DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 144 Banyak keanehan


__ADS_3

Aldo dan Raquel mengambil tempat duduk di taman rumah sakit. Aldo masih schok dengan pertemuan pertamanya dengan Clara.


" Sayang, kamu minum dulu nih," ucap Raquel memberikan air mineral pada Aldo. Dia tau kekasihnya itu pasti masih sangat schok dengan Clara.


Aldo langsung mengambilnya dan meneguk. Karena saking shock nya minumannya sampai habis.


" Apa aku sedang bermimpi?" tanya Aldo menepuk pipinya. Dia mungkin salah melihat jika wanita yang keluar dari ruangan tadi adalah Cherry. Karena pasti dia merasa tidak mungkin melihat wanita itu adalah Cherry.


" Sayang kamu tidak bermimpi. Ini kenyataan. Kiara ada di dunia nyata dan wanita tadi bukan Cherry. Dia Clara wajahnya hanya mirip dengan Cherry. Tetapi bukan dia Cherry," jelas Raquel.


" Tapi masa iya," ucap Aldo masih tidak percaya. Raquel memegang ke-2 pipi Aldo dan mengarahkannya kepadanya.


" Sayang, sadarlah. Jangan bengong terus. Itu kenyataan dia memang Clara bukan Cherry," ucap Raquel menegaskan.


" Kenapa dia begitu mirip dengan Cherry?" tanya Aldo menatap mata kekasihnya.


" Aku juga tidak tau. Tetapi yang jelas. Dia bukan Cherry. Dia Clara anak dari pasien ku. Dia hanya mirip," jelas Raquel menekankan sekali lagi pada kekasihnya.


" Aneh sekali," gumam Aldo.


" Memang aneh," sahut Raquel melepas tangannya dari pipi Aldo.


Aldo menarik napasnya panjang dan mencoba menenagkan dirinya. Meyakini apa yang di katakan Raquel. Jika wanita itu benar-benar bukan sahabatnya.


" Apa Verro sudah tau semuanya?" tanya Aldo.


" Iya Verro sudah tau semuanya," jawab Raquel.


" Lalu apa tanggapannya?" tanya Aldo.


" Pasti schok lah dengan hal itu. Kamu saja schok. Apa lagi dia. Tetapi tadi Vandy juga sudah mencoba menenangkannya dan aku juga tidak tau bagaimana dia sekarang. Tetapi semoga dia baik-baik saja," jawab Raquel.


" Apa itu wanita yang di katakan Toby?" tanya Aldo.

__ADS_1


" Kayaknya. Aku juga belum pernah bertemu dengan Toby. Jadi belum menanyakan tentang hal itu," jawab Raquel.


" Huhhhhhh," Aldo menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya.


" Kenapa ada manusia bisa mirip 100% persen," ucap Aldo yang masih bingung.


" Aku juga tidak tau sayang. Tetapi itu memang kenyataan. Aku tidak tau siapa wanita itu dan kenapa dia sangat mirip dengan Cherry. Padahal tidak mempunyai saudara apalagi saudara kembar," ucap Raquel benar-benar bingung.


" Aneh sangat aneh," sahut Aldo. Aldo menoleh ke arah Raquel dan mengambil makanan yang tadi di bawanya.


" Nih, kamu belum makan kan?" tanya Aldo. Karena kepikiran dengan Cherry dia sampai melupakan kekasihnya.


" Siapa wanita itu?" tanya Raquel dengan wajah cemberutnya.


" Wanita yang mana?" tanya Aldo bingung dengan pertanyaan kekasihnya.


" Yang memberikan makanan itu kepadamu. Apa itu juga makanan darinya?" tanya Raquel sinis.


" Dia cantik," gumam Raquel yang tampak tidak suka. Also mendengus kasar melihat kecemburuan pacarnya.


" Kamu lebih cantik," sahut Aldo mengusap rambut Raquel.


" Bohong. Buktinya kamu tampak akrab dengannya," sahut Raquel yang benar-benar cemburuan.


" Sayang. Tidak sama sekali. Aku dan dia tidak memiliki hubungan apa-apa. Dia hanya klien sama seperti yang lainnya," ucap Aldo meyakinkan pacarnya yang merajuk.


" Klien kamu kenal dengan Clara?" tanya Raquel.


