DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 246. Mengetahui suatu hal.


__ADS_3

Ternyata Aldo tidak mendapat kesempatan untuk bicara dengan Raquel. Karena dilema dan galau. Raquel akhirnya menginap di tempat Sasy untuk menenangkan dirinya.


Tetapi Raquel adalah seorang Dokter apapun masalahnya dia harus tetap menjalankan tugasnya dan paginya harus kembali ke rumah sakit.


Toby menjemput Sasy dan pasti Raquel juga ikut dan Raquel duduk di bangku belakang dengan wajah miringnya dengan menyandarkan tubuhnya di jok mobil dengan tubuhnya yang lemas.


Sementara Sasy dan Toby duduk di depan dan Toby yang menyetir. Toby melihat Raquel yang tampak galau dari kaca spion.


" Kamu kenapa sih Raquel dari tadi diam aja. Biasanya heboh sama Sasy?" tanya Toby yang memang belum mendapatkan cerita apa-apa dari pacarnya.


" Lagi putus," ucap Sasy pelan.


" Serius?" tanya Toby nggak percaya. Dia juga tau pasangan bucin itu seperti apa dan tiba-tiba putus pasti dia kaget. Walau itu adalah doa semua orang. Tetapi kalau terkabul rasanya mereka juga nyesak.


" Kok bisa?" tanya Toby penasaran.


" Akhir-akhir ini, Aldo sibuk dan jarang bahkan tidak pernah bertemu dengan Raquel. Bahkan telpon dan chat Raquel tidak di jawab dan kemarin malah tidak sengaja. Aldo makan dengan cewek lain yang tak lain adalah kliennya dan mereka terlihat romantis. Jadi terjadi kegaduhan di sana," jelas Sasy dengan singkat.


Dan Raquel di belakang sana hanya diam saja tanpa bicara dia juga membiarkan Sasy menceritakan semuanya. Karena memang tidak ada yang perlu di tutup-tutupi.


" Memang siapa cewek yang bersama Aldo kok, tumben banget dia sama Aldo?" tanya Toby penasaran.


" Tari. Kamu tau tidak Tari teman Cherry," jawab Sasy.


" Jadi mereka dekat gitu," sahut Toby. Sasy mengangguk.


" Katanya sih sebagai hubungan kerja. Karena kasus Bayu dan Laudya yang belum selesai. Jadi Aldo tidak banyak waktu untuk Raquel Karen kasus besar itu," sahut Sasy.


" Kasus Bayu. Bukannya kasusnya sudah selesai," sahut Toby. Membuat Sasy heran dan Raquel yang tadinya melamun langsung tersentak.


" Maksud kamu?" tanya Raquel.


" Kasus itu sudah berakhir dan Bayu juga sudah di pobia di penjara dan masalah hukum Bayu dengan tuntutan dan yang lainnya sudah di jatuhkan 2 Minggu lalu," jelas Toby yang memang apa adanya karena dia memang mengikuti perjalanan kasus itu.


" Kamu serius?" tanya Raquel yang benar-benar terkejut.


" Iya. Memang Cherry tidak bilang apa-apa. Kalau Bayu sudah di vonis hukuman?" tanya Toby.


" Nggak dia nggak ada cerita apa-apa," sahut Sasy.

__ADS_1


" Berarti selama ini Aldo bohongi aku. Dia mengatakan kasusnya belum selesai dan bahkan ada sudah beberapa kali lagi. Tapi apa Kasusnya sudah selesai dan memang dia benar-benar punya hubungan dengan Tari dan bukan hanya sebatas rekan kerja. Karena mana mungkin ada rekan kerja seperti itu," ucap Raquel yang tampaknya bertambah kecewa dengan Aldo.


Aldo yang di percayai nya membohonginya dan seakan memberikan alasan agar bisa bersama Tari.


" Ya ampun kenapa masalahnya semakin panjang," batin Sasy yang bertambah pusing.


Raquel semakin sedih dan bahkan air matanya menetes kembali dan Sasy dan Toby melihat ke arah Raquel yang tampak begitu kecewa.


" Toby, seharusnya kamu tidak menceritakan hal itu," ucap Sasy pelan.


" Aku mana tau. Kalau kalian tidak tau," sahut Toby pelan.


" Kamu benar-benar Aldo. Kamu sudah tidak mencintaiku lagi. Kamu tega membohongiku," batin Raquel dengan penuh kekecewaan.


