
Flass Back
Di taman yang yang indah. Cherry yang berusia 9 tahun di kejar-kejar pria tampan. Siapa lagi jika bukan Verro.
" Ayo cepat!" ucap Cherry.
" Cherry, berhenti berlari, kau akan lelah," teriak Verro. Mengejar dan akhirnya mendapatkan Cherry.
" Aku sudah mengatakan, jangan suka berlari-lari, ayo! ajak Verro menarik tangan Cherry. Cherry mengangguk dan mengikuti Verro. Verro mendudukkan Cherry di salah satu kursi.
" Minum dulu!" ucap Verro memberi air mineral setelah membuka botolnya.
" Terima kasih," jawab Cherry meneguk air itu. Verro duduk di sampingnya.
" Jangan lari-lari lagi," ucap Verro.
" Iya aku Verro, kenapa kau galak seperti papaku," ucap Cherry dengan suara manjanya.
" Ayo naik sepeda," ucap Verro menunjuk sepedanya. Cherry mengangguk senyum dan menaiki sepada. Cherry duduk di belakang memegang pinggang Verro yang mendayung sepeda.
2 bocah kecil itu terus berjalan mengelilingi taman. Sekarang bocah itu sudah memakai seragam SMP dengan Verro yang mendayung sepeda dan Cherry di belakangnya memeluk pinggang Verro.
" Pegang yang kuat nanti kau jatuh," ucap Verro menengok kebelakang.
" Iya bawel, kau fokus saja nanti menabrak orang," sahut Cherry yang mengoceh di belakangnya.
" Mana mungkin aku sangat profesional dalam menaiki sepeda," ucap Verro menyombongkan diri membuat Cherry mengkerutkan keningnya. Keasyikan menyombongkan diri Verro tidak bisa menghindari lubang di jalanan.
" Ah, ah, ah, ah, ah," Verro menganga saat berusaha mendayung sepedanya agar tidak jatuh.
Brukkkk
Alhasil mereka jatuh ke atas rumput.
" Auhhhhh," lirih Cherry saat melihat sikut tangannya terluka. Semetara Verro memegang pantatnya yang sakit. Verro melihat Cherry yang terluka langsung menghampirinya.
" Kau tidak apa-apa?" tanya Verro panik yang sudah berjongkok di depan Cherry.
" Kau bilang sudah handal. Tetapi malah mencelakaiku," ucap Cherry kesal.
" Maaf, ayo!" Verro membantu Cherry berdiri.
Verro pun mengobati luka Cherry. Mereka duduk di salah satu bangku, Cherry terus mengeluh atas tangannya yang sakit akibat ulah Verro.
" Pelan-pelan," rengek Cherry.
" Iya ini juga sudah pelan," sahut Verro.
" Maaf ya, aku tidak akan mencelakaimu lagi, aku tidak akan membuatmu terluka," ucap Verro menatap Cherry.
" Janji," ucap Cherry mengajukan jari kelingkingnya. Verro tersenyum dan melakukan hal yang sama. Jari kelingking mereka saling menyatu.
" Janji," ucap Verro tersenyum.
" Sampai kapan?" tanya Cherry.
" Selama-lamanya. Aku akan terus menjagamu sampai kapanpun, aku tidak akan membuatmu terluka, dan akan tetap menjagamu," ucap Verro berjanji pada Cherry. Cherry tersenyum mengangguk.
Persahabatan itu semakin dekat di masa-masa SMP Cherry dan Verro. Bahkan Verro terus melindungi Cherry dari orang-orang yang jahil. Sampai akhirnya mereka lulus SMP dan sedang masa liburan.
" Verro, tunggu aku hanya bertanya kenapa kau malah pergi?" teriak Cherry mengejar Verro.
__ADS_1
" Apa lagi sih," sahut Verro kesal membalikkan tubuhnya menghadap Cherry.
" Kau akan masuk SMA yang sama denganku kan?" tanya Cherry memastikan.
" Sudah lah, Cherry kau jangan terus mengikutiku. Aku tidak akan sekolah yang sama denganmu. Aku tidak mau terus dekat-dekat denganmu. Kau selalu menyusahkan dan menyita waktuku," ucap Verro marah-marah membuat Cherry kaget.
