
SMA Internasional Haig School
Verro, Varell, Vandy, Toby, Aldo, Sasy, Nadya dan Raquel berada di dalam Musollah. Para wanita memakai mukenah dengan lengkap. Setelah melaksanakan sholat mereka mengadahkan ke-2 tangan ke atas berdoa kepada Allah untuk keselamatan Cherry.
Air mata mengiringi doa yang terucap di dalam hati mereka. Meminta kesembuhan untuk Cherry yang sedang menjalankan operasi.
Cherry yang berada di meja operasi. Lampu operasi di atas tubuhnya sudah menyala beberapa Dokter bedah jantung sudah berada di ruang operasi. Para Dokter itu sudah mulai mengoperasi Cherry yang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Dia sedang berjuang melawan maut. Dia ingin kembali bersama Verro. Air matanya menetes dari pelupuk matanya. Tidak tau apa artinya. Apa dia kesakitan atau ketakutan.
Yang pastinya Dokter- Dokter yang sedang mengelilingi ranjang operasinya. Sedang berjuang untuk kesembuhannya.
Berjuang untuk membuat Cherry bisa kembali kepada teman-temannya, kepada papanya. Dan pasti kepada suaminya. Hanya suara mesin jantung yang terdengar di dalam ruang operasi itu.
Sementara di sisi lain, orang- orang yang menyayanginya tetap berdoa dengan khusyuk dengan air mata yang terus mengalir deras di pipi mereka. Dengan harapan yang banyak. Meminta agar Cherry selamat.
Para Dokter saling melihat. Seketika wajah mereka panik. Suster berlari mengecek monitor jantung Cherry. Layarnya yang sudah menjadi garis lurus.
Dokter mengambil tindakan dan meletakkan alat pompa jantung di dada Cherry menggosok-gosok alat itu dan memompakan ke dada Cherry. Sampai Cherry terangkat sedikit ke atas.
" Kembali lah Cherry, bersama mu, kembali lah sayang, aku mencintaimu," batin Verro dalam doanya.
Verro dengan bibirnya yang bergetar dengan air matanya yang semakin membanjir pipinya. Berdoa terus untuk keselamatan istrinya.
Sementara Cherry yang ada di ruang operasi semakin keritis beberapa kali Dokter memompa jantung pada dada Cherry. Sampai akhirnya Dokter membuang napas perlahan dengan usaha yang sudah di lakukannya.
Isak tangis terdengar kuat di dalam Musollah. Saat firasat semakin buruk. Mereka menangis Sengugukan saat hati mengatakan sesuatu yang membuat mereka tidak akan mungkin menerima keadaan itu.
Pemakaman.
Pemakaman sedang di kunjungi banyak orang. Dengan pakaian hitam. Bukan hanya teman-temannya terdekatnya. Tetapi teman 1 kelasnya ikut mengantarkan Cherry ke peristirahatan terakhirnya.
Operasi pertama yang di lakukan Cherry juga menjadi operasi terakhirnya. Apa yang di takutkannya selama ini telah menjadi kenyataan. Dia takut operasi karena tidak ingin pergi. Tetapi dia harus menjalan kan operasi dan benar. Dia telah pergi untuk selamanya. fee
__ADS_1
Sekarang Cherry sudah tidak sakit lagi. Dia sudah sembuh dan pasti akan berada di tempat yang indah. Hidup bahagia di sana seperti yang di janjikanya pada suaminya.
Cherry meninggal di meja operasi dengan usianya yang belum genap 17 tahun. Teman-temannya sedang mengantarkannya dengan barisan yang rapi kepemakaman. Air mata yang membasahi pipi mereka.
Verro suaminya mengangkat keranda mayat istrinya yang di bantu, Varell, Vandy, Aldo, dan Toby juga ada beberapa teman 1 kelas Cherry.
Sementara Sasy yang berjalan dengan memegang foto Cherry yang tersenyum. Nadya dan Raquel berada di kiri dan kanannya memeluknya untuk saling menguatkan 1 sama lain.
Beberapa kali mereka harus menyeka air mata mereka yang tidak berhenti jatuh. Tetapi Verro sudah tidak menangis lagi. Dia tidak bisa menangis saat mengantarkan istrinya. Istrinya akan kecewa. Dia harus menepati janjinya.
Sesampai di pemakaman Verro dan yang lainnya ikut memakamkan Cherry. Verro turun sendiri memakamkan sang istri. Itu adalah usaha terakhirnya melakukan hal yang berguna untuk wanita yang di cintainya.
Proses pemakan terlihat sangat haru bahkan suara tangisan dari teman-teman satu kelasnya yang pasti sangat merasa kehilangan. Cherry adalah salah satu teman yang paling baik. Selalu ceria dan tidak pemilih dari teman.
Mereka pasti merasa kehilangan atas kepergian Cherry. Selama ini mereka tau jika Cherry memiliki kelainan jantung. Mereka mengagumi Cherry yang sangat kuat bahkan tidak mengeluh dengan sakitnya.
Cherry juga sempat melaksanakan ujian terakhirnya. Bagaiman mereka tidak mengangumi wanita itu. Wanita yang sangat baik itu.
