DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 160. Pertikaian


__ADS_3

Fiona memang benar-benar menemui Verro dia menunggu Verro di lobi rumah sakit. Menunggu Verro.


" Di mana Verro, kenapa dia tidak keluar-keluar?" tanya dengan gelisah yang masih mengharapkan jika Verro datang.


Padahal waktu lalu Verro sudah menegaskannya untuk tidak mengganggunya. Tetapi sepertinya.


Fiona tidak peduli dan tetap menemui Verro. Karena memang sebelumnya Fiona sudah datang kerumah Verro dan bibi mengatakan jika Verro tidak ada di rumah.


" Apa dia sedang sibuk? atau aku lihat saja langsung Keruangannya," gumamnya kebingungan.


Tetapi Fiona langsung memutuskan dan melangkah ingin memasuki rumah sakit yang mungkin ingin menemui Verro langsung kedalam ruangannya.


" Ngapain lo di sini?" suara wanita membuat langkahnya terhenti. Fiona langsung membalikkan tubuhnya dan melihat orang yang bertanya padanya itu ternyata adalah Raquel.


Ya Raquel yang memang gatal. Jika tidak mencari gara-gara. Memilih menghentikan makannya dan menghampiri Fiona. Walau pacarnya melarang tetapi tampaknya dia tidak peduli dan tetap dengan keputusannya.


" Raquel," ucap Fiona yang masih ingat wajah Raquel dan ini pertama kali baginya dia bertemu dengan Raquel. Dia juga kaget melihat Raquel yang memakai pakaian Dokter. Yang berarti memang Raquel juga Dokter.


" Aku tidak percaya. Ternyata kamu masih mengenalku," ucap Raquel dengan sinis.


" Kenapa diam. Kau belum menjawab pertanyaan ku. Ngapain ada di sini?" tanya Raquel sekali lagi.


" Aku tidak punya kewajiban untuk menjawabnya," sahut Fiona dengan santai. Membuat Raquel geram mendengar jawaban itu.


" *Wanita ini benar-benar tidak pernah berubah, sangat menyebalkan," batin Raquel yang rasanya ingin menjambak rambut Fiona.


Tetapi dia sadar dia bukan anak SMA lagi yang harus melakukan hal itu dan apa lagi itu rumah sakit. Bisa-bisa namanya akan hancur karena kebodohannya sendiri*.


" Ohhhhh, aku tau. Kau pasti ingin menemui Verro kan. Aku lupa jika kau sangat cinta mati kepadanya. Apa perasaan mu juga tidak di balas olehnya. Kasian sekali dirimu. Cinta di tolak selama bertahun-tahun," ucap Raquel mengejek Fiona.


" Apa maksudmu. Aku rasa kau tidak perlu ikut campur urusanku," sahut Fiona yang pasti marah dengan ucapan Raquel yang mengatainya seenaknya.


" Kenapa! apa aku sala bicara. Bukannya memang benar-benar. Jika kau satu-satunya wanita yang tidak tau malu di dunia ini. Cintamu di tolak mentah-mentah. Kau bahkan tidak pernah sadar diri," ucap Raquel lagi yang bicara tanpa ampunan.


" Jaga bicaramu. Aku tidak punya kepentingan untuk mendengarkanmu dan juga meladeni orang sepertimu," ucap Fiona yang masih menahan emosinya.


" Ternyata selama bertahun-tahun. Kau bicara semakin banyak. Aku kira kau masih sama bisunya seperti dulu. Diam-diam menghanyutkan," sindir Raquel dengan pedas.


" Aku sudah mengatakan tidak punya kepentingan padamu. Jadi jangan menggangguku," ucap Fiona menegasakan dan berbalik badan meninggalkan Raquel.

__ADS_1


Dia tidak punya waktu untuk meladeni dengan Raquel. Karena tujuannya hanya untuk menemui Verro. Tetapi saat membalikkan badan Fiona justru di kagetkan dengan wanita yang berdiri di hadapannya.


" Azizi," batin Fiona yang mengenali Azizi. Walau Azizi tidak berpenampilan culun seperti dulu dan iya dia yang membongkar kedok Azizi semasa sekolah dan membuat Azizi di keluarkan dari sekolah.


" Apa dia Fiona," batin Azizi dengan wajah terkejutnya. Dia tidak percaya jika dia benar-benar bertemu dengan teman 1 kelasnya yang dulu mengancamnya.


" Dia benar Azizi," batin Fiona yang masih tidak percaya dengan wanita yang di hadapannya. Jika dia bertemu dengan Azizi.


Raquel yang melihat hal itu langsung menghampiri Azizi dan berdiri di samping Azizi. Melihat temannya yang masih kaget. Tetapi wajah Fiona jauh lebih kaget.


" Azizi kamu masih ingat dengan dia tidak," ucap Raquel memegang pundak Azizi.


" Benar, dia Fiona. Murid yang dulu diam-diam menghanyutkan. Kamu jelas ingat. Karena dia adalah pembawa masalah dalam hidup kamu," lanjut Raquel.


" Jadi benar dia Azizi," batin Fiona yang yakin setelah Raquel menyebutkan nama itu.


" Iya aku mengingatnya," jawab Azizi dengan santai.


" Hay Fiona, apa kabar," sapa Azizi dengan tersenyum tipis.


