DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 117 Melamar


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba. Cherry masih tertidur. Sementara Verro sudah bangun dan sudah memakai seragam sekolahnya. Dia harus kembali kesekolah karena memang akan kembali melaksanakan ujian di hari ke-2.


Sekalian dia akan mengambil lembar ujian Cherry. Memenuhi janjinya untuk Cherry yang akan melaksanakan ujiannya. Sebelum berangkat ke sekolah. Verro mendekati tempat tidur Cherry.


Menatap lama wanita yang tertidur dengan cantik itu sembari mengusap pucuk kepalanya.


" Aku pergi dulu, nanti aku akan kembali lagi," ucap Verro mencium kening Cherry.


" I love you," ucap Verro lembut tepat di wajah Cherry. Verro juga mencium pipi Cherry. Sebelum pergi Verro juga memperbaiki selimut untuk Cherry.


Verro kembali melangkahkan kakinya. Tetapi kembali menghentikan langkahnya dan kembali menoleh kebelakang melihat kembali Cherry. Sangat berat rasanya jika Verro harus meninggalkan Cherry yang sendirian.


Dia tidak ingin pergi meninggalkan Cherry walau sebentar. Verro sangat takut. Tidak bisa melihat Cherry lagi.


Mungkin Verro takut kejadian yang pernah terjadi dengan Siska teman Cherry. Saat Cherry tidak sempat menemuinya. Pikiran buruk itu memang sangat menghantui Verro.


Krekkkk.


Bukaan pintu membuat Verro kaget dan menoleh kearah pintu. Yang ternyata Laskarta yang membuka pintu.


" Om," sapa Verro.


" Kamu mau berangkat ke sekolah?" tanya Laskarta menghampiri Verro.


" Benar Om," jawab Verro.


" Bisa kita bicara sebentar?" tanya Laskarta.


" Baik Om," jawab Verro.


" Ayo, kita bicara di luar!" ajak Laskarta memegang pundak Verro. Verro mengangguk dan mengikut saja.


Laskarta dan Verro berbicara di kantin rumah sakit. Verro dan Laskarta juga sudah duduk berhadapan. Laskarta juga memesankan sarapan untuk Verro.


Karena dia tau Verro pasti belum sarapan. Mungkin makan malam juga. Karena Laskarta sangat tau Verro tidak fokus apapun selain kepada putrinya. Verro juga sempat menolak sarapan itu tetapi Laskarta memaksanya.


" Om ingin bicara apa?" tanya Verro.


" Begini Verro. Om sudah bicara dengan Dokter Arif dan juga pihak rumah sakit. Minggu depan Cherry akan di bawa ke Jerman. Rumah sakit di Jerman sudah mempersiapkan segalanya," jawab Laskarta menyampaikan informasi pada Verro.


Mendengar Cherry yang akan di bawa ke Jerman membuat Verro langsung down. Dia tidak akan bisa menemani Cherry di masa-masa terakhir Cherry. Karena memang kesempatan yang di miliki Cherry hanya 20%.


" Hahhhhhhh," tarikan napas Verro yang panjang menggambarkan isi hatinya yang tidak bisa berbuat apa-apa. Verro mengusap wajahnya dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


" Verro Om tau kamu akan sedih dengan hal ini. Tetapi hanya ini usaha terakhir yang bisa om lakukan. Cherry akan melakukan operasi untuk yang pertama kalinya," jelas Laskarta dengan hati dan perasaannya yang juga sangat takut. Di mana detik-detik kehilangan sudah berada di depan matanya.


" Apa aku bisa ikut?" tanya Verro yang memang ingin menemani Cherry sampai napas terakhirnya. Laskarta memegang tangan Verro menggengam memberi kekuatan.


" Om tau, kamu ingin berada di sisinya. Tapi untuk kali ini. Maafkan Om. Kamu tidak bisa ikut. Kamu harus sekolah dan melaksanan semua ujian kamu. Dan Cherry juga tidak akan setuju jika ikut. Dia tidak akan mau. Karena dia tidak mau kamu meninggalkan pendidikan kamu hanya demi dia," jelas Laskarta yang memutuskan harapan Verro yang memang tidak bisa berada di sisi Cherry di masa terakhir Cherry.


" Verro Om tidak bisa berjanji banyak. Tetapi Om akan berusaha membawa Cherry pulang dalam ke adaan sehat," ucap Laskarta. Walau keinginan itu jauh dari harapan.

