
Kesya yang mendengar suara tersebut langsung mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur dan ingin menggoda mbaknya.
" mbak Vina besok udah jadi istri orang, ya kan mas bara" goda Kesya dengan suara yang di buat buat manja.
" mas gak ngomongin Vina, tapi mas ngomongin kamu key" ucap bara yang membuat wajah Kesya terbingung.
" maksudnya mas?? kok ngomongin key??" Vina yang langsung menangkap maksdu dari bara pun langsung tersenyum dan ikut menggoda Kesya.
"cium cium ala India di bawah taburan kelopak bunga..." ucap Vina seakan membaca puisi.
Kesya langsung melempar bantal kearah vina. dan melangkah pergi meninggalkan bara dan Vina yang sedang menertawakannya.
"apaan sih mbak Vina dan mas bara, kayak gak ada topik pembicaraan lain aja" gerutu Kesya di dapur yang didengar oleh maminya.
"gimana rasanya ciuman bak ala India??" bisik mami yang tiba tiba muncul dan membuat Kesya kaget setengah mati.
"mami ih, nyebelin tau gak!!" geram Kesya yang meninggalkan maminya yang sedang tertawa melihat tingkah putri bungsunya.
Kesya berjalan kearah taman belakang. tapi kakinya terhenti karena seorang wanita memanggilnya.
"key, di panggil mami Mega" ucap pacar Leo yang bernama anggun.
" ada apa yaa mbak anggun?? kok saya di panggil Tante Mega??" ucap Kesya takut
"mbak gak tau juga sih. yuukk" anggun pun menarik tangan Kesya untuk mengikutinya.
"mbak, ngapain ke rumah kak vano??" tanya Kesya yang menahan langkahnya untuk tidak masuk kerumah Tante Mega. karena dia yakin pasti ada Arka di sana. dan Kesya pun takut untuk di tanyai masalah kejadian yang menimpa dirinya dan arka.
" Tante Mega kan di rumahnya, dia mau minta bantuan ke kamu." ucap anggun dan melanjutkan langkahnya memasuki rumah Tante Mega.
dengan pasrah Kesya mengikuti langkah anggun.
"mi, Kesya udah di sini" ucap anggun memberitahukan kehadiran Kesya kepada Tante mega.
"key, sini.. bantu Tante !!" ucap Tante Mega
"bantu apa Tante??" tanya Kesya ragu
__ADS_1
"ini loh, Tante mau buat cake spesial buat kakek. kakek kan punya diabetes. jadi gak boleh makan yang terlalu manis. jadi mami mau minta tolong kamu buatin cakenya" ucap Tante Mega.
Kesya pun menghela napas lega, karena apa yang di takutkannya tidak terjadi. dan dari pandangannya yang menelusuri seluruh ruangan yang mampu di lihat oleh matanya pun, tidak terlihat seperti keberadaan Arka.
dengan lihai Kesya menimbang dan mengeksekusi bahan yang sudah di siapkan oleh Tante Mega. Tante Mega hanya memperhatikan Kesya yang memang sudah sangat mahir dalam membuat cake.
"key, Tante permisi ke kamar dulu ya. kepala Tante pusing. mungkin Tante kecapean ini" ucap Tante Mega.
"iya Tante, lagian cakenya tinggal masuk oven kok. Tante istirahat aja"
Tante Mega pun meninggalkan kesya di dapur bersama anggun.
Bruukk...
Kesya dan anggun yang melihat Tante Mega terjatuh pun langsung berlari menghampiri.
Arka yang berada di dekat situ langsung menggendong Mega dan membawanya ke kamar " tolong ambilkan segelas air hangat' ucap Arka kepada Kesya.
dan Kesya pun berlari kembali ke dapur dan mengambil air hangat. dan membawanya ke kamar Tante Mega.
"bagaimana Bram??" tanya nyonya besar Abraham.
" Mega mi.. diaa!!" om bram tidak sanggup melanjutkan ucapannya karena terlalu terkejut dengan keadaan istrinya.
