
Pagi hari tiba. Cherry masih tertidur dengan pulas. Sementara Verro yang berada di sampingnya setengah duduk dengan menopang lenggangnya.
Sambil mengusap-usap pucuk kepala Cherry. Menatap istrinya yang sangat cantik tidur begitu menggemaskan.
" Sayang bangun," ucap Verro dengan lembut. Membangunkan istrinya dengan tangannya yang sudah mengusap lembut pipi Cherry. Hanya mendengar sekali.
" Sayang," Verro membangunkan sekali lagi.
Cherry langsung terbangun. Membuka matanya perlahan dan melihat Wajah tampan Verro sudah di depannya. Wajah itu bersinar karena pantulan cahaya matahari.
" Kamu memanggilku sayang?" tanya Cherry masih di penuhi rasa mengantuk dengan suara seraknya khas bangun tidur m
" Iya sayang," jawab Verro. Cherry langsung tersenyum lebar ketika mendengar sekali lagi.
" Apa itu panggilan baru kita?" tanya Cherry.
" Iya itu panggilanku untukmu sayang," sahut Verro.
" Aku juga boleh memanggilmu sayang?" tanya Cherry.
" Boleh, kamu boleh memanggilku apapun. Ya sudah sekarang ayo bangun. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Kita sarapan bersama," ucap Verro lembut. Cherry mengangguk.
Verro langsung menggendong Cherry, sampai membuat Cherry kaget. Yang tiba-tiba berada di dalam gendongan suaminya.
" Verro tidak perlu menggendongku," protes Cherry yang mengalungkan tangannya di leher Verro.
" Tidak apa-apa, aku tidak ingin kakimu kotor," ucap Verro. Cherry tersenyum dan mencium pipi Verro.
" Kamu bisa aja, aku kan bisa pakai sendal," sahut Cherry.
" Sudah jangan banyak protes," ucap Verro.
Verro membawa Cherry ke tempat sarapan yang berada di teras kapal dengan pemandangan yang indah. Verro menurunkan Cherry di atas kursi.
Mata Cherry berkeliling melihat indahnya pagi hari. Dengan udara yang begitu sejuk. Pemandangan yang membuat hati teduh.
" Anak-anak yang lain mana?' tanya Cherry yang tidak melihat teman-teman nya.
" Mereka sudah pulang," jawab Verro duduk di samping Cherry.
" Kok, cepat?" tanya Cherry.
" Merekakan harus ujian?" jawab Verro.
" Lalu kamu?" tanya Cherry dengan dahi berkerut.
" Aku akan ujian di sini. Setelah sarapan. Kita akan ujian bersama," jawab Verro.
" Apa tidak masalah?" tanya Cherry kepikiran.
" Tidak. Karena sekolah aku memilikinya," sahut Verro menyombongkan diri.
" Sejak kapan," sahut Cherry sewot.
" Sejak hari ini," jawab Verro menatap Cherry. " Ayo kita sarapan!" ajak Verro. Cherry mengangguk. Matanya tiba-tiba fokus pada jajaran susu stauberry.
" Untukku?" tanya Cherry dengan matanya berbinar melihat minuman favorit nya.
" Kalau bukan untukmu. Untuk siapa lagi, aku tidak menyukainya. Jadi jelas untukmu," sahut Verro.
" Makasih," sahut Cherry dengan wajah cerianya. Langsung mengambil dan meminumnya.
" Ayo sarapan!" ajak Verro lagi menyendokkan nasi goreng untuknya.
" Kamu benar-benar yang masak?" tanya Cherry sudah mengunyah makanan itu.
__ADS_1
" Iya aku yang masak," jawab Verro.
" Aku baru tau kamu bisa memasak," sahut Cherry tidak percaya.
" Aku bisa melakukan apapun. Jangankan memasak yang lain juga bisa," sahut Verro menyombongkan dirinya kembali.
" Sombong sekali," ketus Cherry dengan wajah cemberutnya.
" Ayo makan lagi," ucap Verro kembali menyuapi. Cherry kembali membuka mulutnya dan melahap masakan suaminya.
