DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 134 pertemuan pertama.


__ADS_3

Azizi langsung menemui Verro yang sudah menunggui di ruangan Verro. Azizi dan Verro sudah duduk berhadapan dengan tangan Verro yang saling mengatup di atas meja.


Wajah Verro begitu serius. Sementara Azizi wajahnya mulai khawatir dia merasa ada sesuatu yang tidak beres terhadap anaknya. Firasat seorang ibu memang sangat kuat.


" Bagaimana dengan Iqbal?" tanya Azizi dengan jantungnya berdebar kencang. Verro terlihat menarik napas panjang dan membuangnya perlahan.


" Verro. Apa ada masalah dengan putra ku?" tanya Azizi yang benar-benar panik. Karena dia belum mendengarkan dari Verro apa yang terjadi dengan putranya.


" Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ada sesuatu di tulang belakang Iqbal dan setelah kami teliti. Iqbal anak kamu mengalami kanker tulang sumsum belakang," ucap Verro dengan yakin. Azizi langsung melebarkan matanya mendengar hasil tes dari Puttranya.


" Apa kanker tulang sumsum belakang ," sahut Azizi benar-benar terkejut saat mendengar dari Verro jika anaknya menderita kanker tulang sumsum.


" Itu tidak mungkin," sahut Azizi yang benar-benar tidak percaya. Apa yang di katakan Verro membuatnya tidak semudah itu untuk menerimanya.


" Aku tau kamu kaget mendengarnya. Tetapi kelelahan yang berlebihan yang di alami anak kamu menjadi pemicu. Karena Iqbal kekurangan sel darah putih, selain itu ada beberapa masalah sel-sel di bagian tulangnya.," jelas Verro memberikan hasil ronsen pada Azizi. Azizi langsung mengambilnya dan melihat hasil ronsen tersebut.


" Dan biasanya ini karena ada faktor keturunan. Apa keluarga kamu ada yang pernah mengalami semua ini?" lanjut Verro lagi dengan bertanya.


" Lalu bagaimana selanjutnya. Apa ini akan mematikan?" tanya Azizi yang langsung pada hal terburuknya dengan air matanya yang kembali menetes.


" Ini juga merupakan. Kanker yang langka. Sebagai manusia dan Dokter kita hanya berusaha dan usaha itu dengan pengobatan yang serius. Anak kamu masih bisa di katakan level awal dan sangat beruntung kita mengetahuinya sebelum semuanya semakin parah. Iqbal hanya perlu melakukan perawatan yang baik. Kemoterapi yang teratur dan obat-obatan yang juga harus di konsumsi dengan baik," jelas Verro.


" Apa Iqbal bisa sembuh?" tanya Azizi benar-benar sangat ketakutan.


" Iya pasti, dia akan sembuh. Tidak ada penyakit yang tidak sembuh," jawab Verro dengan yakin memberi semangat kepada temannya. Karena bicara dengan kanker siapa yang tidak takut. Apa lagi Iqbal adalah satu-satunya putranya.


**********


Vandy berjalan sambil memegang dokumen dengan langkahnya yang sangat berwibawa. Beberapa suster yang berpapasan dengannya menyapanya saat berpapasan dan Vandy pun menyapa dengan baik.


" Seharusnya Verro sih ada di ruangannya?" batin Vandy yang berjalan.


Saat Vandy bergerutu tiba-tiba berpapasan dengan Sasy.


" Heh, Sasy mana Verro?" tanya Vandy menghentikan langkahnya.


" Emangnya aku mak nya. Makanya harus nanyak Verro sama aku," sahut Sasy sewot.

__ADS_1


" Ya elah baru juga nanyak. Buruan di mana dia," ucap Vandy.


" Ya di ruangannya, di mana lagi," sahut Sasy kesal.


" Biasa aja dong," sahut Vandy. " Oh iya kau itu bukan emaknya tapi bibinya," ucap Vandy dan langsung lari.


" Vandy!" teriak Sasy yang geram dengan Vandy sampai merapatkan giginya yang seenaknya mengatainya.


" Dasar Dokter saraf," kesal Sasy yang tidak terima mendapat ejekan.


************


" Ya sudah makasih ya Verro, aku akan mengingat saran mu. Agar putraku sembuh cepat sembuh," ucap Azizi.


