DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 232 makan bersama.


__ADS_3

Setelah mengurus keperluan mereka masing-masing. Akhirnya, Azizi, Vandy, Cherry dan Verro. Akhirnya makan bersama di salah satu Restauran yang tidak jauh dari apotik.


Mereka juga sudah mulai menikmati makanan yang mereka sudah pesan.


" Bagiamana Cherry kandungan kamu?" tanya Azizi di tengah makan mereka.


" Oh, baik-baik saja," sahut Cherry sambil mengunyah makanannya, " Aku pasti butuh bantuan kamu Azizi, untuk masalah kehamilan. Karena kamu sangat berpengalaman," ucap Cherry yang membutuhkan Azizi.


" Tidak juga, aku tidak sepengalaman itu," sahut Azizi.


" Tapi paling tidak. Kamu pasti banyak tau masalah kehamilan," sahut Cherry.


" Iya, kalau ada yang mau di tanyakan, kamu tinggal telpon saja," sahut Azizi tersenyum lebar.


" Pasti, pasti aku akan merepotkanmu," sahut Cherry dengan nada becandaan. Membuat yang lainnya tertawa kecil.


" Hmmm, oh iya bagaimana dengan Iqbal, apa dia bahagia saat keluar dari rumah sakit?" tanya Verro.


" Hmm, iya dia jauh lebih bahagia saat di rumah. Jadi dia juga bisa bermain dan merasa terbebas," sahut Azizi tersenyum menceritakan kondisi sang putra.


" Kapan-kapan, kita akan Iqbal makan bareng, pasti seru," sahut Cherry yang tampak tidak sabaran.


" Hmmm, pasti. Nanti aku akan ajak Iqbal untuk makan bersama," sahut Azizi, " Sekalian Sasy juga," lanjut Azizi yang mengingat Sasy.


" Hmm, pasti," sahut Cherry.


" Cherry!" tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang membuat Cherry kaget dan melihat suara itu yang tak lain adalah Sasy. Baru saja namanya di sebut sudah muncul saja.


" Sasy, ayo sini!" ajak Cherry dengan memanggil menggunakan tangannya dan Sasy pun langsung mengangguk dan langsung menghampiri.


" Telinganya memang sangat tajam," desis Vandy sambil makan.


" Kalian kok makan bereng, dan aku tidak di ajak," sahut Sasy dengan wajah kesalnya.


" Ya sudah sana pesan," sahut Verro. Dengan wajah kesalnya Sasy pun duduk di samping Vandy dan langsung mencomot makanan Vandy.


" Kebiasaan," kesal Vandy langsung memukul tangan Sasy.

__ADS_1


" Pelit amat," sahut Sasy kesal. Yang lain hanya geleng-geleng.


" Sudah-sudah makanan saja di ributin, tinggal pesan aja susah," sahut Verro.


" Memang siapa yang traktir?" tanya Sasy yang langsung mencari gratisan


" Bayar masing-masing," tegas Vandy, " Makanya cari pacar supaya ada yang nanggung hidup mu," ucap Vandy lagi.


" Sudah kali," sahut Sasy keceplosan dan membuat semua kaget.


" Sudah, siapa?" tanya Cherry yang memang tidak tau. Sasy langsung mengkerutkan dahinya yang bicara keceplosan. Sementara Azizi senyum. Walau Sasy tidak mencari tau. Tetapi Azizi bisa melihat. Jika Toby dan Sasy pasti memiliki hubungan yang special.


" Siapa memangnya Sasy?" tanya Vandy yang juga penasaran.


" Tidak ada," sahut Sasy yang sepertinya bum siap mengatakan jika Toby pacarnya yang mungkin yang lain akan menggodanya.


" Hmmm, main rahasia-rahasiaan ni ceritanya," sahut Cherry senyum-senyum.


" Nggak kok, siapa yang main rahasia-rahasiaan," sahut Sasy mengelak dengan wajahnya yang sudah memerah.


" Makanya jujur saja, kamu sudah punya pacar atau tidak," sahut Verro yang juga ternyata penasaran.


Akhirnya pesanan Sasy pun sampai dan dia pun sudah mulai menikmati makanan mereka bersama. Sasy tiba-tiba melihat ke arah Vandy dengan penuh pemikiran.


