DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 43 Study tour.


__ADS_3

Besok adalah keberangkatan Study tour. Cherry di kamarnya mulai menyusun pakaiannya kedalam koper. Cherry di bantu 1 pelayannya agar ada yang mengingatkannya supaya tidak ada yang ketinggalan.


Cherry benar-benar harus teliti dalam menyusun pakaian dan barang-barang lainnya agar dia tidak kesulitan nanti saat melaksanakan Study tour.


Waktu 1 bulan cukup lama dan Cherry harus membawa apa-apa yang memang jauh lebih penting. Selain pakaian dan peralatan sekolah. Karena yang paling penting adalah obat-obatan Cherry yang memang sangat di butuhkan.


Tadi pagi Cherry juga sudah kembali memeriksakan kesehatannya pada Dokter dan Alhamdulillah Cherry kondisinya membaik dan tidak ada masalah jika harus mengikuti study tour.


" Bi susu stauberry juga jangan lupa ya," ucap Cherry yang memang tidak boleh ketinggalan masalah minuman favoritnya itu.


" Iya non," jawab pelayan.


Cherry kembali menyusun pakaian kedalam koper, menyusun dengan rapi agar muat banyak.


Krekkk suara bukaan pintu membuat Cherry melihat ke arah pintu yang ternyata papanya.


" Papa," ujar Cherry heran, " papa sudah pulang jam segini?" tanya Cherry yang memang tidak biasanya melihat papanya pulang secepat itu. Padahal baru jam 8 malam.


" Memang kenapa kalau papa pulang cepat?" tanya Laskarta yang menghampiri Putrinya yang langsung di peluk Cherry dan Laskarta pun mencium kening Cherry.


" Cherry hanya heran saja, papa pulang tiba-tiba," jawab Cherry.


" Papa sengaja pulang cepat, pengen bantuin anak papa berkemas," ucap Laskarta mendengarnya Cherry tersenyum dan melepas pelukannya.


" Tidak perlu, papa duduk di sini saja," ucap Cherry menuntun papanya duduk di pinggir ranjang, " papa lihatin Cherry saja packing," ucap Cherry dengan senyumnya.


" Baiklah sayang, kamu lanjutkan saja, papa akan melihat apa-apa saja yang akan di bawa anak papa dan tidak ada yang boleh ketinggalan," ucap Laskarta. Cherry mengangguk.


Laskarta hanya melihat Cherry packing sementara pelayan yang tadi sudah tidak ada.


" Papa," tegur Cherry.


" Iya sayang," sahut Laskarta. Cherry duduk di samping papanya dan memeluknya semakin erat.


" Cherry bakal kangen banget sama papa, kita tidak akan ketemu selama 1 bulan," ucap Cherry dengan suara manjanya.


" Kamu benar, papa akan kangen banget sama kamu. Atau papa ikut saja," ucap Laskarta.


" Ihhhh, itukan acara sekolah pa," ucap Cherry.


" Iya sayang papa tau, makanya kamu harus sering kabarin papa, dan ingat jangan bandal-bandal," ucap Laskarta dengan serius.


" Iya pa, Cherry sudah hapal semuanya. Papa tenang aja, Cherry akan terus ingat semua pesan papa," jawab Cherry dengan yakin.


" Iya papa percaya sama kamu," ucap Laskarta mengusap pucuk kepala Cherry.


" Papa malam ini tidur sama Cherry ya, Cherry pengen tidur sama papa," ucap Cherry melihat ke arah papanya.


" Baik sayang," jawab Laskarta Cherry tersenyum bahagia bisa tidur di temani papanya.


**************


Di sisi lain Verro juga melakukan hal yang sama packing. Untuk laki-laki pasti simple. Kevin memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper, sepatu dan apa-apa yang di perlukan yang pasti peralatan sekolah juga.


Saat ingin memasukkan pakaiannya, Kevin melihat paper back di atas meja. Verro mengambilnya dan mengeluarkan isinya. Hoodie hitam yang di berikan Cherry yang sama sekali belum pernah di lihatnya.

__ADS_1


Verro pun memakainya dan bercermin seakan melihat apakah cocok di pakai atau tidak.


" Lumayan," gumamnya saat melihat Hoodie itu sangat cocok di badannya.


Verro membuka kembali, dan kembali melanjutkan untuk mengemasi barang-barang bawaannya.


Raquel di rumahnya juga sudah mengemasi barang-barang brendit nya. Dia menyusun barang yang sangat banyak di rumahnya.


Prangg.....


Di tengah kesibukannya menyusun barang-barangnya. Raquel mendengar suara pecahan yang sangat kuat dan suara teriakan orang yang bertengkar.


Raquel menarik napas panjang dan membuangnya perlahan, sepertinya Raquel itu sudah tau apa. Apa lagi jika bukan orang tuanya yang mulai bertengkar dengan hebat.


" Lumayan dengan adanya Study tour ini, kupingku tidak panas mendengar kan suara mereka," gumamnya yang memang sudah terbiasa dengan orang tuanya yang bertengkar.


Orang tuanya memang sering bertengkar. Tetapi juga sangat tegas dengan Raquel, terbukti saat tau Raquel di skorsing. Tidak segan-segan papanya mengurangi uang jajan Raquel.


Dengan memakai headset Raquel tetap melanjutkan mengemasi barang-barangnya yang terpenting untuknya cepat pagi. Agar besok bisa pergi dan 1 bulan ke depan akan aman baginya.


