DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 363 Bertemu di pesta


__ADS_3

Pesta ulang tahun Iqbal akhirnya di laksanakan juga. Para tamu sudah berkumpul. Namanya pesta anak pasti tamu-tamunya juga datang bersama anak-anaknya yang mana teman 1 kelas Iqbal.


Cherry, Verro, Raquel, Aldo, Nadya, dan Varell pun sudah jadi di sana. Vandy dan Azizi terlihat sibuk menyapa para tamu yang hadiri di pesta ulang tahun putra mereka.


" Pak Vandy," sahut seorang wanita yang tiba-tiba datang yang tidak lain ternyata adalah Silvi. Sudah lama Azizi tidak melihat wanita yang kecentilan pada suaminya itu.


" Hey, Bu Silvi apa kabar," sahut Vandy dengan santainya yang mengulurkan tangan ingin berjabat tangan. Namun Azizi langsung mencegahnya dengan mengeluarkan senyum terpaksanya.


" Makasih Bu Silvi sudah datang," sahut Azizi dengan senyum palsunya yang menunjukkan ketidak sukaannya pada wanita itu.


" Iya Bu Azizi," sahut Silvi dengan centilnya yang mencari perhatian dari Vandy.


" Wanita ini benar-benar. Lagian siapa yang mengundangnya," batin Azizi yang terlihat kesal.


" Selamat ya untuk ulang tahun Iqbal," ucap Silvi.


" Bu, Silvi yang ulang tahun Iqbal. Jadi ucapkan selamat pada anaknya. Bukan pada suami saya," tegas Azizi. Vandy hanya tersenyum. Dia begitu suka kalau melihat istrinya itu cemburu.


" Hahahaha, iya benar, soalnya saya tidak melihat Iqbal. Saya juga sudah mencari kemana-mana. Tetapi tidak menemuinya," sahut Silvi yang mencari alasan.


" Tuh, Iqbal ada di sana!" tunjuk Azizi.


" Oh, iya," sahut Silvi tersenyum cengengesan, " Hmmm, ya sudah kalau begitu saya permisi dulu, untuk menemui Iqbal," ucap Silvi yang memang hal itu di tunggu-tunggu Azizi.


" Silahkan Bu Silvi. Jangan lupa nikmati juga makanan di pesta ini," sahut Vandy dengan ramah mempersilahkan.


" Makasih pak Vandy. Bapak baik sekali," sahut Silve.


" Isssss, dasar caper. Vandy lagi. Ngapain sih pakai menahan-nahan dia segala. Memang ke-2nya sama aja," batin Azizi bertambah kesal.


" Kalau begitu saya permisi. Mari," sahut Silvi menundukkan kepalanya dan langsung pergi yang pasti sebelum pergi melihat Vandy dulu.


" Dari tadi bukannya pergi," desis Cherry dan langsung melihat Vandy horor, " kamu yang mengundang dia?" tanya Azizi langsung menebak. Jika wanita itu datang pasti karena ulah suaminya.


" Azizi, dia itu wali kelasnya Iqbal. Aku mana mungkin tidak mengundangnya," sahut Vandy.


" Aku tidak peduli, mau wali kelasnya atau tidak. Aku memang sengaja tidak mengundangnya. Agar pesta ini tidak berantakan. Tetapi semua sudah berantakan dan itu gara-gara kamu!" geram Azizi.


" Jangan marah Azizi, maaf," bujuk Vandy merayu istrinya.


" Lihat aja, aku akan pindahkan Iqbal kesekolah lain. Supaya kamu tidak ada akses untuk wanita kecentilan itu," ucap Azizi menegaskan dan Azizi langsung pergi dengan penuh kekesalan.


" Begini nih, kalau ibu Negara sudah ngambek. Semuanya berantakan," ucap Vandy geleng-geleng. Pusing sendirikan Vandy. Makanya jangan cari gara-gara dengan Azizi.


************


Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you. Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga.


