DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 400 Bahagia


__ADS_3

" Saya terima nikahnya Sasy Metary binti Abdul dengan maskawin tersebut di bayar tunai," sahut Toby sedang 1 kali tarikan napas dengan mengucapkan ijab kabul tersebut.


" Bagaimana saksi sah!" sahut penghulu melihat kekiri dan kekananya.


" Sah," sahut semuanya.


" Alhamdulillah," sahut penghulu yang langsung berdoa dan di ikuti dengan yang lainnya yang ikut berdoa bersama-sama. Setelah selesai berdoa Sasy dan Toby langsung berhadapan dengan Sasy yang mencium punggung tangan Toby dan Toby langsung mencium kening Sasy.


Susana bahagia pun di pancarkan wajah dari teman-teman Sasy dan Toby yang sudah hadir di pernikahan itu. Di mana Cherry juga datang dengan bayi mereka Miguel yang masih begitu kecil. Maklum baru juga usia bayi mereka 25 hari. Tetapi sudah ikut kondangan perdana.


Sasy dan Toby pun sama-sama berdiri untuk mendapat ucapan selamat dari para undangan yang datang. Yang mana memang tidak banyak undangan. Karena Sasy dan Toby memang tidak ingin terlalu banyak orang.


" Sasy, Toby selamat ya untuk pernikahan kalian, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah," ucap Lina yang memeluk Sasy.


" Makasih Tante atas doanya," sahut Sasy.


" Semoga pernikahan kalian terus langgeng ya," ucap Rudi yang juga membagikan doanya pada Sasy.


" Makasih om," sahut Toby.


" Ya sudah Tante sama Om duluan ya. Azizi sendiri soalnya sendiri di rumah sakit," ucap Lina.


" Iya Om, Tante makasih ya udah datang,"


sahut Sasy.


" Selamat Tante Sasy dan om Toby," ucap Iqbal.


" Makasih ya sayang, kamu sudah datang gantiin mama kamu. Kamu juga selamat ya sudah sudah punya Dede bayi," ucap Sasy dengan memegang pipi Iqbal.


" Sama-sama Tante," sahut Iqbal. Toby tersenyum dengan mengusap-usap pucuk kepala Iqbal.


" Ya sudah Iqbal, ayo sayang kita kerumah sakit lagi!" ajak Lina.


" Baik nenek," sahut Iqbal dan sebelum pergi melambai tangan dulu pada semuanya yang berkumpul di dekat Sasy. Cherry dan yang lainnya pun membalas lambaian tangan itu.


" Selamat ya Sasy sekarang sudah menjadi istri," ucap Cherry dengan senangnya memeluk sahabatnya itu bahkan bersamaan dengan Toby. Verro di belakang Cherry yang menggendong bayi mereka hanya tersenyum-senyum.


" Ingat ya kalian berdua nggak boleh bertengkar- tengkar lagi. Toby kamu jangan jahil sama Sasy dan kamu Sasy harus sabar dengan Toby," ucap Cherry mengingatkan temannya itu.


" Iya Cherry," sahut Toby dan Sasy sama-sama serentak.


" Sudah-sudah kalian pokoknya jangan ada ribut-ribut ingat ya jangan ribut-ribut," sahut Verro menegaskan.


" Siap pak bos," sahut Sasy sambil gemes-gemes memegang tangan kecil Miguel.


" Makasih Cherry, Verro sudah datang dan makasih untuk semua suport kalian untuk kamu ber-2," ucap Toby.


" Santai aja," sahut Verro yang langsung menyinggir dengan istrinya. Karena Nadya dan Varell juga antri mau memberi ucapan selamat.


" Selamat ya Sasy semoga pernikahannya langgeng," ucap Nadya dengan memeluk sahabatnya itu.


" Sama-sama Nadya," sahut Sasy.


" Selamat Toby, Sasy," sahut Varell.


" Makasih Varell," sahut Varell.


" Maaf ya sudah mama nggak bisa datang," sahut Nadya.


" Tidak apa-apa yang penting Tante Helena jaga kesehatan aja dulu," sahut Toby.


" Sasy selamat," sahut Raquel paling heboh yang langsung memeluk Sasy.


" Aku nggak percaya akhirnya kamu menikah juga. Kamu nanti minta tips aku mengenai malam pertama," ucap Raquel yang bicara begitu nyablak nya.


" Apaan sih nggak jelas banget," ucap Sasy gelang-gelang.


" Ya elah malu-malu, belum juga apa-apa sudah malu-malu," sahut Raquel yang mulai menggoda.


" Sayang kamu jangan gitu dong nanti mereka gugup Lo," sahut Aldo.


" Sama aja kalian berdua," sahut Toby kesal.


" Kalian ini ya, nggak ada hari tanpa godaan orang," sahut Arif yang berdiri di belakang Aldo. " Sudah minggir!" geser Arif dan Aldo langsung menyinggir.


