DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 333


__ADS_3

Malam hari Raquel berdiri di depan mobil yang terparkir di depan kantor pengacara. Tampaknya Raquel sedang menunggu seseorang. Kalau berada di kantor pengacara apa mungkin sedang menunggu Aldo.


Tidak lama Aldo keluar dari kantornya dan tersenyum melihat Raquel yang sudah menunggunya dan memang benar. Raquel sedang menunggu Aldo. Aldo pun langsung menghampiri Raquel.


" Raquel!" tegur Aldo.


" Heh, Aldo bagaimana apa pekerjaan kamu sudah selesai?" tanya Raquel.


" Iya sudah selesai," jawab Aldo.


" Selamat ya. Kamu kembali mendapatkan nama baik kamu," ucap Raquel mengulurkan tangannya memberikan ucapan selamat pada Aldo dan Aldo langsung menyambut uluran tangan itu.


" Makasih ya. Semua ini karena kamu. Kamu yang berperan untuk mengembalikan semuanya. Aku tidak tau kalau tidak ada kamu bagaimana nanti nasibku," ucap Aldo. Raquel tersenyum dan mengangguk.


" Sama, ya sudah ayo kita pergi. Anak-anak sudah menunggu kita. Mereka sudah tidak sabar mendapat teraktiran dari salah satu teman mereka yang sekarang kembali sukses," ucap Raquel. Aldo mendengarnya mendengus tersenyum.


" Ya, sudah ayo kita pergi, aku sudah menyelesaikan semuanya dan sekarang aku akan meneraktir kalian semuanya sepuasnya," ucap Aldo.


" Baiklah, kami akan membuatmu bangkrut," ucap Raquel dengan nada becandaan.


" Ya, sudah ayo masuk!" perintah Aldo. Raquel mengangguk dan melangkah untuk masuk mobil. Ternyata Aldo mengikuti yang ingin membukakan pintu mobil di mana sangat dekat di belakang Raquel.


" Oh, iya Aldo!" sahut Raquel membalikkan tubuhnya dan tidak sadar Aldo sangat dekat dengannya dan membuat Raquel langsung diam dengan Aldo dan dia yang berhadapan tanpa jarak. Bahkan Aldo menunduk ke arah wajah Raquel yang sangat dekat dengannya dan napas mereka bahkan saling menerpa.


Raquel malah salah tingkah dan sangat gelisah, beberapa kali menelan salavinanya yang mendapatkan tatapan Aldo yang berada di depannya.


" Kenapa jantungku berdetak seperti ini," batin Raquel yang begitu resah saat mata itu terus menatapnya.


Aldo juga sama dia juga dek-dekan yang malah semakin mendekatkan wajahnya pada Raquel, membuat Raquel semakin gelisah dan mundur pun tidak bisa karena Aldo benar-benar mengurungnya.


Dengan napas yang tidak stabil, Aldo pun mencium lembut kening Raquel dan membuat Raquel memejamkan matanya. Setelah selesai mencium kening itu Aldo memegang dagu lancip Raquel. Agar Raquel melihatnya.


Perasaan Raquel semakin tidak menentu saat matanya dan mata Aldo kembali saling bertemu. Pandangan mata Aldo turun pada bibir Raquel yang bergetar dan Aldo menunduk ingin meraih bibir itu.


Dratt-dratt-drattt.


Hampir saja. Jika tidak ponsel Raquel yang di genggamnya berdering dan membuat Raquel menggeser sedikit karena tersentak.


Mata Aldo turun pada layar ponsel itu dan melihat panggilan yang masuk itu ternyata dari Arif dan Aldo pun langsung menjauh sedikit.


" Maaf lirih Aldo!" yang bergetar.


" Hah, ayo kita pergi," ucap Raquel yang gugup dan mematikan handphone tanpa mengangkatnya dan langsung memasuki mobil. Karena dia juga begitu canggung.

__ADS_1


" Aku lupa, jika Raquel sekarang bukan siapa-siapa ku. Dia sudah bersama Dokter Arif. Apa yang kau lakukan Aldo. Kau masih mengharapkannya. Ingatlah kau sudah menyakitinya dan dia berhak bahagia dengan orang yang tulus kepadanya," batin Aldo yang sadar diri.


" Aldo, ayo cepat!" tegur Raquel membuat Aldo buyar dari lamunannya.


" Iya," sahut Aldo mengangguk.


Aldo mungkin masih berpikir. Jika Raquel memang memiliki hubungan yang special dengan Arif. Padahal jelas Arif dan Raquel sudah sama-sama berdamai dan memilih untuk menjadi kakak dan adik.


***********


Taman yang begitu indah penuh dengan bunga-bunga. Kupu-kupu yang berterbangan. Layaknya seperti di negri dongeng.


Di kursi yang putih yang memanjang. Terlihat Cherry yang memakai dress putih di bawah lututnya yang kepalanya di letakkan di pangkuan seorang wanita cantik yang mengusap-usap lembut kepalanya.


" Mah! kenapa papa lama sekali," ucap Cherry.


" Sabarlah Cherry papamu akan datang," jawab wanita cantik itu Cherry tersenyum melihat mamanya.


" Cherry sangat bahagia bisa bersama mama dan juga papa. Cherry mau selamanya seperti ini. Ini akan abadi," ucap Cherry.


" Iya sayang, kamu, mama dan papa akan selamanya seperti ini," ucap wanita lembut.


