
Akhirnya operasi itu selesai dan Iqbal sudah di bawa keruang perawatan. Dia juga sudah siuman dan terlihat Azizi yang terus memegang tangannya yang duduk di sampingnya dengan mengusap-usap rambutnya.
" Mama kenapa masih nangis, kan Iqbal sudah sembuh," ucap Iqbal yang heran melihat air mata mamanya masih saja keluar.
" Iqbal, mama kamu itu bahagia makanya menangis," sahut Lina.
" Bahagia kok menangis, kan Iqbal sudah tidak apa-apa," sahut Iqbal.
" Mama hanya terharu, mama senang melihat Iqbal sudah sembuh, mama sangat takut kehilangan Iqbal, jadi wajar jika mama menagis saat Iqbal sudah di nyatakan sembuh," ucap Azizi dengan perasaannya yang harus di tumpahkan nya.
Yang ada di ruangan itu terharu melihat Azizi. Mereka tau Azizi memang pasti sangat haru dengan keselamatan sang anak.
" Maafin Iqbal, jika Iqbal sudah membuat mama sedih, Iqbal janji tidak akan membuat mama sedih lagi," ucap Iqbal yang merasa bersalah.
" Iya sayang," sahut Azizi. Iqbal melihat ke arah papanya.
" Pa, tolong hapus air mata mama. Iqbal tidak mau air mata mama menetes," ucap Iqbal.
Mendengar kata-kata itu membuat yang lainnya saling melihat dan tersenyum melihat Iqbal yang terus berusaha untuk mendekatkan mama dan papanya.
" Tidak apa-apa, mama bisa hapus sendiri," sahut Azizi langsung mengusapnya. Namun Vandy langsung mencegah tangan Azizi. Menghadap Azizi dan mengusap air mata itu sesuai permintaan anaknya yang membuat ruangan itu terdapat senyum merekah dari orang-orang yang ada di dalamnya.
Namun Azizi terlihat gugup dan mungkin malu sedikit. Karena teman-temannya yang ada di sana, melihatnya dengan senyum-senyum yang membuatnya menjadi gugup di antara yang lainnya.
" Huhhh, bikin iri aja," sahut Sasy.
" Makanya nikah," sahut Cherry.
" Ishhhh, mentang-mentang," sahut Sasy kesal. Namun Azizi malah wajahnya memerah dengan apa yang terjadi tadi.
**********
Sasy pun pulang di jemput oleh pacaranya Toby yang sudah menunggunya di parkiran rumah sakit.
Bruk.
Pintu mobil terbuka dan Sasy langsung memasuki mobil.
" Maaf, menunggu lama," sahut Sasy tersenyum.
__ADS_1
" Tidak apa-apa," sahut Cherry.
" Oh iya apa Iqbal sudah baik-baik saja?" tanya Toby. Sasy mengangguk.
" Hmmm, dia baik-baik saja, kamu tidak mau lihat dia?" tanya Sasy.
" Sudah malam, dia pasti sudah tidur. Besok saja," sahut Toby.
" Oke. Kaku memang benar. Kalau begitu, ya sudah. Kalau begitu kita pulang, aku sudah mengantuk, juga lelah," ucap Sasy.
" Kamu tidak mau makan dulu?" tanya Toby.
" Memang kamu masih mau mengajakku makan?" tanya Sasy. Toby mengangguk.
" Baiklah, kalau gratis aku tidak mungkin menolaknya," sahut Sasy dengan senyum lebarnya.
" Dasar, masih saja. Mau yang gratisan," ucap Toby mengusap-usapnya pucuk kepala Sasy. Dan Sasy pun hanya tersenyum cengengesan.
*********
Beberapa hari berikutnya Iqbal sudah kembali pulang kerumah. Suatu anugrah dan kebahagian untuk Azizi yang akhirnya putranya bisa selamat dari operasi.
Sekarang Azizi sedang berada di kamar mandi yang masih memakai baju tidur sepahanya untuk menemani Iqbal mandi yang mana Azizi sekarang sedang melap rambut anaknya itu di mana Iqbal yang memakai handuk di lilit di pinggangnya.
" Mama memangnya keberatan kalau mandiin Iqbal?" tanya Iqbal. Azizi tersenyum dengan mengangguk.
" Iya, karena anak mama ini sudah besar. Tetapi masa iya harus di mandiin lagi," ucap Azizi.