" Selamat Toby," ucap Arif memeluk Toby.


" Makasih Dokter. Dan makasih banyak untuk semuanya Dokter adalah Dokter yang paling terbaik," ucap Toby.


" Kamu berlebihan. Sekali lagi selamat untuk pernikahan kalian ber-2. Jaga Sasy baik-baik," ucap Dokter Arif.


" Pasti Dokter," sahut Toby


" Sasy selamat ya," ucap Selina yang memeluk Sasy.


" Makasih ya Selina, kamu sudah datang," sahut Sasy. Selina mengangguk.


" Akhirnya kita semua tidak menyangka bisa berumah tangga, yang dulu lari-larian, ribut sana ribut sana-sani eh sekarang sudah menikah," sahut Varell.


" Dan ternyata jodohnya di situ-situ aja," sahut Cherry.


" Dan yang paling bersejarah Cherry dan Verro. Belum lulus SMA sudah menikah," sahut Raquel.


" Walau menikahnya SMA. Malam pertamanya setelah 7 tahun," sahut Verro.

__ADS_1


" Sayang apa-apaan sih, kenapa juga harus di kasih tau," sahut Cherry malu sendiri yang mengundang tawa semua orang.


" Sudah sekarang kita foto-foto yuk," sahut Selina.


" Setuju," sahut Nadya dan mereka langsung foto-foto dan sayang sekali tidak ada Azizi dan Vandy di sana. Karena Azizi sedang di rumah sakit yang malamnya baru melahirkan dan mana mungkin langsung bergerak untuk melihat pernikahan Sasy. Walaupun dua sangat ingin berada di sana.


*************


1 bulan kemudian.


Azizi, Vandy, Lina, Rudi, Iqbal, Selina dan Arif sedang berada di taman belakang dengan Lina yang duduk menggendong bayi kecil Azizi dan Vandy yang berjenis kelamin laki. Sementara Rudi duduk di depan Lina dengan Iqbal di pangkuannya dan Vandy serta istrinya berdiri di belakang Lina dengan Arif dan juga Selina dengan memegang bahu istri masing-masing.


" Ya ampun senang banget ya, lihat matahari," ucap Lina yang mengajak bayi kecil itu bicara.


" Iya dong nenek," sahut Vandy.


" Nenek nanti Iqbal di buatin lapangan bola ya supaya bisa main sama dedeknya," ucap Iqbal.


" Iqbal lapangan bola itu harus banyak orangnya. Iqbal cuma berdua sama debaynya," sahut Rudi.


" Ya mama lahiran lagi lah, biar bisa jadi tim sepak bola," sahut Iqbal dengan polosnya yang membuat semua orang tertawa.


" Kalau papa setuju-setuju saja," sahut Vandy.


" Itu sih maunya kamu," sahut Azizi kesal.


" Ya jangan minta sama mama dan papanya. Tuh minta sama omnya," ucap Lina melirik Selina dan Arif.


" Mama tenang aja nanti sekali lahir langsung 4," sahut Arif nada bercandaan.


" Nggak gitu juga sayang, memangnya rahim aku sekuat itu," sahut Selina dengan wajah merengutnya.


" Sudah suruh kak Arif aja yang melahirkan," sahut Vandy yang mengundang tawa kembali.


" Ya kalian buatlah cucu banyak-banyak di rumah ini. Supaya mama dan papa bertambah bahagia banyak cucu," ucap Rudi.


" Amin," sahut mereka serentak.


" Kasian mantuku lahiran mulu," sahut Lina yang begitu sayangnya dengan 2 menantunya.


" Tuh dengarin mama nggak kasih kita berdua melahirkan banyak-banyak," sahut Azizi dengan mengejek suaminya.


" Dan kita hanya akan mengikuti saran mama," sahut Selina.


" Iya deh," sahut Vandy dan Arif serentak yang kembali mengundang tawa untuk semuanya.


Wajah mereka terlihat bahagia dengan kehadiran keluarga baru lagi di dalam rumah itu. Vandy dan Azizi saling melihat.


" I love you," ucap Vandy.


" I love you to," sahut Azizi dengan tersenyum dan Vandy mencium kening istrinya.


" I love you to," sahut Selina dengan tersenyum lebar.


***********


Sama dengan Nadya yang sekarang mertuanya sedang menyuapinya makan dan ibunya di sampingnya dan suaminya yang duduk di lantai di depannya yang sebentar-sebentar mengusap perut Nadya.


" Mama sudah makannya. Nadya sudah kenyang," ucap Nadya merasa perutnya sudah penuh.


" Sedikit lagi kamu jangan menolak suapan mertuamu," sahut ibu Nadya.


" Tuh dengerin kata ibu kamu," sahut Helena.


