
" Sebenarnya Sudah beberapa hari ini, Puput di culik"
Kesya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan matanya langsung memanas. Detik itu juga bulir bening jatuh ke pipi Kesya dengan mulus.
Arka menjelaskan bagaimana bisa Puput di culik, dan Arka juga memperkenalkan Mr. Yamatama kepada Kesya dan Sasa. Yang mengejutkan bagi Sasa adalah, kenyataan bahwa Fadil juga ikut di culik.
" Apa? Fadil di culik?"
" Ya, info terakhir yang kami dapatkan, Fadil berada di kediaman Ando."
Sasa mengubur wajahnya di kedua telapak tangannya. Kemudian Sasa mengusap wajahnya kasar.
" Apa keberadaan mereka sudah di temukan?"
" Mr. Yamatama ada di sini, dan beliau bersedia membantu kita."
Di tempat lain, keadaan Puput juga sudah lebih baik. Ando mengancam Puput jika Puput tidak mau makan dan meminum obatnya. Dan Ando pun tidur sekamar dan seranjang dengan Puput, demi menjaga sendiri orang yang di cintainya itu, untuk tidak berbuat konyol lagi. Bahkan saat mandi pun, Ando bersikeras ikut masuk kedalam kamar mandi, jelas saja Puput menolaknya. Namun Ando tidak memperdulikan penolakan Puput. Ando tidak ingin, saat dirinya lengah, Puput kembali berbuat hal nekad.
" Sayang, hari ini kita akan menikah, kamu tidak boleh melukai diri kamu lagi ya" Ujar Ando lembut.
" Aku lebih baik mati dari pada harus menikah dengan mu" bisik Puput tajam namun masih terdengar ditelinga Ando.
" Ck..ck..CK.. Sebaiknya kamu simpan kata-kata itu, dan jangan pernah melontarkannya."
Ando meraih Ipad-nya, dan melihatkan sebuah Video yang saat ini menampilkan kedua tangan Fadil terikat keatas, dan tengah di pukuli. Terlihat juga darah memenuhi sekujur wajahnya.
" Jangan sakiti dia, aku mohon"
" Menikah lah dengan ku, dan aku berjanji tidak akan pernah lagi menyakitinya."
Tidak ada jawaban dari Puput, hanya ada isak tangis yang keluar dari mulutnya.
" Pukul dia" Ujar Ando entah kepada siapa, dan tak berapa lama bodyguard datang dan memukul Fadil.
" Tidak, jangan.. Jangan pukul dia lagi, aku mohon. Aku kan menikah dengan mu. Tolong lepaskan dia" Ujar Puput memohon sambil memegang tangan Ando.
Ando menyeringai puas. " Good Girl." Ando mencium bibir Puput, dan Puput hanya bisa pasrah menerimanya. Ando melepaskan ciuman mereka.
" Balas ciuman ku sayang"
Puput menganggukkan kepalanya, dan saat bibir mereka kembali bertemu, Puput membalas ciuman Ando. Lama mereka berciuman, hingga mereka kehabisan napas. Tanpa Puput sadari, jika Fadil melihat video live mereka berciuman. Fadil mengeraskan rahangnya, dan mengepalkan tangannya kuat. Fadil melihat ada ketertekanan di wajah puput, tangan Puput juga meremas selimut yang menutup bagian bawah tubuhnya, walaupun bagian atas Puput terlihat menggunakan lingerie. Fadil menyadari satu hal, pergelangan tangan Puput terbalut perban. Dan itu membuktikan bahwa telah terjadi sesuatu kepada Puput.
" Aku mencintai mu Put, sangat mencintai mu" Ando memeluk tubuh Puput. Puput hanya bisa pasrah, hanya dengan menikahi Ando, Puput bisa menyelamatkan Fadil.
" Jangan pernah berfikir untuk mengakhir hidup mu lagi, atau aku akan membuat kehidupan Fadil hancur, dan juga usaha keluarga mu" Bisik Ando.
Air mata Puput kembali mengalir. Ando merelaikan pelukannya, dan menghapus air mata Puput.
