengan tangan yang masih saja saling menggenggam dengan beberapa kali saling melihat dengan senyum indah dan Verro beberapa kali mencium punggung tangan istrinya.
" Kamu senang hari ini?" tanya Verro. Cherry mengangguk.
" Ini pertama kalinya kita ngumpul-ngumpul sama anak-anak setelah Toby sembuh. Aku sangat lega dengan kesembuhan Toby yang bisa bergabung kembali dengan kita. Aku benar-benar tidak menyangka jika hal itu benar-benar akan terjadi. Sungguh Verro aku benar-benar begitu bahagia," ucap Cherry yang tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya.
" Aku juga sayang. Kita bisa kumpul-kumpul bersama yang lainnya," sahut Verro.
" Makasih ya. Kamu sudah berjuang untuk memberikan yang terbaik pada Toby. Kamu Dokter Arif Sasy dan Raquel benar-benar Dokter yang sangat hebat," ucap Cherry.
" Kami hanya Dokter yang hanya berusaha dan sisanya hanya Allah yang menentukan. Jadi kalau mau berterima kasih itu hanya pada Allah," sahut Verro.
" Yang penting bagiku, suamiku calon bayi dari anakku adalah yang terbaik dia sudah memberikan yang terbaik untuk sahabatnya," sahut Cherry. Verro hanya tersenyum yang mendengar pujian dari istrinya itu.
" Kamu juga melakukan yang terbaik dengan memberikan Toby banyak semangat. Jadi kamu yang paling hebat. Kamu yang menguatkannya selama ini. Jadi istriku ibu dari anakku juga melakukan hal yang paling terbaik," sahut Verro yang bergantian memuji istrinya. Cherry tersenyum dengan duduk menyandarkan kepalanya di bahu Vero dan tersenyum lebar dan Verro mencium lembut kening Cherry istri tercintanya itu.
*************
Di mobil yang lain ada Nadya dan Varell yang juga Varell sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan santai.
" Kita mau langsung pulang atau mau kemana lagi?" tanya Varell.
" Hmmm langsung pulang aja. Lagian kita sudah jalan seharian sejak tadi," jawab Nadya.
" Kita tidak makan malam dulu?" tanya Varell.
" Di rumah aja makannya. Biar aku masakin kamu," sahut Nadya.
__ADS_1
" Baiklah sayang," sahut Varell.
" Sayang aku tidak percaya Fiona sudah tidak ada lagi di dunia ini. Dia benar-benar sembuh dan pergi ketempat yang paling indah," ucap Nadya yang masih mengingat temannya Fiona.
" Nadya itu lah kehidupan akan ada yang pergi dan akan ada yang tetap bertahan. Fiona tiada dengan penyakitnya dan Toby bertahan yang juga dengan penyakitnya. Memang itulah kehidupan. Kehidupan yang tidak pernah ada abadinya," sahut Varell dengan bijak bicara.
" Kamu benar. Aku sangat bersyukur dengan Toby yang sembuh dari kankernya. Cherry juga sembuh total. Ibu juga sembuh dari kankernya dan Iqbal juga sembuh. Mereka orang-orang yang sangat kuat dalam menghadapi sakit itu," sahut Nadya.
" Iya semoga kedepannya kita semua di beri kesehatan lagi. Di jauhkan dari penyakit apapun," sahut Varell.
" Amin," sahut Nadya.
Dratt Dratttt Dratttt Dratttt.
Tiba-tiba handphone Varell berdering dan Varell langsung melihat siapa yang menelponnya.
" Siapa sayang?" tanya Nadya penasaran.
" Tumben banget asisten mama menelpon," sahut Varell heran.
" Coba langsung di angkat. Siapa tau penting," sahut Nadya. Varell menganggu dan langsung mengangkatnya.
" Ada ala ya pa?" tanya Varell.
" Apa," pekik Varell yang terlihat begitu terkejut membuat Nadya heran dan ikut panik.
" Baiklah saya segera kesana," sahut Varell yang mendadak panik.
" Ada apa sayang?" tanya Nadya dengan heran.