__ADS_1


" Baiklah! Tetapi sebelum Cherry ke Jerman. Boleh aku meminta 1 permintaan," ucap Verro menatap Laskarta dengan mata yang penuh harapan.


" Katakan apa. Jika Om bisa akan Om laksanakan," jawab Laskarta yang tidak keberatan.


" Aku ingin menikahi Cherry," jawab Verro. Mendengar hal itu Laskarta kaget. Bagaimana mungkin ada Pria yang mau menikahi anaknya yang Pria itu tau sendiri dia tidak akan bisa hidup lama bersama putrinya.


Verro memang memikirkan hal itu sebelumnya. Verro mengingat Cherry pernah membahas pernikahan. Dia ingin mewujudkan impian Cherry yang menikah di usia muda.


" Om, aku ingin memberinya kebahagian. Cherry sangat ingin menikah. Aku mohon om. Izinkan aku menikah dengan Cherry," pinta Verro dengan tatapan mata yang penuh ketulusan.


" Tapi Verro," Laskarta sangat meragukan hal itu. Menikahi putrinya tidak akan mendapat kebahagian malah luka yang akan semakin dalam.


" Aku mohon Om. Tolong hanya itu permintaanku. Sebelum Cherry pergi. Aku tidak ingin menyesal seumur hidupku. Karena aku tidak mewujudkan impiannya. Jadi aku mohon om," ucap Verro yang benar-benar yakin akan menikahi Cherry.


" Apa kamu yakin dengan keputusan kamu?" tanya Laskarta.


" Aku yakin. Aku sudah memikirkan hal ini jauh-jauh hari. Aku akan menikahinya," jawab Verro yang benar-benar tidak akan ragu untuk menikahi Cherry.


" Baiklah, jika itu yang kamu mau, Om akan lakukan. Om akan menikahkan kamu dengan Cherry," ucap Laskarta yang pada akhirnya memberi izin Verro untuk menikahi putrinya.


" Terima kasih Om," sahut Verro memegang erat tangan Laskarta.


" Verro kamu pria yang baik. Kamu selalu ada untuk anakku. Aku tau kamu akan melakukan banyak hal untuk Cherry. Aku tau kamu akan sangat hancur ketika benar-benar kehilangan Cherry. Maaf Verro kamu harus mengalami ini. Kamu harus mengorbankan diri kamu hanya demi Cherry. Maafkan Om yang tidak bisa berbuat apa-apa. Karena takdir memang sedang menguji kita. Semoga kamu kuat menjalani semuanya. Semoga kamu bisa melanjutkan hidup walau tanpa Cherry," Batin Laskarta yang terus melihat Verro.


**********


" Kita mau kemana?" tanya Cherry yang duduk di atas tempat tidur. Sementara Suter sedang membuka impusnya.


" Kita akan pulang?" jawab Verro.


" Aku tidak akan di rawat lagi?" tanya Cherry tidak percaya.


" Iya kamu tidak akan di rawat di rumah sakit lagi. Kamu akan di rawat di rumah," jawab Verro.


" Benarkah!" tanya Cherry tersenyum bahagia. Verro menganggukkan matanya.


" Berarti aku besok bisa sekolah," tanya Cherry dengan semangat. Verro mendekatinya dan duduk di depannya. Verro mengusap lembut pipi Cherry.


" Meski kamu pulang dan tidak di rawat di rumah sakit. Kamu tidak boleh sekolah. Bukannya kita sudah membahas sebelumnya," ucap Verro dengan lembut memberi pengertian. Wajah Cherry terlihat lesu dengan kata-kata Verro.


" Tapikan..."


" Hey, sudah ya jangan di bahas lagi. Sekarang kita pulang. Bukannya kamu ingin berkencan dengan ku," sahut Verro membuat wajah sedih itu terdapat senyum lebar.


" Sekarang?" tanya Cherry. Verro menganggukkan matanya.


" Kamu mau kan berkencan dengan ku?" ajak Verro menatap dalam-dalam Cherry. Cherry mengangguk dengan cepat.


************


Verro mengajak Cherry makan malam di tempat romantis. Tempat outher yang hanya ada mereka berdua di sana. Suasana malam yang sangat romantis.

__ADS_1


Cherry tampil cantik dengan dress merahnya. Cherry yang memang sangat lemah. Harus menggunakan kursi roda. Tetapi Verro tetap setia membawanya. Dia tidak ingin membuang sedetik waktu untuk Cherry.


