DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 322 Kecelakaan.


__ADS_3

Selina yang berada di luar mini market tempatnya bekerja terus mengawasi Cherry yang berjalan di pinggir jalan yang terlihat menagis senggugukan.


" Ya ampun Cherry kenapa sih sebenarnya. Apa temannya-temannya sedang memusuhinya. Dan suaminya kemana lagi," batin Selina yang tampak kebingungan.


Selina ingin sekali menghampiri Cherry. Namun Selina tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya. Karena memang tidak ada yang menjaganya. Dia sendiri yang bekerja, teman-temannya sedang tidak masuk.


" Sasy, juga lama sekali. Bagiamana kalau terjadi sesuatu sama Cherry kan tidak baik. Apa lagi. Cherry bukannya lagi hamil ya," batinnya yang begitu gelisah dengan memegang hanphonenya.


Cherry memang berjalan tanpa arah. Sudah dari malam kepagi sampai pagi lagi. Sampai malam. Dia tidak makan tidak minum, dan hanya menagis mengikutiku langkah kakinya yang tidak tau bertujuan kemana.


" Cherry!" terdengar suara lantang membuat langkah Cherry berhenti. Yang ternyata Verro memanggilnya. Verro akhirnya menemukannya dan menghentikan langkahnya dengan napasnya yang naik turun.


Selina melihat kedatangan Verro merasa lega. Di mana Verro dan Cherry terlihat berjarak 5 menit.


" Huhhhh, untung Verro datang," ucapnya dengan hembusan napas lega dan matanya terus mengawasi ke arah Cherry dan Verro.


Sementara Cherry yang masih terisak dalam tangisnya membalikkan tubuhnya dan melihat ke hadiran Verro.


" Cherry!" lirih Verro melihat Cherry yang sudah begitu hancur. Cherry yang tampaknya tidak ingin menemui Verro langsung ingin pergi. Namun Verro langsung mengejarnya dan akhirnya mendapatkan tangannya.


" Cherry aku mohon jangan pergi," ucap Verro memohon pada istrinya. Namun Cherry memberontak berusaha melepaskan tangannya dari Verro.


" Hubungan kita, sudah berakhir Verro. Kamu sudah memilihnya dan itu artinya kamu membuangku!" teriak Cherry dengan rasa sakit yang di rasakannya.


" Aku tidak pernah memilihnya. Aku tidak membuangmu Cherry," ucap Verro.


" Tidak katamu, semuanya sudah jelas Verro, di depannya kamu membentakku mendorongku. Dan kamu juga membiarkan ku pergi. Kamu mengurus dirinya. Baru setelah itu kamu mencariku. Kamu egois Verro!" teriak Cherry dengan suara menggelegar.


" Verro semua adalah kesalahan ku. Aku yang bersalah. Aku yang menyebabkan semuanya berantakan. Aku sudah memberinya cela untuk masuk kedalam hidupmu. Aku mengira kamu bisa tahan Verro. Tapi pada kenyataannya. Kamu terpengaruh dan menghiyanatiku demi wanita itu," teriak Cherry.


" Aku tidak pernah menghiyanatimu," ucap Verro.


" Bohong, semuanya sudah jelas," teriak Cherry melepas tangannya dari Verro.


" Kamu dengar Verro!" teriak Cherry menunjuk Verro dengan tatapan mata Cherry penuh kebencian.


" Hubungan kita berdua berakhir dengan kamu memutuskan pergi menemuinya itu sudah memutuskan aku dan kamu sudah selesai. Aku sangat menyesal haru mengingatmu. Aku menyesali semuanya," teriak Cherry.

__ADS_1


" Tidak Cherry, tidak," sahut Verro yang berlinang air mata.


" Aku sangat membencimu, seharusnya papa tidak memberiku kehidupan. Agar aku tidak pernah merasakan sakit ini. Seharusnya hal itu tidak terjadi," teriak Cherry dengan suaranya yang menggelar.


" Aku membencimu, aku membencimu," Cherry terus mengatakan hal itu dan Verro berusaha untuk mendekatinya, berusaha menenangkannya. Namun Cherry terus memberontak sampai mendorong Verro dan Verro sampai terduduk.


" Jangan menyentuhku sedikitpun. Aku membencimu Verro, aku lebih baik mati dari pada harus melihat kenyataan ini," tunjuk Cherry pada Verro dan Cherry kembali lari menyebrang jalan.


