DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 234 Beristirahat


__ADS_3

Raquel, Sasy, Vandy, sedang berdiri di depan Cherry dan Verro yang berada di tempat tidur masing-masing. Di mana pasangan suami istri itu masih dalam ke adaan koma.


" Ini yang di namakan cinta sejati yang satunya tidak akan bangun jika satu juga tidak bangun. Mereka saling mencintai, bahkan sama-sama sakit," ucap Raquel yang menatap sendu ke-2 sahabatnya itu.


" Mereka seperti saudara kembar yang satunya sakit yang satunya juga. Kehilangan belahan jiwa membuat yang satunya tidak bisa hidup sendiri dan terakhir mereka memilih untuk diam seperti ini," sahut Sasy.


" Ini jelas memberi pelajaran untuk kita. Verro dan Cherry saja yang sedari kecil sudah saling mengenal saling menyayangi sampai dewasa sudah saling memahami dan tumbuh dengan cinta dari kecil. Bisa menjadi saling menyakiti ketika ada parasit yang sengaja di biarkan dan tidak di pedulikan dan sampai akhirnya menyebar dan membuat ke-2nya saling membenci. Apa lagi kita yang punya pasangan yang baru mengenal. Pasti akan lebih parah," sahut Sasy dengan matanya berkaca-kaca.


" Tapi mungkin juga adalah suatu kenyataan, jika cinta sejati itu benar-benar ada. Lihatlah mereka berdua. Walau tidak sadar tetapi mereka masih tetap bersama," sahut Vandy


" Benar, dan justru Allah memberikan mukjizat untuk kandungan Cherry yang mana mungkin kandungan itu yang akan memperbaiki tembok yang mulai runtuh," sahut Sasy.


" Kita tidak tau sampai kapan Verro dan Cherry akan koma seperti ini. Kita juga tidak akan tau. Siapa yang pertama kali bangun. Apakah Cherry atau Verro," sahut Raquel.


" Mungkin raga mereka tidak bangun. Tetapi percayalah hati mereka sedang menyatu, mereka sing bicara dan mencoba untuk menenangkan diri saling menyadari dengan semua yang terjadi," sahut Vandy.


" Biarkan mereka beristirahat untuk sementara. Karena mereka ber-2 pasti lelah menghadapi banyaknya ujian beberapa hari ini dan biarkanlah mereka ber-2 untuk istirahat sementara," ucap Sasy. Vandy dan Raquel sama-sama melihat ke arah Sasy yang berada di tengah dan Raquel dan Vandy saling mengangguk.


" Ayo kita pergi," ajak Vandy. Raquel dan Sasy mengangguk. Melihat sebentar ke-2 temannya itu dan perlahan meninggalkan ruangan itu.


Ruangan yang sangat hening dan hanya terdengar suara mesin jantung. Setelah Raquel, Sasy dan Vandy pergi. Verro dan Cherry sama-sama mengeluarkan air mata dari ujung kelopak mata mereka.


Mungkin benar yang mereka katakan. Raga ke-2 orang itu memang tidak bangun. Mungkin ruh dan jiwanya sedang berada di suatu tempat yang mana ke-2 orang itu saling bicara, makanya sampai meneteskan air mata.


" Nadya belum datang?" tanya Vandy yang menutup pintu ruangan UGD.


" Sebentar lagi mungkin," jawab Sasy.


" Begitu rupanya," sahut Vandy.


" Hmmm, oh iya, aku kayaknya pulangnya cepat hari ini," ucap Raquel tiba-tiba.


" Memang kenapa, tumben amat?" tanya Sasy.

__ADS_1


" Aku mau nemani Aldo ke kantor polisi. Dia ada panggilan pertama untuk membahas video yang tersebar itu," ucap Raquel.


" Kamu menemaninya?" tanya Sasy tidak percaya. Raquel mengangguk.


" Kamu yakin. Apa kamu tidak akan sakit gitu melihat Vidio dia dan wanita pelakor itu," sahut Sasy yang terlihat geram.


" Sasy, Aldo mengatakan bukan dia yang ada di dalam Vidio itu. Walau itu jelas wajahnya. Tapi jika dia tidak melakukannya. Jadi bagiku itu bukan dia," sahut Raquel yang memberikan kepercayaan pada mantan kekasihnya itu.


Vandy dan Sasy harus salut dengan Raquel yang sudah di sakiti. Tetapi menjadi satu-satunya orang yang mempercayai Aldo.