" Itu papa kamu datang," ucap wanita itu membuat Cherry langsung duduk dan melihat sang papa yang membawakannya mawar pink.


" Maaf sayang papa lama. Ini untukmu," ucap Laskarta memberikan mawar itu.


" Makasih pah. Ya sudah sekarang ayo kita pergi. Ayo mah," ajak Cherry.


" Iya, ayo kita pergi," sahut wanita itu.


Cherry tersenyum dan menggandeng ke- tangan orangtuanya melangkah untuk pergi.


" Cherry tunggu!" terdengar suara seorang Pria yang membuat langkah itu berhenti dan membuat Cherry dan yang lainnya menoleh kebelakang dan melihat orang yang memanggil itu.


" Verro!" lirih Cherry yang melihat Verro dengan kemeja putih lengan panjang dan celana putih juga.


" Kemarilah, ayo kita pulang!" ajak Verro. Cherry melihat ke-2 orang tuanya secara bergantian dan mereka menganggukan matanya seakan menyetujui anaknya untuk pergilah.


" Pergilah Cherry, ikut dengan suamimu," ucap Wanita itu mengusap rambut Cherry.


" Tidak mah!" sahut Cherry menolak. Cherry tidak mau pergi dengan Verro. Cherry mau ikut mama sama papa saja. Verro sudah tidak mencintai Cherry lagi. Jadi Cherry tidak mau pergi. Cherry mau tetap ikut sama mama dan juga papa," ucap Cherry dengan air matanya yang menetes.


" Maafkan aku Cherry," sahut Verro, " berikan aku kesempatan. Aku mencintaimu Cherry. Tidak pernah sekalipun aku menghiyanatimu," sahut Verro membujuk istrinya.

__ADS_1


" Bohong. Kamu bohong. Kamu berbohong Verro kamu sudah tidak mencintaiku. Aku tidak mau ikut denganmu. Aku tidak punya siapa-siapa di sana. Aku mau ikut sama mama dan papa saja," ucap Cherry.


" Tapi Cherry, Verro adalah suamimu. Kamu pergilah bersamanya," ucap Laskarta.


" Pah, Verro jahat dia sangat jahat pada Cherry. Verro jahat pa, sangat jahat," ucap Cherry.


" Maafkan aku Cherry. Berikan aku kesempatan Cherry. Aku ingin mengembalikan semuanya. Mari kembali bersamaku," ucap Verro yang membujuk Cherry.


" Aku tidak bisa pergi bersamamu," sahut Cherry memutuskan, " ayo ma pah kita pergi," ajak Cherry yang benar-benar tidak memberi kesempatan apa-apa kepada Verro. Ke- orang tua itu tidak bisa berbuat apa-apa.


" Cherry, aku mohon kembalikan. Jangan pergi bersama anak kita," ucap Verro membuat Cherry terdiam sejenak dan matanya turun pada perutnya.


" Dia adalah buah cinta kita. Jika kamu tidak bisa memaafkanku. Maka berilah kesempatan pada anak kita untuk hidup," ucap Verro.


" Cherry!" Laskarta mendekatinya dan mengusap rambut Cherry.


" Kamu pergilah bersama Verro. Dia sangat mencintaimu. Belum waktunya kamu bersama papa dan mama. Kamu masih punya tanggung jawab untuk bayi kalian. Kamu akan menjadi orang tua. Jadi kembalilah pada suamimu," ucap Laskarta.


" Tapi pah!" sahut Cherry ragu.


" Pergilah sayang. Papa sama mama akan sangat bahagia. Jika kamu dan Verro juga bersama-sama. Jagalah cucu kami dengan baik. Kamu tidak boleh menghentikan kehidupan cucu kami," sahut Mamanya yang juga membujuk Cherry.


Cherry melihat kearah Verro. Di mana Verro sangat berharap istrinya kembali bersamanya.


" Verro, ayo jemput istrimu bawa dia pulang," ucap Laskarta. Verro mengangguk dan melangkah mendekati 3 orang itu.


" Sana sayang pulanglah!" ucap Laskarta. Cherry masih ragu dan Verro sudah berdiri di depannya dengan mengulurkan tangannya untuk di raih Cherry.


" Dia mencintaimu, kembalilah bersamanya," ucap Laskarta lagi dan dengan perlahan tangan Cherry pun meyambut uluran tangan Verro. Verro tersenyum dan menggenggam erat tangan Cherry membawanya ke sisinya berdiri di sampingnya.


" Kalian pergilah. Besarkan anak kalian dengan cinta yang kalian punya," ucap Laskarta.


" Terima kasih pah, sudah memberiku kesempatan lagi," ucap Verro dengan meneteskan air matanya. Laskarta mengangguk dan melihat istrinya. Mereka sama-sama tersenyum. Lalu membalikkan tubuh mereka dan langsung pergi.


*********


Keheningan di dalam kamar ICU di mana Cherry dan Verro masih koma. Suara mesin jantung yang terdengar memenuhi ruangan itu.


Perlahan tapi pasti Cherry dan Verro sama-sama meneteskan air mata dari ujung kelopak mata itu dan perlahan-lahan pasangan suami istri itu sama-sama membuka mata mereka melihat kembali dunia.


Cherry dan Verro sama-sama menoleh kesamping dengan perlahan di mana mereka saling melihat dan kembali meneteskan air mata.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2