Terdengar nyanyian ulang tahu dengan alunan musik dan tepuk tangan. Di mana Iqbal dengan tampannya yang berada di tengah kedua orang tuanya di depan kue ulang tahun yang di atas meja yang sejajar dengannya. Setelah make wish. Vandy dan Azizi sama-sama menunduk dan membantu Iqbal meniup lilinnya.


prok prok prok prok prok prok prok prok


Sambutan tepuk tangan dengan senyum kebahagian di wajah para tamu semakin membuat pesta itu sangat meriah.


" Sekarang potong kuenya sayang," ucap Azizi. Nyanyian potong kue kembali terdengar dan begitu suara nyanyian itu terhenti. Barulah Iqbal memotong kuenya dan langsung memberikan potongan pertama untuk mama tercintanya dan yang ke-2 untuk papa tercintanya.


Mereka kembali mendapatkan tepukan tangan. Azizi mencium pucuk kepala Iqbal.


" Selamat ulang tahun ya sayang," ucap Azizi.


" Makasih mah," sahut Iqbal.


" Semoga kamu menjadi anak yang sukses ya," sahut Vandy menambahi.


" Amin," sahut Iqbal.


Vandy dan Azizi kembali membungkuk untuk sama-sama mencium pipi Iqbal. Namun bukan Iqbal yang tidak jahil memundurkan kepalanya yang akhirnya membuat mama dan papanya yang berciuman bibir. Sontak membuat orang-orang yang hadir di sana.


Verro dan Cherry geleng-geleng dengan kelakuan Iqbal yang tau aja membuat mama dan papanya bermesraan.


" Kamu ini ya Iqbal," geram Azizi. Yang menjadi malu sendiri. Vandy hanya senyum-senyum sendiri. Barusan mereka ribut kecil dan sekarang anaknya seakan tau apa yang harus di lakukannya.


**********


Pesta semakin berlanjut dan para tamu mulai menikmati makanan yang di siapkan di acara pesta itu. Yang pasti Cherry dan yang lainnya juga sudah berkumpul di satu meja dengan menikmati hidangan itu yang di sana juga ada Vandy dan Azizi.

__ADS_1


" Sasy tidak datang ya?" tanya Cherry yang melihat temannya itu absen.


" Kenapa Sasy tidak datang, apa ya salahku pada Sasy," batin Azizi yang merasa punya kesalahan pada Sasy makanya sikap Sasy kemarin terlihat cuek dan sekarang bahkan tidak datang.


" Aku juga tidak melihat Toby," sahut Vandy.


" Hmmmm, mungkin saja mereka lagi di jalan. Entah terjebak macet atau apapun. Pasti bentar lagi datang," sahut Verro berpikiran positif.


" Jadi mereka belum tau. Jika Sasy kemarin bersama cowok lain. Aku juga tidak tau siapa dan memang sangat aneh. Apa lagi Pria itu mengatakan calon pacarnya Sasy," batin Nadya yang masih menyimpan misteri itu. Bahkan suaminya juga belum di kasih taunya.


" Itu Toby," tunjuk Raquel yang melihat Toby.


" Toby sini!" panggil Aldo yang melihat Toby mencari-cari seseorang. Ketika mendengar namanya di panggil. Toby pun langsung menghadiri meja teman-temannya itu.


" Sorry ya gue telat," ucap Toby yang langsung bersalaman dengan Vandy dan memeluk Vandy sebentar.


" Nggak apa-apa santai aja," sahut Vandy.


" Iqbal mama?" tanya Toby.


" Tuh, lagi main sama temannya," sahut Azizi menunjuk anaknya yang juga Toby melihat arah tunjukan Sasy.


" Hmmm, nanti saja aku berikan kadonya," sahut Toby yang memang membawa kado.


" Seharusnya nggak usah repot-repot Toby," sahut Azizi merasa tidak enak.


" Namnya juga ulang tahun. Ya harus ada kado," sahut Toby.


" Benar kata Toby, lagian kan untuk Iqbal," sahut Raquel.


" Ya udah makasih ya, untuk kalian semua juga yang sudah datang dan terlebih lagi sudah memberikan kado untuk Iqbal dia pasti senang," sahut Azizi.


" Sama-sama," sahut semuanya serentak.


" Ayo Toby duduk makan!" sahut Verro. Toby mengangguk dan mengambil tempat duduk kosong di samping Cherry.


