DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode I30 Bandara.


__ADS_3

Bukan hanya Verro yang masih berduka. Setiap kali membicarakan sahabat mereka Cherry. Pasti membuat mereka mewek. Bahkan Sasy meneteskan air mata.


Meski sudah meninggal 7 tahun lalu Cherry masih tetap di hati mereka. Kepergian Cherry adalah luka yang paling dalam untuk mereka. Dan luka itu akan terus muncul ketika melihat Verro yang hidup tanpa arahan.


Verro yang memiliki batas tersenyum hanya 1 % persen dan memiliki kesedihan 99% selama 7 tahun. Dia juga harus bersikap profesional dalam bekerja. Karena dia seorang Dokter yang harus terlihat bahagia di depan pasien.


Teman-temannya hanya bisa mendukungnya dan pasti memberikan kekuatan dari dulu sampai sekarang. Karena memang hanya itu yang dimiliki Verro hanya teman-temannya. Dia mungkin akan jatuh-sejatuh jatuhnya kalau tidak mendapat dukungan itu.


Bukan hanya Verro yang sering mengunjungi makam Cherry. Tetapi juga yang lainnya, mengunjungi makam di hari-hari penting. Hari kematian.


Hari ulangtahun Cherry dan momen-momen ketika mereka lulus atau sedang sukses dalam bidang apapun. Mereka akan merayakan bersama Cherry.


Setelah 7 tahun berlalu memang semuanya berubah. Meski kehilangan sahabat. Mereka tetap melanjutkan kehidupan mereka. Bersekolah dengan benar sampai lulus dengan nilai yang terbaik.


Walau itu masa-masa tersulit mereka. Karena selama 1 tahun kehilangan Cherry. Mereka juga sekolah antara semangat dan tidak. Tetapi balik lagi mereka harus profesional dan akhirnya bisa lulus dengan baik.


Verro mengambil Kuliah ke Dokteran yang merupakan cita-citanya dari kecil dan Cherry juga tau hal itu. Karena mereka sempat membicarakannya.


Verro menjadi Dokter sudah 3 tahun dan dia sangat di kenal. Salah satu Dokter ahli kanker yang tidak pernah gagal Operasi.


Sasy juga mengambil kuliah ke Dokteran. Dia ingin menjadi Dokter agar bisa menolong orang-orang. Yang pasti itu juga berawal dari kehilangan Cherry yang membuatnya ingin menjadi Dokter.


Tetapi tidak semudah yang Sasy pikirkan. Dia bahkan selama 2 tahun menjadi Dokter. Hanya sebagai pendamping saja.


Sama halnya dengan Raquel yang menjadi Dokter karena rekomandasi mamanya. Padahal dia ingin menjadi desainer. Dan mau tidak mau dia mengikut saja menjadi Dokter.


Sama dengan Sasy baru menjadi Dokter 2 tahun dan hanya sebagai pendamping saja. Yang jelas jauh berbeda dengan Verro.


Kalau Vandy, memang dasarnya keturunan keluarganya Dokter semua. Dari kakek sampai akhirnya dia juga. Dia memilih untuk menjadi Dokter ahli beda forensik.


Lain dengan Aldo yang sebenarnya sudah kelihatan dari dulu suka membela dan sangat bijaksana di sekolah. Dan Aldo berhasil menjadi pengacara yang hebat yang selalu menuntaskan kasus-kasus besar.


Seiring berjalannya waktu mereka memang disibukkan dengan profesi masing-masing. Tetapi mereka masih banyak waktu untuk bertemu dan makan bersama seperti tadi.


***********


Verro sampai kerumahnya. Rumah mewah yang di milikinya. Yang di bangun dengan hasil keringatnya sendiri menjadi seorang Dokter.


Verro keluar dari mobilnya dengan 1 tangannya menggantung tas Dokter yang sering di bawanya kerumah sakit dengan lengannya yang juga berada jasnya.


Di rumah sebesar itu Verro hanya tinggal ber-2 bersama Bi Ira. Bibi yang sudah di anggapnya seperti ibunya sendiri. Bibi yang dulu pernah bekerja di rumahnya yang sudah ikut dengan keluarga mereka.

__ADS_1


Bibi yang sudah ada sebelum Verro lahir. Tetapi semenjak mamanya meninggal. Bi Ira juga tidak bekerja lagi di rumahnya. Dan 4 tahun belakangan ini.


Takdir mempertemukan Verro kembali dengan wanita paruh baya itu dan akhirnya Verro mengajaknya untuk bekerja bersamanya kembali. Agar Verro tidak kesepian di rumahnya yang sebesar itu.


Untungnya Bi Ira mau. Dia juga sudah menganggap Verro sebagai anaknya sendiri. Jadi dia juga sangat tulus dalam mengasuh Verro.


Verro memasuki rumahnya. Dan langsung di sambut oleh BI Ira.


" Sudah pulang?" tanya Bi Ira langsung mengambil tas dari tangan Verro.


" Iya Bi," jawab Verro.


" Ya sudah makan dulu. Bibi sudah masak makan malam," ucap Bi Ira.


" Iya Bi, Aku bersih-bersih dulu. Baru makn menyusul," ucap Verro.


" Hmmmm, ya sudah, naiklah. Bibi juga sudah siapkan air hangat untuk kamu," ucap Bibi. Verro mengangguk dan langsung menaiki anak tangga.