" Ya, jika berteman dengan Cherry. Kita akan terbawa dengan tulusnya hatinya. Tetapi semoga saja. Itu memang bukan Aldo. Biar tidak ada juga Cherry yang ke-2 yang terluka," sahut Sasy. Raquel hanya tersenyum tipis begitu juga dengan Vandy.


" Lalu Raquel bagaimana perkembangan kasusnya?" tanya Vandy yang memang tidak fokus mengikuti kasus Aldo. Karena mereka masih di fokuskan pada Cherry dan Verro.


" Polisi sudah memeriksa Tari. Sebagai penyebar video asusila itu dan aku belum tau untuk kelanjutannya seperti apa. Tetapi aku bersyukur. Jika Aldo sudah mulai tenang dan bahkan berani tampil di publik. Aldo berani menghadapi masalahnya. Walau akan mendapat kecaman, hinaan dan pasti dia kehilangan semuanya. Tetapi dia sudah belajar menerimanya dan tinggal membuktikan jika dia bukan Pria yang ada di dalam Vidio itu," jelas Raquel.


" Ya syukurlah kalau begitu, itu akan sangat membantu jika Aldo koperatif dalam menghadapi semuanya dan semoga saja. Aldo bisa membuktikan kebenarannya," sahut Vandy.


" Kalau begitu apa Tari sudah menjadi tersangka?" tanya Sasy.


" Kemarin masih status korban. Tetapi setelah di buktikan penyebarannya adalah dia. Aku juga tidak tau apakah dia tersangka atau masih korban," sahut Raquel.


" Aku sih berharap dia jadi tersangka, biar kapok sekalian," sahut Sasy geram.


" Kita doakan saja apa yang terbaik," sahut Raquel.


" Ya yang terbaik itu, Aldo tidak bersalah dan dia si pelakor yang di hukum," sahut Sasy.


" Ya sudahlah kalau begitu, aku sebaiknya pergi dulu. Kasian Aldo sudah menunggu lama," ucap Raquel yang pamitan pada ke-2 temannya itu.


" Ya sudah kamu hati-hati ya, salam sama Aldo dan bilang sama Aldo, temu kita semua. Kita siap membantu apapun itu," ucap Vandy.


" Iya, nanti aku sampaikan padanya, aku pergi dulu ya," ucap Raquel yang langsung pergi dan tinggal Sasy dan Vandy.

__ADS_1


" Sia-sia jodohkan dia dengan Dokter Arif sudah hampir jadi eh malah kecantol lagi sama Aldo," gumam Sasy geleng-geleng melihat punggung sahabatnya itu.


" Yang kamu lakukan itu namanya bukan menjodohkan. Tetapi memaksakan. Kalau orang yang masih saling mencintai. Sudah deh, nggak usah coba-coba main jodoh- jodohkan hanya buang-buang waktu saja," ucap Vandy.


" Iya deh," sahut Sasy.


" Lagian, untung aja Raquel tidak jadi sama kak Arif. Masa iya nanti aku akan menggil Raquel dengan panggilan kak Raquel. Hahahaha, lucu," sahut Vandy membuat Sasy merasa jijik.


" Ishhh, nggak ada juga yang mau punya adik ipar kayak lo," sahut Sasy kesal.


" Masa bodo," sahut Vandy santai.


" Oh, iya kandungan Azizi bagaimana?" tanya Sasy.


" Sehat, Minggu depan dia USG pertama dengan Dokter yang sama dengan Cherry," jawab Vandy.


" Dokter Anggi?" tanya Sasy.


" Iya," sahut Vandy.


" Ya semoga saja, Azizi juga baik-baik saja dan untuk lo, nggak usah aneh-aneh, apa lagi, pakai dekat-dekat sama perempuan lain," ucap Sasy tiba-tiba mengintimidasi Raquel.


" Hmmm, maksudnya apaan," sahut Vandy heran.


" Heh, Azizi itu bilang sama aku. Kamu itu sering keganjenan angkat-angkat telpon guru Iqbal. Nggak usah cari masalah," ucap Sasy mengingatkan.


" Jadi Azizi curhat sama Sasy, katanya tidak cemburu tapi curhat-curhatan," batin Vandy dengan tersenyum.


" Woy, malah senyum-senyum lagi," sahut Sasy kesal.


" Namanya juga senang," sahut Vandy santai dan langsung pergi. Membuat Sasy heran dengan kelakukan temannya yang aneh-aneh saja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2