" Sasy mana?" tanya Cherry langsung pada intinya. Nadya langsung melihat ke arah Toby yang juga ingin tau apa jawaban Toby. Namun Toby terlihat diam dengan kedua tangannya yang saling mengatup di atas meja.


" Hmmm, kalian tidak pergi sama?" sahut Varell yang bertanya lagi. Toby menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan, menegakkan kepalanya melihat temannya 1 persatu.


" Aku sudah putus dengan Sasy," ucap Toby.


Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk. Raquel langsung tersedak mendengar perkataan Toby.


" Kamu serius?" tanya Azizi yang tidak percaya.


" Jadi benar, mereka memang sudah putus. Makanya kemarin Sasy bersama pria lain. Tapi kapan mereka putus dan kenapa Sasy sangat cepat menjalin hubungan dengan orang lain," batin Nadya yang akhirnya terjawab semua apa yang di pikirannya.


" Toby ini benaran?" tanya Cherry yang merasa tidak percaya.


" Benar Cherry aku dan Sasy sudah putus. Aku dan dia tidak berkomunikasi lagi. Setelah kami putus," sahut Toby memperjelas dengan kesedihan wajahnya yang menceritakan putusnya itu.


" Kapan kalian putus?" tanya sahut Verro.


" Pulang dari pesta pernikahan Nadya dan Aldo," jawab Toby.


" Jadi kalian baru putus lama," sahut Vandy. Toby mengangguk.


" Toby apa ada sesuatu. Sampai kamu dan Sasy harus putus dan Sasy juga tidak mengatakan apa-apa kepada kami. Dua malah bersikap aneh belakangan ini," ucap Cherry yang mencoba mengkorek-korek.


" Benar Toby apa ada sesuatu di antara kalian. Apa masalahnya sangat besar. Sasy memang begitu sensitif belakangan ini," sahut Raquel menambahi. Toby kembali membuang napasnya panjang kedepan.


" Mungkin aku bukan yang terbaik untuk Sasy," sahut Toby.


" Memang kamu seperti apa. Memang ada manusia yang sempurna. Sasy aneh banget sih. Kayak anak kecil aja," sahut Raquel tampak sewot.


" Aku tidak menuruti keinginan Sasy. Ya itu salahku. Seharusnya aku tidak pacaran dengannya. Kalau pada akhirnya hanya membuatnya mengharapkan hal yang tidak bisa aku berikan," ucap Toby yang mengakui jika hubungannya berakhir. Karena kesalahannya dengan Sasy.


" Memang apa yang di minta Sasy langit yang di mintanya," sahut Raquel.


" Raquel sudah," tegur Aldo.


" Aku minta maaf kepada kalian. Aku tau berakhirnya hubungan ku dengan Sasy membuat kalian jadi kebawa-bawa. Maafkan aku," sahut Toby merasa bersalah.


" Toby. Kami tidak ingin ikut terlalu jauh tentang kamu dan juga Sasy. Semua itu adalah urusan kalian. Kalian sudah sama-sama dewasa dan pasti saling mengerti apa yang terjadi dan tak mana yang terbaik. Ya semoga saja meski putus persahabatan tidak akan putus," sahut Cherry dengan bijak.

__ADS_1


" Ya jika masih di selamatkan. Apa salahnya di coba untuk di selamatkan," sahut Azizi yang sangat menyayangkan hal itu.


" Kita doakan yang terbaik saja," sahut Verro.


" Terima kasih untuk semuanya," sahut Toby yang lainnya mengangguk-angguk.


" Itu Sasy!" sahut Aldo tiba-tiba yang melihat Sasy memasuki pintu utama. Semua mata melihat ke arah Sasy dan mereka terkejut dengan Sasy yang sudah menggandeng lengan Pria lain.


Bagas Pria yang di temu Nadya di Restaurant kemarin. Apa yang mereka lihat jelas begitu mengejutkan. Baru aja Toby mengatakan mereka putus dan Sasy sudah datang membawa cowok baru.


" Sama siapa Sasy kok lengket gitu?" tanya Raquel heran.


" Dia Pria yang kemarin aku lihat di Restauran dan Sasy benar-benar menjalin hubungan dengan Pria itu," batin Nadya yang mengingat jelas siapa Pria itu.