***********


Ternyata Verro memang menemui Varell dikantornya 2 pria itu terlihat seperti wanita bergosip dengan penuh kekecewaan karena sahabat terdekat mereka bisanya akan menikah tanpa memberi tahu merek. Sementara Cherry harus diam menyimak saja suaminya yang curhat pada temannya itu.


" Mungkin kita sudah tidak di anggap lagi," ucap Varell yang tampaknya kecewa dengan Vandy.


" Benar, pasti kita sudah tidak di anggap," sahut Verro.


" Kalau nggak dapat kabar dari Cherry. Mungkin saja kita tidak akan tau sampai mereka sudah menikah," sahut Verro lagi.


" Sayang kamu jangan berlebihan deh. Mungkin aja. Vandy orangnya tidak mau pamer- pamer," sahut Cherry membela Vandy.


" Nggak dong Cherry. Dia memang sengaja tidak memberitahu kami dan itu berarti memang dia sudah tidak menganggap kami," sahut Varell yang tampak tidak terima.


" Benar, sayang kamu jangan belain dia. Dia memang seperti itu," sahut Verro yang semakin kesal.


" Varell," tiba-tiba terdengar suara panggilan dan langsung membuat pintu yang tak lain adalah Vandy. Orang yang sedari tadi di gibahi mereka.


Wajah Vandy dan Varell melihat kehadiran Vandy yang datang tanpa di undang membuat mereka kesal.


" Verro, Cherry ada di sini juga," ucap Vandy yang benar-benar kaget. Cherry tersenyum menjawabnya dan tidak untuk Varell dan juga Verro.


" Wah kebetulan aku mau Kerumah kalian dan kalian sudah ada di sini jadi tidak perlu kesana lagi," sahut Vandy.


" Memang mau ngapain?" tanya Cherry heran.

__ADS_1


" Ada yang ingin di obrolin sama Verro," jawab Vandy.


" Ngapain kamu kemari?" tanya Varrell tampak ketus. Dan Cherry langsung negri melihatnya. Sepertinya akan ada perkelahian antara sahabat.


" Ada yang ingin aku sampaikan sama kamu dan juga Verro," jawab Vandy.


" Aku sibuk," sahut Varell.


" Aku juga sambung Verro yang tidak kalah ketusnya dan Cherry hanya geleng-geleng saja.


" Pada kenapa sih," sahut Vandy heran.


" Kau yang kenapa bisa-bisanya nikah. Tapi diam-diam," sahut Vandy dengan kesalnya.


" Ohhhh, itu. Oh Cherry sudah kasih tau," sahut Vandy dengan santai menanggapi dan Cherry mengangguk pelan.


Vandy langsung menghampiri ke-2 temannya itu dan langsung duduk di antara Verro dan Varell dan ke-2 tangannya langsung di letakkan di pundak ke-2 temannya yang tampak ngambek.


" Itu yang ingin aku sampaikan," ucap Vandy menarik kepala temannya dekat dengannya.


" Apaan, sih, lepas," sahut Verro langsung menyinggirkan tangan Vandy begitu juga Varell yang melakukan hal yang sama.


" Dengarkan penjelasan ku dulu. Kalian jangan langsung sewot seperti itu," ucap Vandy yang sekarang harus membujuk ke-2 temannya itu dan Cherry yang ada di sana geleng-geleng saja.


" Ehemmm," sahut Cherry berdehem. " Kayaknya kalian harus bicara 6 mata. Aku sebaiknya tinggi di luar saja," sahut Cherry yang merasa jadi pengganggu.


" Kamu mau kemana sayang?" tanya Verro melihat istrinya berdiri.


" Aku mau menemui Tari di depan di Restauran di sebrang jalan," jawab Cherry.


" Aku temani," sahut Verro.


" Nggak usah sayang, kalian ngobrol aja. Nanti kalau sudah selesai ngobrol sama Tari aku akan kembali kemari lagi," sahut Cherry yang tidak mau mengganggu suaminya.


" Benar. Kamu tidak apa-apa sendiri?" tanya Verro.


" Iya sayang. Hmmm, ya sudah aku pergi ya. Happy untuk kalian bertiga," ucap Cherry yang langsung pergi.


" Hmmm, hati-hati," sahut Verro.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2