DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 385 awal mulanya.


__ADS_3

Malam hari tiba. Sampai detik ini ternyata Selina masih tetap tidak mengangkat panggilan masuk dari Arif dan Arif sudah beberapa kali menelponnya tapi Selina tidak juga mengangkat telponnya sampai dia sudah selesai bekerja dan sekarang menutup tokonya dengan lemas dan tidak bersemangat sama sekali.


Tidak tau apa yang di pikirkannya intinya dia memang tidak bersemangat sama sekali. Bahkan beberapa kali Selina membuang napasnya kasar kedepan.


Saat Selina selesai menutup toko tersebut Selina membalikkan tubuhnya dan langsung tersentak kaget.


" Aaaaa," teriak Selina yang begitu kagetnya dengan mengusap-usap dadanya yang jantungan melihat, Cherry, Sasy, Raquel, Nadya dan Azizi tiba-tiba saja sudah ada di belakangnya dan menatapnya dengan mengintimidasi.


" Kalian, kalian kok, kalian kok bisa ada di sini?" tanya Selina yang begitu gugup yang mendadak takut melihat orang-orang itu yang sudah ada di depannya.


" Kamu baru pulang?" tanya Sasy dengan mengintimidasi. Selina mengangguk dengan pelan.


" Ya sudah ayo ikut kami," sahut Raquel.


" Ma_mau kemana?" tanya Selina dengan gugup dan mendadak takut.


" Sudah jangan banyak tanya Selina, kamu ikut kami saja," sahut Cherry.


" Benar, kita tidak akan memakan kamu kok," sahut Azizi.


" Ayo Selina!" ajak Nadya lagi. Selina mengangguk kan kepalanya.


Dia begitu takutnya melihat teman-temannya sekolahnya itu yang tiba-tiba muncul dan malah mengajaknya entah kemana yang membuatnya penasaran dan yang adanya dia semakin takut. Tapi dia tetap ikut dan memang tidak mungkin dia tidak mengikutiku Cherry dan yang lainnya.


***********


Sampai akhirnya Selina berada di suatu ruangan yang tidak terlalu besar ruangan terdapat sofa dan sekarang Selina sudah duduk dengan Cherry, Raquel, Azizi, Nadya, dan Sasy berbaris duduk di depannya. Seperti guru BK yang ingin mengintrogasinya. Sementara Selina begitu gugup dengan jarinya yang saling bertautan yang tidak tau apa yang di inginkan orang-orang itu kepadanya.


" Hmmmm, ngapain kalian mengajakku untuk kemari?" tanya Selina dengan gugup.


" Yang pertama kami sudah tau hubungan kamu dengan Dokter Arif," sahut Azizi.


" Dan kami sangat kecewa dengan kamu yang merahasiakan hubungan itu," sahut Nadya.


" Bahkan kita pernah dekat, aku lebih kecewa dengan kamu Selina yang bisa menutupi semua itu. Padahal kamu dulu membanbtuku dan kita juga begitu dekat," sahut Cherry.


" Apa lagi aku bukannya kita dulu sahabat dan sama sekali persahabatan kita tidak kata berakhir dan kamu tidak menceritakan itu kepadaku," sahut Raquel.


" Intinya kami semua kecewa dengan kamu," sahut Sasy. Wajah mereka begitu serius mengintrogasi Selina dan Selina hanya menundukkan kepalanya.


" Maaf," lirih Selina yang hanya mengeluarkan kata singkat itu.


" Kami memaafkanmu," sahut Cherry.


" Kalau begitu apa yang kalian inginkan. Kalian ingin aku putus dengan Dokter Arif, aku akan melakukannya," sahut Selina.


" Enak aja main putus-putus. Kamu pikir Dokter Arif bisa di mainin apa," sahut Sasy.


" Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Selina yang terlihat begitu pasrah.


" Kamu ceritakan kepada kita bagaimana awal mulanya kamu bisa bertemu dengan Dokter Arif dan sampai kalian pacaran," sahut Cherry.


" Benar, kita ingin langsung mendengarnya dari mulut kamu,'' sahut Azizi.


" Dan berharap kamu menceritakannya penuh kejujuran dan tidak ada kebohongan sama sekali," sahut Raquel.


