DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 364 Mengeluarkan kemarahan.


__ADS_3

Bentakan Sasy bertepatan dengan datanya, Verro, Cherry, Nadya, Varell, Raquel, Aldo dan Vandy. Bahan melihat kasarnya Sasy yang menepis tangan Azizi sampai Azizi ingin jatuh.


" Sasy!" tegur Vandy dengan suara keras. Ketika melihat istrinya di perlakukan kasar. " kamu tidak apa-apa?" tanya Vandy memegang tangan Azizi. Azizi hanya menggeleng saja.


" Kamu benar-benar keterlaluan ya Sasy. Kamu itu kenapa sih," ucap Vandy yang lama-kelamaan kesal dengan tingkah Sasy.


" Aku mau pulang. Tapi dia menahanku. Urusanku bukan hanya di sini saja. Jadi stop jangan mencegahku lagi," sahut Sasy benar-benar ketus bicara.


" Sasy. Tapi kamu tidak perlu seperti itu kepada Azizi dan kalau memang ada sesuatu kamu seharusnya cerita kepada kita. Jangan seperti ini," ucap Cherry dengan suara lembutnya nya.


" Ayo Bagas kita pulang saja," sahut Sasy yang menarik tangan Bagas yang tidak mau mendengarkan kata-kata teman-temannya itu.


" Sombong ya, baru juga punya pacar baru sudah seperti itu. Baru putus langsung dapat gebetan," sahut Raquel sinis yang membuat langkah Sasy terhenti mendengar kata-kata Raquel.


" Raquel, shutttt," lirih Nadya. Sasy mengepal tangannya dan membalikkan tubuhnya.


" Apa maksud kamu?" tanya Sasy menatap tajam Raquel.


" Maksud ku sudah jelas. Aku hanya tidak percaya saja. Jika ada orang yang sombong. Tiba jadi orang kesetanan. Ternyata baru putus dan dapat pacar baru. Pacar baru kelakukan juga ikut baru," ucap Raquel lagi.


" Raquel sudah," sahut Cherry yang mencoba mencegah keributan di mana Sasy memang terlihat begitu marah sampai tangannya yang mengepal.


" Bagas kamu ke mobil duluan, aku nanti menyusulmu!" titah Sasy. Bagas yang sepertinya tidak mau ikut campur pun akhirnya mengikut saja apa yang di katakannya Sasy.


" Pacarnya kenapa di suruh pergi. Sombang amat, nggak mau gabung sama kita. Atau jangan-jangan pacarnya lagi yang sudah buat kamu dan Toby putus. Atau jangan-jangan kalian putus. Gara-gara ketahuan Toby lagi selingkuh," ucap Raquel membuat Sasy semakin panas.


Plakkk.


Tamparan keras melayang pada pipi Raquel. Sasy tidak bisa menahan dirinya untuk menampar mulut Raquel yang dari kemarin membuatnya sakit hati.


Semua orang berada di sana schok dengan Sasy yang menampar Raquel. Bahkan Raquel yang memegang pipi kanannya pun tidak percaya jika Sasy menamparnya. Wajahnya benar-benar terlihat begitu terkejut.


" Sasy!" lirih semuanya yang benar-benar terkejut dengan perbuatan Raquel.

__ADS_1


" Sasy kamu apa-apaan sih!" sahut Aldo yang langsung berdiri di depan Sasy.


Sementara Raquel terlihat terguncang dengan tamparan yang di dapatkannya sampai dia tidak bisa bicara apa-apa, Nadya dan Azizi hanya berusaha menangkan Raquel.


" Kamu ajari istri kamu agar bicara lebih baik," ucap Sasy menegaskan yang menatap tajam Raquel yang mana Raquel juga menatapnya tajam.


" Apa yang kamu bicarakan. Apa perlu kamu main tangan," sahut Aldo jelas emosi.


" Semua itu gara-gara dia," sahut Sasy.


" Tapi kamu tidak perlu main tangan seperti ini. Kamu kenapa sih Sasy. Tadi kamu dorong Azizi sekarang menampar Raquel. Kamu itu keterlaluan," sahut Varell yang langsung memarahi Sasy.


" Aku tidak akan melakukan itu. Jika kalian semua tidak ikut campur urusanku," sahut Azizi.


" Apa maksud kamu ikut campur. Kita semua teman. Jika kita diam dengan kelakuan kamu yang seperti ini. Itu namanya kita bukan teman," sahut Varell yang marah-marah.


" Teman. Kalian bilang teman. Aku hanya kalian jadikan teman. Di saat kalian membutuhkanmu. Kalian akan membuangku di saat kalian semua sudah sibuk dengan kehidupan kalian masing-masing. Sekarang kalian mendatangiku, mengataiku yang tidak-tidak. Karena apa. Kalian simpatik pada Toby. Kalian semua berpihak kepadanya," teriak Sasy.


