
Verro memberhentikan mobilnya di depan rumahnya. Verro melihat jam tangannya sudah pukul 9 malam. Dia memang agak lama pulang karena ada operasi yang harus di selesaikan nya dan membuatnya lumayan lelah.
Verro membuka sabuk pengamannya dan langsung keluar dari mobilnya dan langsung memasuki rumahnya.
" Cherry!" panggil Verro saat sudah berada di ruang tamu. Istrinya yang di panggil. Tetapi Bibi yang datang.
" Mas, Verro," sahut Bibi.
" Mana Cherry?" tanya Verro.
" Lagi di atas mas," jawab Bibi.
" Apa dia sudah makan." tanya Verro melonggarkan dasinya.
" Belum, tadi katanya lagi nungguin mas Verro," jawab bibi.
" Kenapa harus menungguku. Aku sudah mengatakan pulang telat. Seharusnya dia tidak menungguku," gumam Verro. Verro geleng-geleng langsung menaiki anak tangga menuju kamar mereka.
Verro membuka pintu kamar dan terlihat sepi. Tetapi mendengar suara air di kamar mandi yang pasti istrinya sedang ada di sana.
" Sayang, aku pulang!" ucap Verro menyapa. Tidak ada sautan, mungkin istrinya tidak mendengar. Verro pun duduk di sisi ranjang membuka dasinya. Dia benar-benar mengantuk karena kelelahan dengan pekerjaannya yang banyak.
Cherry keluar dari kamar mandi dengan kimono merah mencolok sepahanya dengan rambutnya yang terurai. Cherry melihat Verro duduk di pinggir ranjang yang sedang membuka sepatunya yang melihat suaminya itu tampak lelah dengan wajah yang sangat kucel.
Cherry tersenyum dan menaiki ranjang, Cherry berada di belakang Verro dengan kedua lututnya menyentuh tempat tidur dan langsung memeluk Verro dengan tangannya mengalung di leher Verro membuat Verro kaget.
" I love you," bisik Cherry.
Verro mendengus tersenyum mendengar ucapan cinta itu. Bagaimana rasa lelahnya tidak hilang. Pulang - pulang istrinya yang sangat wangi itu sudah memeluknya dan mengatakan cinta padanya. Bahkan seakan bermanja padanya membuatnya benar-benar sangat bahagia.
" Ada apa ini, kenapa tiba-tiba seperti ini?" tanya Verro menengok kebelakang dengan tangannya mengusap-usap lengan Cherry yang melingkar dilehernya.
__ADS_1
" Aku mencintaimu," ucap Cherry lagi.
" Aku lebih mencintaimu," sahut Verro tersenyum lebar mengecup bibir Cherry. " Kamu kenapa belum makan?" tanya Verro.
" Aku tidak lapar, aku menunggumu," jawab Cherry.
" Tidak perlu, kalau aku pulang telat, kamu makanlah, jangan di tunda-tunda," ucap Verry memberi saran.
" Iya sayang," sahut Cherry, " Aku punya hadiah untuk mu," ucap Cherry dengan lembut. Membuat Verro penasaran dengan kata hadiah.
" Hadiah, hadiah apa?" tanya Verro penasaran. Cherry tiba-tiba menutup mata Verro dengan 1 telapak tangannya.
" Kenapa pakai tutup mata segala, ada apa ini," ucap Verro semakin penasaran dengan istrinya yang sudah menutup matanya.
" Sudah kamu turuti saja. Aku bilang buka, di buka," ucap Cherry. Verro menganguk-angguk menuruti saja tingkah istrinya. Cherry terlihat mengambil sesuatu dari belakangnya dan memegangnya.
" Buka matanya," ucap Cherry sudah melepas tangannya dari mata Verro. Dan Cherry masih tetap di posisinya di belakang Verro.
Kerena mendapat perintah dari istrinya untuk membuka matanya. Verro perlahan membuka matanya dan melihat benda yang ada di depannya yang masih di pegang tangan istrinya.
Verro menengok kearah istrinya. Dan melihat Cherry yang tersenyum bahagia. Verro mengambil tespeck itu dari tangan Cherry dan melihat lebih dekat dan dia tidak salah lihat jika memang tespeck itu garis 2.
