DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 243 Jujur.


__ADS_3

Mereka jelas masih menunggu-nunggu Vandy dan Azizi memberi penjelasan. Vandy dan Azizi kembali saling melihat. Azizi menganggukkan matanya. Vandy pun melakukan hal yang sama.


" Aku dan Azizi akan menikah," ucap Vandy yang akhirnya jujur dengan hubungannya dengan Azizi. Raquel langsung menganga kaget mendengarnya. Cherry juga kaget yang akhirnya mendengar pengakuan hubungan itu.


" Maaf, jika ini mengejutkan kalian. Ini tidak tiba-tiba. Tetapi kami memang sudah merencanakannya lama dan memang kami tidak mengatakan hubungan kami kepada kalian," lanjut Vandy. Wanita-wanita yang mendengar omongan Vandy masih kaget dengan wajah mereka yang di penuhi dengan rasa terkejut.


" Kami juga tidak menyembunyikan. Kami hanya merasa tidak perlu mamamerkannya dan akan mencari waktu yang tepat untuk untuk mengatakan hal yang sebenarnya dan ini mungkin tepat," sahut Azizi yang menambahi.


" Jadi kami minta maaf jika apa yang kami lakukan membuat kalian penasaran dan bahkan bertanya-tanya. Sungguh kami tidak bermaksud," ucap Vandy lagi.


" Aku berharap kalian tidak marah. Sungguh ini bukan rahasia dan bahkan aku yang satu tempat tinggal dengan Sasy pun tidak menceritakan hal itu," sahut Azizi lagi.


" Iya aku memang tidak tau apa-apa," sahut Sasy membenarkan.


" Tidak ada yang marah kok. Dan tidak ada alasan untuk kami juga marah. Kami justru senang. Jika mendengar kabar bahagia ini," sahut Cherry tersenyum dengan santai.


'' Benar. Yang penting kita sudah tau dan kita tidak penasaran dan menerka-nerka hal yang tidak penting," sahut Raquel yang pasti sudah lega dan tidak heboh lagi.


" Lalu kapan memangnya rencana pernikahan kalian?" tanya Cherry. Sasy dan Raquel mengangguk penasaran dengan juga.


" Minggu depan," jawab Vandy dan Azizi serentak. Membuat Cherry, Sasy, dan Raquel kaget yang ternyata hanya sebentar lagi.


Tetapi Azizi dan Vandy saling melihat, setelah menjawab bersamaan yang bisa-bisanya di jawab bersamaan. Dan mereka berdua salah tingkah


" Minggu depan?" tanya Sasy.


" Iya," jawab Azizi dan Vandy secara serentak lagi. Yang membuat Sasy tersenyum.


" Mentang sudah mau nikah, jadi kompaknya sudah mulai kelihatan," goda Raquel. Azizi dan Vandy semakin salah tingkah dengan ketidak sengajaan yang terjadi pada mereka.


" Ya kalau begitu kita harus siapin kado dong," sahut Cherry.


" Hmmm, benar kita harus siapin kado," sahut Raquel menambahi.


" Jangan repot-repot. Dengan kalian datang itu sudah cukup," sahut Azizi.


" Kado itu wajib," sahut Sasy.


" Terserah kalian saja," sahut Vandy.

__ADS_1


" Ya sudah yang penting selamat untuk kalian berdua dan semoga semuanya di beri kelancaran," ucap Cherry memberikan doanya.


" Benar, semoga tidak ada hambatan atau yang lainnya," sambung Raquel.


" Kalau butuh sesuatu kami pasti siap membantu," sahut Sasy yang tidak kalah pasang badan untuk pasangan pengantin itu.


" Terima kasih untuk doanya. Aku senang jika kalian mendukung pernikahan ku dan juga Vandy," sahut Azizi yang sekarang jauh lebih lega.


" Sama-sama, kita yang senang dengan kabar ini," sahut Cherry.


" Ya sudah mari kita lanjutkan makannya," sahut Vandy yang lainnya mengangguk dan kembali menikmati makanan mereka.


" Aku merasa lega dengan memberi tahu mereka," batin Azizi tersenyum tipis.


" Untung saja mereka tidak banyak bertanya," batin Vandy yang juga sama leganya dengan Azizi.