" Iqbal janji nanti Iqbal tidak akan minta mandiin lagi," ucap Iqbal.
" Anak pintar," sahut Azizi.
" Iqbal, papa sudah belikan bubur untuk kamu," tiba-tiba terdengar suara Vandy yang memasuki kamar.
" Iya pa, Iqbal di kamar mandi papa kemari aja," sahut Iqbal sedikit berteriak.
" Hmmm, iya sayang," sahut Vandy.
Iqbal melihat mamanya masih sangat serius namun Iqbal tiba-tiba Iqbal melihat air shower.
__ADS_1
" Iqbal mau cuci muka sebentar," ucap Iqbal. Azizi mengangguk.
Iqbal langsung mendekati air shower dan malah menarik sesuatu yang membuat shower nya putus dan airnya memancur dengan tinggi.
" Iqbal apa yang kamu lakukan," sahut Azizi heran yang langsung berdiri.
" Mama bantuin Iqbal," sahut Iqbal. Azizi pun berusaha untuk membantu putranya yang tidak henti-hentinya bikin ulah.
Sampai tangan Azizi berusaha memperbaikinya dan pakaiannya sudah basah semuanya.
" Kamu sih, ada-ada aja, bikin kerjaan tau," kesal Azizi.
" Maaf ma," sahut Iqbal merasa bersalah.
" Pa, bantuin Iqbal," teriak Iqbal dengan suaranya yang keras.
Vandy terlihat heran mendengarnya dan langsung memasuki kamar mandi dan melihat Azizi dan Iqbal sudah mandi.
" Astaga, kok bisa kayak gini," sahut Vandy yang langsung ikut membantu Azizi dan pasti Vandy yang tadi sudah rapi-rapi harus basah-basahan karena perbuatan anaknya yang tingkahnya ada saja.
Melihat mama dan papanya basah-basahan membaut Iqbal tersenyum manis.
" Iqbal panggil bantuan dulu," sahut Iqbal dengan cepat berlari keluar membiarkan mama dan papanya berduaan. Yang sepertinya ini adalah trik Iqbal untuk membuat mama dan papanya terus dekat.
Tangan Vandy dan Azizi berusaha memperbaiki apa yang di rusak Iqbal agar airnya tidak keluar lagi, mereka bahkan sudah basah-basahan. Bahkan baju tidur putih yang di pakai Azizi sudah terlihat pakaian dalamnya dan Vandy juga sudah basah-basahan.
" Kamu tolong ambilkan tali keluar," ucap Vandy Azizi mengangguk.
" Baiklah," sahut Azizi yang langsung ingin bergerak, tetapi lantai yang Livin membuatnya terpeleset dan akhirnya jatuh ke arah Vandy dan Vandy yang tidak siap akhirnya membawa tubuh itu jatuh bersama kedalam bathup
Byurrrr
Pasangan suami istri itu pun akhirnya masuk kedalam bathup yang berisi air dengan tubuh Azizi yang menindih tubuh Vandy dan Vandy yang hampir wajahnya tenggelam mengangkat kepalanya dan sontak hal itu membuat wajahnya dan wajah Azizi semakin dekat hingga tanpa jarak sekali pun.
Akibat dari apa yang terjadi membuat ke-2nya saling menatap dengan jantung mereka yang terus berdebar di dalam sana. Dengan dan mata yang tidak lepas untuk tidak saling menatap.
Deru napas ke-2nya sangat tidak stabil. Mereka hanya diam dengan posisi yang seperti itu. Dia mana air tetap memancur dari atas sana layaknya mereka berdua sedang mandi hujan.
Vandy kesulitan menelan salavinanya saat berada dalam keadaan seperti itu dengan Azizi. Mata Vandy turun pada bibir Azizi. Mungkin saja dia tidak akan tahan untuk tidak meraih bibir halal istrinya itu dan memang benar Vandy langsung mengecupnya membuat Azizi kaget dengan melototkan matanya.
__ADS_1
Tetapi sepertinya. Vandy tidak hanya ingin mengecupnya saja. Vandy mengangkat kepalanya dan mencium kembali Azizi. Dan tidak ada penolakan dari Azizi, malah Azizi memejamkam matanya seperti memberikan izin pada Vandy dan Vandy pun melanjutkan dengan mengecup lebih dalam lagi.
Bersambung