DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 137.


__ADS_3

Toby masih tetap saja melihat wanita yang di anggapnya Cherry. Tidak ada bedanya dengan temannya. Mungkin penampilan yang beda. Cherry yang dulu terlihat anak-anak dan imut-imut gimana. Sekarang memang terlihat dewasa. Ya namanya juga sudah dewasa. Jadi wajar saja kalau benar-benar sudah dewasa.


" Maaf kamu siapa ya?" tanya Clara yang benar-benar bingung dengan pilot yang memanggilnya orang lain.


Toby malah bengong dan tidak menyadari jika Clara sedang menegurnya. Clara melihat kearah Tari. Tari hanya menggedikkan bahunya. Dia juga tidak tau kenapa laki-laki itu memanggil temannya dengan kata Cherry.


" Hello," tegur Tari mengibaskan tangannya di depan Toby sampai mata Toby mengerjap.


" Kamu malah bengong. Temanku sedang bertanya. Kamu siapa?" tanya Tari pada Toby.


" Oh, aku Toby. Aku pernah melihat temanmu sebelumnya," sahut Toby. Clara semakin bingung.


" Aku," tunjuk Clara.


" Iya kamu," jawab Toby.


" Di mana Kayaknya kamu salah orang. Aku sama sekali merasa tidak pernah bertemu denganmu," sahut Clara dengan yakin.


" Lagian mana mungkin kamu pernah melihat temanku. Ini baru pertama kali dia ke Indonesia," sahut Tari.


" Mungkin saja, kamu melihat ku di pesawat saat aku berpergian Ke luar Negeri. Kan kamu seorang pilot," sahut Clara yang benar-benar bingung dan mungkin beranggapan seperti itu.


" Iya, mungkin kamu benar. Kita tidak pernah bertemu. Dan mungkin hanya perasaanku saja. Tetapi kamu sangat mirip dengan temanku," ucap Toby yang terus melihati wajah yang mirip dengan Cherry.


" Oh begitu rupanya. Ya mungkin hanya mirip. Bukannya memang banyak orang mirip di dunia ini. Atau jangan-jangan wajahku ini sangat pasaran," ucap Clara.


" Dia benar wajah mirip itu sangat banyak. Tetapi bukan mirip 100% seperti ini," batin Toby yang sama sekali tidak berkedip melihat wanita itu terus menerus.


" Aneh sekali dia kenapa masih saja melihat Clara. Bahkan wajahnya sangat menunjukkan sesuatu arti yang tidak bisa di gambarkan. Sorot mata yang melihat temannya sangat berbeda.


" Hmmmm. Sudah lah, sebaiknya kita kembali. Maaf ya ku hanya salah orang. Aku sama sekali tidak mengenalmu," ucap Clara dengan santai yang memang benar-benar tidak mengenal Toby.


" Oh Iya aku yang minta maaf, sudah menggangu kalian ber-2," ucap Toby yang juga merasa tidak enak. Ke-2 wanita itu hanya mengangguk.


" Its oke," sahut Clara.


" Ya sudah ayok kita pergi," ajak Tari. Clara mengangguk.


" Mari," sahut Clara dengan ramah berpamitan dengan Toby. Toby menganggukkan kepalanya. Dan melihat ke-2 wanita itu sudah berlalu dari hadapannya.

__ADS_1


" Nanti kaku akan mengajakmu ke tempat-tempat indah," ucap Tari berjanji.


" Oke. Awas saja ikut campur," sahut Clara yang berjalan berdampingan dengan tari dengan wajah tersenyum.


Semetara Toby masih terus melihat. Hatinya bahkan bergetar melihat wanita itu yang bahkan suaranya tidak berbeda sama sekali. Senyum manis yang dulu selalu di tunjukkan temannya itu sekarang seakan melihat kembali senyuman itu.


Matanya bahkan berkaca-kaca seakan ada hati yang terobati. Ada kerinduan yang selama 7 tahun tidak melihat mendengar suara sahabatnya dan sekarang terlihat seperti mimpi.


Bahkan seakan kerinduan itu benar-benar hilang ketika melihat wanita yang bernama Kiara yang sama sekali tidak ada bedanya dengan temannya Cherry.


" Apa dia jelmaan Cherry. Dia sangat mirip dengan Cherry. Apa aku terlalu merindukannya. Sampai menganggap dia benar-benar Cherry. Tapi kenapa ada orang mirip seperti itu," batin Toby yang bertanya-tanya dan terus melihat kearah di mana 2 wanita itu. Sampai 2 wanita itu sudah memasuki mobil.


