
Bayangan dan suara tangis Quin yang terdengar pilu pun membuat Abi tak bisa tidur. Abi pun menikmati coklat panasnya di balkon sambil menikmati semilirnya angin malam.
" Quin, apa yang terjadi dengan mu?"
Abi menyesap coklatnya, namun ponselnya berbunyi, sehingga membuat Abi mengurungkan niatnya untuk menyesap coklat tersebut.
Quin : Makasih yaa,
Ting...
Quin : Ingat, jangan bilang siapa-siapa. Kalo kamu jaga rahasiaku, aku bakal traktir kamu tahu Sumedang.
Abi menaikkan sudut bibirnya membaca pesan dari Quin. Apa saat ini dirinya sangat mudah di sogok dengan makanan? Padahal dulu Abi tidak suka dengan cake, dan juga jajanan sembarangan. Kehidupan Abi yang mewah membuat Abi selalu makan makanan dari restoran mewah ataupun masakan dari chef yang yang ada di rumahnya.
Satunya Abi membalas pesan Quin, dan satu lagi memegang mug yang berisi coklat panas.
" Kamu belum tidur?"
send.
Abi mengirimkan pesan kepada Quin.
Ting..
Quin : Aku tidak bisa tidur.
Bibir Abi sudah membentuk senyuman yang sempurna. Abi kembali mengetikkan sesuatu di ponselnya dengan satu tangannya, sedangkan tangan satu nya lagi masih memegang Mug. Abi membawa mug tersebut kedekat bibirnya sambil membalas pesan Quin..
" Awww panas..."
Abi lalu tertawa melihat kecerobohannya. Tak biasanya Abi bisa melupakan hal sekecil ini.
.
.
Veer dan Nafi tengah saling pandang sambil menikmati semilirnya angin malam.
" Katakan, sejak kapan kamu menyukaiku?" Veer menyematkan rambut Nafi yang terbang karena angin ke belakang telinganya.
" Sejak lama." Uajra Nafi dengan wajah merona dan tertunduk.
" Sejak lama?" Beo Veer, " Kapan? bukannya kamu membenci ku?"
" Sebenarnya...."
Nafi pun menceritakan alasan kenapa dirinya membenci Veer. Setau Nafi, Veer adalah keturunan Moza. Nafi hanya tau jika Veer anak orang kaya, mungkin sepantaran dengan Lana, temannya kala itu.
Nafi sering melihat Veer naik motor matic yang keluaran lama, bahkan Nafi juga pernah melihat Veerg sedang menunggu angkot, seperti layaknya anak sekolah biasanya.
Selain ketampananannya, kesederhanaan Veer membuat hati Nafi perlahan menyukainya. Hingga suatu hari, Veer menolong Nafi yang tengah datang bulan, dan meraskan sakit perut. Walaupun mereka di tingkat yang berbeda, namun gerbang masuk sekolah mereka sama. Dan saat itu Veer menggendong Nafi hingga sampai ke UKS.
Veer mungkin tidak mengingatnya, namun semakin hari perasaan Nafi untuk Veer pun bertambah dan semakin kuat. Hingga pertandingan basket itu pun tiba.
Melati adalah orang pertama yang mengetahui jika dirinya menyukai Veer. Melati, tetangga dan juga sekaligus sahabat Nafi sejak kecil. Keluar melati saat itu tengah mendapatkan musibah, dimana perusahaan ayahnyanm tengah goyang, dan hampir bangkrut. Keluarga Nafi lah yang membantu.
__ADS_1
Melati yang tidak memiliki adik cewek pun sangat memanjai Nafi, bahkan Melati suka menyuapi Nafi, walaupun Nafi sudah besar. Bagi melati, Nafi adalah adik dan juga boneka cantiknya. Melati memperlakukan Nafi dengan khusus karena memang dia ingin, dan dia sangat menyayangi Nafi.
Namun, gosip yang beredar yang mengatakan jika Nafi sengaja memperbudak Melati karena telah membantu keluarga melati dari kebangkrutan pun membuat orang memandanh Nafi tak suka.
Nafi yang memang tak mudah bergaul dan tak memiliki teman pun semakin di jauhi dan di benci. Saat Nafi memiliki harapan kepada Veer yang berteman dengan semua orang dan tidak pandang bulu pun membuat Nafi semakin menyukai Veer.
Pertandingan Basket yang telah selesai dan di menangkan oleh Tim Veer pun membuat Nafi juga ikut senang. Namun Nafi harus segera kembali karena ada urusan mendadak yang harus di hadirinya.