" Ayo Selina ceritakan kepada kami bagaimana mulanya?" sahut Nadya.


" Baiklah," sahut Selina. " Aku pertama kali bertemu dengan Dokter Arif saat dia mengantarkan Vandy ke sekolah waktu kita akan berangkat Study tour," jawab Selina dengan singkat.


Flashback.


Selina berpamitan pada Raquel dan Mitha untuk ketoilet. Dia sesak pipis dan ingin buru-buru ketoilet. Karena tidak merasa sesak Selina sampai memasuki kamar mandi yang salah yang tak lain kamar mandi Pria dan di dalamnya ada Dokter Arif yang sedang buang air kecil.


" Aaaaaaa!" teriak Selina saat melihat hal yang tidak sepantasnya di lihatnya.


Arif begitu kaget mendengar teriakan itu dan langsung berbalik badan yang melihat ada wanita di belakangnya.


" Cepat tutup itu kelihatan, buruan tutup," teriak Selina yang menutup wajahnya dengan kedua tangannya namun terlihat matanya mengintip.


" Malah bengong buruan di tutup," teriak Selina lagi. Arif yang sadar pun langsung menaikkan res celananya dan juga terlihat kikuk dengan ada wanita yang melihat aset berharganya.


" Sudah," sahut Arif.

__ADS_1


" Benaran?" tanya Selina yang tidak percaya


" Iya," jawab Arif. Selina masih ragu. Namun tetap membuka matanya dengan perlahan dan matanya langsung turun pada celana Arif.


" Apa yang kamu lihat?" tanya Arif spontan menutupnya.


" Aku tidak melihat apa-apa. Lagian kamu ngapain sih, masuk toilet sembarangan," sahut Selina yang menyalahkan Arif.


" Aku yang masuk toilet, kamu yang salah," sahut Arif.


" Sudah salah pakai nyalahin lagi," sahut Selina yang tidak mau kalah.


" Aku berkata benar, kamu lihat sendiri di belakangmu," ucap Arif mengaskan dengan perlahan Selina membalikkan tubuhnya dan melihat kebelakang nya. Selina langsung terpekik kaget dengan matanya yang melotot yang memang benar pada kenyataanya dia yang salah. Selina sampai menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya.


" Kamu yang salahkan, kamu yang masuk


toilet yang salah," ucap Arif.


" Isssss, aku mana tau kalau toiletnya sudah di ganti," sahut Selina mencari alasan. " Arghhh, sudahlah kita lupakan kejadian ini. Anggap saja aku tidak melihat apa-apa," sahut Selina yang memutuskan.


" Baiklah," sahut Arif santai.


" Aisssh, aku sial sekali," sahut Selina yang langsung pergi dari toilet tersebut.


" Aneh sekali, kenapa dia seperti orang kesurupan dia yang salah. Tetapi dia yang heboh sendiri," ucap Arif geleng-geleng dengan tersenyum tipis yang merasa Selina begitu unik.


Selina berusaha untuk melupakan kejadian itu dan kembali bergabung dengan Raquel dan Mitha. Tetapi saat itu tidak jauh dari tempat mereka berdiri yang saling bercerita. Selina melihat ke arah Pria yang tadi di temuinya di toilet yang berbicara dengan Cherry, Vandy, Azizi, Toby, Verro, Nadya dan Sasy nempel-nempel pada Dokter Arif.


" Apa dia pacarnya Sasy ya. Makanya kelihatan dekat dengan Sasy," batin Selina yang menebak-nebak. Saat itu juga tidak sengaja Dokter Arif melihat kearah Selina dan Selina langsung mengalihkan pandangannya dengan cepat. Arif yang melihat itu tersenyum tipis. Padahal dia sedang berbicara dengan Vandy. Tetapi fokusnya malah pada Selina.


" Issss, kenapa dia melihatiku, apa dia mengingat hal tadi," batin Selina yang terlihat kepikiran.


" Kamu kenapa Selina!" tanya Raquel merasa Selina begitu aneh.


" Tidak, tidak apa-apa," jawab Selina dengan gugup. Yang berusaha untuk tenang. Selina pun kembali melihat ke arah Arif dan ternyata Arif melihatnya. Mereka seolah sedang curi-curi pandang saat itu.