Verro dan Cherry duduk saling berhadapan dengan makanan yang terhidang di meja. Ada lilin di tengah dengan beberapa tangkai mawar.


" Kamu suka tempatnya?" tanya Verro. Cherry mengangguk dengan wajah cerianya.


" Makasih sudah membawaku kemari?" sahut Cherry sambil memotong steak. Lalu dia menyodorkan dengan garfu pada Verro. Verro tersenyum dan menerima suapan Cherry.


" Aku bahagia Verro," ucap Cherry yang benar-benar bahagia.


Bahkan sakit yang di tahannya sedari tadi seketika hilang perlahan. Mungkin Tuhan sekarang sedang berbaik hati kepadanya. Tuhan tidak ingin merusak moment bahagia Cherry dan Verro.


" Aku juga bahagia?" sahut Verro meraih tangan Cherry dan menggenggam erat. Pasangan itu saling menatap. Dengan penuh cinta. Tatapan yang tidak ingin kehilangan 1 sama lain.


" Aku mencintaimu Cherry," ucap Verro dengan ketulusan hatinya mengucapkan cinta yang sudah entah berapa kali.


" Aku juga sangat mencintaimu," jawab Cherry mengungkap perasaannya yang memang benar-benar mencintai Pria itu.


Tiba-tiba ledakan kembang api yang indah terlihat di atas sana membuat Cherry kaget dan harus mengalihkan pandangannya dari mata Verro melihat kembang api yang indah itu.


Senyum lebar di wajah Cherry terlihat sangat indah saat takjub dengan matanya yang berbinar-binar melihat kembang api itu. Mata Cherry tidak lepas melihat langit yang indah itu. Sampai seketika kembang api yang indah itu berubah menjadi tulisan.


...I Love you Cherry....


Mata Cherry semakin berbinar ketika melihat keindahan itu sampai Cherry menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya dan melihat ke arah Verro. Verro tersenyum dengan menganggukkan matanya.


Cherry begitu bahagia dengan malam yang indah itu. Pandangan Cherry kembali melihat kearah kembang api dan sudah bertambah tulisan.


...Yo Will Marry Me...


Cherry kaget dengan tulisan itu. Matanya sampai melebar sempurna antara percaya dan tidak ketika melihat tulisan itu. Cherry kembali menoleh ke arah Verro untuk mempertanyakan hal itu.


Tetapi Verro sudah tidak ada di depannya. Dan malah sudah berada di sampingnya. Pria itu berlutut dengan membukakan kotak cincin Kearahnya. Membuat Cherry benar-benar schok sampai tidak bisa berkata apa-apa.


" Menikahlah denganku," suara serak yang diucapkan Verro begitu tulus membuat debaran jantung Cherry tidak menentu.


Debaran jantung bukan karena kondisinya. Tetapi karena kekasihnya telah melamarnya.


" Verro," lirih Cherry yang tidak bisa menanggapi apa-apa.


" Aku mencintai mu Cherry. Jadilah istriku. Mari kita habiskan waktu bersama. Aku ingin kita hidup bersama. Aku ingin menjagamu. Aku ingin kau menjadi istriku," ucap Verro yang benar-benar mengungkap isi hatinya.


Cherry yang di penuhi kebingungan meneteskan air matanya. Air mata bahagia. Ketika Verro benar-benar melamarnya. Pasti tidak pernah terbayangkan olehnya. Jika dalam hidupnya pernah di lamar.


" Kamu maukan menikah dengan ku?" tanya Verro sekali lagi.


Cherry mengangguk cepat dengan cucuran air matanya. Verro dengan matanya berkaca-kaca tersenyum, mengeluarkan cincin dari dalam kotaknya dan memasangkan di jari manis Cherry.


Setelah cincin yang idah itu masuk sempurna ke jari Cherry. Verry langsung memeluknya dengan erat.


" Terima kasih Cherry sudah menerima ku," ucap Verro yang pada akhirnya meneteskan air mata. Cherry yang tidak bisa berucap lagi. Hanya menangis di pelukan Verro. Dia sangat bahagia dengan Verro yang benar-benar melamarnya.

__ADS_1


...Bersambung....


...Para readers aku sangat suka jika yang baca bisa tinggalkan jejak. Jejak komen, like, vote, kalian itu satu-satunya semangat untukku. Bantu promoin karya-karya ku ya....


__ADS_2