" Fiona kenapa diam saja. Kenapa terlihat kaget. Ada apa ingin mengatakan sesuatu. Atau ingin minta maaf kepada Azizi," ucap Raquel yang sangat puas memojokkan Fiona.


" Raquel benar-benar sialan, bisa-bisanya dia menjatuhkan ku di depan Azizi dan Azizi kenapa bisa ada di sini," batin Fiona yang memang tidak bisa berbicara apa-apa.


" Syukurin lo, sekarang lo nggak bisa bicara apa-apa kan. Baru tau rasa lo sekarang. Baru bertemu Azizi sudah diam tanpa bicara. Bagaimana bertemu Clara. Aku yakin dia akan histeris, lari ketakutan seperti hantu," batin Raquel yang sangat puas dengan ekspresi Fiona yang diam tanpa kata.


Ternyata Raquel yang mencari masalah dengan Fiona di pantau dari jauh oleh kekasihnya dan teman-temannya.


" Mereka sedang ngomongin apa sih. Kok wajahnya serius gitu," ucap Sasy yang penasaran.


" Paling juga perang," sahut Varell yang asal main tebak.


" Mereka dari dulu memang suka ribut," sambung Toby.


" Lagian sih Raquel apaan sih, mau banget nyamperin. Kayak nggak ada kerjaan aja, malah Azizi juga ada di sana lagi," ucap Sasy.


" Ini nggak bisa di biarin. Aku kesana dulu. Kayaknya situasinya makin panas," ucap Aldo yang melihat kekasihnya semakin menjadi-jadi.


" Ya sudah sana deh lo urusin pacar lo. Aku lagi nggak mood mau ribut. Aku mending ngisi perut," ucap Sasy menyetujui Aldo pergi mencegah pacar nya.

__ADS_1


Karena kalau pacarnya semakin parah nanti dengan Fiona. Pasti akan bikin kacau dan dia pasti ikut-ikutan dan sebaiknya Aldo Kesana agar dia bisa makan dengan tenang.


" Ya sudah. Aku kesana dulu," ucap Aldo pamit. Yang lainnya mengangguk dan Aldo pun bergegas menghampiri pacarnya.


Sasy, Varell dan Toby tetap melanjutkan makannya. Tiba-tiba Varell melihat ke arah Sasy seperti ada yang ingin di katakannya.


" Says," tegur Varell.


" Hmmm," sahut Sasy.


" Kamu tau di mana Nadya bekerja?" tanya Varell. Yang ternyata Nadya yang membuatnya penasaran.


" Hmmm.. Akhirnya baru kepikiran juga untuk bertanya," sahut Sasy.


" Sudah, jawab saja, jangan banyak tingkah," ucap Varell dengan wajahnya yang serius.


" Memang untuk apa. Bukannya kalian sudah putus," sahut Sasy yang tidak ada tanda-tanda ingin memberitahu Varell.


" Jawab aja. Nggak usah banyak bertanya," sahut Varell lama-lama kesal dengan Sasy.


" Cari tau saja sendiri," sahut Sasy yang benar-benar mengetahui. Tetapi sama sekali tidak ingin memberi tahunya.


" Eh Sasy, apa susahnya sih memberi tahu. Oh aku tau. Kamu pasti sengaja tidak ingin memberi tahu. Kamu takutkan aku sama Nadya balikan lagi. Karena kamu masih menyukaiku. Kamu kan dulu mengejar-ngejarku. Jadi makanya kamu orang paling bahagia. Aku putus dengan Nadya," ucap Vandy dengan percaya dirinya.


Membuat Sasy mengkerutkan dahinya dengan Pria yang di hadapannya yang berbicara sangat percaya diri. Sasy juga menoleh ke arah Toby yang tampak santai dan bahkan tidak peduli dengan obrolan Varell dan Sasy.


" Eh, Varell nggak usah kepedean. Dulu aku memang mengejarmu. Karena aku tidak sadar. Dan aku mengakui jika dulu itu sangat menjijikkan. Jadi jangan samakan sekarang dan dulu. Jadi jangan kepedean," sahut Sasy menekankan dengan wajahnya yang kesal dengan Varell.


" Jijik-jijik. Banyak cerita lo. Berarti dulu Toby juga baru menyadari kalau dulu apa yang di lakukannya samamu itu sangat menjijikkan," sahut Varell melempar pada Toby membuat Toby langsung tersedak makanan.


Uhuk uhuk uhuk uhuk.


Sasy benar-benar geram dengan kata-kata Varell yang spontan. Membuatnya tidak malu di depan Toby.


" Varell," geram Sasy. Sementara Varell menyunggingkan senyumnya puas bisa menggoda Sasy dan Sasy kelihatan malu di depan Toby. Sampai wajah Sasy memerah.


" Lagian, kalian berdua kenapa jadi canggung amat sih. Nggak kayak dulu suka heboh, bikin rusuh suka ribu," ucap Varell.


" Varell kurang ajar. Apa dia tidak bisa menutup mulutnya," batin Sasy geram dan sebentar-sebentar melirik Toby.

__ADS_1


Yang juga mulai terlihat tidak nyaman dengan Varell yang mengungkit masa SMA mereka memang pasti hal itu sangat memalukan.


Bersambung.....


__ADS_2