DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Epiosede 313 Sakit dan bahagia.


__ADS_3

" Raquel," panggil Arif yang melihat kepergian Raquel yang begitu saja. Arif pun membuka pintu mobil dan mencoba mengejar Raquel. Tetapi Raquel sudah berjalan terlalu jauh.


" Kenapa malah pergi," ucap Arif yang jujur terlihat sangat kecewa dengan Raquel yang pergi begitu saja. Namun Arif tidak bisa melakukan apapun dan langsung memasuki mobilnya dengan kekecewaan yang tidak bisa di jelaskannya.


***********


Raquel turun dari taksi yang berhenti di depan sebuah gedung. Raquel yang buru-buru keluar dari Taxi langsung dengan cepat memasuki gedung di mana Raquel dengan wajah paniknya yang terus berlari menaiki anak tangga dengan langkah yang cepat dengan napasnya yang tersenggal-senggal.


Di dalam pikiran Raquel hanya mengingat apa yang terjadi pada Aldo. Dia mengingat masalah Aldo yang sangat besar dan kepanikan di dalam dirinya. Karena sama sekali tidak menemukan Aldo. Tidak tau di mana keberadaan Pria itu.


Langkahnya terus saja cepat sampai Raquel membuka pintu dan ternyata langsung ke balkon gedung yang begitu luas. Tubuhnya berputar dengan kepalanya mencari-cari dan kembali berlari seolah mencari-cari seseorang dengan wajah paniknya.


Raquel menghentikan langkahnya saat melihat sebuah tangan yang tergeletak. Perlahan Raquel melangkah mendekati tangan itu dan sampai akhirnya langkahnya terhenti saat dia melihat tubuh yang meringkuk dengan menggigil yang ternyata itu adalah Aldo.


Air mata Raquel menetes saat melihat melihat Aldo yang benar-benar hancur. Raquel menutup mulutnya dengan tangannya dan melangkah mendekati Aldo duduk dengan di depan Aldo dengan melipat ke-2 kakinya di belakang.


Perlahan tangannya menyentuh pipi Aldo yang panasnya minta ampun.


" Aldo," lirih Raquel yang dengan aliran air matanya yang tidak sanggup melihat Aldo. Dia merasa sakit dan hancur saat mengetahui kondisi Aldo yang sangat hancur.


Raquel terus memegang pipi itu menatap dengan penuh simpatik, merasakan tubuh bergetar Aldo yang seolah membutuhkan seseorang untuk memeluknya.


" Aldo apa yang terjadi padamu. Apa yang terjadi padamu Aldo," ucap Raquel dengan suara seraknya. Aldo meraih tangan Raquel yang memegang pipinya dan memegangnya dengan erat. Tidak ada yang di ucapkan Aldo. Tetapi seolah menyuruh Raquel untuk tetap di sisinya.


Mata Pria itu pun masih tetap tertutup dan pasti wajah itu di penuhi air mata dan dia begitu ketakutan dan Raquel seolah bisa merasakan hal itu.


*************


Raquel yang berhasil menemukan Aldo. Raquel hanya mengatakan pada teman-temannya. Jika Aldo sudah baik-baik saja. Agar teman-temannya tidak khawatir dengan Aldo.


Dan Raquel membawa Aldo kerumahnya di mana Aldo sudah terbaring di atas tempat tidur di kamarnya dengan selimut tebal yang sampai ke dadanya. Raquel juga memeriksa kondisi Aldo yang memang sedang tidak baik-baik saja.


Mental Aldo hancur, dan berpengaruh pada tubuhnya yang akhirnya membuat Aldo lemas dan tidak berdaya. Sampai Raquel juga memasangkan infus agar Aldo mempunyai tenaga. Memberi suntikan vitamin dan segala sesuatu yang di lakukannya agar Pria itu bisa sembuh.


Raquel duduk di pinggir ranjang dan memegang kening Aldo untuk mengecek kondisi Aldo yang sudah sejam di tanganinya.


" Alhamdulillah, panasnya sudah turun," ucap Raquel merasa lega dengan kondisi Aldo yang sudah membaik.

__ADS_1


Raquel memegang tangan Aldo dan menatap wajah Aldo dengan senduh. Wajah yang terlihat banyak berpikir itu dan wajahnya yang pasti memiliki beban yang tidak bisa di katakan seberapa banyak


Perlahan mata Aldo pun terbuka dan mata itu langsung melihat Raquel yang masih melihatnya. Mata Aldo berkeliling melihat tempat itu. Yang sepertinya dia tau jika dia berada di rumah Raquel.