" Nanti kalau ada waktu. Aku akan memasakkanmu," sahut Cherry tiba-tiba yang memang ingin memasakkan Verro.
" Memang kamu bisa?" tanya Verro.
" Kamu spele, aku bisa lah, aku akan memasakkanmu yang gampang. Aku kan sudah istrimu. Jadi harus memasakkan untuk suaminya," ucap Cherry yang padahal tidak bisa memasak.
" Baiklah aku akan mencoba makanmu," jawab Verro.
Mereka kembali menikmati sarapan itu. Sesekali Cherry juga menyuapi Verro.
Setelah sarapan selesai. Verro dan Cherry duduk di lantai kapal yang terdapat meja di tengah mereka. Verro dan Cherry duduk saling berhadapan.
Ternyata mereka sedang melaksanakan ujian. Mereka sangat serius mengerjakannya ujian-ujian mereka. Walau sudah menikah Verro dan Cherry memang tetap sekolah. Apa lagi ujian mereka tetap melaksanakan ujian akhir semester.
" Apa ini di namakan ujian?" tanya Cherry tiba-tiba.
" Kenapa bilang begitu, memang ada apa, apa ada yang salah?" tanya Verro melihat Cherry sebentar.
" Bukannya ujian itu, ada pengawasnya dan kita tidak ada pengawas," ucap Cherry bingung.
" Aku pengawas mu. Jadi tidak ada masalah. Itu sama saja," sahut Verro.
" Kalau kamu pengawasnya, boleh aku mencontek?" tanya Cherry. Verro langsung menggeleng tegas.
" Pelit sekali," ucap Cherry mengayun suaranya.
" Kan aku belum belajar," sahut Cherry memberi alasan.
" Kalau begitu siap-siap saja, aku akan merebut posisi rangking mu," sahut Verro menyunggingkan senyumannya.
" Tidak bisa! aku pasti bisa mempertahankan. Kepala sekolah akan mengumumkan. Jika aku akan tetap juara umum bukan kamu," sahut Cherry dengan yakin yang takut di salip Verro.
" Kau hanya juara 3 dan mungkin akan juara 10 nanti," lanjut Cherry malah mendoakan Verro.
" Kamu ingin peringkatku turun," sahut Verro menaikkan alisnya.
" Iya, aku akan tetap juara umum. Kamu akan juara 10 dan Aldo akan tetap juara 2," sahut Cherry dengan yakin.
" Kita lihat saja nanti, aku akan menggeser posisimu, aku sudah belajar dan kau tidak," sahut Verro.
" Verro," geram Cherry kesal dengan Verro.
Verro tetap santai dengan tersenyum dan kembali mengerjakan ujiannya. Cherry pun harus benar-benar fokus karena tidak mau jika nilainya jelek dan Verro benar-benar menyalipnya.
Setelah selesai ujian mereka banyak melakukan hal bersama di atas kapal. Memang Verro sudah menyewa kapal itu sampai Cherry benar-benar akan pergi ke Jerman.
Sekarang Cherry yang duduk di pinggir kapal dengan ke-2 kakinya yang di goyang-goyangkan menyentuh air laut. Menemani Verro yang sedang berenang.
Byurrrr kepala Verro muncul dari dalam lautan.
" Apa sangat cantik di bawah laut?" tanya Cherry dengan penasaran.
" Kamu ingin melihatnya?" tanya Verro yang masih berada di dalam air.
" Aku kan tidak bisa berenang," sahut Cherry. Cherry memang tidak bisa berenang.
__ADS_1
" Ambil itu!" tunjuk Verro di atas meja. Menunjukkan ala pernapasan. Cherry berdiri dan mengambilnya. Lalu kembali duduk.
" Untuk apa ini?" tanya Cherry.
" Pakailah!" perintah Verro.
Cherry yang tidak bertanya lagi langsung memakainya. Setelah melihat Cherry memakainya. Verro meraih tangannya dan menjatuhkannya ke dalam air membuat Cherry kaget.
" Kita akan melihatnya?" ucap Verro yang memeluk Cherry dengan erat.