Untuk pertama kali sahabatnya itu mengatakan hal yang membuatnya sangat sakit.
" Kenapa, apa salahku?" tanya Cherry bingung.
" Aku tidak perlu memberi alasannya. Yang jelas, kau jangan dekat-dekat dengan ku. Aku tidak mau terus bersamamu," tegas Verro.
" Tapi Verro bukannya kita berteman, kenapa kau mengatakan itu?" tanya Cherry yang sudah bergenang air mata.
" Kau sangat manja, selalu menyusahkan. Jadi jangan mengganggu ku lagi, aku tidak mau kau berada di sisiku," ucap Verro sekali lagi dan langsung pergi.
" Verro, tunggu, apa salah ku, Verro," panggil Cherry sudah menangis melihat kepergian Verro.
Pertama kali Verro bersikap kasar kepadanya dan membuatnya menangis. Semua itu terus berlangsung ketika Cherry terus menerus mendekati Verro.
Flassaon
Dalam tidurnya Cherry benar-benar mengingat bagaimana masa kecilnya bersama Verro. Sampai tetesan air mata jatuh di pelupuk mata Cherry.
Perlahan Cherry membuka matanya. Menghapus air matanya yang membasahi pipinya.
" Semuanya sudah berubah, sudah berubah, tidak seperti dulu lagi, aku sudah kehilangan Verro yang dulu yang selalu berjanji akan bersamaku. Seharusnya kau tidak berjanji pada ku Verro," batin Cherry semakin bercucuran air mata.
Di sisi lain ternyata Verro juga tidak bisa tidur. Verro mengingat kebersamaannya bersama Cherry dari kecil.
Verro yang menatap langit kamar itu. Dengan lengannya di letakkan di keningnya.
**********
Pagi hari kembali sekarang murid-murid itu sedang berjalan di jalan yang kecil menuju tempat camping mereka dengan tas ransel masing-masing yang ada di punggung mereka.
Mereka sudah berjalan hampir 20 menit. Tetapi tidak lelah karena berjalan sambil bercerita. Cherry, Sasy, dan Toby berjalan berdampingan.
Toby berjalan sambil memotret di sekitarnya. Mau rumput, pohon, burung yang berterbangan dan apa aja memenuhi memori kameranya.
Verro berjalan di belakang Cherry. Verro hanya diam dan fokus berjalan. Tetapi si Fiona tukang tempel malah mendekati Verro dan berjalan di sampingnya.
" Kau haus?" tanya Sasy pada Cherry. Cherry menggeleng.
" Baiklah," Sasy membuka botol minumnya dan minum sendiri.
Toby yang asyik memotret tidak melihat jalan, kakinya memasuki lubang, membuatnya menyenggol Cherry dan Cherry sudah lelah hampir jatuh dan untung ada Verro di belakangnya menahan tubuh Cherry tangan Verro berada di pinggang Cherry sampai tidak jadi jatuh.
Mereka malah saling memandang dan membuat macet di belakang. Apa lagi Fiona yang tampak tidak suka dengan hal itu. Menatap dengan sinis.
Cherry yang sadar langsung melepas tubuhnya dari Verro dan kembali lurus berjalan. Cherry bahkan tidak mengucapkan terima kasih pada Verro.
" Kau Toby, cari masalah aja," celetuk Sasy menggeplak punggung Toby sampai Toby mengeluh kesakitan.
" Maaf, lagi pula ada Verro, jadi Cherry akan aman, iya tidak Verro," lempar Toby mengedipkan 1 matanya. Verro menanggapi biasa.
Setelah berjalan kurang lebih 30 menit. Akhirnya mereka sampai lokasi pemasangan tenda.
Ada yang memasang tenda, Beben dan Yogi dan beberapa mutit wanita duduk di tanah dengan bersilah kaki membentuk lingkaran sambil bernyanyi dengan gitar yang di mainkan Yogi.
Sasy bukannya membantu Nadya dan Azizi yang memasang tenda malah sibuk memakai lipstik dan memperbaiki riasannya.
__ADS_1
Si Raquel juga duduk bersilah sambil bermain ponsel dan membiarkan Selina dan Mitha yang berusaha memasang tenda.