" Ya ampun teganya mama dan mertuaku ini menyiksa istriku," sahut Varell.


" Ini bukan menyiksa," sahut Helena dan ibu Nadya serentak. Membuat Varell dan Nadya saling melihat dan sama-sama tertawa.


" Cie, makin lama, makin kompak," sahut Varell menggoda orang 2 wanita tua itu.


" Ini anak durhaka banget sih," sahut Helena langsung menggeplak Varell.


" Sakit mama," sahut Varell mengeluh.


" Makanya jangan bandel jadi orang," sahut Helena yang mengundang tawa semua orang.


" Terima kasih ya Allah untuk semua kebahagian ini. Tidak ada yang sia-sia dalam pengorbanan semuanya benar-benar ada di dalam hidupku. Aku begitu bahagia dengan keluarga kecil ini," batin Nadya yang tersenyum terharu dengan melihat tawa semua orang yang di cintainya.


***********


Aldo yang duduk di pinggir ranjang yang habis pulang dari kantor yang sedang membuka sepatunya. Tiba-tiba muncul Raquel dari belakang dengan langsung memeluknya manja di mana tangan Raquel berada di leher Aldo.


" Kamu capek," ucap Raquel dengan mencium kening Aldo. Aldo memegang tangan Raquel yang ada di lehernya itu.


" Kalau di sambut seperti ini. Mana mungkin aku capek," jawab Aldo menengok kearah istrinya.


" Benarkah?" tanya Raquel Aldo mengangguk.


" Kalau begitu aku ingin memberimu hadiah, supaya benar-benar capeknya tidak ada sedikitpun," ucap Raquel. Membuat wajah Aldo mengkerut.


" Hadiah," sahut Aldo. Raquel mengengguk.


" Apa itu?" tanya Aldo.


" Tutup mata dulu," ucap Raquel.

__ADS_1


" Harus tutup mata," ucap Aldo. Raquel mengangguk.


" Baiklah sayang," sahut Aldo yang langsung menutup matanya.


" Awas jangan ngintip," ucap Raquel.


" Iya, iya nggak ngintip," sahut Aldo.


" Baiklah matanya boleh di buka," ucap Raquel memberi aba-aba dan dengan perlahan Aldo langsung membuka matanya yang di suguhkan dengan tespeck harus 2. Aldo begitu terkejut dan langsung menengok kebelakang.


" Kamu hamil?" tanya Aldo tidak percaya. Raquel mengangguk.


" Ini serius?" tanya Aldo masih tidak percaya.


" Iya sayang ini serius," sahut Raquel. Aldo langsung berbalik badan dan langsung memeluk istrinya dengan erat.


" Makasih ya Allah, engkau telah mempercayakan kami dengan karunia indah ini," ucap Aldo yang begitu terharu. Raquel juga pasti terharu dengan kehamilan pertamanya. Aldo melepas pelukan itu dengan mencium kening istrinya.


" I love you," ucap Aldo.


" I love you to," sahut Raquel. Aldo kembali mencium kening Sasy, mencium pipi Raquel dan juga mengecup bibir istrinya itu dan kembali memeluknya dengan kabar yang begitu membahagiakan.


************


Sasy yang tertidur terlentang di atas ranjang dengan lelepanya. Toby keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya yang masih tertidur membuatnya tersenyum. Toby melangkah mendekati jendela dan membuka tirai jendela mata Sasy sempat mengkerut karena merasa silau. Namun tetap tidak terbangun sama sekali.


Toby pun langsung mendekati ranjang dan duduk di samping istrinya do bagian kepala istrinya dengan mencium kening Sasy dengan lembut.


" Morning sayang," ucap Toby dengan lembut. Sasy perlahan membuka matanya dan langsung tersenyum melihat wajah tampan suaminya itu.


" Morning," jawab Sasy khas suara bangun tidurnya.


" Kamu capek?" tanya Toby. Sasy menggeleng.


" Aku mana mungkin capek, jika hanya untuk berbahagia bersamamu. Aku tidak akan capek," ucap Sasy.


" Makasih ya kamu sudah ada di sisiku terus," ucap Toby.


" Aku yang berterima kasih karena kamu sudah mencintaiku," ucap Sasy. Toby kembali mencium kening Sasy


" Aku mencintaimu Sasy," ucap Toby.


" Aku juga mencintaimu," jawab Sasy yang langsung memeluk Toby.


" Terima kasih ya Allah untuk kebahagian ini. Terima kasih untuk kesempatanku yang aku bisa bersama dengan Sasy. Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan istriku ini. Terima kasih untuk semuanya," batin Toby yang memeluk erat Sasy.