" Iya, kalau ada apa-apa, kamu bisa kabari kami. Percayalah semuanya akan baik-baik saja. Iqbal anak yang kuat dia pasti akan sembuh," ucap Verro yang terus memberi semangat kepada sahabatnya.


" Lalu kapan Iqbal boleh pulang?" tanya Azizi.


" Sebaiknya Iqbal besok saja pulangnya. Dia harus mendapat perawatan dulu. Agar kondisinya pulih," jawab Verro.


" Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu," ucap Cherry panik.


Dan bersamaan juga dengan Vandy yang ingin keruangan Verro. Belum sempat Azizi membuka pintu. Vandy sudah terlebih dahulu membuka pintu dan membuat mereka saling berhadapan di depan pintu.


" Verrr...." Vandy tidak jadi melanjutkan kalimatnya saat melihat wanita yang di hadapannya yang baru mengangkat kepalanya dan melihat Vandy.


Ke-2 nya sama-sama terkejut dengan pertemuan pertama setelah 7 tahun berlalu. Mata mereka saling beradu pandang dengan dengan wajah mereka yang sama-sama schok.


" Azizi," lirih Vandy yang pasti mengenali Azizi tanpa kacamata dan rambut yang di gerai. Azizi yang pasti sudah menjadi wanita dewasa. Karena selain usia dia juga sudah seorang ibu.


" Vandy," batin Azizi tidak percaya akan bertemu Vandy Pria yang dulu dekat dengannya dan bahkan Azizi meminta pertanggung jawaban dan sama sekali di tolak dan tidak di akui.


" Tidak mungkin! Apa wanita yang di depanku adalah Azizi. Tidak itu tidak mungkin. Aku pasti salah lihat. Dia bukan Azizi," batin Vandy seakan tidak percaya. Jika yang di lihatnya adalah Azizi.


Ke-2 nya masih sama-sama kaget. Bahkan belum ada yang bicara sama sekali


..." Aku hamil," ...

__ADS_1


..." Apa maksud kamu?" ...


..." Aku sudah mengatakan aku hamil," ...


..." Lalu apa hubungannya dengan ku," ...


..." Vandy," ...


..." Jika kamu hamil apa urusannya denganku?" tanya Vandy menegaskan....


..." Kamu tidak lupakan Vandy kejadian malam itu?" ...


..." Iya aku tidak lupa dengan kejadian. Kejadian di mana kamu menjebakku untuk melakukan semua itu," ...


..." Apa maksud kamu menjebak. Kamu sendiri yang datang ke kamarku. Kamu yang yang bolos dari kegiatan dan datang ke kamarku dan membawaku ketempat itu," ...


..." Aku memang membawamu. Tetapi kamu memulai semuanya," ...


..." Aku hanya mengakui perasaanku. Karena suasana yang kamu berikan. Aku mengakui perasaanku karena kamu memberikan peluang kepadaku Dan kamu juga membalas perasaan itu," ...


Lintasan ingatan 7 tahun lalu teringat kembali. Baik Vandy maupun Azizi sama mengingat kejadian waktu itu. Di mana Azizi yang mendatangi ruangan V3 dan menemui Vandy untuk meminta pertanggung jawaban.


Dan saat itu Vandy benar-benar menolak pertanggung jawaban karena merasa apa yang di alami Azizi tidak ada hubungannya dengannya. Dan sama sekali semuanya tidak berpengaruh baginya.


Pertengkaran, perdebatan juga terjadi di sana pada saat itu. Dan alhasil Azizi juga tidak mendapat pertanggung jawaban itu dan pergi tanpa apapun.


" Vandy!" tegur Verro.


Teguran Verro membuat Vandy dan Azizi terkejut dan mengalihkan pandangan masing-masing.


" Oh iya," sahut Vandy yang gugup. Verro langsung berdiri dan menghampiri 2 temannya yang masih kaget. Verro hanya beranggapan jika ke-2 temannya itu wajar sangat kaget. Siapa yang tidak kaget tiba-tiba bertemu dengan Azizi. Teman mereka yang sudah lama tidak di temui.


" Vandy kamu pasti kaget bertemu dengan Azizi ya?" tanya Verro dengan santai.


" Ha, iya aku memang kaget. Makanya seperti itu," jawab Vandy gugup.


" Lalu kenapa tidak menyapanya?" tanya Verro?

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2