DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 237 Makan malam bersama.


__ADS_3

Vandy sampai melihat Azizi. Dia juga tidak percaya. Jika Azizi akan mengatakan hal itu.


" Baiklah, kakek, nenek," sahut Iqbal tersenyum. Lina berjongkok dan langsung memeluk Iqbal.


" Terimakasih, sudah datang kerumah kami. Terima kasih," ucap Lina yang tidak bisa menahan air matanya untuk tidak menetes.


" Kenapa nenek menangis? apa ada yang sedih? tanya Iqbal heran melihat wanita tua itu menangis.


" Tidak, tidak apa-apa," sahut Lina yang melepas pelukan itu dan langsung menyeka air matanya. Dia tidak ingin Iqbal melihatnya meneteskan air mata lagi.


" Ya sudah, ayo kita masuk, kita makan malam dulu. Iqbal pasti lapar kan," sahut Yanto.


" Iya kek," sahut Iqbal.


" Ya sudah kita masuk ya," sahut Yanto.


" Iya pa," sahut Vandy.


" Ayo Iqbal, kita masuk sayang," ucap Azizi.


" Iya ma," jawab Iqbal.


*********


Merekapun sudah berkumpul di meja makan dan Iqbal duduk di samping Lina yang sedari tadi menawarkannya makanan.


" Kamu mau tambah ayamnya lagi?" tanya Lina yang terus menawarkan Iqbal makanan.


" Sudah cukup nek, perut Iqbal bisa meledak," sahut Iqbal dengan mulutnya yang penuh makanan.


Azizi yang duduk di samping Vandy tersenyum tipis melihat ketulusan orang-orang pada anaknya dan anaknya pasti merasa bahagia.


" Tidak akan meledak Iqbal," sahut Arif tersenyum.


" Tapi Iqbal sudah kenyang," sahut Iqbal.


" Ya sudah, kalau sudah kenyang, kamu habisi yang di piring kamu saja," sahut Yanto.


" Baik kakek," jawab Iqbal.


" Ya Allah, terima kasih, atas kesempatan yang kau berikan kepada keluarga kami. Bertemu dengan anak malang ini," batin Lina yang tidak henti-hentinya sangat bahagia dengan kedatangan cucunya.


" Mungkin memang Iqbal harus melakukan pendekatan pada keluarganya. Apapun itu Tante Lina om Yanto adalah nenek dan kakeknya. Dan Iqbal harus tau itu," batin Azizi


" Azizi kamu juga makan ya," ucap Lina tidak lupa menawarkan Azizi.

__ADS_1


" Iya Tante," jawab Azizi mengangguk dengan tersenyum tipis.


" Oh, iya om Arif Dokter juga ya?" tanya Iqbal tiba-tiba.


" Hmmm, iya. Memang Iqbal tau dari mana?" tanya Arif.


" Tadi di ruang tamu, Iqbal melihat foto keluarga dan om Arif memakai seragam Dokter," jawab Iqbal.


" Benar sayang, Dokter juga Dokter sama seperti Dokter Vandy. Kalau Dokter Vandy specialis porensik. Kalau Dokter Ari specialis jantung," sahut Arif menjelaskan.


" Hmmm, begitu," sahut Iqbal.


" Kakek, juga Dokter," sahut Yanto yang tidak mau kalah.


" Dokter apa?" tanya Iqbal.


" kakek sudah menjadi frofesor," sahut Yanto.


" Lalu nenek bagaimana?" tanya Iqbal.


" Iya sayang, nenek juga Dokter yang menjadi Dokter kulit," sahut nenek.


" Semuanya Dokter. Ma Iqbal nanti kalau sudah besar mau jadi Dokter," sahut Iqbal. Azizi tersenyum mengangguk.


" Dan menjadi Dokter, harus rajin belajar," sahut Vandy menambahi.


" Iya Dokter Vandy. Iqbal akan rajin belajar. Jadi anak penurut. Agar menjadi Dokter yang hebat," sahut Iqbal dengan yakin.


" Hmmm, ya sudah ayo lanjutkan makannya," sahut Yanto.


Yang lainnya mengangguk dan melanjutkan makan mereka.


************


Raquel sedang berada di rumah Sasy yang juga sedang menikmati makan malam yang tadi di bawakan Raquel sebelum mampir Kerumah Sasy.


" Azizi nggak balik juga?" tanya Raquel.


" Kayaknya agak malam deh, soalnya tadi katanya mampir tempat Vandy dulu," jawab Sasy dengan mengunyah makannya.