" Mama Nadya, mobil mama mengalami kecelakaan tunggal dan sekarang ada di rumah sakit," jawab Varell. Mata Nadya Melody mendengarnya yang benar-benar terkejut.
" Astagfirullah Al Azdim. Ya sudah cepat kita kerumah sakit," sahut Nadya yang ikutan panik. Varell menganggu dan membelokkan mobilnya ke arah rumah sakit yang tadi di katakan asisten mamanya.
" Ya Allah semoga mama tidak apa-apa," batin Nadya yang begitu paniknya. Meski tidak mendapat restu dari sang mertua. Tetapi Nadya tetap panik dan takut terjadi sesuatu pada mertuanya itu.
********
Terlihat Azizi dan Vandy yang memesan di depan kasir.
" Ada lagi sayang?" tanya Vandy yang mewakili istrinya untuk memesan makanan itu.
" Itu aja deh, Iqbal cuma minta ayam goreng dan juga kentang goreng," jawab Azizi.
" Kamu nggak pesan?" tanya Vandy.
" Hamburger aja 2, sama kamu satu," sahut Azizi.
" Ya sudah," sahut Vandy yang akhirnya memesankan apa yang mereka pesan.
" Azizi!" tiba-tiba seorang wanita menegur dari belakang. Azizi dan Vandy sama-sama menoleh kebelakang dan melihat siapa yang menegur mereka yang ternyata adalah Mitha dengan Pria yang sedikit muda.
" Ya ampun Mitha," sahut Azizi tersenyum.
" Kalian sedang pesan makanan?" tanya Mitha.
" Hmmm, iya. Kamu juga?" Azizi balik.
" Hmmm, habis makan tadi," sahut Mitha.
" Mana suami kamu Mitha?" tanya Vandy karena tidak melihat suami Mitha dan dengan pria yang lain.
" Kamu buta ini siapa kalau bukan suami aku," jawab Mitha. Azizi dan Vandy saling melihat.
" Bukannya kemarin bukan ini ya?" tanya Azizi.
" Hmmm, yang kemari yang tua itu dah pisah dan sekarang dapat berondong," sahut Mitha dengan santai.
" Hay saya Roy," sahut Pria itu mengenalkan diri. Azizi dan Vandy saling melihat yang tidak percaya secepat itu Mitha ganti suami.
" Oh iya aku dengar-dengar. Fiona sudah meninggal ya," sahut Mitha.
" Iya 2 Minggu yang lalu," jawab Azizi.
__ADS_1
" Hmmm, begitu rupanya yang semogalah dua di terima bumi," sahut Mitha dengan santai. Azizi dan Vandy hanya menanggapi datar saja.
" Ya sudah kalau begitu kami balik dulu ya," sahut Mitha. Azizi hanya mengangguk saja.
" Gila ya si Mitha sudah nikah yang ke-2 kali kemarin dapat aki-aki. Sekarang dapat berondong benar-benar tuh anak," ucap Vandy geleng-geleng yang tidak habis pikir.
" Ahhhh, sudahlah biarkan saja itu kan pilihan hidup dia," sahut Azizi.
Vandy hanya mengangguk saja yang sebenarnya cukup kaget dengan teman 1 kelasnya itu yang memang hidupnya begitu berbeda. Kayaknya paling happy tanpa beban deh. Ya cerai aja langsung menikah dengan cepat memang benar kata Azizi itu pilihan hidup Mitha.
*********
Raquel dan Aldo sudah sampai rumah dan mereka sudah sama-sama memasuki kamar. Aldo membuka jasnya dan meletakkan di tempatnya.
" Semoga saja setelah ini Toby melamar Sasy. Supaya Sasy pikirannya nggak sensitifan mulu," ucap Raquel yang membersihkan make up dengan kapas make up.
" Amin. Kita doakan saja yang terbaik dan semoga saja memang iya," sahut Aldo.
" Ya kalau bisa jangan hanya Sasy dan Toby yang menikah. Selina dan Dokter Arif juga harus menikah kan sudah waktunya mereka harus membawa hubungan mereka kepelaminan.
" Pasti sayang mereka pasti sudah merencanakannya dan lagian Tante Lina dan Om Rudi juga sudah setuju dan pastilah akan di segerakan..Kita doakan saja," sahut Aldo.