Leo langsung mengambil posisi ayahnya dan memeriksa keadaan maminya. hal yang serupa pun terjadi dengan Leo. wajahnya berubah pucat pasi. seperti darah sudah tidak ada lagi dalam dirinya.
anggun yang selaku berprofesi dokter pun penasaran dan ikut memeriksa langsung calon mertuanya itu. berbeda wajah yang di tampilkan oleh om btam dan Leo. wajah anggun tersenyum berseri. membuat semua orang yang berada di dalam ruangan menjadi heran. kenapa ada dua ekspresi wajah yang berbeda.
karena merasa sudah tidak sabar lagi, nyonya besar Abraham langsung menghampiri anggun "bagaimana sayang??"
" oma bakal punya cucu lagi" bisik anggun dengan senyumnya.
nyonya Abraham yang mendengarnya langsung tercengang dan memeluk anak perempuan satu satu nya dan menangis.
kakek yang melihat adegan itu serasa jantungnya ingin berhenti. " ada apa anggun, apa yang kau bisikkan kepada oma??"
tanya kakek tidak sabaran.
__ADS_1
" ini berita gembira, selamat kakek akan memiliki cucu lagi" ucap anggun dengan senyumnya.
kakek yang mendengarnya langsung memeluk istri dan anaknya. kemudian mengalihkan pandangannya kepada Bram.
" hai bung, kau sudah tua dan akan memiliki bayi, ha ha ha " ucap kakek dengan tawanya yang menggelegar.
seluruh orang yang berada di dalam kamar pun mengucap rasa syukur dan ikut bahagia. Arka melihat senyum Kesya yang sangat indah. tidak ada wajah cemberut yang dilihatnya. tapi ketika mata mereka bertemu, Kesya langsung memasang wajah juteknya.
"om, ini air minumnya. sebaiknya om yang minum" ucap Kesya.
Bram yang melihat Kesya menawarkan segelas air putih pun langsung mengambilnya dan meminumnya hingga habis. dan rasanya baru dia bisa bernapas lega.
"papi, sepertinya kami mengikuti jejak kalian. yang memiliki Raja saat pernikahan anaknya." ucap Om Bram yang sontak membuat kakek tertawa dan yang lain pun ikut tertawa.
Kesya kembali kerumahnya. karena sudah sangat terlalu malam. dan dia hari ini terlalu banyak bekerja untuk mempersiapkan segalanya.
" dek, bagaimana keadaan calon mertua mbak?? mbak dengar tadi beliau pingsan??" tanya Vina yang tiba tiba masuk ke kamar Kesya saat mengetahui Kesya sudah pulang.
"ya ampun mbaak, ngapain jam segini belum tidur sih?? besok mau nikah, nanti kalo telat tidur bisa jadi mata panda."
"iss kamu ini, mbak kan penasaran??"
" hmm, mbak bakal punya calon adik ipar!"
sontak Vina membelalakkan matanya dan mulutnya ikut terbuka. "jadi kalo mbak langsung hamil, anak mbak sama besar dong dengan oomnya??" ucap Vina yang terkejut dengan kenyataan yang harus di terimanya.
" ya gitu dech, kayak om Arka dan kak vano."
"ya udah, mbak tidur gi.. besok pagi harus bangun cepat dan harus dandan cantik. jadi mbak sekarang tidur yaa.." ucap Kesya yang mendorong tubuh kakaknya untuk kembali ke kamarnya.
Kesya hanya tidur 3 jam, dan dia harus bangun cepat untuk membantu maminya mempersiapkan segala keperluan untuk acara.
Kesya masuk kedalam kamar Vina, melihat Vina yang sudah segar dan akan segera di make over oleh MUA terkenal.
"mbak, nanti adik saya yang itu di dandani yaa " pinta Vina kepada MUA untuk mendandani Kesya.
"dengan senang hati mbak" ucap MUA tersebut.
__ADS_1