**********


Verro memasuki kamarnya. Di dalam kamar yang luas itu juga terdapat Foto dengan bingkai besar yang berada dinhding bagian di atas ranjang Verro. Foto pernikahannya dengan Cherry saat Cherry memakai gaun yang indah mencuim pipi Verro.


Setiap memasuki kamarnya Verro memang akan tersenyum. Seakan istrinya sedang menyambutnya. Hatinya yang sedih akan sedikit bahagia. Kala melihat wanita yang di cintainya.


" Aku pulang sayang," ujar Verro tersenyum pada foto itu.


*********


Bandara.


Pesawat sudah landing. Wanita dengan pakaian celana jeans sobek memakai bleazer coklat, dengan rambut yang terurai sebahunya dengan memakai headset di telinganya menyeret kopernya dengan langkahnya yang santai.


Wanita yang sedari tadi memakai kacamata hitam itu membuka kacamatanya dan ternyata wanita itu adalah Fiona Raflesia. Yang baru pulang dari Singapura. Fiona menyeret kopernya sambil melihat ponselnya.


Dari arah yang berlawanan seorang filot yang juga menyerey kopernya berjalan kearah Fiona dengan fokus pada ponselnya.


Ke-2 nya fokus dengan ponsel mereka masing-masing sampai akhirnya keduanya harus mengalami insiden tabrak bahu.


" Auuuu," lirih ke-2 nya saat bahu itu sudah bertabrakan dan ponsel ke-2nya jatuh kelantai.


" Hati-hati lain kali," ketus Fiona mengambil ponselnya. Pilot tersebut juga mengambil ponselnya.

__ADS_1


" Anda yang hati-hati," sahut pilot tersebut membuka kaca matanya. Saat kaca matanya terbuka. Tidak Fiona ataupun pilot itu sama-sama kaget.


" Apa dia Toby," batin Fiona yang kesulitan mengenali. Tetapi dia masih mengingat teman SMA-nya itu. Walau penampilan dan gayanya sudah berubah.


" Fiona," ucap Toby jelas mengenali. Karena dari dulu wajah Fiona tidak pernah berubah. Wajah itu tetap judes.


" Lo kok ada di sini?" tanya Toby heran. Dia memang tidak pernah tau kabar Fiona.


" Kenapa kau bertanya seperti itu, apa itu Negara ini milikmu," sahut Fiona dengan ketus.


" Isss, mulutnya dari dulu memang sangat pedas," batin Toby yang tidak akan lupa dengan Fiona teman 1 kelasnya itu.


Fiona yang tidak ingin berbasa-basi, langsung pergi tanpa mempedulikan Toby. Toby sampai harus membelokkan kepalanya. Melihat kepergian Toby.


" Dasar wanita aneh, dari dulu tidak pernah berubah selalu seperti itu," gumam Toby geleng-geleng dia juga tidak ambil pusing dan langsung pergi dengan langkah kakinya yang menunjukkan sikat gagahnya.


Setelah lulus SMA. Toby memang mengambil sekolah penerbangan. Dan sekarang berhasil menjadi pilot yang tampan.


Toby yang dulu sangat berbeda dengan sekarang. Dulu mungkin Toby menye-menye lari-lari dan suka mengintili Sasy. Sekarang tidak dia lebih cool dan terlihat sangat acuh.


Dia memang terpahat sempurna sejak memasuki sekolah penerbangan. Bahkan dia Kapten pilot yang di idam-idamkan pramugari.


Tubuhnya sispeck bak seorang atlet. Belum lagi dengan wwajahnya yang sangat imout dan ditambah sifatnya yang cuek membjatnga sangat sempurna dan menjadi idola pada semua wanita.


Tetapi Toby tidak terlalu meladeni para wanita yang mendekatinya. Karena dia juga sangat pemilih dalam mencari wanita. Jadi tipe wanita Toby harus sempurna. Buat wanita-wanita yang sudah menaruh hatinya pada Toby.


Harap maklum karena Toby tidak bisa menerima jika tidak sesuai dengan kterianya. Namanya juga pria tampan jadi memang sangat pemilih.


Toby juga jarang di Jakarta. Karen Toby. Memilikk jadwal penerbangan yang cukup padat. Jadi dia sangat jarang bertemu teman-temannya. Bahkan dalam setahun belakangan ini.


Dalam setahun belakangan ini Toby tidak menemui sahabat-sahabatnyanya itu. Karena orang tampan memang akan banyak acara jadi harap di maklumi ya.


Dan pertanyaan tadi sebenarnya tidak pas untuk Fiona. Karena memang Toby lah yang jarang berada di negara mereka.


*********


Fiona sudah berada di dalam Taxi. Fiona tersenyum melihat layar ponselnya. Ternyata hal yang membuatnya tersenyum adalah melihat Instagram milik Verro. Dia terus mengscroll ponselnya melihat foto-foto tampan Verro.


Di lihat dari senyumnya. Sepertinya Fiona tidak melupakan Verro. Dia masih mengidolakan Verro. Meski dari dulu selalu di tolak oleh Verro. Tetapi seperti perasaannya sepertinya tidak hilang dan bahkan semakin besar.


" Aku sangat merindukan mu. Kamu semakin lama semakin tampan. Aku sudah tidak sabar untuk menemuimu. Aku sangat- sangat, merindukanmu," ucap Fiona yang memeluk ponselnya dengan wajahnya yang sumringah yang sepertinya memiliki rencana untuk menemui Verro.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2