" Hmmm, memang mereka sedekat itu ya?" tanya Raquel yang baru mendengar gosip-gosipnya saja jika Azizi dan Vandy memang dekat


" Ya begitulah," sahut Sasy menggedikkan bahunya.


" Begitu bagaimana?" tanya Raquel heran, " Hubungan mereka hanya sebatas teman atau ada hubungan istimewa?" tanya Raquel yang tampak kepo.

__ADS_1


" Hmmm, kita lihat saja nanti, semoga ada kabar baik, oke," sahut Sasy yang tidak ingin memberikan jawaban yang tepat.


" Sasy itu bukan jawaban, kamu kan satu rumah dengan Azizi dan pasti kamu tau dong kedekatan Azizi dan Vandy?" sahut Raquel yang kepo.


" Kan aku sudah bilang, kita lihat saja nanti. Kalau ada kabar baik. Pasti mereka akan kasih tau kok," sahut Sasy menegaskan.


" Issss tinggal kasih tau aja apa susahnya," kesal Raquel.


" Hmmm, sudah ya Raquel. Kamu itu banyak tanya. Sekarang to the point saja. Ngapain kamu datang malam-malam tiba-tiba pakai bawa makanan segala. Pasti ada maunya," ucap Sasy mencium aroma udang di balik bakwan.


" Apaan, sih, emang nggak boleh, berpikiran buruk aja deh," sahut Sasy.


" Aku itu tau siapa kamu, kalau tiba-tiba kayak gini, pasti ada maunya, sudah langsung aja. Nggak usah basa-basi keburu basi entar," sahut Sasy yang mengoceh dan tetap melanjutkan makannya.


Raquel langsung lesu dan menunduk. Dan memang sepertinya ada yang ingin di sampaikannya.


" Mau curhat," ucap Raquel pelan. Membuat Azizi mengkerutkan bibirnya.


" Hmmm, sudah di duga, semua ini hanya sogokan," sahut Sasy yang sudah terbiasa dengan hal itu.


" Sasy, aku kesal banget sama Aldo, belakangan ini Aldo jarang banget perhatian, bahkan telpon aku tidak di angkat dan wa aku hanya di read doang. Jika di tanya alasannya selalu lagi sidang dengan Tari. Apa-apa tari, selalu tari bikin kesal aja," ucap Raquel uang sudah mengeluarkan isi hatinya dan Sasy harus menjadi pendengar setianya.


" Memang kasus Bayu belum selesai juga?" tanya Sasy.


" Itu dia, Aldo selalu bilang sidang terakhir. Tapi apa tidak selesai-selesai. Atau jangan-jangan itu cuma alasan Aldo saja. Yang kemungkinan dia selingkuh dengan Tari," ucap Raquel yang langsung menuduh pacaranya yang tidak-tidak yang membuat Sasy geleng-geleng.


" Nggak usah bicara sembarangan, kalau tidak ada bukti," sahut Sasy.


" Ya buktinya. Kenapa coba nggak selesai-selesai. Pasti mereka ada hubungan gelap makanya Aldo sering tidak ada waktu untukku dan sibuk bersama wanita itu," ucap Raquel dengan wajahnya yang sedih.


" Ya mungkin saja, dia memang sibuk dan mungkin kalau kasusnya sudah selesai dia akan kembali perhatian sama kamu. Sabar aja," sahut Sasy memberi saran.


" Mana mungkin," sahut Raquel yang tidak percaya dan merasa pacarnya selingkuh.


" Ada apa-apa saja, curhatnya sama ku. Tetapi kalau sudah baikan, issshh, pamer mulu kerjanya," batin Sasy.


" Sasy kamu kok diam aja sih," sahut Raquel yang merasa tidak di respon.


" Dengar ya Raquel. Aldo itu lagi pasti lagi sibuk dengan pekerjaan, bukan dengan wanita lain. Kan kamu sendiri yang bilang, kasusnya sangat berat jadi berfikir positif lah," sahut Sasy memberi saran.


Raquel tampak diam antara apa yang di sampaikan Sasy masuk kedalam telinganya atau tidak dan sepertinya memang tidak masuk kedalam telinganya dengan apa yang di katakan Sasy


" Sudah- sudah jangan sedih, makan aja buruan, biar sedihnya hilang," ucap Sasy memberikan saran. Karena memang makan adalah obat kalau lagi galau dalam asmara.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2