" Cherry tunggu, dengarkan aku!" teriak Verro. Cherry tidak peduli dan tetap lari dengan penuh tangisannya dan Selina terus mengawasi hal itu.


Verro yang terduduk melihat truk melaju kencang sementara Cherry berlari dengan menyeka air matanya tanpa melihat ada truk. Membuat mata Verro melotot hampir keluar.


" Cherry awas!" teriak Verro. Namun Cherry tidak mendengar dan akhirnya Verro berdiri dan langsung mengejar Cherry.


" Cherry!" teriak Verro. Cherry menghentikan langkahnya saat melihat cahaya lampu mobil yang menerangi wajahnya dan mata Cherry terbuka lebar saat Truk itu semakin dekat.


" Aaaaaa!" teriak Cherry menyilangkan tangannya di wajahnya.


" Cherry!" teriak Verro yang datang tepat waktu dan mendorong Cherry sehingga Cherry terjatuh dan terelakkan dari truk tersebut.


Brukkkk.


" Verro!" teriak Cherry yang langsung berdiri mengejar suaminya.


Chitttttt, Brukkkk


Mobil sedan yang tiba-tiba melaju kencang dan Cherry yang tidak melihat yang akhirnya menabrak Cherry dan Cherry terpelanting ke aspal.


Selina yang menyaksikan kejadian itu melotot dengan menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya.


" Cherry, Verro!" teriak Selina yang langsung lari ke lokasi kejadian dan orang-orang sudah mengerumuni tempat tersebut. Di mana Verro yang terlungkup di aspal yang penuh darah dan Cherry yang terlentang dengan jarak satu meter dari Verro yang juga terus memuntahkan darah dari tubuhnya.


" Cherry!" lirih Verro yang melihat istrinya seperti ikan kekurangan air.


Cherry yang sekarat melihat ke arah Verro dengan tangan mereka yang pelan-pelan ingin saling meraih. Sampai akhirnya ujung jemari itu saling meraih dan saling memegang kuat.


" Bertahanlah!" lirih Verro yang merasakan sakit dengan air matanya yang masih mengalir. Sama dengan Cherry hanya tersenyum dengan menahan sakit di tubuhnya.

__ADS_1


" Maafkan mama," lirih Cherry yang sudah tau bagaimana kondisi kandungannya dan dia juga terus melihat Verro yang sama sekaratnya.


Pasangan suami istri itu saling melihat saling berpegangan tangan dan sampai akhirnya. Saling memejamkan mata dengan perlahan.


" Jika masih ada cinta maka akan ku bawa sampai akhir hidupku," batin Cherry.


" Melukaimu, menyakitkan untukku dan cintaku tidak pernah berkurang sedikitpun dan akan aku bawa sampai akhir hidupku," batin Verro.


Orang-orang hanya melihat 2 orang yang berlumur darah itu. Tanpa ada yang memberikan pertolongan. Sampai akhirnya mobil yang di setiri Toby tiba di lokasi.


" Ada apa itu ramai-ramai tanya Tobi panik.


" Tidak tau, lihat itu Selina," sahut Sasy.


" Ayo kita turun!" ajak Vandy.


Mereka semua pun akhirnya turun dari mobil. Sasy, Toby, Vandy, Azizi, Varell, Nadya dan Raquel pun menghampiri kerumunan yang mencuri perhatian mereka.


" Selina ada apa?" tanya Raquel panik yang menahan Selina yang ingin memasuki kerumanan.


" Verro, Cherry," ucap Selina dengan bibir bergetarnya.


" Ada apa dengan mereka. Apa yang terjadi?" tanya Sasy mulai panik.


" Mereka, mereka berdu-2, mereka mengalami tabrak lari," jawab Selina dengan terbata-bata dan membuat semua orang kaget dan langsung menghampiri kerumunan.


Betapa terkejutnya Sasy dan teman-temannya saat menyaksikan Verro dan Cherry yang sudah berlumur darah dengan mata terpejam.


" Cherry!" teriak Sasy yang langsung berjongkok membangunkan temannya


" Verro," yang lain juga langsung berjongkok dan histeris menagis melihat pasangan suami istri itu.


" Bangun Cherry, bangun, kamu harus bertahan,"


" Verro, bangun, Verro, Cherry, bangunlah, Verro Cherry,"


Terdengar suara yang berusaha untuk membangunkan pasangan suami istri itu dengan air mata, rasa panik yang bercampur aduk melihat 2 temannya yang sekarat.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2