" Siapa pun kamu yang telah mendonorkan jantung untuk Toby. Aku sangat berterima kasih kepadamu. Kau telah memberikan aku dan dia untuk bersama-sama kembali. Aku sangat bersyukur dengan semua ini, semoga engkau juga bahagia di alam sana. Terima kasih untuk kebaikanmu," batin Sasy dengan meneteskan air matanya.


Rahasia jantung tetaplah rahasia. Tetapi Sasy selalu bersyukur dengan apa yang telah di berikan kepadanya dengan hadirnya Toby di dalam hidupnya dan membuatnya sekarang menjadi istri dari pertemanan dan sekarang menjadi istri dengan lika-liku yang tidak gampang dan semua dengan mudah di jalani dan sekarang pasangan itu tinggal melihat kedepannya yang pasti akan kau lebih dewasa lagi menghadapi setiap permasalahan yang akan datang.


*********


Cherry, Verro dan bayi mereka Miguel sedang berkunjung kemakam ke-2 orang tua Cherry. Kemakam mama dan juga papanya.


" Ke-2 makam itu selalu indah dengan taburan bunga yang begitu indah.


" Ma, pa, lihat kami datang membawa cucu mama dan juga papa. Maaf ya baru bisa datang sekarang. Lihat cantik bukan cucu mama dan papa," ucap Cherry.


" Terima kasih ma. Mama sudah menjadikan Cherry anak yang kuat dan makasih pa papa sudah memberikan Cherry kehidupan dan papa jangan khawatir Verro tidak akan pernah pergi dari kehidupan Cherry. Seperti yang papa katakan dulu hanya Verro yang mencintai Cherry," ucap Cherry dengan matanya berkaca-kaca dan Verro mengusap-usap pundak Cherry.


" Aku selalu menjaga Cherry, seperti janjiku. Aku tidak akan menyakitinya, terima kasih untuk banyak kesempatan yang papa berikan kepadaku. Aku akan tetap menjaga Cherry dengan baik," ucap Verro.


" Makasih ya sayang kamu sudah terus ada di sisiku. Makasih untuk semuanya dan maafkan aku yang pernah menyakiti hati kamu," ucap Verro yang menatap istrinya dengan tulus.


" Sama-sama. Aku juga berterima kasih untuk kamu yang sudah mencintaiku apa adanya. Yang sudah menungguku dan sampai detik ini masih bersamaku, terima kasih untuk semuanya," ucap Cherry. Verro mengangguk dengan mengusap-usap pipi Cherry dan mencium kening Cherry.


" Miguel ini adalah nenek dan kakek kamu. Kamu harus tau Miguel mama dan papamu ini sejak kecil sudah bersama sampai saat ini dan sampai kamu lahir. Kamu juga harus tau Wanita yang melahirkan kamu itu adalah wanita yang paling hebat yang penyayang dan sangat tuku," ucap Verro berbicara pada Miguel.


" Papa juga papa yang hebat sayang, yang selalu menjaga mama dan selalu ada di sisi mama," ucap Cherry.


" I love you sayang," ucap Verro.


" I love you to," sahut Cherry dan Verro merangkul istrinya itu dengan anak mereka yang tertawa-tawa yang seakan-akan mengerti jika ke-2 orang tuanya itu sangat bahagia.


***************


Perjalanan cinta para murid-murid SMA itu akhirnya berakhir dalam pernikahan yang lingkaran pasangan mereka yang tidak jauh dari lingkaran pertemanan dengan luka liku hubungan percintaan yang begitu rumit sejam SMA. Dari yang hanya main-main menjadi serius.


Tidak adanya persetujuan orang tua dan dengan kesabaran akhirnya berbuah manis. Ada dengan cobaan penyakit, namun tetap bisa di hadapi dan berbuah manis. Persahabatan dan cinta yang menjadi kekuatan dalam setiap hal.


Dan hanya kepercayaan yang menjadi penguat dalam setiap hubungan dengan menyinggirkan kata penghiyanatan dan menjadikan tembok kepercayaan dengan hiasan cinta dan saling menyayangi.


Akhirnya mereka menemukan cinta masing-masing dan bahagia bersama pasangan masing-masing.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹Tammat 🌹🌹🌹🌹🌹🌹


...Terima kasih untuk pembaca Detak Love Story' School. Sudah berbulan-bulan menemani karya saya ini dan akhirnya saya bisa menyelesaikannya tanpa ada yang gantung sama sekali....


...Sekali lagi mohon maaf sebanyak-banyaknya atas kekurangan dalam setiap kata, huruf, dan kosa kata yang mungkin asing di telinga. Saya selalu belajar dan mencoba memperbaiki yang salah-salah....


...Terima kasih untuk para readers ku cinta ku untuk kalian semua....


...Komentar kalian selalu aku baca. Dan menjadi masukan untukku. Mohon maaf jika tidak sempat membalasnya....


...Karya ini akhirnya Tammat....

__ADS_1


...Terimakasih....



__ADS_2