
Mereka kembali melanjutkan liburan mereka di Jepang. Jalan-jalan bersama. Cherry, Verro, Nadya, Varell, Azizi, Vandy, Sasy, Toby dan Raquel yang bersama Arif yang memang mengasingkan diri.
Mereka beramai-ramai mencari sport foto yang indah-indah untuk kenang-kenangan bersama. Para wanita-wanita cantik itu menggunakan hanbok khas Jepang. Mereka berfoto dengan pakaian tradisional itu yang memang tidak akan melewatkan sedikit moment tersebut.
Cherry juga dan Verro berfoto dengan mesra. Bahkan Verro berfoto dengan berjongkok yang mencium perut ramping istrinya. Cherry memang baru memasuki bulan ke-3 jadi perutnya masih sangat kurus.
Bahkan Verro juga menggendongnya ala bridal style dengan berfoto dan bahkan dengan keromantisan lainnya yang mereka tunjukkan. Tidak hanya Verro dan Cherry, Sasy dan Toby juga berpose romantis. Maklum mereka orang yang paling bucin.
Tetapi mungkin Azizi dan Vandy tidak. Walau pengantin baru tetapi mereka tidak seperti pasangan yang pamer keromantisan itu. Maklum lah mereka adalah pasangan pengantin yang kaku. Jadi wajar saja mereka agak berjauh-jauhan.
Bahkan bukan hanya mereka. Sama dengan Varell dan Nadya yang bahkan jauh lebih parah bahkan tidak berdekatan sama sekali.
Sasy yang melihat Nadya dan Varell yang tampak canggung langsung mengambil kamera dari tangan Vandy yang tadi pekerjaannya sebagai tukang foto.
" Sini, kalian berdua dulu yang di foto, kalian belum di foto sama sekali," ucap Sasy yang harus turun tangan untuk pasangan itu.
" Nggak usah," sahut Nadya yang langsung malu-malu.
" Ishhhh, sudah," sahut Sasy yang memaksa dan Nadya bahkan menarik Nadya berdekatan dengan Varell yang berdiri tegak.
" Sudah jangan malu-malu, kalian harus berdekatan," ucap Sasy mendesak.
" Sasy, tidak perlu," sahut Nadya yang masih menolak.
" Shutt diam, jangan berisik," sahut Sasy yang sudah mengambil posisi untuk memotret 2 pasangan yang masalah mereka nggak kelar-kelar.
Padahal biasanya Sasy tidak pernah mendukung hubungan Varell dengan Nadya. Karena masalah orang tua Varell yang keterlaluan.
Tetapi tampaknya kali ini dia malah ingin menjodoh-jodohkan lagi. Sepertinya dia memang ahli dalam perjodohan. Raquel saja sudah menempel dengan Arif.
" Hey, jangan jauh-jauhan, ayo lebih dekat lagi," ucap Sasy rada kesal yang lain melihatnya hanya geleng-geleng saja yang tau maksud dari Sasy.
Varell pun akhirnya meletakkan tangannya di pundak Nadya dan menarik Nadya untuk lebih dekat dengannya. Seolah-olah mereka adalah pasangan yang paling terbaik.
" Hmmm, begitu dong, nggak usah malu-malu, ayo lebih dekat lagi," ucap Sasy yang malah kurang puas dengan temannya..
" Sudah Sasy, nggak usah ngatur," sahut Varell.
__ADS_1
" Iya, Nadya senyum," sahut Sasy yang langsung memotret beberapa kali. Sasy juga menoleh ke arah Vandy dan Azizi.
" Hmmm, kalian juga jangan main diam-diam man aja. Pengantin baru malah diam-diamman. Ayo kalian juga sini foto," sahut Sasy yang menarik Vandy dan Azizi yang juga harus di fotonya.
" Jangan jauh-jauhhan dah halal juga," ketus Sasy. Verro yang meletakkan tangannya di pundak Cherry, saling melihat dengan tersenyum yang melihat tingkah Sasy yang berusaha untuk mencairkan hubungan temannya-temannya.
" Kita foto rame-rame yuk. Kita belum ada foto rame-rame," sahut Cherry.
" Setuju," sahut Toby langsung setuju dan mereka langsung berfoto ber rame-rame.
" Raquel mana?" tanya Nadya heran yang baru menyadari bahwa kurang satu orang di sana.
" Iya benar di mana dia?" tanya Azizi yang juga kebingungan.
" Hmmm, tadi lagi kepenginapan. Bentar lagi juga datang," sahut Sasy, " Hmmm, sudahlah nanti dia juga datang," lanjut Sasy yang langsung foto-foto bersama yang lainnya. Yang lainnya pun mengangguk saja dan akhirnya mereka pun kembali melanjutkan foto-foto bersama.