" Aku tidak tau. Yang aku ingat wanita yang mirip Cherry mengatakan. Jika ponselnya ketinggalan di dalam ruangan itu. Berarti memang mereka kenal," jawab Aldo yang tidak bisa memastikan apa-apa.


" Sayang bagaimana kalau ada kesempatan kamu tanya klien kamu yang namanya siapa lah itu. Kamu tanyain mengenai Clara," ucap Raquel yang tiba-tiba mendapatkan ide.


" Untuk apa?" tanya Aldo. " Kamu mempunyai firasat jika wanita itu Cherry?" tanya Aldo menarik kesimpulan maksud dari pacarnya.

__ADS_1


" Bukan begitu sayang. Ini hanya untuk menjawab rasa penasaran kita semua. Kan kamu tau sendiri. Semuanya masih bertanya-tanya Ada yang yakin dan ada yang ragu. Sama halnya dengan kita berdua. Kita juga tidak tau pikiran kita mengarah kemana. Jadi apa salahnya kita mencoba mencari tau siapa wanita itu dan kalau memang dia sama sekali bukan Cherry. Jadi kita semua juga bisa lempang dan menganggap dia memang bukan Cherry. Karena Cherry tidak akan mungkin tergantikan," Jelas Raquel menyampaikan maksudnya pada Aldo.


" Kamu benar sih. Kita memang perlu menyakannya hal itu dan aku rasa memang tidak ada salahnya," ucap Aldo yang setuju dengan kekasihnya.


" Iya kita melakukannya untuk membuat kita semu tenang," ucap Raquel.


" Iya. Ya sudah kalau begitu kamu makanlah ini sudah jam berapa dan kamu belum makan. Aku tidak mau. Kamu kelaparan," ucap Aldo.


" Iya pacarku sayang. Aku tau kamu sangat prihatin dengan ku," sahut Raquel. Aldo mengangguk.


" Oh iya. Kalau kamu lagi ngobrol sama dia jangan lihat matanya ya. Aku tidak mau. Kamu kecantol dengannya jadi jangan mencoba untuk menatapnya," ucap Raquel mengingatkan Aldo terlebih dahulu.


" Iya sayang. Kamu tenang aja. Aku tidak mungkin. Kecantol dengan wanita lain. Karena cuma kamu. Satu-satunya kekasihku," ucap Aldo meyakinkan pacarnya.


" Baiklah. Aku percaya padamu," sahut Raquel tersenyum lebar. Aldo mengangguk-angguk dan mengusap-usap pucuk kepala pacarnya.


**********


Clara berada di dalam kamar mandi melihat wajahnya di cermin.


" Kenapa akhir-akhir ini aku melihat orang-orang menatap ku dengan aneh. Bahkan pengacara itu mengatakan jika aku Cherry yang juga pernah di katakan pilot itu," gumam Clara yang benar-benar bingung dengan kejadian yang di alaminya beberapa beberapa hari ini.


" Belum lagi Dokter itu yang merasa aku seperti siapa gitu. Tatapannya yang tulus sangat aneh. Tetapi kenapa saat dia menatapku. Ada rasa di hatiku yang sama sekali aku tidak bisa jelaskan. Aku tidak tau apa. Tetapi aku merasa jantungan saat bertemu dengannya. Hatiku bergetar seperti sudah pernah bertemu sebelumnya," Clara Bergerutu kebingungan mengusap dadanya yang benar-benar masih dek-dekan.


" Siapa dia kenapa aku malah merasa dia tidak Asing bagiku. Atau mungkin hanya perasaanku saja," batin nya yang melihat wajahnya di cermin.


" Ini sungguh aneh perasaanku benar-benar aneh ketika bertemu dengannya," Gerutunya di dalam hatinya sambil mengusap dadanya.


" Sudahlah Cherry apa yang kamu pikirkan. Mungkin semua hanya kebetulan dan mungkin yang namanya Cherry itu adalah orang yang berarti. Makanya mereka sampai seperti itu," ucap nya menarik kesimpulan sendiri.


" Mas Bayu juga sangat aneh. Bisa-bisanya dia menyuruhku kembali ke Jerman. Padahal aku baru saja di sini dan mama juga masih sakit. Dia memang selalu mau suka-sukanya," gerutu Cherry kesal sendiri.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2