DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 230 Tidak menyangka.


__ADS_3

Tidak berapa lama, akhirnya mobil Vandy di depan pekarangan rumah mewah yang tak lain adalah istananya. Kediaman orang tuanya. Kepala Azizi berkeliling melihat tempat sekitar yang membuatnya kebingungan dan bertanya-tanya. Rumah siapa itu.


" Rumah siapa ini. Kenapa kamu membawaku kemari?" tanya Azizi penuh kebingungan.


" Ini rumahku, aku ingin kita menemui orang tuaku," jawab Vandy. Membuat Azizi kaget sampai melebarkan matanya.


" Apa yang kamu katakan. Apa kamu gila, mana mungkin aku menemui orang tuamu," sahut Azizi yang benar-benar panik.


" Azizi, kita akan menikah dan jelas orang tua ku harus tau siapa calon istriku," ucap Vandy.


" Vandy, aku tau kita akan menikah, aku memang menyetujui pernikahan itu demi Iqbal. Tetapi pernikahan itu. Hanya pernikahan sirih yang kita akan berpisah setelah masalahnya selesai," tegas Azizi, " dan aku rasa tidak perlu orang tuamu mengetahui hal itu," lanjut Azizi yang benar-benar tidak ingin terikat dengan Aditya.


" Azizi, aku tidak ingin menikah sirih dengan mu. Aku tetap ingin menikah secara resmi. Jadi aku juga ingin orang tuaku memberikan restu untuk kita. Karena aku benar-benar ingin bertanggung jawab penuh bukan setengah-setengah," sahut Vandy dengan keputusannya.


" Aku baru mengatakan tadi Vandy. Kalau kita tidak akan memulai. Walau terikat pernikahan. Jadi jangan berharap banyak," tegas Azizi.


" Aku tidak berharap banyak. Aku hanya ingin menyelesaikan semuanya dan hanya berusaha untuk mempertanggung jawabkan semuanya. Jadi tidak ada yang berharap banyak," tegas Vandy.


" Jadi ayo aku perkenalkan dengan keluargaku," ucap Vandy.


" Vandy, ini sangat tiba-tiba. Jangan membuatku seperti orang bodoh dan sangat hina. Apa kata orang tuamu. Jika aku yang menjadi istrimu adalah wanita yang memiliki seorang anak. Kamu ingin aku memainkan drama apa?" tanya Azizi dengan marah-marah menguatkan Volume suaranya.


" Aku tidak ingin kamu memainkan drama apa. Tapi memang kenyataan kamu wanita yang sudah mempunyai anak. Yaitu anakku," ucap Vandy.


" Hmm, jadi maksud kamu, aku akan mengatakan hal pada orang tuamu. Dan orang tua mu akan mengatakan karena itu semua karena kebodohanku. Apa kau sebenarnya ingin aku memohon pertanggung jawaban kepada orang tuamu," ucap Azizi dengan penuh emosi.

__ADS_1


" Tidak sama sekali. Aku tidak menginginkan hal itu. Aku hanya ingin menyelesaikan semuanya. Jadi jangan berpikiran yang tidak-tidak dulu," ucap Vandy.


" Bagaimana aku tidak berpikiran yang tidak-tidak. Saat semuanya tiba-tiba seperti ini. Kamu bukan menebus kesalahanmu. Tetapi mencoba untuk mempermalukan ku," sahut Azizi.


" Azizi, tenanglah, kamu kendalikan diri kamu dulu. Sekarang kita turun. Semuanya akan baik-baik saja," ucap Vandy meyakinkan. Sementara Azizi terlihat gelisah dan mulai memijat kepalanya.


Dia memang kaget dengan Vandy yang bisa-bisa mengajaknya untuk menemui orang tua Vandy dan pasti dia tidak pernah berpikiran jika hal itu akan terjadi. Dia juga tidak akan siap untuk semua itu.


" Azizi, ayo turun!" ucap Vandy dengan lembut. Azizi menoleh penuh keraguan padanya.


" Vandy, aku tidak percaya kamu melewati batas kamu," sahut Azizi yang membuka sabuk pengamannya dan langsung keluar dari dalam mobilnya. Vandy membuang napasnya perlahan lalu menyusul ke luar dari mobil.