" Jangan pernah menangis lagi, atau akunakan menyuruh bodyguard untuk memukul mantan kekasih mu itu"
" Aku tidak menangis, air mata ini keluar sendiri, aku akan berusaha untuk tidak membiarkannya keluar. Aku mohon, jangan sakiti Fadil"
__ADS_1
" Aku tidak suka kamu memohon untuk pria lain, sebaiknya mulai dari sekarang jangan pernah memikirkan pria lain. Hanya aku yang boleh ada di fikiran mu, dan belajarlah mencintai suami mu ini"
Ando mendaratkan ciumannya di kening Puput dengan dalam. Puput memejamkan matanya menahan rasa sakit hatinya. sepeninggalan Ando, Puput kembali menangis dengan mengubur wajahnya di sela lututnya, Puput memukul dada nya yang terasa sangat sakit. Puput benar- benar sudah sangat merasa hina. Tiap malam dia harus tidur di dalam pelukan Ando, mandi dengan ditemani oleh Ando, dan menggunakan baju tipis yang mengekspose tubuhnya ini. Walaupun mereka tidak melakukan apapun, selain Ando mencium bibirnya dan memeluk tubuhnya.
Di tempat lain, Kesya merasa keram di perutnya.
" Akhh" Rintih Kesya.
"Mbak"
Sasa dengan cepat menyuruh Arka mendudukkan Kesya di lantai, dengan Arka menjadi sandarannya. Sasa meluruhkan kaki Kesya, dan mengelus perut Kesya dengan lembut. Sambil membacakan ayat suci Alquran. Bara yang melihat itu merasa hatinya menghangat.
" Udah enakan Mbak?"
Kesya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Sasa. " Terima kasih Sa"
Dalam hati, Kesya berdoa agar Sasa dan Bara dapat bersatu. Begitupun dengan Arka, Gilang, Duda, dan Jodi. Mereka berdoa dalam hati masing-masing, dengan doa yang sama. Agar Sasa membiarkan hatinya menerima Bara.
Suara Mr. Yamatama membuyarkan fokus mereka, Orang kepercayaan Mr. Yamatama sudah mendapatkan lokasi di mana Ando saat ini berada, begitupun dengan Fadil dan Puput.
" Kita kesana sekarang, sebelum pernikahan Ando dan Puput terlaksana" Titah Gilang.
" Aku ikut" Ujar Sasa.
" Kamu di sini, temani Kesya ya" Ujar Bara lembut.
" Aku tetap akan ikut" Ngotot Sasa.
Di pegang nya kedua lengan Sasa. " Mungil, kamu tetap di sini ya, bersama Kesya. Aku janji akan bawa Fadil dan Puput dengan selamat".
Setelah mengatakan itu, Bara melepaskan tangannya, dan membalikan badannya, namun gerakan Bara terhenti saat Sasa menarik jaketnya.
" Aku ikut. Aku ingin memastikan keselamatan mereka sendiri.___"
Ucapan Sasa di akhir kalimatnya menerbitkan senyum Bara, walaupun hanya dirinya yang mendengarnya.
Arka membawa Kesya menuju rumah sakit, sedangkan Bara, Sasa, Mr.Yamatama, Gilang, Jodi, Duda, dan 2 anak buah Bara, menuju tempat persembunyian Ando.
Sebelumnya Mr.Yamatama sudah memberikan syarat kepada Bara, agar tidak menaikkan kasus ini ke jalur hukum. Mr.Yamatama tidak ingin nama baiknya hancur karena cucu nya. Jika Bara dan yang lainnya tidak menyetujui, maka Mr.Yamatama menolak bekerja sama. Untuk itu Bara tidak menghubungi Tim nya, dan Arka mengutus anak buah nya saja.
Arka langsung membawa Kesya ke rumah sakit, untuk mengecek keadaan baby twins mereka. Di sepanjang perjalanan, Kesya berdoa agar bayi kembarnya baik-baik saja. Dan juga dengan keadaan Puput dan Fadil.
Di rumah megah itu, Puput sudah di dandani dengan cantik, dan mengenakan gaun pernikahan yang telah di pilihkam oleh Ando. Puput menuruni tangga dan melihat tempat akad nikah mereka, Puput menangkap bayangan orang yang di rindukannya.