Flash on.


" Jadi di situ aku pertama kali bertemu dengannya," sahut Selina. Cherry dan yang lainnya saling melihat dan mengangguk serentak yang begitu serius mendengar cerita Selina.


" Kami tidak berkenalan. Kejadian itu yang terjadi dan aku hanya malu kepadanya. Aku juga mengira itu pacar Sasy. Tetapi bukan ternyata," jawab Selina.


" Berarti waktu aku dekat-dekat dengan Dokter Arif saat itu. Kamu yang di liriknya. Bukan aku," sahut Sasy tampak kecewa.


" Berarti kamu bukan tipenya," sahut Raquel mengejek membuat Sasy sewot.


" Tunggu-tunggu, Itu kan sudah 7 tahun lalu. Itu sangat lama. Apa kalian langsung dekat saat itu?" tanya Azizi.


" Iya benar apa kedekatan kalian di mulai dari sana," sahut Cherry yang penasaran dengan cerita selanjutnya.


" Bukan. Bukan saat itu. Aku malah tidak mengenalnya saat itu dan juga tidak penasaran, ingin tau siapa dia dan yang lain-lainnya. Justru aku berkenalan dengannya saat di pemakan Cherry," sahut Selina. Mereka saling melihat dan semakin penasaran dengan kisah selanjutnya.


Flashback.


Rasa haru yang menyelimuti pemakaman Cherry. Teman-teman sekolahnya yang berdatangan dan penuh tangis melihat kepergian wanita cantik yang berprestasi tersebut. Meski tidak dekat dengan Cherry Selina juga ikut menangis dan sedih dengan kepergian teman 1 kelasnya itu.


Selina mengasingkan diri yang duduk di salah satu bangku dengan air matanya yang terus keluar. Dia malu menangis di depan yang lainnya dan memilih untuk mengasingkan diri.


" Apa aku punya dosa ya pada Cherry. Aku kan tidak pernah mengganggunya. Jadi aku tidak punya dosa sama sekali kepadanya. Tapu kenapa coba harus dia yang meninggal terlebih dahulu. Kenapa bukan Raquel aja. Dia kan sudah berhiyanat kepada aku dan Mitha," gerutu Selina dengan menagis pelan.


Sedih sih boleh sedih. Tetapi tetap mendoakan orang yang tidak baik. Di sela tangisnya tiba-tiba sebuah sapu tangan berada di depannya. Selina melihat sapu tangan itu cukup kaget dan langsung mengangkat kepalanya siapa yang sudah memberikan itu kepadanya yang ternyata itu adalah Dokter Arif yang juga hadir di pemakaman itu.


" Kamu!" pekik Selina yang ternyata mengingat Arif.


" Hapus air matamu!" ucap Arif yang memberikan sapu tangan itu dan Selina pun mengambilnya dan langsung menghapus air matanya. Arif duduk di samping Selina tanpa di suruh Selina.


" Cherry wanita yang baik. Makanya banyak teman-temannya yang menangisi kepergiannya," ucap Arif.


" Dia memang baik. Sayang saja aku tidak berteman dengannya," sahut Selina.


" Tapi dari air mata kamu, kamu kelihatan begitu kehilangannya," sahut Arif yang melihat ke arah Selina.


" Ya jelas lah kehilangannya. Memang ada yang tidak kehilangannya bukannya kamu tadi mengatakan kalau dia begitu baik," sahut Selina.

__ADS_1


" Iya kamu benar," sahut Arif.


" Ngomong-ngomong kamu siapanya Cherry?" tanya Selina.


" Aku Dokter Arif, aku Dokter Cherry," jawab Arif mengulurkan tangannya yang memulai perkenalan. Selina tampak bengong yang masih mengangguri tangan Dokter tampan itu.


" Nama kamu siapa?" tanya Arif.


" Aku Selina," sahut Selina yang akhirnya menyambut uluran tangan itu.


" Aku senang berkenalan dengan mu," ucap Dokter Arif.


" Aku juga," sahut Selina.


" Kamu jangan menangis lagi. Kita doakan saja Cherry agar dia di tempatkan di tempat yang terbaik," ucap Arif. Selina tersenyum mengangguk.


Flash on.


" Kami berkenalan saat itu," ucap Selina.