Saat Clara ingin menutup pintu mobil. Clara melihat ke arah lobi Bandara dan melihat Toby masih melihatnya.


" Kenapa dia terus melihatku," batin Clara yang benar-benar bingung. Tidak mau memikirkan apapun. Clara menutup pintu mobilnya.


" Mungkin dia benar bukan Cherry. Aku hanya merindukan saja, Kayaknya Cherry sedang marah kepadaku. Karena aku tidak pernah mengunjunginya," batin Toby gelang-gelang dengan wajah semakin lesu.


Toby pun akhirnya menyeret kopernya dan meninggalkan tempat itu. Bertemu dengan Clara membuatnya benar-benar bingung. Dia memang sepertinya harus mengunjungi makam sahabatnya agar hatinya tenang dan tidak terus menerus kepikiran.


**********


" Bagaimana kasus ALM Laudya?" tanya Clara.


" Masih dalam proses. Aku juga tidak tau kapan akan selesainya," jawab Tari.


" Apa ada perkembangan?" tanya Clara.


" Kata pengacaranya banyak perkembangan. Hasil otopsi berikutnya akan keluar Minggu ini," jawab Tari.


" Lalu bagaimana dengan saksi-saksi yang lain?" tanya Clara yang benar-benar ingin tau.


" Masih dalam proses pencarian. Tim penyidik masih mengumpulkan bukti dan juga beberapa rekaman cctv untuk memperkuat bukti. Walau sudah banyak rekaman yang hilang," jelas Tari.


" Kok sampai seperti itu," sahut Clara.


" Entahlah. Seperti ada tangan di balik semua ini. Aku hanya bisa berharap kepada pengacara ku saja," sahut Tari.


" Hmmm, semoga saja semakin banyak perkembangan agar ALM dapat keadilan dan masalahnya cepat clear," sahut Clara.

__ADS_1


" Iya, aku berdoa seperti itu. Karena tidak ada yang bisa kita lakukan selain berdoa dan berusaha," sahut Tari yang memang tidak akan pernah putus asa.


Clara hanya mengangguk yang hanya bisa mendukung temannya itu.


" Oh iya kalau kamu tidak keberatan. Nanti aku ajak bertemu pengacaranya. Agar kamu juga bisa mendengarkan dan mengetahui lebih detail. Supaya mengerti sampai mana perkembangannya," ucap Tari yang tiba-tiba mendapat ide.


" Boleh juga. Kamu bilang aja nanti. Kalau kalian ada pertemuan. Nanti aku akan menyempatkan diri. Untuk ikut," sahut Clara yang tidak akan menolak.


" Oke sip," sahut Tari.


" By the way. Kamu sampai kapan di Indonesia?" tanya Tari.


" Aku belum tahu. Lihat nanti kondisi mama seperti apa. Kalau memang semakin membaik. Mungkin tidak akan lama," jawab Clara yang tidak bisa memastikan apa-apa.


" Kenapa tidak menginap saja di Indonesia?" tanya Tari.


" Ya pasti. Tetapi nanti ada saatnya untuk tinggal di Indonesia," sahut Clara.


" Apa kamu harus menikah dulu dengan orang Indonesia. Baru akan menetap di sini," ucap Tari.


" Mungkin saja," sahut Clara menanggapi dengan bercandaan.


" Kenapa Pria tadi menggangu pikiranku. Apa iya aku mirip temannya. Dia juga melihatku seperti ada sesuatu," batin Clara yang tiba-tiba kepikiran dengan pemuda yang ada di Bandara tadi.


Tari menoleh ke arahnya dan melihatnya yang melamun.


" Ada apa Clara?" tanya Tari.


" Oh, tidak apa-apa," jawab Clara.


" Kamu yakin?" tanya Tari.


" Hmmm, aku hanya kepikiran dengan pria tadi. Aneh sekali dia menganggapku temannya dan aku melihat dia penuh keyakinan," ucap Clara yang mengatakan apa yang mengganjal di pikirannya.


" Kamu benar. Dia memang sangat aneh. Aku saja heran," sahut Tari.


" Tapi sudahlah. Mungkin memang hanya mirip saja," sahut Clara. Tari mengangguk-angguk setuju.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2