" Ayah" Pekik Puput, dan berlari ke arah sang ayah.
Ando juga menculik ayah Puput pagi ini, tanpa Bara dan yang lainnya menyadari.
" Puput, kamu baik-baik saja sayang? Apa ada yang terluka?" Tanya Ayaj Iqbal.
Puput menganggukkan kepala nya, dan memeluk kembali Ayah Iqbal.
__ADS_1
" Apa pernikahannya bisa kita mulai?" Tanya penghulu.
Ando menginterupsi Puput dan Ayah Iqbal untuk menuju meja ijab Qabul yang telah di sediakan. Ando juga menyuruh pengawalnya untuk membawa Fadil, agar menyaksikan pernikahannya dengan Puput.
Puput menghentikan langkahnya saat melihat Fadil di papah oleh dua pria berbadan besar, dengan tangan terikat kebelakang.
" Kak Fadil" Gumam Puput dan berlari kearah Fadil. Namun gerakan Puput terhenti karena Ando menahan lengannya, dan Ando langsung memberikan kode untuk memukul Fadil.
" Kak Fadil" Teriak Puput histeris dan kembali menangis. Puput sudah ingin berlari kearah Fadil, namun Ando menahan gerakannya.
" Aku mohon, hiikkss jangan pukul dia.. Kamu udah janji sama aku buat gak nyakiti dia.. hikss" Ujar Puput dan berlutut di hadapan Ando.
Fadil melihat semua nya. Dada Fadil terasa sakit saat melihat orang yang dicintainya itu berlutut di hadapan orang seperti Ando. Rasanya Fadil ingin sekali menghajar Ando.
Ando menyamakan tingginya dengan Puput, Dan menjepit dagu Puput dengan Jari telunjuk dan jempolnya. Ando mengarahkan wajahnya untuk menatap dirinya.
" Kamu juga sudah janji, jika kamu tidak akan menangisi pria lain, dan hanya aku pria satu-satunya yang kamu cintai"
Ando memberikan gerakan untuk memukul Fadil.
BUUGG...
" Aku tidak akan menangis lagi, jangan pukul lagi, aku mohon" Ujar Puput sambil menghapus air matanya kasar.
" Ingat dengan janji mu sayang, untuk tidak memohon untuk pria lain" Ando kembali memberikan gerakan untuk memukul Fadil.
BUUGG.. BUUGG... BUUGG...
Puput meremas gaunnya kuat, berusaha untuk tidak menangis dan berusaha untuk tidak mengatakan permintaan memohon.
Ando tersenyum saat mendapati Puput diam dan menahan tangisnya saat melihat Fadil di pukuli.
" Jika pernikahan ini atas dasar paksaan, saya tidak bisa menikahkan kalian" Ujar penghulu.
" Puput, jika kamu merasa terpaksa dan tertekan, maka kamu bisa mengatakannya, dan ayah tidak akan menikahkan kamu, dan Pak penghulu juga tidak akan menikahkan kalian." Tanya Ayah Iqbal.
" Tidak ada yang memaksa Puput atau pun menekan Puput, ini berdasarkan atas kemauan Puput sendiri ayah" Ujar Puput sambil menahan Isak tangisnya.
Ando tersenyum, sedangkan Fadil sudah meneteskan air matanya. Cinta nya itu sungguh berkorban sangat besar demi dirinya.
" Kalau begitu, apa bisa kita mulai?" Tanya Ando.
Penghulu sudah membacakan doa dan ayat suci Alquran. Penghulu juga menyuruh Ando dan Ayah Iqbal berjabat tangan. Ayah Nazar pun mulai mengucapkan Ijab nya, Dan Ando menjawab Qabul nya.
" Saya Terima Nikah dan Kawinnya Putri Lestari dengan Mas kawin cincin berlian di bayar tunai"
Hai readers..
jangan lupa Tap jempolnya yaa..
Cukup like aja udah buat aku bahagia banget loh.
__ADS_1
Mari saling berbagi kebahagiaan.