" Apa Vandy dan Azizi sudah baikan ya, kok bisa mereka makan bersama," batin Sasy penasaran.


" Ehem, bye the way kok kalian bisa makan bareng, apa kalian janjian?" tanya Sasy heran.


" Hmm, tidak, kami tidak janjian, kami hanya tidak sengaja bertemu di apotik. Kebetulan aku sama Verro ada di sana. Aku sama Verro lagi ambil vitamin dan kebetulan ada Aziz dan Vandy yang juga mengambil obat Iqbal. Jadi aku mengajak mereka untuk makan bersama" jelas Cherry dengan lengkap.


" Azizi dan Vandy pergi bersamaan, apa memang benar hubungan mereka sudah sangat baik," batin Sasy yang mempunya perasaan yang baik.


" Jadi tidak ada yang janjian Sasy, kamu jangan cemburu seperti itu," sahut Cherry lagi.


" Tidak aku tidak cemburuan," sahut Sasy tersenyum.


" Ya sudah lanjutin makan lagi," sahut Azizi.

__ADS_1


" Hmm, Apa makan malam kali ini adalah sebuah perayaan?" tanya Sasy tiba-tiba membuat semua orang heran.


" Perayaaan, perayaan apa maksudnya?" tanya Verro heran.


" Ya mungkin saja ada yang mau kepernikahan," ucap Sasy memberi kode dengan melirik-kirik Vandy.


Sementara Cherry dan Verro malah bingung dan Azizi langsung salah tingkah. Seakan tau apa maksud Sasy dan sepertinya dia dan Vandy belum siap untuk menceritakan masalah penting itu.


" Memang ada yang mau menikah?" tanya Cherry menanggapi dengan serius.


" Barang kali, ada, iya kan Vandy," lempar Sasy langsung dan membuat Vandy tidak bisa berkutik sama sekali dengan Sasy yang selalu suka-sukanya.


" Apaan, sih," sahut Vandy geram dengan Sasy yang terlihat menggodanya.


" Sasy kenapa lagi. Harus bahas masalah ini," batin Azizi yang malah panik.


Sementara Sasy yang mengetahui akan ada kabar baik sudah senyum-senyum sendiri dengan apa yang di pikirkannya. Apa lagi melihat wajah Vandy dan Azizi yang terlihat malu-malu.


" Sasy," tiba-tiba terdengar suara yang membuat Sasy menoleh kebelakang berasal dari suara lantang itu dan bukan hanya Sasy yang lain juga melihat suara itu yang ternyata Toby.


Dan Sasy yang melihat Toby langsung kaget dengan matanya yang ingin keluar sampai tangannya menutup mulutnya.


" Toby," ucap Sasy tidak percaya dan langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Toby berlari dan memeluk Toby.


Tanpa Sasy sadari jika yang lain melihatnya dan sekarang heran saling melihat dengan Sasy dan Toby yang tiba-tiba berpelukan di depan umum. Seperti pasangan kekasih dengan pelukan yang erat.


" Kok mereka pelukan gitu?" tanya Vandy heran. Sementara Azizi sudah tersenyum yang sangat wajar jika pelukan itu terlihat bukan pelukan sahabat tetapi pelukan kekasih yang saling merindukan.


" Aku juga tidak tau tumben amat, perasaan mereka nggak pernah kayak gitu kalau bertemu dan malah semenjak sudah dewasa mereka bahkan jarang mengobrol," ucap Verro yang juga heran dengan Sasy.


" Kayak pacaran saja," sahut Cherry bicara asal- asalan. Dan semua mata tertuju pada Cherry yang seakan berpikiran jika ucapan Cherry benar.


" Aku hanya menebak dan tidak tau apa-apa," sahut Cherry langsung menggoyang-goyangkan tangannya.


" Kok kamu senyum-senyum Azizi, kamu tau sesuatu?" tanya Verro yang memperhatikan Azizi.


" Kalian tanya saja sama Sasy dan Toby kan mereka ada," sahut Azizi yang membuat semua orang semakin bingung dengan teka-teki yang sangat banyak.

__ADS_1


Memang Azizi tidak bisa memastikan apa-apa. Tetapi ya 100% dugaannya benar. Jika dugaannya memang benar.


Bersambung


__ADS_2