Nadya memberikan beberapa butiran bibit mawar. Nadya mengangguk kepada Verro. Verro mengambil bibit itu. Dan langsung menanamkan di depan mesan Cherry.
Sesuai amanah yang di ucapkan Cherry tempo lalu dia ingin ada tanaman mawar pink di atas kuburannya. Dan Verro akan mengabulkan hal itu.
Setelah selesai menanam bibit itu, teman-teman dekatnya sudah berjongkok mengelilingi pemakaman itu menabur kan kelopak mawar pink untuk Cherry.
Mawar yang memang menjadi kesukaan Cherry di setiap waktu. Cherry yang selalu ingin di beri mawar setiap waktu.
Makam itu sangat indah penuh kelopak mawar dan beberapa yang kau mawar juga ada juga boucket mawar dia sana.
" Cherry, kamu seharusnya tidak pergi, aku sudah tidak punya teman lagi, kamu kenapa pergi secepat ini hiks hiks,hiks," ucap Sasy menangis Sengugukan sambil menabur mawar di atas makam itu.
Nadya di sampingnya merangkul Sasy agar Sasy kuat. Di dalam doa mereka. Mereka memang ikhlas. Tetapi kenyataan ikhlas yang mereka katakan ternyata tidak mudah. Mereka ternyata tidak kuat dan tidak tau kapan siap dengan semua kenyataan itu.
" Shutt, shutt, tenang ya Sasy, Cherry sekarang sedang beristirahat dia sudah sembuh. Kita harus kuat biar Cherry bahagia di sana," ucap Nadya yang mungkin lebih kuat di bandingkan Sasy yang benar-benar lemah.
__ADS_1
Sementara Raquel menangis di rangkul Aldo sambil menabur mawar. Dia tidak bisa berkata apa-apa. Bahkan bibirnya tidak sanggup bicara. Waktu sangat singkat baginya bisa dekat dengan Cherry.
Murid- murid yang lain juga yang berdiri menangis. Selina dan Mitha juga ikut mengantarkan Cherry. Beberapa kali menyeka air mata mereka.
Mereka merasa haru dengan kehilangan teman 1 kelas mereka. Memang mereka berdua tidak pernah punya masalah dengan Cherry. Jadi mereka juga sangat kehilangan.
Fiona juga meneteskan air matanya saat ikut mengantarkan Cherry. Dia tidak menyangka wanita itu sebelumnya meminta maaf kepadanya dan ternyata itu adalah suara terakhir Cherry yang di dengarnya.
Wanita yang pernah di hinanya dan dianggapnya musuh karena seorang Pria Sekarang benar-benar pergi untuk selama-lamanya.
Sementara Toby yang juga tidak kuat memilih berdiri paling belakang murid-murid lain. Dan bahkan tidak ikut menabur bunga.
" Kamu jahat Cherry, kenapa pergi secepat itu. Aku tidak mau menurutimu. Kamu sangat jahat. Kamu jahat. Kamu malah meninggalkanku, jahat," batin Toby yang menyeka air matanya dengan wajahnya yang merengut.
Dia sangat marah kepada Cherry yang kembali dalam keadaan tidak bernapas. Pasti Toby belum menerima kenyataan itu.
Setelah melakukan doa bersama. 1 persatu pelayat mulai meninggalkan pemakaman. Verro mengusap mesan Cherry dan mengusap foto Ceria Cherry.
" Istirahatlah yang tenang, aku sangat mencintaimu. Terimakasih sudah hadir di dalam hidup. Terima kasih kamu sudah memberiku banyak kesempatan untuk menghabiskan waktu bersamamu. Aku sangat bahagia. Jika menjadi orang yang kamu cintai,"
" Kamu benar Cherry. Kamu tidak pernah pergi. Kamu selalu ada di hatiku. Dan itu tidak akan pernah tergantikan. Sekarang kamu di tempat yang indah. Kamu tidak akan sakit lagi," ucap Verro di dalam hatinya yang berusaha ikhlas dengan kepergian istrinya.
" Tunggu aku Cherry. Kita pasti bertemu. Aku akan menyusulmu secepatnya. Tunggu aku," ucapnya lagi yang terus menahan air matanya. Tatapannya yang benar-benar kosong. Mungkin Verro sangat lelah.
" Ayo pulang!" ajak Vandy menepuk bahunya. Pemakaman memang sudah sunyi. Verro seakan masih ingin berlama-lama di sana.
" Aku pulang dulu sayang. Aku akan selalu mengunjungimu. Sampai kita bertemu nanti," ucap Verro mencium mesan Cherry dan berdiri.
Varell juga merangkul Toby mengajaknya untuk pulang. Mereka pun akhirnya meninggalkan pemakaman indah itu.
Verro membalikkan badannya melihat ke pemakaman. Verro tersenyum ketika melihat Cherry yang berpakaian putih dress yang sangat cantik berdiri di makam itu. Tersenyum kepada Verro dan melambaikan tangannya. Verro menganggukkan matanya tersenyum lebar.
Bersambung.....
__ADS_1