Mata Aldo turun pada tangannya dan melihat Raquel yang masih memegang tangan itu dengan erat.


" Kamu baik-baik saja?" tanya Raquel. Aldo menganggukkan matanya.


" Aku akan mengambilkan mu makan. Kamu belum makan seharian," ucap Raquel dengan lembut. Air mata Aldo menetes yang mungkin tidak percaya jika Raquel akan ada di sisinya.


Raquel langsung menyeka air mata Aldo.


" Kenapa menangis, apa aku salah bicara?" tanya Raquel. Aldo menggelengkan kepalanya.


" Lalu kenapa menangis?" tanya Raquel lagi yang juga masih menahan air matanya. Jujur dia juga ingin menangis dengan kondisi Aldo yang seperti itu.


" Aku akan mengambilmu makan," ucap Raquel yang langsung berdiri. Dia tidak ingin menangis di depan Aldo dan memilih keluar dari kamar dan mungkin akan menangis di dapur.


***********


Egheg eheg, ehgk.


" Kenapa aku mual-mual terus. Apa maag ku kambuh," ucap Azizi yang merasa lemas dengan tubuhnya, Azizi menghidupkan kran air dan langsung mencuci mulutnya di wastafel, melap dengan punggung tangannya dan langsung ke luar dari kamar mandi.


Dan ternyata Vandy sudah ada di depan kamar mandi yang membuat Azizi tersentak kaget.


" Ngapain kamu di situ," ucap Azizi mengusap dadanya.


" Kamu kenapa, kok mual-mual?" tanya Vandy.


" Aku juga tidak tau, kepalaku pusing," jawab Azizi yang langsung melangkah melewati Vandy.


" Atau jangan-jangan kamu," ucap Vandy membuat Azizi berhenti melangkah dan membalikkan tubuhnya pada Vandy.


" Jangan-jangan apa?" tanya Azizi dengan panik.


" Sini aku periksa, jangan-jangan kamu hamil lagi," celutuk Vandy yang membuat Azizi kaget mendengarnya dan Vandy mendekati Azizi ingin memastikan istrinya hamil atau tidak.

__ADS_1


" Kamu mau ngapain," ucap Azizi memukul tangan Vandy yang memegang perutnya.


" Aku mau mengecek kondisi mu. Benar atau tidak kamu sedang mengandung," ucap Vandy.


" Nggak perlu, lagian nggak mungkin," ucap Azizi.


" Nggak mungkin bagaimana. Kita pernah melakukannya dan ya jelas akan ada hasilnya," ucap Vandy dengan gampangnya bicara sementara Azizi masih bingung.


" Berbaring lah, aku akan memeriksamu," ucap Vandy yang kelihatan bersemangat ingin mengetahui istrinya hamil atau tidak.


" Vandy, aku akan tespeck sendiri. Hamil atau tidak," tegas Azizi yang tampaknya kesal dengan Vandy.


" Mama hamil," tiba-tiba terdengar suara Iqbal yang sudah berdiri di depan pintu.


" Kalau mama hamil. Itu berarti Iqbal akan punya adik," ucap Iqbal dengan polosnya yang langsung menghampiri mama dan papanya.


" Benar Iqbal, Iqbal akan segera punya adik," ucap Vandy membuat Azizi melotot


" Vandy kamu itu bicara ala sih," geram Azizi.


" Memang kenyataan kan," sahut Vandy santai.


" Tapi belum tentu. Aku hanya mual biasa," ucap Azizi menegaskan.


" Makanya sini di periksa. Ngapain pakai tespeck kalau suaminya Dokter," sahut Vandy.


" Kamu bukan Dokter kandungan," sahut Azizi dengan kesal.


" Mama kenapa marah-marah, nanti dedek bayinya malah takut," sahut Iqbal. Membuat Vandy tersenyum.


" Tauh, tuh Iqbal mama kamu benar-benar aneh," ucap Iqbal Vandy.


" Ishhhh, anak sama bapak sama saja, aneh," ucap Azizi geram dan langsung pergi. Vandy hanya tersenyum geleng-geleng.


" Benar pa, Iqbal akan punya adik?" tanya Iqbal.


" Iya sayang," jawab Vandy dengan yakin. Walau belum memeriksa istrinya. Namun dia bisa melihat bahwa Azizi sedang mengandung.

__ADS_1


" Horeeee," sahut Iqbal yang tampaknya sangat bahagia.


Bersambung


__ADS_2