Vandy dan Azizi berada di depan rumah dengan saling melihat. Dan lihatlah wajah Azizi yang tampak sangat kesal. Vandy menganggukan matanya seakan mengatakan pada Azizi jika semuanya baik-baik saja.


Vandy melangkah terlebih dahulu membuka pintu rumah dan Azizi melangkah pelan mengikuti Vandy sampai melangkah memasuki rumah dengan perasaan Azizi yang penuh kecemasan.


" Mah," ucap Vandy dengan suara serak. Saat sang mama ada di ruang tamu bersama papa dan juga kakaknya Dokter Arif.


Orang yang ada di ruang tamu itu melihat ke arah suara tersebut, di mana juga Vandy bergeser ke samping Azizi. Agar keluarganya melihat Azizi.


" Ini Azizi," ucap Vandy yang dari kejauhan 5 meter.


Sang mama langsung berdiri dan melangkah pelan menghampiri Azizi dan Vandy dengan langkah yang bergetar dengan tangan yang juga saling menggenggam dan Azizi melihat wanita paruh baya itu semakin mendekat membuatnya takut.


Di pikirannya, wanita itu pasti akan menamparnya, dan menghinanya habis-habisan. Mamanya berdiri tepat di depan Azizi, Azizi tidak berani menatap p

__ADS_1


mata wanita yang terlihat sayu itu.


" Ini yang wanita yang Vandy ceritakan," ucap Vandy lagi. Azizi kaget mendengarnya jika Vandy sudah menceritakan tentang dirinya kepada keluarganya.


Di tengah kebingungan Azizi. Wanita yang di depannya tiba-tiba berlutut dikakinya membuat Azizi tersentak kaget dan mundur selangkah.


" Maafkan putraku, maafkan dia, aku sebagai ibu sangat malu dengan perbuatannya, maafkan putraku," ucap mama Vandy dengan tangannya yang saling mengatup dengan memohon maaf berlinangan air mata membuat Azizi terkejut dengan respon wanita itu dan bahkan wanita paruh baya itu bersujud dengan memohon maaf.


" Apa yang dia lakukan," batin Azizi kaget.


" Aku tidak tau kenapa aku salah mendidiknya. Aku tidak tau apa yang sudah aku lakukan, sampai aku bisa membesarkan anak sepertinya. Maafkan aku yang sudah membuat hidupmu berantakan. Keluargaku yang tidak bertanggung jawab dengan semua yang di lakukan anak berengsek itu," ucap mama Vandy dengan penuh penyesalan.


Azizi meneteskan air matanya dengan menutup mulutnya yang masih tidak percaya dengan wanita yang sujud di depannya. Azizi langsung terduduk lemas di depan wanita itu


" Apa yang Tante lakukan. Kenapa Tante sampai seperti ini, ayo Tante berdirilah, Tante tidak pantas seperti ini," ucap Azizi dengan memegang ke-2 bahu wanita itu dan mengajaknya berdiri.


" Tidak nak. Sebagai ibu yang gagal mendidik anaknya, ini ada apa-apanya untuk perbuatan anaknya kepada wanita yang hancur hidupnya ," sahut mamanya Vandy yang benar-benar bersalah dengan semua yang terjadi pada Azizi.


Sementara yang lainnya melihat hal itu langsung tersentuh. Vandy juga meneteskan air matanya, perbuatannya di masa lalu memang membuat sang ibu sakit hati dan sekarang demi dirinya ibunya harus bersujud pada Azizi yang dia saja tidak pernah bersujud pada Azizi untuk meminta maaf.


Vandy memang di besarkan di keluarga yang kaya, pasti bukan hanya kaya harta. Tetapi juga perilaku dan Attitude yang baik dan sekarang sangat terbukti sang mama menyesal dengan semua yang terjadi pada Vandy.


" Tante, sudah, ayo berdiri, tidak ada yang perlu di maafkan, semua yang terjadi bukan kesalahan Tante. Tapi aku dan Vandy. Aku dan Vandy yang tidak mengingat Tuhan pada saat itu. Jadi jadi Tante tidak bersalah," sahut Azizi yang tidak tega melihat wanita itu harus memohon terus.


Mamanya Vandy langsung memeluk Azizi. Dengan tangisan yang terisak. Tidak mamanya dan juga Azizi sama-sama menangis berpelukan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2