DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 217 Masakan istri.


__ADS_3

Raquel sedang berada di parkiran rumah sakit yang menunggu Aldo untuk menjemputnya. Karena Aldo berjanji akan menjemputnya.


" Kenapa Aldo lama sekali," gumam Raquel yang terus melihat arloji di tangannya. Sedari tadi jam itu bergerak dan Aldo sama sekali tidak datang juga.


" Kemana sih dia?" tanyanya yang resah dan gelisah. Sampai akhirnya pria yang di tunggunya muncul. Mobil Aldo yang parkir di depannya.


Tau pacarnya pasti sudah ngambek dan akhirnya membuat Aldo turun dari mobil dan menghampiri pacarnya yang wajahnya cemberut.


" Maaf ya sayang aku lama," ucap Aldo mengakui kesalahannya, melihat wajah kekasihnya yang cemberut.


" Dari mana aja?" tanya Raquel dengan ketus. Aldo tersenyum dan mengusap pipi pacarnya itu.


" Ayo kita masuk ke mobil akan aku ceritakan. Apa yang membuatku terlambat dan pacarku ini menjadi marah, dan wajahnya menjadi jelek seperti ini," ucap Aldo yang dengan lembut berbicara pada pacarnya. Raquel pun akhirnya mengangguk dan memasuki mobil yang pintunya di bukakan Aldo.


Setelah Raquel, memasuki mobil. Aldo pun menyusul dan duduk di kursi pengemudi.


" Katakan ada apa?" tanya Raquel yang memang menunggu penjelasan dari Aldo. Dia memang tidak akan puas. Jika tidak mendapat penjelasan dari suaminya itu.


" Sayang, aku tadi habis menemani Tari sidang," jawab Aldo membuat dahi Raquel mengkerut.


" Kamu sidang sama dia sampai malam, kenapa bisa sampai selama itu?" tanya Raquel dengan wajahnya mulai terlihat kesal dengan jawaban Aldo yang membuat moodnya benar-benar semakin buruk.


" Kamu tau kan sendiri. Kasusnya Bayu sangat berat. Jadi makanya sampai malam, sidangnya," jelas Aldo.


" Lalu bagaimana, apa Bayu bersalah dengan kasus dari sepupu Tari atau tidak?" tanya Raquel yang ternyata penasaran juga.


" Dia memang terbukti bersalah," jawab Aldo. Mendengarnya Raquel seakan lega.


" Lalu apa keputusan pengadilan?" tanya Raquel semakin penasaran.


" Belum ada keputusan pengadilan. Aku sama Tari akan ada 2 kali sidang lagi dan saat itu. Kita akan tau keputusan dari pengadilan yang pasti Bayu akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya," jelas Aldo.


" Bayu benar-benar jahat. Sudah membuat hidup Cherry sensara, membuat Cherry hilang ingatan dan malah sanggup membunuh Laudya. Dia benar-benar sangat kejam," ucap Raquel merasa ngeri dengan Bayu.


" Iya kamu benar, untung saja Cherry sudah bebas darinya. Dan untung saja, ingatan Cherry juga kembali dan tinggal Bayu yang akan mendapatkan balasan dari perbuatannya," jelas Aldo.


" Iya, semoga saja dia benar-benar akan di hukum seberat-beratnya," sahut Raquel dengan harapan yang banyak.


" Pasti, semuanya akan setimpal dengan apa yang di lakukan," sahut Aldo.

__ADS_1


" Ya sudah, walaupun seperti itu. Ingat kamu dan Tari hanya sebatas klien dan jangan ada nyuri-nyuri waktu untuk berduaan. Aku tidak mau kamu mengambil kesempatan untuk berduan dengannya. Bukan hanya dengannya. Tetapi dengan wanita manapun," ucap Raquel yang posesif kepada pacarnya.


" Iya sayang, aku tidak tau kenapa pacarku ini sangat cemburuan," sahut Aldo mengusap-usap rambut Raquel.


" Awas saja kalau kamu bohong," ucap Raquel mengingatkan pacarnya.


" Aku mana mungkin berbohong," jawab Aldo.


" Ya sudah. Ayo kita pulang!" ajak Raquel memakai seat belt nya. Aldo mengangguk dan juga ikut memakai seat belt nya dan wajahnya terus tersenyum melihat pacarnya yang masih cemberut.


" Jangan senyum-senyum fokus nyetir," ucap Raquel.


" Apa salah, aku senyum sama pacarku?" tanya Aldo.


" Sudahlah, langsung jalan saja," ucap Raquel yang tampaknya tidak semangat.


