
" Verro," lirih Cherry terus memanggil. Melihat kekasihnya yang masih memakai seragam sekolah.
Panggilan suara itu membuat Verro mengangkat kepalanya dengan perlahan. Verro melihat kekasihnya terbangun.
" Cherry," ucap Verro langsung berdiri dan mendekatkan dirinya kepada Cherry menundukkan kepalanya agar dekat dengan Cherry.
" Kamu baik-baik saja?" tanya Verro memegang kepala Cherry sembari mengusap rambutnya. Perlahan tangan Cherry membuka alat pernapasannya. Agar dia bisa bicara.
" Aku baik-baik saja," jawab Cherry dengan suara yang sangat pelan.
" Maaf, kamu jadi khwatir, maaf kan aku. Aku tidak apa-apa," ucap Cherry memegang pipi Verro.
" Kamu kenapa menangis. Aku sudah katakan jangan pernah menangis, aku tidak mau melihatnya," ucap Cherry mengusap air mata Verro.
Verro mengangguk dan langsung membawa Cherry kepelukannya. Memeluknya dengan erat. Dia sangat bersyukur masih di beri kesempatan untuk bersama Cherry. bahkan mendengar suara Cherry.
" Verro jangan seperti ini. Aku sungguh tidak apa-apa," ucap Cherry meyakinkan Verro jika dia tidak apa-apa.
" Cukup Cherry, aku mohon jangan berbohong lagi. Aku mohon Cherry cukup. Bagaimana mungkin kamu tidak apa-apa. Kondisi kamu seperti ini dan kamu mengatakan tidak apa-apa. Jangan membohongiku lagi," ucap Verro menangis dengan memeluk Cherry erat. Begitu juga dengan Cherry yang akhirnya menangis.
" Maafkan aku Verro aku hanya tidak ingin kamu khawatir kepadaku. Maafkan aku. Aku minta maaf Verro," batin Cherry yang merasa bersalah kepada Verro.
**********
Sasy, Toby, Nadya, Varell, Vandy, dan Verro berada di rumah sakit di ruangan Nadya. Mereka menjenguk teman mereka yang sedang sakit.
Cherry yang berbaring dengan bersandar di kepala ranjang, tertawa-tawa dengan Toby yang membuat lelucon. Meski mereka semua sedang tertawa mengililingi Cherry.
Wajah itu memang tertawa. Tetapi mereka semua sedang bersandiwara di depan Cherry. Tawa mereka tawa palsu. Karena mereka sedang menahan kesedihan.
Mereka tidak ingin sedih di depan Cherry. Jadi mereka harus tertawa-tawa terbahak-bahak walau hati sedang sedih.
" Dari situ aku baru tau kalau Sasy sangat penakut," ucap Toby tertawa puas mengejek Sasy.
Toby menceritakan kepada Cherry bagaimana mengerjai Sasy dengan menakut-nakuti Sasy sewaktu Study tour. Hal itu memang membuat Cherry dan lainnya ikut tertawa terbahak-bahak.
" Awas saja aku pasti akan membalasmu," sahut Sasy menggeplak kepala Toby. Toby memang sudah langganan mendapat geplakan itu dari Sasy.
" Kalian berdua ini kayak kucing sama anjing. Jodoh baru tau rasa," celetuk Vandy.
" Cuihhh, amit-amit, gue jodoh sama dia," sahut Sasy langsung menolak. Hal itu memang tidak akan pernah ingin terjadi dalam hidupnya.
" Eh, Sasy lo bilang kayak gitu kualat baru tau rasa," sahut Varell yang mendukung Vandy.
" Ihhhhhh dengar ya. Sampai kapanpun gue nggak akan mau sama dia. Mau dia berubah menjadi Pria tampan sekaligus. Seperti Lee min Ho Jungkook, Kim Taehyung, song Joong Ki. Gue nggak bakal sudi mau sama dia," tegas Sasy dengan yakin.
__ADS_1
" Hahahaha, kita liat aja nanti. Awas saja kalau kau suatu saat kau bakal terpesona denganku. Dan akan mengejar-ngejar ku, kau lihat saja nanti," sahut Toby geram dengan Sasy.
" Nggak Sudi," sambar Sasy menyakinkan dengan tegas. Hal itu menungundang tawa kembali.
" Sasy kamu tidak boleh seperti itu. Kamu harus menghargai perasaan Toby sama kamu. Lagian Toby kan sangat baik, masa iya kamu tidak bisa menerimanya," sahut Cherry dengan suaranya yang lembut.
" Baik dari mana dia itu bikin ulah Mulu. Jahil, nyebelin, bikin susah, buat emosi, dari mana baiknya," sahut Sasy kesal.
" Itu karena Toby cari perhatian sama kamu. Makanya dia sengaja berbuat seperti itu," sahut Nadya menebak.
" Makanya peka jadi cewek. Banyak tau yang awalnya benci jadi cinta," celetuk Vandy.
" Tapi Sorry gue nggak akan tertarik sama ni orang, masih banyak manusia di muka bumi ini. Mending sama Alien dari pada sama dia," tegas Sasy menunjuk Toby dengan mulutnya yang sewot.
" Sasy, kamu jangan keterlaluan. Nanti Toby suka cewek lain. Baru tau rasa," ucap Cherry mengingatkan.