Mata mereka terus melihat Sasy dan Toby yang sudah tau tidak melihat sama sekali. Cherry yang memperhatikan Toby yang terlihat begitu sedih dengan Sasy yang membawa Pria lain.


Lebih parahnya lagi Sasy tidak menghampiri teman-temannya melainkan langsung menghampiri Iqbal yang memberikan langsung ucapan pada Iqbal.


" Ya Allah kenapa aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan Toby. Tidak mungkin mereka putus begitu saja. Hanya karena permintaan Sasy yang tidak bisa di turuti Toby," batin Cherry yang malah berpikiran jika Toby yang mempunyai masalah.


" Sasy baru juga putus, sudah gandeng cowok aja, cepat amat move on nya," ucap Raquel yang terlihat sewot.


" Sudah biarkan aja," sahut Aldo.


Sasy yang menghampiri Iqbal menentukan hadiah dan berbincang-bincang dengan Iqbal yang begitu bahagia melihat kedatangan Sasy. Namun ekor mata Sasy jelas melihat ke meja teman-temannya yang dia tau pasti membicarakannya. Sasy juga jelas melihat Toby dan pasti Toby sudah mengatakan yang sebenarnya pada teman-temannya.


" Ya sudah Iqbal, Tante balik ya, selamat ulang tahun sekali lagi," ucap Sasy mengusap pipi Iqbal.


" Kok cepat pulangnya Tante, Tante kan belum makan," sahut Iqbal.


" Tante ada urusan sayang, Tante harus pergi," ucap Sasy yang merasa tidak nyaman di pesta itu.


" Ya sudah Tante hati-hati. Makasih untuk hadiahnya," sahut Iqbal dengan senyum lebarnya.


" Sama,sama sayang," Tante balik ya. Bye sayang," sahut Sasy.


" Bye Tante," sahut Iqbal.


" Ayo Bagas!" ajak Sasy.


" Iya ayo," sahut Bagas dan mereka langsung pergi. Azizi langsung bangkit dari tempat duduknya dan menyusul Sasy. Semua orang hanya melihat Azizi yang berusaha mengejar Sasy.


" Ada sih ini sebenarnya," sahut Verro.


" Aku juga tidak mengerti, ayo kita coba bicara dengan Sasy. Lihatlah dia seakan menghindar," sahut Vandy yang akhirnya menyadari juga.


" Ya sudah kita susul Azizi," sahut Aldo.


" Kamu tidak ikut Toby?" tanya Cherry.


" Kalian saja. Aku tidak mau ada yang salah paham. Aku tidak mau Sasy berpikiran kalian memihakku," jawab Toby.


" Tidak ada yang memihak, kita semu itu netral," sahut Verro.


" Tetapi tetap saja. Kalian saja yang pergi," sahut Toby.


" Ya sudah," sahut Varell yang mana akhirnya mereka bangkit dari tempat duduk mereka masing-masing dan menyusul Azizi yang mengejar Sasy.


" Sasy tunggu!" cegah Azizi memegang tangan Sasy saat Sasy dan Bagas sudah jauh dari keramaian.


" Ada apa?" tanya Sasy.


" Kamu cepat sekali pulangnya. Ayo makan dulu dan anak-anak juga nungguin kamu," ucap Azizi dengan lembut.


" Aku tidak bisa, aku sedang buru-buru," sahut Sasy.


" Sebentar saja Sasy," ucap Azizi.


" Jangan memaksa Azizi. Kamu urus saja pesta Iqbal dan juga tamu-tamu kamu. Yang jelas aku sudah datang kemari. Apa itu belum cukup," ucap Sasy.


" Ada apa denganmu Sasy kenapa kamu berubah?" tanya Azizi.


" Aku tidak berubah, sudahlah aku mau pulang," sahut Sasy. " Ayo Bagas," ajak Sasy lagi Bagas mengangguk-angguk.


" Sasy tunggu!" cegah Azizi lagi dengan memegang tangan Sasy.

__ADS_1


" Apaan sih!" sahut Sasy dengan suara kerasnya yang menepis tangan Azizi yang membuat Azizi kaget.


Bersambung


__ADS_2