Sementara Cherry masih kaget. Dan tidak menunggu waktu lama. Verro langsung membawa Cherry masuk kedalam lautan.
Cherry akhirnya bisa melihat ke indahan lautan dengan bantuan Verro yang terus memeluk pinggangnya. Cherry seakan bisa berenang menelusuri isi lautan.
Cherry menoleh kearah Verro tersenyum karena di beri kesempatan untuk melihat hal seindah itu. Hal yang sama sekali tidak pernah terbayangkan olehnya.
" Makasih Verro kau sudah memberiku banyak kesempatan. Seumur hidupku. Aku tidak pernah berenang dan apa lagi melihat semua ini. Tetapi kau telah memberikan semua ini. Aku sangat bahagia. Di beri kesempatan bersamamu," batin Cherry merasa haru dengan hal baru yang di dapatnya di hari yang singkatnya.
Hari-hari Verro dan Cherry di habiskan di atas kapal sampai sudah hari Ke -5 mereka memang menghabiskan berdua dengan waktu yang sangat cepat berputar.
Bisa jadi besok adalah hari terakhir mereka untuk bersama. Karena lusa Cherry akang berangkat ke Jerman dan tidak tau akan kembali dengan bernapas atau tidak.
Sekarang pasangan suami istri itu sedang menatap bintang bersama. Mereka duduk di lantai Kapal dengan Verro yang memeluk Cherry dari belakang memeluk erat dengan pipinya yang menempel.
" Bintangnya sangat indah," ucap Cherry dengan wajah senyumnya.
" Kau yang lebih indah," sahut Verro. Membuat hati Cherry berbunga-bunga.
" Verro," tegur Cherry dengan suara serak.
" Iya," jawab Verro.
" Lusa aku akan pergi. Boleh aku minta sesuatu?" tanya Cherry memiringkan kepalanya agar menghadap Verro.
" Katakan apa yang kamu inginkan?" tanya Verro.
" Besok adalah terakhir ujian kita. Boleh aku ujian di sekolah. Sekali saja. Aku mohon. Aku juga ingin melihat teman-teman 1 kelas. Aku juga ingin menginjak kan kaki di sekolah kita. Aku ingin melihat sekolah kita untuk yang terakhir kalinya. Aku mohon Verro tolong kasih aku kesempatan untuk hal itu. Please," ucap Cherry dengan wajah memohonnya. Yang benar-benar ingin melihat sekolahnya untuk terakhir kalinya.
Verro menatap mata Cherry. Mata indah yang penuh harapan permintaannya akan di kabulkan.
" Baiklah, kita akan Ke sekolah besok. Kita akan ujian bersama dengan teman-teman 1 kelas," jawab Verro yang benar-benar tidak akan melarang Cherry. Membuat Cherry tersenyum dengan matanya berkaca-kaca.
Cherry mengusap pipi Verro dengan lembut. Menatapnya dengan dalam.
" Makasih sudah memberiku kesempatan," ucap Cherry. Verro mempererat pelukannya.
" Itu tugasku memberikan apapun yang kamu mau," jawab Verro.
" Berjanjilah Cherry akan kembali," ucap Verro dengan penuh harapan.
" Tetapi jangan marah, jika aku tidak bisa menepati janjiku," sahut Cherry yang memang tidak mungkin menepati janji itu.
" Tetaplah mencintaiku. Walau aku tidak menepati janjiku," ucap Cherry.
" Iya aku pasti akan terus mencintaimu. Perasaanku tidak akan pernah hilang ada dan tidak adanya kamu," sahut Verro.
" Terima kasih, aku sangat bahagia, memiliki sahabat, kekasih dan suami sepertimu," ucap Cherry.
" Aku juga bahagia, bisa bertemu dengan orang sepertimu. Kau segalanya untuk ku Cherry. Aku sangat mencintaimu," ucap Verro.
" Aku juga sangat mencintaimu," jawab Cherry.
" Tetaplah hidup untukku," batin Verro.
" Aku ingin di beri 1 kehidupan lagi. Agar bisa bersamanya," batin Cherry meneteskan air mata.
__ADS_1
Bersambung