Sementara Cherry yang kelelahan, tertidur di atas rumput beralaskan tikar kecil. Tidur miring meringkuk seperti bayi, dengan kedua tangan di satukan dan diletakkan di di bawah pipinya dan ke-2 lutut di tekuknya.
Cherry memang lebih baik tertidur dari pada memaksakan diri untuk mengurus tenda yang ada membuatnya semakin lelah.
Varell melihat Azizi dan Nadya kesulitan memasang tenda langsung menghampiri 2 wanita yang tidak mau meminta tolong tersebut.
Varell melihat Cherry di dekat tenda yang tertidur. Tiupan angin membuat rok Cherry yang pendek tertiup sehingga memperlihatkan sot yang di pakainya.
Varell melihat hal itu membuka jaketnya dan menutupkan kebagian paha Cherry agar tidak terexpos.
Nadya yang melihat hal itu tersenyum. Perhatian kecil Varell dengan sabatnya sangat manis. Membuatnya harus mengangumi Pria yang semakin hari semakin mendekatinya.
Setelah memastikan Cherry aman. Varell menghampiri Nadya dan Azizi.
" Apa salahnya meminta tolong," ketus Varell.
" Bukannya kau juga sibuk," sahut Azizi.
" Sudah jangan banyak cerita, cepat mau hujan!" ucap Varell mengingatkan. Nadya dan Azizi sama-sama melihat ke atas langit yang benar-benar mendung.
" He, Sasy sampai kapan kau melihat dirimu di cermin itu, cepat bantuin," teriak Varell yang kesal dengan Sasy.
" Iya berisik amat, ganggu aja," ketus Sasy berdiri dengan terpaksa dan membantu memasang tenda. Berhubung memang langit sudah mendung.
" Kalian cepat dong pasangnya," ucap Raquel yang hanya bisa memerintah tanpa ikut membantu.
" Bantuin dong Raquel sudah gerimis nih," sahut Selina yang merasakan tetesan hujan.
" Ishhhh, itu aja tidak bisa," desis Raquel berdiri dan langsung membantu. Karena dia tidak mau kebasahan.
Tiba-tiba Aldo menghampiri tenda Raquel.
" Pegang sebelah sana!" ucap Aldo yang membantu ke-3 wanita super heboh. Bukannya menuruti Raquel malah bengong melihat Aldo.
" Cepat, hujan akan semakin deras!" ucap Aldo.
" Oh oke," sahut Raquel gugup dan langsung menuruti Aldo.
" Anak-anak, cepat pasang tenda kalian, dan barang-barang kalian masukkan, hujan akan semakin deras!" perintah Bu Asri sedikit berteriak. Alhasil murid-murid jadi tergopoh-gopoh memasang tenda siapa suruh tadi santai-santai.
Verro sudah selesai memasang tendanya dan melihat Cherry masih tertidur. Verro mendekati Cherry berjongkok di depan, menyelipkan tangannya di antara 2 tengkuk kaki Cherry dan satu di punggung Cherry.
Verro langsung menggendong tubuh Cherry ala bridal style membawa Cherry kedalam tenda yang sudah di pasangnya. Tanpa membangunkan Cherry.
" Vandy bantuin ini," teriak Varell yang melihat hujan mulai deras. Vandy langsung berlari membantu Varell memasang tenda. Sementara Azizi memasukkan barang-barang dengan cepat agar tidak sempat basah.
Verro yang sudah memasuki tenda merebahkan Cherry dengan hati-hati, membuat tas ransel yang tidak tau punya siapa mungkin Toby, Varell atau Vandy. Verro hanya mengambil asal dan menjadikan bantal untuk Cherry.
Hujan deras langsung turun hebat. Tau rasa yang lain jadi semakin terburu-buru. Untung saja Verro dan Cherry sudah berada di dalam tenda.
Karena hujan dengan tiupan angin membuat masuk kedalam tenda. Verro langsung Meres tanda agar tidak masuk air hujan. Verro mengambil selimut dan menutupkan ketubuh
Cherry yang sama sekali tidak terbangun. Malah Cherry memegang kuat selimut itu karena dia benar-benar sangat kedinginan. Verro hanya memandangi Cherry dengan lama.
💝💝Bersambung
Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.
Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya
__ADS_1