Namun saat di tengah perjalanan, Nafi bertemu dengan perempuan yang cantik dan terkenal. Nafi yang wajah nya masih dipenuhi jerawat karena masa pubernya pun merasa iri.
Kesalahpahaman yang di buat oleh wanita bernama Gempi, membuat Veer menatap Nafi dengan sinis. Sejak saat itu, Veer tak lagi tersenyum saat berpas-pasan dengan Nafi. Bahkan Veer pernah membentak Nafi saat Nafi tengah memarahi anak yang mencuri uang orang lain.
" Bukankah kamu memang sengaja membuat Melati sebagai suruhan mu?"
" Tidak, aku tidak pernah menyuruh ya. Kak Melati sudah aku anggap sebagai kakakku."
" Tap gosip yang beredar? Bahkan saat itu Gempi mengatakan jika kamu sering menganiayai orang yang lemah. "
" Aku tidak pernah melakukan nya. Waktu kamu membentakku saat aku sedang memarahi seorang anak, saat itu anak tersebut baru saja mencuri uang dari temannya. dan aku melihatnya, aku menyuruh dia mengembalikan uang tersebut dan juga meminta maaf kepadanya. Namun kamu tiba-tiba datang, dan memarahi ku." Wajah Nafi berubah menjadi sendu.
Veer menarik tubuh Nafi kedalam pelukannya.
" Maafkan aku Naf, saat itu Gempi mengatakan jika kamu sedang menganiaya anak itu, dan aku sangat tidak suka orang seperti itu. Aku juga melihat kamu tidak memiliki teman, dan aku menganggap kamu itu sombong. Maaf kan aku."
" Hmm, " jantung Nafi sudah berdegup kencang, wajahnya pun juga sudah bersemu merah.
" Hanya 'Hmm?' " Veer merelaikan pelukakannya dan menatap wajah bersemu Nafi.
" Kamu malu?" Goda Veer.
" Waah, aku tak menyangka jika kamu sepemali ini. Kamu tidak seperti wanita sombong dna angkuh yang aku kenal."
" Veer, aku tidam sombong dan angkuh.."
" Yaa, tapi kamu galak. Sangat galak."
" Veer.."
" Aku bercanda sayang."
Wajah Nafi kembali memerah, saat Veer memanggilnya dengan kata 'sayang'.
" Duuh, gemesin banget sih.."
Cup..
Veer mencium bibir Nafi sekilas. Nafi menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Kenapa di tutup hmm? " Veer manarik tangan Nafi pelan.
" Aku malu Veer.."
" Aku suami mu sekarang sayang."
" Veer, jangan goda aku.."
__ADS_1
Veer pun memeluk tubuh Nafi.
" Hah, jika saja kamu saat ini tidak sedang datang bulan.." Gumam Veer yang masih di dengar oleh Nafi.
" Veer.."
"Iyaa sayang, aku tau.. aku akan sabar menunggu sampai kamu siap."
" Makasih Veer."
" Tapi kamu juga harus janji sama aku, untuk mau ke psikiater."
" Veer, aku__"
" Aku akan menemani mu. Dan aku tak akan meninggalkan mu. Percayalah.." Veer mempererat pelukannya.
" Makasih Veer." Nafi membalas pelukan Veer.
.
.
Di tempat lain, Abi sedang tertawa terbahak-bahak.
" Kami serius Quin?" Ujar Abi di seberang panggilan video call nya.
" Hmm, Aku serius. Bahkan Lana menjulurkan lidahnya untuk mengjilat ingusnya itu. iiuuhh.. sungguh menjijikkan."
" Ha..ha..ha.. Maka itu kamu menolak cinta Lana berkali-kali?"
" Itu hanya salah satu alasannya, alasan lainnya adalah karena Anggel menyukai Lana."
" Hah? kamu serius?"
" Hmm, tapi ingat, kamu jangan bilang-bilang yaa. Awas kalo bocor."
" Lah, kenapa?"
" Ya biarin aja mereka dengan perasaan mereka sendiri. Toh kalo jodoh gak kemana."
" Iyaa sih, kayak kita yaa.. bisa jodoh. eh, maksudnya di jodohi.. hahaha.."
Quin dan Abi tertawa dan bercanda seolah tiada beban. Dan melupakan sejenak kisah masa lalu mereka.
* Maaf ya, telat up nya. Di daerah ku masih memegang tradisi raya bertamu ke rumah sanak saudara. Jadi keliling datangi saudara2 dulu..
met raya, mohon maaf lahir bathin ya..
IG : Rira Syaqila
jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...
Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁
Mari saling berbagi kebahagiaan.
__ADS_1
Salam SULTAN KHILAF.