DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 296 Ada hati yang sesak.


__ADS_3

Cherry berada di Yayasan kanker pelita untuk kembali memberi arahan dan semangat pada anak-anak di sana. Dia memang tidak ada pekerjaan jadi sangat wajar dia menghabiskan waktunya di sana dari pada bosan di rumah dan jika di rumah sakit pasti hanya mengganggu Verro saja.


Cherry tersenyum duduk di salah satu bangku taman melihat anak-anak yang bermain yang seakan melupakan bahwa mereka sedang sakit.


" Ya Allah, berikan mereka kesembuhan ya Allah. Seperti engkau yang memberikan ku kesembuhan," batin Cherry dengan penuh doa dan harapan.


" Cherry!" sapa seseorang yang membuat Cherry menoleh kesampingnya yang ternyata adalah Fiona.


" Fiona," sahut Cherry. Fiona tersenyum lalu duduk di samping Cherry.


" Kamu lagi nungguin Verro?" tanya Fiona.


" Hmmm, aku lagi nungguin Verro," jawab Cherry.


" Keadaan kamu bagaimana?" tanya Cherry.


" Aku baik-baik saja. Tempat ini membuatku damai," jawab Fiona tersenyum.


" Fiona, walaupun seperti itu, kamu harus tetap di tangani oleh medis, kamu tidak boleh menyerah," ucap Cherry dengan serius bicara pada Fiona.


" Hmmmm, aku tidak menyerah dan tidak pernah menyerah. Lagian aku juga di tangani oleh medis. Verro bukannya Dokter ku dengan di tangani Verro itu sudah cukup dan membuatku tenang," ucap Fiona dan Cherry menanggapi dengan Datar.


" Aku sangat bersyukur Cherry bila Verro mengajakku ketempat ini. Tempat ini sangat cocok untukku. Dan juga Verro sangat bisa membantuku dan mempengaruhi kesehatanku," lanjut Fiona lagi dan Cherry hanya diam menyimak.


" Bagaimana, dengan kamu Cherry, apa di Yayasan kanker ini membuat kamu bahagia?" tanya Fiona.


" Jelas, aku sangat bahagia di tempat ini. Karena tempat ini memberikan ku kebahagian dengan melihat orang-orang yang berjuang dan terlebih lagi tempat ini di buatkan Verro untukku," ucap Cherry tersenyum dengan menggambarkan kebahagiannya.


" Sama, aku juga sangat bahagia dengan tempat ini. Karena tempat ini memberikan ku kebahagian juga," sahut Fiona tersenyum. Cherry hanya mengangguk-angguk saja.


" Kamu tau apa yang istimewa bagi ku di tempat ini?" tanya Fiona.


" Apa?" tanya Cherry.

__ADS_1


" Karena aku tidak menyangka, jika aku orang yang pertama di bawa Verro kemari," sahut Fiona membuat Cherry kaget dengan kata-kata Fiona.


" Maksud ku setelah kamu," sahut Fiona. " Karena Verro mengatakan teman-teman dekatnya belum pernah ke Yayasan ini dan baru aku yang di bawanya setelah kamu," lanjut Fiona lagi membuat wajah Cherry seketika kaget.


" Ini kan di buatkan Verro untuk kamu. Pasti kamu kan yang pertama?" tanya Fiona. Cherry hanya mengangguk saja.


" Bukan aku, aku bahkan orang belakangan yang di ajak ketempat ini. Dan itu berarti kamu yang pertama Fiona," batin Cherry seakan merasa kecewa dengan Verro.


" Cherry, jadi dengan keberadaan ku di sini, aku sangat bahagia dengan semua yang ada di sini. Lagian juga kamu jangan Khawatir masalah pengobatan ku dengan medis. Kan semenjak aku berada di sini. Bukannya Verro juga setiap hari mengunjungiku di sini. Bahkan setiap pulang dari rumah sakit dia selalu datang kemari dan memastikan ku sudah baik-baik saja baru dia pulang. Jadi itu sama saja Cherry dengan tanganan medis," ucap Fiona lagi.


Debaran jantung Cherry di dalam sana berdetak tidak menentu dengan kata-kata Fiona. Ada hati yang cemburu di dalam sana jika memang benar suaminya lebih banyak menghabiskan waktu bersama Fiona.