" Baiklah," sahut Aldo. Aldo ingin menjalankan mobilnya. Tetapi tiba-tiba mobil Sasy tiba dan melihat Sasy dan Toby keluar dari dalam mobil yang sama dan membuat Aldo tidak jadi menyetir.


" Bukannya itu Toby?" tanya Aldo. Raquel mengangguk.


" Bukannya Toby mau ke Itali?" tanya Aldo yang tau keberangkatan Toby.


" Sadar, maksudnya?" tanya Aldo heran.


" Isssahhhh, sudahlah sayang. Nanti saja aku ceritain. Aku capek banget. Sekarang kita pulang aja gimana," ucap Raquel yang tampaknya malas bercerita karena lelah.


" Hmmm, baiklah jika begitu. Memang pacarku. Kalau sudah lelah tidak mau di ganggu gugat," ucap Aldo. Raquel tersenyum lebar.


" Ya sudah, jalan," sahut Raquel yang tampaknya kembali semangat. Aldo pun mengangguk dan menarik gas mobilnya, dan melajukan dengan kecepatan santai. Tanpa menyapa Sasy ataupun Toby.


*************


Pagi hari yang cerah membuat Cherry berada di dapur. Cherry sibuk memasak yang tidak tau apa yang dibuatnya.


Suara berisik di dapur. Harus membangunkan Verro lebih awal. Padahal belum jadwalnya Verro untuk bangun. Verro menuruni anak tangga dan langsung menuju dapur.


Verro tersenyum kala melihat sang istri yang cantik sudah memasak. Verro langsung melangkah mendekatinya dan langsung memeluknya dari belakang. Menempelkan kepalanya di leher Cherry yang mengaduk-aduk kuah sop.


Cherry mendapatkan pelukan itu tersenyum, suaminya yang baru bangun tidur tampak segar dan pelukan hangat itu membuatnya semangat dalam melalukan kegiatan apapun.

__ADS_1


" Kamu kenapa pagi-pagi sudah repot-repot," ucap Verro yang mencium gemes pipi Cherry.


" Mana mungkin memasakkan suami adalah kerepotan," ucap Cherry.


" Kamu bisa memasak?" tanya Verro. Cherry mengangguk.


" Aku belajar memasak dari mama Karina dan mungkin bisa di katakan aku bisa memasak. Tapi aku tidak tau bagaimana rasanya. Apa cocok untuk lidahmu atau tidak," ucap Cherry.


" Pasti sangat cocok. Karena apa yang di buatkan istriku akan sangat x


cocok," jawab Verro. Cherry tersenyum mendengarnya.


Cherry mengambil sedikit kuah soup tersebut dan langsung berbalik badan dan menyuapkan pada suaminya.


" Cobalah," ucap Cherry meniup-niupnya dan tanpa menolak Verro langsung mencicipi masakan sang istri.


" Apa enak?" tanya Cherry menunggu jawaban suaminya. Verro mengangguk karena memang masakan itu enak.


" Ini sangat enak," jawab Verro. Cherry tersenyum mendengarnya, " Aku tidak percaya kamu bisa memasak," ucap Verro.


" Hmmm. Dulu aku hanya memasakkan mu sekali dan kamu berbohong. Kamu mengatakan masakan itu enak padahal tidak enak. Aku mencoba memasaknya lagi. Tetapi aku tidak tau apa yang terjadi. Semuanya hilang begitu saja," ucap Cherry mengingat terakhir pertemuannya dengan Verro.


Di mana dia benar-benar sekarat saat berusaha memasakkan suaminya. Dan memang benar. Cherry tidak tau apa-apa lagi. Karena hidupnya sudah berubah.


Verro mengusap lembut pipi Cherry melihat mata Cherry yang sudah berkaca-kaca.


" Tetapi sekarang, kamu sudah berhasil memasakkan ku yang ke-2 kalinya dan bahkan akan terus memasakkan ku dan kali ini aku jujur. Jika masakan ini benar-benar sangat enak," ucap Verro. Cherry tersenyum mendengarnya.


" Benarkah?" tanya Cherry. Verro mengangguk.


" Kalau begitu ayo kita sarapan!" ajak Cherry Verro mengangguk-angguk dengan wajahnya yang tersenyum lebar.


Bersambung.....



Para readers kesayangan aku. Aku minta dukungan nya ya untuk mampir ke novel terbaru aku yang berjudul tertulis dalam imam ku.


Punya cerita yang pasti berbeda dengan Novel-novel yang lainnya. Mohon tinggalkan jejak, like, komennya, dan vote, sebanyak-banyaknya ya.

__ADS_1


Terimah kasih untuk semuanya.


__ADS_2