" Ohhhh, jadi kalian di sana berkenalan nya.


" Kalau mendengar cerita kamu sangat kelihatan Dokter Arif yang menyukaimu di awal," sahut Cherry menebak-nebak.


" Benar kata Cherry," sahut Nadya.


" Lanjut-lanjut, bagaimana cerita selanjutnya," sahut Raquel yang penasaran.


" Ya setelah saat itu kami hanya berkenalan tanpa tukaran no hp atau apapun. Kami juga tidak bertemu lagi dan baru bertemu saat lulusan sekolah dan saat itu Dokter Arif datang untuk menghadiri graduate Vandy dan saat itu ada kesempatan kami juga berbicara dan bertukaran nomor handphone dan hanya berkomunikasi biasa dan itu hanya sebentar," jelas Selina dengan singkat.


" Lalu kapan kalian pacarannya?" tanya Sasy langsung ingin mendengar intinya.


" Setelah 1 tahun lulus sekolah. Aku dan Dokter Arif tidak sengaja sering bertemu pada akhirnya dan kami lumayan dekat pada saat itu. Dan Dokter Arif juga ada saat keluargaku mengalami kebangkrutan dan dia yang memberiku suport dan semangat saat itu," jelas Selina.


" Dan pacarannya kapan?" tanya Nadya.


" Tidak lama dari situ," sahut Selina.


" Gimana caranya nembak kamu?" tanya Raquel keponya sampai ke akar-akarnya.


Flashback


Dokter Arif membantu Selina untuk mencari kan rumah untuk tempat Selina berlindung. Dia juga membantu Selina untuk beres-beres rumah sepetak itu dan menyusun barang-barang Selina yang sama tidak banyak lagi. Karena sudah banyak yang di jual untuk biaya hidup.


" Ahhhh, akhirnya selsai," ucap Arif yang penuh keringat yang lumayan lelah.


" Minum dulu kak," ucap Selina yang memberikan air putih.


" Makasih Selina," sahut Arif yang langsung meneguknya dan bahkan sampai habis.


" Makasih ya kak Arif, sudah membantuku untuk memindahkan barang dan bahkan membantuku membersihkan rumah ini," ucap Selina yang merasa bersyukur ada temannya.


" Kamu tidak perlu berterima kasih. Itu memang seharunya di lakukan seorang Pria kepada wanita yang di sukainya," ucap Arif dengan spontan yang membuat Selina mendengarnya kaget.


" Maksud kakak apa?" tanya Selina yang penuh kebingungan. Arif meletakkan gelas di atas meja dan meraih ke-2 tangan Selina.


" Aku menyukaimu Selina," ucap Arif yang menyatakan perasaannya saat itu pada Selina dan Selina begitu kaget mendengarnya bahkan tidak percaya dengan kata-kata Dokter Arif.


" Sungguh?" tanya Selina yang masih schok.


" Iya aku sungguh-sungguh jatuh cinta kepadamu," sahut Arif yang jujur apa adanya.


" Tapi kan kak, aku ini wanita yang tidak mempunyai apa-apa. Dan kakak tau sendiri bagaimana aku dan kenapa harus menyukai ku. Bukannya banyak wanita lain yang sepadan dengan kakak," ucap Selina yang tidak percaya diri dengan Arif yang menyukainya.


" Selina aku tidak pernah melihat hal itu. Justru aku sudah mengetahui semua tentangmu dan aku ingin terus di sisimu dan mendampingimu sampai kapanpun itu," ucap Arif yang meyakinkan Selina. Namun Selina tetap terlihat begitu gugup dan sampai tidak tau harus melakukan apa-apa lagi.


" Kamu mau kan menjadi pacarku?" tanya Arif yang butuh jawaban.


" Kakak sungguhan tidak masalah dengan statusku?" tanya Selina yang tidak percaya diri.


" Aku tidak pernah masalah Selina," sahut Arif.


" Kamu mau kan menjadi pacarku?" tanya Arif lagi. Selina akhirnya mengangguk dan Arif tersenyum lalu memeluk Selina.

__ADS_1


" Makasih Selina aku akan terus ada di sampingmu," sahut Arif dengan penuh kebahagiannya.


Bersambung


__ADS_2