" amin, biar kita sama-sama kondangan," sahut Raquel. Aldo hanya tersenyum mengangguk saja.
*********
Kalau sudah mengantarkan Selina pulang. Pasti Dokter Arif mampir dulu. Karena Selina juga menyuruh Dokter Arif mampir. Karena katanya ada yang ingin di berikan Selina untuk Dokter Arif makanya Dokter Arif mampir dan sekarang dokter Arif sedang berada di rumahnya dengan duduk di lantai yang beralaskan tikar kecil.
Dan Selina langsung datang dengan membawakan sesuatu untuk Dokter arif di dalam sebuah wadah piring.
" Apa ini?" tanya Dokter Arif heran.
" Kamu coba deh ini itu kue yang aku bikin tadi sebelum kita jalan-jalan tadi," jawab Selina.
" Kue apa ini?" tanya Dokter Arif heran.
" Kamu coba aja dulu siapa tau cocok untuk lidah kamu," sahut Selina.
" Hmmm, baiklah kalau begitu," sahut Dokter Arif yang langsung memakan apa yang di buatkan kekasihnya untuknya.
" Enak?" tanya Selina.
" Enak," jawab Dokter Arif. Selina mendengarnya langsung senyum mengembang.
" Aku sudah tidak sabar dengan pernikahan kita. Kalau kita sudah menikah nanti apa kamu membuatkan ini untukku?" tanya Dokter Arif.
" Memang kamu mau tips hari aku membuatkannya?" tanya Selina.
" Jika itu masakan kamu, maka aku ingin memakannya setiap hari," sahut Arif.
" Baiklah aku akan membuatkannya," sahut Selina. Arif meraih ke-2 tangannya dengan Selina dengan mencium punggung tangan itu.
" Makasih ya kamu sudah menemaniku selama ini, dan sampai masa-masa terberat aku selama menjadi Dokter. Kamu terus memberiku suport semangat, saran. Kamu sangat berharga untukku Selina," ucap Arif dengan menatap tulus Selina.
" Aku yang berterima kasih kepada kamu yang sudah hadir di dalam hidupku. Kamu yang menemaniku yang selalu ada di sampingku. Kamu setiap hari mendukungku dan menjadikanku wanita yang berpikiran dewasa. Aku yang berterima kasih kepadamu," sahut Selina yang pasti merasa jika kekasihnya itu adalah orang yang terus ada di belakangnya.
" Kita saling melengkapi saling membutuhkan dan saling mencintai. Terima kasih juga sudah ingin menikah dengan ku," sahut Arif. Selina mengangguk tersenyum dan langsung menjatuhkan diri pada pelukan Arif dan Arif mencium lembut kening Toby.
" Aku sangat bahagia di hari pernikahan kita semua masalah selesai. Toby sudah sembuh dan kamu melakukan banyak hal yang terbaik. Aku benar-benar begitu bahagia," ucap Selina yang tidak bisa menyembunyikan rasa kebahagiannya.
" Biarkan jantung di tubuh Toby tetap seperti itu dan tidak perlu ada yang tau dan itu juga rahasia Dokter. Karena jika Toby tau jantung Fiona ada pada dirinya. Dia merasa bersalah dan itu bukan yang di inginkan Fiona. Fiona menginginkan Toby tenang dan tidak berpikiran dengan masalah jantungnya," ucap Arif.
" Iya biarkan saja itu menjadi rahasia Dokter dan juga calon istri Dokter," sahut Selina membuat Arif tersenyum dan memeluknya erat.
" I love you," ucap Arif.
" I love you to," sahut Selina tersenyum lebar.
Mereka berpelukan erat dan sebentar lagi pelukan itu akan terus di lakukan. Karena Arif dan Selina memang sudah mempersiapkan pernikahan dan bahkan persiapannya sudah sampai 70 persen.
Arif dan keluarga memang menyiapkan semuanya dengan cepat. Walau belum memberitahu yang lainnya ya tinggal menunggu undangannya saja. Karena semua sudah di siapkan dengan matang-matang.
Bersambung
__ADS_1