" Kamu hamil," tanya Verro dengan suara beratnya.
Cherry mengangguk. Verro benar-benar kaget mendapat kabar bahagia itu sampai tidak tau mau bicara apa lagi. Verro langsung berbalik badan dan menghadap Cherry memegang ke-2 pipi Cherry.
" Kamu benar hamil?" tanya Verro lagi yang tidak percaya. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca dengan apa yang di lihatnya. Cherry kembali mengganggukan kepalanya.
" Iya aku hamil. Kita akan menjadi orang tua sebentar lagi," jawab Cherry dengan matanya yang bergenang menjelaskan pada suaminya. Verro langsung memeluk Cherry dengan erat dia merasa terharu dengan kehamilan sang istri.
" Sayang terima kasih untuk kado terindah ini," ucap Verro yang sangat bahagia. Verro melepas pelukannya dan mencium lembut pipi istrinya. Tidak hanya itu dia menciumi wajah istrinya dari kelopak matanya, ke-2 pipinya dan juga menciumi tangan Cherry. Karena saking bahagianya.
__ADS_1
Tidak tau bagaimana menggambarkan kebahagiannya yang dia tau dia benar-benar sangat bahagia. Verro juga mengusap perut ramping Cherry dan menunduk, lalu mencium perut itu.
" Sayang, kamu jangan nakal-nakal ya di dalam perut mama kamu," ucap Verro yang langsung mengajak calon bayinya bicara.
Cherry mendengarnya ikut bahagia. Dia tidak tau jika dia akan bisa memberikan Verro status baru sebagai seorang ayah. Air matanya bahkan sampai menetes. Dia juga pasti tidak percaya jika dia akan menjadi seorang ibu.
Verro kembali mengangkat kepalanya dan melihat ke arah istrinya. Mengusap air mata istrinya dan mencium kembali kening Cherry.
" Makasih ya," ucap Verro yang tidak henti-hentinya bersyukur. Cherry mengangguk-angguk.
" Apa aku boleh mengunjunginya?" tanya Verro yang sepertinya banyak alasan. Dia hanya hanya ingin bermesraan dengan istrinya. Cherry mendengarnya langsung mengkerutkan dahinya dan menggeleng cepat sedihnya seakan hilang dengan permintaan Verro yang ada-ada saja.
" Mana boleh, nanti bayi nya kenapa-kenapa lagi. Kan kamu Dokter. Kamu tau hal itu sangat bahaya, jadi tidak boleh," ucap Cherry yang memberikan alasannya dengan wajahnya yang sangat serius.
Dia juga pernah membaca. Jika berhubungan suami istri saat hamil muda sangat berbahaya dan dia pasti takut terjadi sesuatu pada bayinya yang belum genap berusia 1 bulan. Jadi dia tidak mau melakukan apa-apa untuk menjaga kondisi janin yang masih mudah itu.
" Aku memang Dokter dan aku tau caranya bagaimana agar bayinya tidak kenapa-kenapa," goda Verro membelai rambut istrinya.
" Ishhh, tetap aja tidak boleh, nanti saja, kalau janinnya sudah kuat. Aku tidak mau mengambil resiko," sahut Cherry menegaskan.
" Apa itu artinya aku akan puasa terus?" tanya Verro yang tampaknya tidak ingin hal itu terjadi. Wajahnya saja sudah entah seperti apa.
" Kita lihat nanti," sahut Cherry. Verro menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan dan membelai-belai rambut Felly.
" Aku hanya bercanda. Aku tidak akan menyakitimu dan juga anak kita. Terimah kasih untuk besar ini. Aku sangat bahagia malam ini. Aku sangat mencintaimu," ucap Verro yang masih terharu.
" Aku juga bahagia, aku sudah memberimu hadiah dan aku ingin juga mendapatkan hadiah dari mu," ucap Cherry yang langsung menuntut.
" Aku akan berikan apapun untukmu," ucap Verro. Cherry tersenyum mendengarnya.
" Memang kamu mau apa?" tanya Verro.
__ADS_1
" Nanti aku akan minta," sahut Cherry. Verro tersenyum dan kembali meraihnya kedalam pelukannya.
Bersambung