" Ya Verro memang Dokter yang hebat yang bisa memberikan pasien kenyamanan," lanjut Fiona lagi, membuat Cherry menatap Fiona dengan serius dengan tubuhnya yang bergetar.


" Cherry!" Cherry tersentak kaget saat mendengar seseorang memanggil namanya dan ternyata Verro.


" Hmmm," sahut Cherry tampak linglung.


" Tidak kok, hanya sebentar," jawab Cherry kelihatan gelisah.


" Aku mengajaknya mengobrol, jadi pasti waktunya tidak terasa," sahut Fiona.


" Begitu rupanya," sahut Verro.


" Ya sudah ayo kita pulang," ucap Cherry yang langsung berdiri.


" Sebentar ya sayang, aku harus pastikan Fiona meminum obatnya dulu. Baru kita pulang," sahut Verro. Cherry menatap Verro dengan serius.


" Oh, iya, untung kamu mengingatkannya, ya sudah Verro ayo kekamar ku," sahut Fiona yang langsung berdiri dan Cherry mendengar kata kamar kaget bahkan jantungnya ingin copot.


" Hmmm, ayo!" sahut Verro dengan entengnya.


" Sayang kamu tunggu sini ya," ucap Verro yang langsung pergi bersama Fiona dan meninggalkan Cherry yang berdiri terpaku dan hanya melihat suaminya pergi dengan Fiona dan bahkan tidak mengajaknya membuat ada sesak di dalam sana.

__ADS_1


Cherry mengusap wajahnya dengan menyibak rambutnya kebelakang dan mencoba menenangkan dirinya dengan napasnya yang memang tidak stabil.


" Cherry, apa yang kamu pikirkan. Verro adalah Dokter dan ingat kata Verro dia bekerja dengan profesional. Jangan memikirkan apa-apa. Bukan hanya Fiona dia akan melakukan itu kepada orang lain juga karena dia adalah Dokter," batin Cherry yang benar-benar gelisah. Hanya karena kata-kata Fiona dan tindakan Verro.


Tetapi Cherry berusaha menenangkan dirinya. Tidak ingin berprasangka buruk. Kepada suaminya dan juga pada Fiona.


***********


Sasy dan Toby sedang makan bersama di salah satu Restaurant dan bukan hanya mereka berdua ada Raquel juga yang menjadi obat nyamuk.


" Ishhh, kesal banget, harus memeriksa medis si Fiona," ucap Sasy mengeluh.


" Lagian, apaan sih. Si Verro pakai ikut-ikutan buat urusin so Fiona," sahut Raquel yang juga tampak tidak senang.


" Ya gimana mau tidak ikutan. Cherry sendiri yang menyuruh Verro untuk menjadi Dokter Fiona. Ya jelas Verro jadi menanganinya serius," sahut Toby.


" Cherry itu benar-benar kelewat baiknya. Dari dulu nggak berubah. Udah tau Fiona orang kayakmana. Dia pasti senang tuh Verro jadi Dokternya," sahut Sasy kesal dengan Cherry.


" Ya apa lagi, namanya juga kesempatan dalam kesempitan," ucap Raquel.


" Lagian memang Fiona kenapa sih, nggak mau di rawat di rumah sakit. Padahalkan lebih bagus fasilitasnya," ucap Toby heran.


" Ya pasti mau dekat-dekat dengan Verro lah, apalagi kalau nggak itu," sahut Raquel yang bisa menebak.


" Pasti iya lah. Sudah tau musim pelakor, masih aja kasih akses untuk pelakor, memang Cherry juga sih, nggak peka-peka dengan sekelilingnya," desis Sasy.


" Hmmm, kita doakan saja, semoga rumah tangga Cherry baik-baik saja dan semoga Fiona benar-benar bertaubat dan tidak memanfaatkan kebaikan Cherry untuk kepentingannya," ucap Toby dengan penuh harapan.


" Ya semoga saja. Awas aja, kalau si Fiona macam-macam. Lihat saja aku akan kasih dia pelajaran dan tidak akan peduli mau dia sakit atau tidak. Mau dia mati atau tidak. Aku tidak akan peduli," ucap Sasy yang pasti akan pasang badan untuk temannya.


" Aku juga," sahut Raquel yang siap melakukan apapun untuk Cherry.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2