" Apa yang kamu bicarakan Sasy. Siapa yang berpihak pada Toby. Kita bahkan baru tau tentang masalah kalian dan kita semua tidak berpihak pada siapa-siapa," sahut Cherry.


" Sasy apa yang kamu bicarakan. Masalah percintaan bukannya itu pribadi kalian. Dan kami memang tidak akan tau. Jika kamu tidak memberitahu kami dan jelas kami schok hari ini. Kami tau dari Toby dan kamu sudah tiba-tiba sudah punya pasangan," sahut Verro.


" Benar kata Verro. Kami tidak tau apa-apa. Jika tidak di beritahu," sahut Vandy menambahi.


" Lalu aku tanya kepada kalian semuanya. Apa kalian pernah memberitahu masalah inti kalian kepadaku hah! kalian semua tidak memberi tahu. Tapi apa! aku bisa tau semuanya, aku tau, siapa-siapa pokok permasalahannya. Karena aku memang tulus bersahabat dengan kalian semuanya. Aku menganggap kalian bukan hanya sahabat tetapi kuluarga yang mana feeling ku sangat tajam kepada kalian semuanya. Aku tau tanpa kalian ceritakan pokok permasalahan kalian. Aku bahkan berusaha menyelesaikannya,"


" Aku berpikir sangat beruntung memiliki Sabahat seperti kalian sampai-sampai perasaanku berlebihan kepada kalian. Tapi ternyata aku baru di sadarkan. Jika hanya aku yang seperti itu. Tetapi kalian semua hanya menganggap biasa dalam persahabatan. Contohnya seperti ini. Kalian semua datang untuk menyalahkanku. Itu yang namanya teman," sahut Sasy menegaskan.


" Sasy apa yang kamu bicarakan," sahut Cherry.


" Yang aku bicarakan sudah jelas. Jika kalian semua munafik. Kalian hanya membutuhkanku di saat ada maunya. Tetapi kalian meninggalkan ku di saat aku benar-benar sendirian," sahut Sasy meneteskan air matanya.


" Kami tidak pernah pernah meninggalkan mu Sasy," sahut Nadya.

__ADS_1


" Bohong!!!!!! Setelah kalian mendapatkan kebahagian menikah dengan pasangan kalian masing-masing. Kalian sudah tidak menganggapku. Kalian sibuk dengan kehidupan kalian. Bukan aku yang berubah. Tetapi kalian semua yang tidak menganggapku ada. Sangat jelas terbukti semuanya dengan kecerian kalian makan bersama dengan pasangan masing-masing, membicarakan keluarga. Ya kalian melakukan itu tanpa tau apa yang terjadi kepadaku," ucap Sasy dengan air matanya yang terus mengalir.


" Kalian tau tidak bagaimana aku. Di saat aku sama Toby ribut. Aku hanya butuh satu kalimat masukan dari kalian semua. Ya mungkin aku salah telah menghubungi kalian malam-malam. Aku mana tau apa-apa privasi suami. Ya aku memang tidak tau makanya menelpon malam-malam yang hanya membutuhkan 1 orang untuk memelukku. Aku sendirian menaggungnya. Kemana teman-teman ku yang katanya teman,"


" Apa sibuk, Cherry sedang tidur. Privasi malam, besok saja, atau apa yang di katakan Iqbal mama dan papanya tidak bisa diganggu. Karena papanya mengatakan Sasy tidak tau saja kalau orang sudah menikah. Lalu apa yang kamu katakan Raquel, kalau malam-malam urusannya sudah beda. Aku tidak akan mengerti karena aku belum menikah. Aku menyadari jika malam itu aku terluka bukan karena putus dari Toby. Tetapi aku sadar yang membuatku terluka. Karena aku benar-benar di tinggalkan," sahut Sasy yang mengeluarkan isi hatinya.


Air mata Cherry menetes. Saat sudah tau apa yang menjadi pokok permasalahannya. Bahkan semua yang ada di sana terdiam dengan mata berkaca-kaca dan pasti juga menetes sama seperti Cherry. Sama dengan Raquel yang juga tau dia selama ini bicara tanpa memikirkan perasaan Sasy.