Sahabatnya memang bukan tipe yang terlalu mengurus kehidupan orang lain. Jika sudah di beritahu akan menikah itu sudah cukup dan tidak perlu lagi bertanya.


Bagaimana bisa, sejak kapan menjalin hubungan dan bla-bla yang mungkin merupakan privasi yang tidak perlu di tanyakan. Jadi mereka cukup tau kapan pernikahan itu dan itu sudah cukup.


Tiba-tiba di tengah makan mereka mata Vandy menoleh kearah meja yang tidak jauh dari mereka. Bukan masalah mejanya yang mencuri perhatiannya tetapi masalah siapa yang di lihatnya yang tak lain adalah Aldo.


" Tari," ucap Cherry yang juga melihat Aldo bersama temannya. Wajah Raquel langsung berubah menjadi kesal dengan beberapa kali menelan ludahnya.


Sasy yang melihatnya juga kaget. Tetapi langsung melihat ke arah Raquel yang tampak panas. Bahkan tangan Raquel mengepal.


" Kok mereka bisa bersama?" tanya Vandy heran. Sasy melototkan matanya ke arah Vandy memberi kode diam.


Tari dan Aldo memang makan berduaan dengan nikmat sambil tertawa-tawa.


" Kamu bisa aja," sahut Tari tertawa kecil. Yang sepertinya lucu mendengar ucapan Aldo.


" Aku serius, kalau memakan gado-gado itu suasananya akan berbeda," sahut Aldo.


" Hmmm, tapi tetap aku tidak pernah kepingin untuk menikmatinya," sahut Tari yang tampak tidak suka dengan gado-gado.


" Cobalah sedikit pasti kamu ketagihan," ucap Aldo dengan menyodorkan sesendok gado-gado ke arah mulut Tari. Dahi Tari mengkerut saat melihat makanan itu di depan mulutnya yang sama sekali tidak selera memakannya.


" Cobalah Tari. Ini enak," desak Aldo. Dan akhirnya Tari pun menerima suapan Aldo

__ADS_1


" Enak bukan?" tanya Aldo. Tari mengangguk-angguk sambil mengunyah.


" Lumayan lah," sahut Tari. Aldo mendengus tersenyum.


" Kamu juga coba makananku," ucap Tari yang menyodorkan Aldo sesendok makanannya dan Aldo langsung membuka mulutnya.


" Enak?" tanya Tari.


" Lumayan juga," sahut Aldo tersenyum.


jelas pemandangan itu membuat Raquel semakin panas dan bahkan tubuhnya bergetar dengan tangannya mengepal melihat pacarnya yang bermesraan dengan wanita lain bahkan saling suap-suapan.


Teman-teman 1 meja Raquel juga tidak tau harus melakukan apa. Mereka pasti tau Raquel sangat marah dengan hal itu.


Raquel masih menahan diri dengan tetap menonton kemesraan itu. Di mana Aldo dan Tari begitu romantis.


" Auhh," lirih Tari tiba-tiba memegang matanya.


" Ada apa Tari?" tanya Aldo.


" Kayanya kepircak bumbu cabai," sahut Tari merasa perih pada matanya.


" Sorry," sahut Aldo mendekatkan wajahnya dan mencoba membantu Tari dengan meniup mata Tari.


Tontonan seperti itu semakin membuat panas dan dan Raquel sudah semakin darah tinggi dengan napasnya yang sesak melihat pemandangan itu.


" Kenapa Tari begitu dekat dengan Aldo?" batin Cherry yang juga heran melihat temannya itu.


" Ya ampun Raquel pasti marah melihat Aldo yang seperti itu," batin Azizi seakan tau perasaan Raquel.


" Apaan Sih, Aldo apa-apaan sih," batin Vandy yang juga bingung.


" Wau, ini mah memang jelas sudah tidak wajar. Pantesan Raquel galau terus ternyata memang hal itu tidak wajar dan mereka benar-benar sedekat itu," batin Sasy yang tadinya membela Aldo. Karena tau Raquel hanya lebay.


Tetapi apa yang dilihatnya benar-benar kelewatan dan dia saja yang bukan siapa-siapa Aldo bisa panas. Apa lagi Raquel.


Raquel mengepal tangannya dan memukul kemeja. Tidak terlalu kuat dan berdiri.


" Raquel mau kemana?" tanya Sasy yang melihat Raquel berjalan mengarah meja Tari dan Aldo.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2