***********


Acara Study tour.


Hari Minggu pagi. Akhirnya acara Study tour yang di tunggu-tunggu datang juga. Beberapa murid sudah menunggu di halaman sekolah. Apalagi jika bukan murid-murid yang akan mengikuti kegiatan Study tour.


Karena hari Minggu, jadi sekolah sepi dan hanya ada murid-murid yang mengikuti kegiatan tersebut.


Keberangkatan mereka jam 10 pagi. Mereka akan berangkat ke kota A. Butuh waktu 8 jam untuk sampai ke daerah tersebut. Baru jam 9 pagi masih beberapa murid yang sudah datang dan menunggu dengan koper masing-masing.


Maklumlah Sasy memang lebih cenderung ingin pergi ke pantai dari pada melaksanakan kegiatan study tour.


Sementara Azizi memakai dress overall sampai lututnya. Pasti tetap dengan kacamata dan rambutnya yang di kelabang 2.


Sedari tadi Sasy dan Azizi terus di foto oleh Toby entah sudah beberapa gaya yang mereka keluarkan. Mereka memang tampak senang.


" Azizi kenapa kau tidak memakai topi mu, apa kau tidak membawanya?" tanya Sasy.


" Bawa kok, di koper," jawab Azizi.


" Seharusnya pakai agar kita kembaran, pasti Cherry pakai," ucap Sasy.


" Nanti aja kalau ada moment yang penting," jawab Azizi.


" Baiklah, Toby ayo foto kita lagi!" teriak Sasy yang masih kurang.


" Baiklah," sahut Toby. Toby kembali memoto Sasy dan Azizi dengan gaya yang macam-macam.


Fiona juga sudah berada di halaman sekolah. Fiona memakai celana jeans sobek dengan jaket jeans. Fiona duduk di salah satu bangku dengan headset di telinganya.


Dia bahkan tidak mempedulikan orang-orang yang sibuk sendiri. Dia juga punya dunianya sendiri. Tetapi matanya terus melihat-lihat kesekitarnya seperti sedang mencari seseorang. Mungkin saja Verro.


Raquel, Selina dan Mitha juga sudah hadir. Ketiga wanita itu sudah duduk dengan santai dengan kacamata masing-masing dan pasti dengan barang -barang brendit di yang melekat di tubuh mereka.


Maklumlah jiwa pamernya sesuai dengan acara Study tour. Dari koper saja sudah bermerek apalagi yang lainnya. Jadi harap maklum.

__ADS_1


" Lama banget sih berangkatnya," protes Selina yang sedari tadi berkipas.


" Lo yang datang kepagian," sahut Raquel.


" Masa iya," jawab Selina.


" Eh lihat deh si Azizi, gue liat sekarang dia itu berteman sama Cherry," ucap Mitha melihat ke arah Azizi yang tampak akrab dengan Sasy dan Toby. Raquel dan Selina juga ikut melihatnya.


" Tau dari mana lo?" tanya Selina.


" Ya liat aja sendiri, bahkan kemarin gue liat mereka shopping bareng sama geng V3," sahut Mitha membuat Selina dan Raquel kaget.


" Bahkan ada Nadya," lanjut Mitha membuat Raquel tambah kaget.


" Nadya," pekik Raquel. Mitha mengangguk.


" Ada duit dia?" tanya Selina.


" Mungkin morotin mereka kali," desis Mitha.


" Dasar wanita caper, dia memang rajanya cari perhatian, dan mangsanya nggak tanggung-tanggung, pantesan semakin lama dia semakin berani," ucap Raquel yang semakin kesal.


" Ya harap maklum, namanya juga kalau nggak caper nggak bakal makan. Jadi perlu caper biar bertahan hidup," ejek Selina.


" Tuh dia orangnya datang," tunjuk Mitha yang melihat ke datangan Nadya dari gerbang sekolah mendorong kopernya dengan pakaian yang sederhana.


" Kampungan, pakaiannya pakaian bekas," desis Raquel sinis.


" Maklumlah mau jadi Cinderella," sahut Selina tertawa kecil.


Nadya berjalan bergabung bersama murid-murid yang lainnya dan pasti mendapat tatapan sinis dari Raquel.


" Samperin yuk," ajak Raquel yang tidak puas jika tidak menghina Nadya. Selina dan Mitha saling melihat dan tersenyum. Tetapi baru bergerak mereka melihat Aldo yang menegur Nadya.


" Kenapa sih, si sok pahlawan itu, selalu saja ada," desis Raquel yang sangat kesal dengan Aldo seakan jadi pawang untuk Nadya.


" Dia selalu aja ikut campur urusan kita," sahut Selina yang juga ikut kesal.


" Mereka cocok sih, sama-sama kampungan," desis Raquel.


" Benar," sahut Mitha. Mereka ber-3 terus melihat ke arah Nadya dengan sinis.


" Bagaimana Nadya, apa kamu siap untuk kegiatan ini?" tanya Aldo.


" Iya, memang harus siap, berharap bisa selesai dengan mudah," jawab Nadya.


" Kamu benar semoga semuanya di beri kelancaran, agar kita semua juga selamat sampai tujuan," ucap Aldo.


" Iya Amin," jawab Nadya.


💝💝Bersambung


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya

__ADS_1


__ADS_2