" Bukan aku yang berubah. Tetapi kalian semua. Apa kamu lupa Verro aku yang sudah membuatmu sama Cherry bisa seperti ini. Di saat Cherry tidak ada. Aku juga selalu simpatik kepadamu, aku mendukungmu, memberimu semangat dan saat dia kembali sebagai orang lain, aku juga mati-matian membantumu sampai Clara menjadi Cherry kembali. Di saat Fiona merusak hubungan kalian. Aku rasa hanya aku yang tau sifat asli Fiona. Di mana kalian semua percaya kepadanya. Tetapi aku tidak dan aku juga yang membuat kalian berdua yang seperti ini. Apa kamu Cherry menceritakan kepadaku apa yang aku alami. Tetapi aku tau dan membantumu banyak hal tanpa kau menceritakan semuanya," ucap Sasy mengungkit semuanya. Cherry dan Verro terdiam yang tidak bisa bicara apa-apa.


" Bagaimana denganmu Azizi. Kamu lupa saat kamu terpuruk dengan Iqbal. Rumahku yang menampung mu. Lupa jika aku yang membujukmu untuk bersama Vandy. Kamu lupa Vandy dengan semua yang aku lakukan sehingga kalian seperti ini. Kalian lupa dengan perjuangan ku yang membuat kalian bisa se happy ini," lanjut Sasy. Azizi meneteskan air matanya dengan Vandy yang terdiam yang hanya melihat Sasy bicara.


" Lalu kamu Raquel. Ya kamu pasti sangat lupa dengan semuanya. Kamu putus dengan Aldo. Apa aku pernah mengeluarkan 1 kata yang membanggakan hubunganku dengan Toby. Bahkan aku selalu mengajakmu kemana-mana. Walau aku bersama Toby. Karena aku tidak ingin menjadi sahabat egois. Kamu bersama Aldo seperti sekarang ini yang bisa sombong dengan pernikahan kalian. Lupa jika itu karena aku," lanjut Sasy. Raquel tidak bisa menjawab dan Aldo juga mati kutu.


" Sama dengan kamu Nadya. Ingat bertahun-tahun. Siapa yang di sampingmu hah, siapa yang membelamu dari Tante Helena. Siapa yang membantumu Varell untuk bersama Nadya. Kalian tidak ingatkan," ucap Sasy yang begitu kecewa pada Nadya.


" Aku tanya sama kalian semua. Apa aku mengingat waktu saat itu. Aku tidak peduli dengan siang atau malam, tengah malam. Aku tetap ada bersama kalian. Lalu kenapa aku. Aku hanya sendirian di pinggir jalan. Aku hanya butuh 1 orang saja. Tetapi tidak ada. Malah kalian semua memamerkan pernikahan kalian. Kalian tau pertengkaran ku dengan Toby karena aku iri dengan kalian semua yang sudah menikah dengan pasangan kalian yang menjadikan kalian istri dan Toby tidak bisa melakukan itu kepadaku dan kalian malah menambahinya seakan aku bukan bagian dari kalian lagi!" teriak Sasy dengan jarinya yang menunjuk-nunjuk


" Sasy!" lirih Cherry mendatangi Sasy mencoba menenangkan Sasy.


" Cukup!" sahut Sasy menyetop Cherry untuk menjauh.


" Semua sudah jelas. Jika persabatan bertahun-tahun tidak ada gunanya. Aku benar capek dengan kalian semua. Termasuk kamu Cherry. Kita bersahabat paling lama. Tapi aku tidak menyangka, jika kamu tidak pernah peka dengan ke adaan ku. Aku sangat kecewa dengan mu," ucap Sasy dengan matanya yang melotot pada Cherry yang menunjukkan kemarahannya pada Cherry.


" Sasy," sahut Cherry yang mencoba mendekati Sasy.


" Menjauh dari ku. Aku bukan siapa-siapa kalian lagi. Sana teman kalian yang pengecut itu masih ada di dalam. Sana rangkul dia, tanyai dia dan beri dia semangat. Kalian semua lebih peduli kepadanya. Aku tidak membutuhkan kalian semua. Karena aku sudah menyadarkan diriku sendiri jika kalian semua sudah tidak membutuhkanku. Selamat ya untuk kebahagian kalian. Maaf jika selama ini aku mengganggu kalian. Soalnya aku tidak tau apa-apa dengan pernikahan," ucap Sasy yang menyeka air matanya. Lalu melihat satu-persatu teman-temannya. Kemudian pergi begitu saja.


" Sasy, tunggu, Sasy!" panggil mereka serentak. Namun Sasy tetap melangkah yang benar-benar sudah begitu kecewa.


Ulang tahun Toby benar-benar hanya menjadi tangisan untuk yang lainnya dia mana mereka menangis di pelukan pasangan masing-masing. Ya mereka benar-benar menyadari jika mereka begitu egois yang tidak peka dengan satu permasalahan.


Sasy di dalam mobil juga meneteskan air mata dengan mobil yang akhirnya berjalan meninggalkan tempat itu. Ada kelegaan sendiri baginya. Karena telah mengeluarkan semua isi hatinya kepada teman-temannya itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2