
Kesya sudah segar, dan hanya menggunakan bathrobe. Rambutnya juga sudah di keramas. Saat ini Kesya sedang mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer.
Kesya juga tidak menyadari kehadiran Arka, karena suara hairdryer yang bising. Arka menatap kearah Kesya yang tengah sibuk mengeringkan rambutnya. setelah Kesya mematikan hairdryer, Arka baru membuka suaranya
"Sudah segar?"
Suara bariton Arka mengagetkan Kesya. Wajah Kesya langsung merona saat melihat Arka yang sedang menatapnya penuh kagum. Kesya memegang jantungnya yang berdebar kuat.
" Emm, Mas kapan masuk?" Tanya Kesya gugup.
" Baru aja "
Arka beralih melihat kesekeliling kamar Kesya, seperti mencari sesuatu.
" Mas cari apa?" Tanya Kesya polos.
" Handuk, saya mau mandi. Udah masuk waktunya solat Jum'at" Ujar Arka.
Ya, Arka dan Kesya memang memilih hari pernikahan mereka jatuh pada hari Jumat. Dimana di percaya oleh umat Islam bahwa hari Jumat adalah hati yang paling baik dari hari yang lainnya.
Kesya berdiri dan menuju lemari, tapi Arka menahan pergerakan Kesya dengan memeluknya dari belakang secara tiba-tiba, membuat tubuh Kesya menegang.
" M-mmas.." gumam Kesya.
" Hanya sebentar saja"
Kesya pun membiarkan Arka memeluknya, dan menghirup aroma tubuh Kesya yang wangi dan segar.
Kesya merasa geli karena Arka menenggelamkan wajahnya di bagian ceruk leher Kesya.
" M-mmas. Sudah masuk Jumat, nanti telat" Gumam Kesya.
Dengan terpaksa Arka melepaskan pelukannya, dan membiarkan Kesya mengambil handuk di dalam lemari.
Arka masuk ke dalam kamar mandi yang berada di dalam kamar Kesya.
" Huuff, sabar Ka sabaar.. Jangan buat dia takut. Melakukannya dengan saling mencintai lebih nikmat, ingat itu" Gumam Arka kepada dirinya.
Dan Arka pun mandi dengan air dingin guna mendinginkan tubuhnya yang menghangat.
Kesya mondar mandir didalam kamar. Pasalnya dia bingung harus melakukan apa. Karena tidak ada satu baju pun yang dapat di pakai oleh Arka.
Tok..tok.tok..
__ADS_1
Kesya berjalan membuka pintu kamarnya yang di ketuk. Ternyata Ada Vina dan Vano yang datang membawakan satu buah koper berukuran sedang milik Arka.
Vina memberikan koper tersebut, dan mengerlingkan matanya sebelah kepada Kesya, yang mana membuat Kesya semakin merona.
Kesya membuka koper Arka, dan menyiapkan baju untuk Arka pergi solat Jumat.
Tak butuh waktu lama, Arka sudah selesai. Kesya mendengar pintu kamar mandi terbuka, dengan cepat Kesya membalik badannya.
" Emm, Baju Mas udah Key siapin. Itu di atas tempat tidur." Ujar Kesya yang membelakangi Arka, dan menunjuk ke arah tempat tidur.
Arka mengambil baju tersebut, dan mencari sesuatu. " Emm, itu.. apa celana dalamnya tidak kamu siapkan?" Ujar Arka yang mana membuat Kesya semakin merona dan Malu.
Kesya menutup wajahnya dan menggeleng. "Mas ambil sendiri aja, Key malu" Ujar Kesya yang masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Arka tersenyum geli melihat kelakuan Kesya yang malu-malu. Padahal dirinya juga sedang menahan malu saat menanyakan Pakaian dalamnya.
Arka berjalan menghampiri kopernya, dan mengambil pakaian dalamnya. Kesya masih berdiri di tempatnya yang masih betah menutup kedua wajahnya dengan telapak tangannya.
"Saya pergi jumatan dulu ya" Ujar Arka.
Kesya membalikkan tubuhnya secara perlahan dan mengintip dari sela jarinya. Terlihat Arka yang sudah mengenakan baju Koko dan kain sarung yang di siapkan ya tadi, di tambah peci hitam yang menambah kadar kegantengan Arka. 'Ganteng banget' Batin kesya menatap Arka dengan mulut yang terbuka.
Arka terkikik melihat tingkah istrinya ini. "Kamu bisa lanjutkan memandang wajah saya sepulang solat Jumat"
seakan tersadar Kesya langsung menutup mulutnya, dan mengerjap-ngerjapkan matanya lucu. Membuat Arka semakin gemas. Jika tidak ingat jika dirinya harus pergi solat Jumat, mungkin Arka sudah mengurung dirinya bersama dengan istri kesayangannya ini didalam kamar.