" Pastilah Cherry, aku akan menemukan wanita yang jauh lebih baik dari pada dirimu. Cantik, Ramah dan tidak sepertimu," tegas Toby dengan yakin
" Ya sudah, sana aja cari. Pria idaman ku seperti Dokter Arif. Bukan kayak kamu," lanjut Sasy tersenyum lebar membayangkan Dokter Arif. Wajah kesal itu berubah menjadi senyuman manis. Hanya karena Dokter Arif.
" Dokter Arif kakak gue?" tanya Vandy.
" Benar, Pria tampan yang baik hati," sahut Sasy kesenangan.
" He Sasy, lo jangan mimpi. Kakak gue nggak mau kali sama lo. Cewek bar-bar. Dia juga pilih-pilih kali kalau mau cari pacar," sahut Vandy langsung menolak keras. Jika Sasy dekat dengan kakaknya.
" Syirik aja lo," geram Sasy.
" Sudah ya, kalian bertengkarnya. Sekarang kalian semua pulang," sahut Verro mengusir.
" Enak aja ngusir kita," sahut Sasy tidak terima.
" Cherry mau istirahat. Yang ada dia tambah sakit melihat kalian berdua ribut terus," ucap Verro menegaskan.
" Benar kata Verro, kita pulang aja. Lagi pula obrolan kalian tidak bermutu," sahut Vandy bangkit dari duduknya.
" Tidak bermutu bagaimana?" tanya Sasy.
" Sudah jangan banyak cerita buruan sana pulang," usir Verro dengan tegas.
" Sasy sudahlah, kalian pulang aja. Bukannya besok masih ujian. Kalian harus belajar," ucap Cherry.
" Tapikan aku masih kangen," sahut Sasy memeluk Cherry.
" Aku juga kangen, besok kan bisa kemari lagi," ucap Cherry memegang tangan Sasy.
__ADS_1
" Ya sudah deh. Aku pulang, besok aku datang lagi," ucap Sasy tersenyum.
" Iya aku akan menunggumu," jawab Cherry.
" Ya sudah Cherry, aku juga pulang ya. Kamu jangan lupa makan. Minum obat supaya cepat sembuh," ucap Toby yang pamitan.
" Iya Toby, makasih ya. Kamu sudah datang liat aku. Kamu jangan ribut-ribut ya sama Sasy. Kalian tidak boleh terus berantam. Aku ingin di masa-masa terakhirku. Aku bisa melihat kalian akur," ucap Cherry seakan memberi pesan kepada temannya untuk damai.
Mendengar kata-kata terakhir membuat teman-temannya saling melihat. Dan pasti mengundang kesedihan yang sudah di tahan sedari tadi.
" Isssss, Cherry ngomong apaan sih," sahut Sasy yang tidak ingin mendengar kata itu.
" Sasy. Aku serius aku ingin melihat kalian damai. Kalau aku tidak ada kalian tidak boleh musuhan," ucap Cherry.
Jika temannya itu bertengkar hebat dan diam-diaman memang dia yang selalu mendamaikannya. Cherry takut jika dia sudah pergi nanti. Temannya akan musuhan karena saling ego dan tidak mau mengalah.
" Cherry jangan bicara lagi. Aku tidak mendengarnya," sahut Sasy menutup telinganya dengan ke-2 tangannya.
" Iya aku hanya bercanda. Toby mau yah damai sama Sasy," ucap Cherry melihat Toby.
" Iya Cherry. Kamu tenang aja. Kalau kamu sudah sembuh nanti. Terus kembali sekolah aku janji tidak akan bertengkar dengan Sasy lagi," ucap Toby dengan senyumnya mengangkat 2 jarinya. Dia pasti ingin menangis. Tetapi menahannya.
" Makasih ya," sahut Cherry. Toby mengangguk.
" Nadya bagaimana dengan mama kamu?" tanya Cherry.
" Mama aku baik-baik saja semua berkat kamu," jawab Nadya.
" Kamu jangan berlebihan. Aku tidak melakukan apa-apa. Kamu harus tetap jaga mama kamu. Jangan biarkan dia sakit," ucap Cherry memberi saran.
" Pasti. Aku akan melakukannya. Kamu juga harus sehat. Aku ingin kamu mencoba masakan ibuku. Ibuku sangat pintar memasak. Kalau dia keluar dari rumah sakit nanti. Dia akan membuatkan mu masakan yang enak. Jadi kamu harus sembuh biar kita bisa makan bersama," ucap Nadya tersenyum tipis.
" Iya aku pasti akan mencobanya," jawab Cherry. Walau merasa itu tidak mungkin.
" Ya sudahlah, kamu istirahat lah Cherry, kamu akan pulang," ucap Varell.
" Iya Varell makasih. Varell, Vandy. Kalian tidak boleh jahat sama Verro. Kalian harus selalu ada untuknya. Jangan pernah tinggalin dia ya," ucap Cherry memberi pesan.
" Cherry sudahlah," sahut Verro yang tidak mau Cherry terus membahas masalah kematian.
" Kamu tenang aja Cherry. Kami tidak akan meninggalkan Verro," sahut Vandy.
" Makasih ya," sahut Cherry tersenyum lebar.
" Aku sangat lega bisa di berikan kesempatan mengatakan apa yang ingin aku katakan. Terima kasih Tuhan. Telah membuat orang-orang baik dan tulus seperti mereka berada di sisiku," batin Cherry tersenyum menatap 1 persatu temannya.
__ADS_1
Bersambung.......