Sementara wanita yang mereka tadi bicarakan yaitu Raquel dan Arif yang ternyata sedang asyik-asyiknya jalan-jalan berduaan di musim dingin.
" Mau!" tanya Raquel menawarkan eskrim yang di minumnya. Arif menggeleng.
" Musim dingin. Tetapi kamu masih masih makan eskrim," ujar Arif geleng-geleng.
" Maaf, kamu makan belepotan," ucap Arif yang menatap Raquel dengan dalam. Yang membuat Raquel seketika diam dengan jantungnya yang tiba-tiba berdetak kencang.
" Jangan makan berantakan," ucap Arif mengusap-usap pucuk kepala Raquel yang membuat Raquel tambah jantungan bahkan sampai menelan salavinanya.
" Ayo kita lanjut," ajak Arif. Raquel malah diam mematung, membuat Arif heran.
" Raquel!" tegur Arif melambaikan tangannya tepat di depan wajah Arif.
" Ha, iya, kenapa?" tanya Raquel gugup.
" Kita lanjutkan jalannya," sahut Arif. " atau kamu sudah mau pulang?" tanya Arif.
" Oh, tidak Dokter, eh maksud saya kak. Aku tidak mau pulang kok," sahut Raquel yang gugup, " ayo kita lanjut jalan," ucap Raquel dengan semangat. Arif mengangguk dan melangkah terlebih dahulu.
Raquel diam di tempatnya dengan mengusap dadanya. Dan membuang napasnya perlahan kedepan.
__ADS_1
" Ya ampun kenapa perasaanku bisa seperti ini. Kenapa jantungku tidak aman seperti ini, huh masa bodo tenang Raquel," ucap Raquel yang langsung mengejar Arif yang cukup jauh darinya karena dia sibuk dengan lamunannya.
*********
Cherry dan yang lainnya sudah menikmati makan siang mereka di salah satu Restaurant terkenal di Jepang. Mereka juga sudah menikmati makanan yang di siapkan.
" Kenapa Raquel nggak timbul-timbul juga," ucap Cherry sambil mengunyah makanannya.
" Tau tuh, kemana sih dia lama amat," sahut Sasy yang juga sambil mengunyah.
" Mungkin dia lagi mager," sahut Azizi.
" Itu bukannya Raquel," ucap Nadya yang tiba-tiba melihat Raquel dan Dokter Arif yang memasuki Restauran di mana tempat mereka.
" Ya ampun mereka ber-2an pasti mereka sudah sangat akrab, nggak sia-sia perjuangan ku," sahut Sasy dengan wajahnya yang tersenyum bahagia melihat indahnya pemandangan tersebut.
" Kamu seriusan Sasy pengen jodohin Raquel sama kak Arif," sahut Vandy sedikit was-was. Dan Sasy langsung mengangguk.
" Itu berarti kalau jadi. Raquel bakal jadi kakak ipar ku?" tanya Vandy yang tampak cemas. Dan Sasy mengangguk lagi dan Vandy tampak lemas mendengarnya.
" Sudahlah, terima aja. Kapan lagi manggil Raquel dengan sebutan kakak," sahut Verro dengan mengejek sedikit.
" Hmmm, benar, lagian nggak ada yang tau jodoh. Kalau berjodoh nggak ada masalah dong mereka sama-sama singel," sahut Varell menambahi.
" Tau nih Vandy takut amat punya kakak ipar kayak Raquel," sahut Toby. Mereka menggoda Vandy yang membuat Vandy tampak was-was. Dan Raquel dan Arif pun menghampiri Cherry dan yang lainnya.
" Sorry, ya kita lama," sahut Raquel merasa tidak enak.
" Hmmm, sudah tidak apa-apa. Asal kalian berduaan, mau nggak datang kemari juga nggak apa-apa. Mau kalian seharian semalaman juga nggak apa-apa. Kalau memang berduan," ucap Sasy dengan santainya.
" Ishhhh, apaan sih Sasy," batin Raquel tampak kesal.
" Sudah Dokter Arif, ayo gabung langsung duduk saja," ajak Cherry. Arif menganggu. Tetapi Vandy yang di samping Azizi melihat Azizi yang membuka ponsel yang melihat wajah Azizi terlihat panik.
" Kamu kenapa?" tanya Vandy.
" Iqbal," sahut Azizi dengan suara seraknya dan juga panik yang membuat orang-orang yang ada di meja itu melihat ke arahnya yang juga ikut panik yang melihat Azizi seperti itu.
__ADS_1
" Ada apa dengan Iqbal?" tanya Vandy yang ikutan panik. Dengan melihat exsperesi Azizi perasaannya sudah semakin tidak enak.
Bersambung