"Walaikumsalam, eeh mas" Panggil Kesya yang menghentikan langkah Arka.
Arka menatap Kesya yang berjalan perlahan mendekat kearahnya, dan menyodorkan tangannya meminta Arka menyambut tangannya. 'Ahh, ternyata dia mau cium tangan' Batin Arka.
"Saya sudah ambil wudhu Kesya" Ujar Arka lembut.
"Eh, iya lupa Key" Nyengir Kesya.
Namun tiba-tiba saja Arka langsung memeluknya dan mencium kening Kesya. "Saya akan mengulang kembali ambil wudhu nya." Ujar Arka dan kemudian melangkah meninggalkan Kesya dengan penuh ketegangan.
Saat pintu kamar tertutup, Kesya seperti seakan bisa bernapas dengan lega. Kesya mendudukkan tubuhnya di pinggir tempat tidur sambil mengambil napas sebanyak-banyaknya, seakan oksigen akan segera habis dan di rebut oleh orang lain.
Pandangan Kesya beralih kepada koper Arka yang terbuka. Kesya pun berinisiatif untuk menyusun baju Arka kedalam lemari.
Sebelumnya Kesya memakai dulu baju rumahannya. Dan baru menyusun baju Arka dengan rapi ke dalam lemari. Kesya menatap pakaian terakhir yang belum di masukkan ya ke dalam lemari, Kesya memandang dan dengan gemetar mengambil pakaian tersebut.
Entah kenapa ada perasaan penasaran yang membuncah di fikiran Kesya, Kesya membuka lipatan kecil tersebut, dan betapa terkejutnya Kesya saat melihat pakaian yang berbentuk segitiga itu sangat besar. Kesya membelalakkan matanya, dan menelan salivanya dengan susah payah.
__ADS_1
"Mampus gue, kolor nya aja besar gini, gimana 'anu' nya? Bisa pendarahan gue" Gumam Kesya dan kembali melipat kolor tersebut dan dengan cepat memasukkannya ke dalam lemari.
Kesya menyimpan koper kosong ke samping lemari. Dan kemudian Kesya membuka ponselnya dan duduk santai di sofa kamarnya. Banyak ucapan selamat yang masuk, bahkan Video akad nikahnya sudah tersebar luas di dunia Maya.
Kesya membaca satu persatu komentar yang masuk ke video tersebut, Alhamdulillah tidak ada netizen nyinyir yang membulinya. Tanpa sadar Kesya tertidur di sofa kamarnya.
Arka masuk kedalam kamar, melihat Kesya yang tertidur di sofa membuat Arka merasa kasihan. Arka menggendong Kesya dan memindahkannya ke tempat tidur. Dipandanginya wajah istrinya itu yang tidur dengan damai seperti bayi. Hingga ketukan pintu memutus pandangan Arka.
Tok..Tok..Tok..
Arka berjalan dan membuka pintu kamar.
"Makan dulu Om, biar ada tenaga buat olahraga ranjang" Ujar Vano dan meninggalkan Arka yang wajahnya sudah memerah karena ucapan Vano.
"Dasar keponakan kurang ajar" Gumam Arka.
Arka melihat kopernya yang berdiri manis di samping lemari. Dirasanya koper tersebut sudah ringan, dan bisa di tebak bahwa isinya sudah berpindah kedalam lemari. Arka membuka salah satu pintu lemari, dan pilihan Arka tepat, karena langsung mendapatkan baju-bajunya yang sudah tersusun rapi di dalam lemari. Arka mengernyitkan keningnya saat melihat lipatan kolornya yang sedikit berantakan. Lalu Arka tersenyum membayangkan jika wajah Kesya yang pasti sangat lucu saat melihat seberapa besarnya kolor milik Arka. dan pasti Kesya membayangkan miliknya.
'Sabar ka sabar, Ingat melakukannya dengan saling mencintai lebih nikmat' Batin Arka sambil mengelus dadanya.
Arka mengganti bajunya dengan baju batik, Karena masih ada tamu yang masih betah di bawah untuk memberikan selamat kepadanya.
Arka mengecup kening Kesya, kemudian beralih ke matanya, hidung, dan bibirnya.
Hanya kecupan saja, karena Arka tidak ingin membangunkan istrinya yang pasti kelelahan karena berdiri lama tadi. Lagian besok adalah puncak acaranya, di mana di adakan dari pagi hingga malam. Dan di lanjut syukuran di rumah Arka selama tujuh hari tujuh malam..
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers.. dukung terus ya karya author.
LIKE +VOTE+RATE +KOMENTARNYA di tunggu.
__ADS_1
hanya dukungan dari para readers dan para author lah yang akan membangun semangat author untuk memainkan jari jempol ini.
Maklum, author nulisnya dari hengponge, jadi kalo ada silap kata dan tulisan, mohon maaf yaa..