KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 104


__ADS_3

Lana, Lucas, Fatih, dan Zein sudah berada di depan pintu kamar inap Anggel. Minus Veer yang karena harus mempersiapkan kepulangan sang istri tercinta.


"Buka pintu nya, kami mau jenguk Anggel." Ujar Zein.


"Maaf, Tuan muda semua di persilahkan masuk, kecuali Tuan muda Lana." Ujar Seorang pengawal.


"Kenapa? kami datang bersama." Tanya Lucas dengan nada tak ramah.


"Sudah perintah dari Nyonya besar."


Lucas mendengus kesal, kemudian ianmenuruh Lana untuk pergi ke ruangannya, dan berbisik untuk rencana mereka yang kedua.


"Ya sudah kalo gitu, biarkan kami masuk."


Pengawal tersebut langsung membuka pintu untuk para Tuan muda. Lana hanya menatap punggung sahabat-sahabatnya hingga pintu putih itu kembali lagi tertutup rapat.


Lana menghela napasnya dan kemudian ia berbalik. Tanpa sengaja Lana bertemu dengan Quin dan Abi yang berjalan sambil bergandengan tangan.


"Na, kenapa kamu? kok kusut banget wajah nya?" Tanya Quin khawatir, namun genggaman tangannya dengan Abi tak terlepaskan.


"Masalah Quin, Oma Mega larang hubungan gue sama Anggel."


"Salah Lo sendiri, udah gue bilang buat jauhi gue dan seriusin Anggel, Lo gak denger gue dari dulu." Gerutu Quin.


Abi menatap istrinya itu, sepertinya ada sesuatu yang ia lewatkan.


Cling ...


Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Lana. Lana meraih ponselnya dan mendesah berat saat membaca isi pesan yang di kirimkan oleh Fatih.


"Kenapa?" Quin meraih ponsel Lana dan membaca isi pesan terbuat.


Fatih mengirimkan pesan dan mengatakan jika ada Oma Mega di dalam kamar, jadi sulit untuk melakukan panggilan video.


"Tenang, ada Aku, Ayo ...."


Quin mengajak Lana untuk mengikutinya. Dan di sinilah mereka, di dalam ruangan Lucas. Quin meraih ponselnya dan menghubungi Fatih.


"Mana Anggel?" Tanya Quin saat sambungan video sudah terhubung.


Fatih pun memberikan ponselnya kepada Anggel.


"Hai Quin."


"Hai, gimana kabar kamu?" Tanya Quin.


Mata Anggel berbinar saat melihat ada Lana di belakang Quin yang sedang menatap nya dengan rindu.


"Aku baik, kamu?"


'Kamu' yang di tuju oleh Anggel bukanlah untuk Quin, melainkan untuk Lana yang berada di belakang nya.


"Aku baik, dan juga merindukan kamu." Jawab Quin mewakili jawaban Lana.


Quin menepi, membiarkan Anggel dan Lana saling melepas rindu dengan menatap wajah mereka satu sama lain.


"Kamu udah makan?" Tanya Quin yang berada di samping Abi, mewakili pertanyaan Lana.


Sebisa mungkin Lana tak boleh bersuara, Agar Oma Mega tak curiga dengan siapa Anggel melakukan panggilan video.

__ADS_1


"Sudah, kamu?"


"Aku belum."


Lana langsung melototkan matanya kepada Quin, sedangkan Quin hanya terkekeh. Namun sebenarnya dugaan Quin benar, Lana memang belum makan apapun dari semalam.


"Kamu harus makan, jaga kesehatan. Karena Perjuangan kita masih panjang." Ujar Anggel.


"Tentu, aku akan makan. Aku akan menjaga kesehatan aku demi kamu."


Oma Mega mengernyitkan keningnya, seolah mulai curiga mendengar pembahasan Quin dan Anggel.


"Ma-mami mau ngomong juga sama Quin?" Tanya Anggel dengan gugup saat Oma Mega sudah mendekatinya dan meraih ponselnya.


"Hai Tante ..." Sapa Quin ramah.


Untungnya Lana cepat mengerti dengan reaksi wajah Anggel yang ketakutan.


"Kamu di mana?"


"Quin? Quin di ruangan Lucas, tadi sakit perut. Jadi aku mampir ke sini dulu sebelum lihat Nafi dan Anggel."


"Kenapa gak langsung ke sini?" Tanya Oma Mega penuh curiga.


"Tunggu Abi, Tante. Abi sakit perut juga."


Quin bernafas lega, suami nya ternyata dengan cepat bisa membaca situasi.


"Hmm, Tante kira kamu sama Lana."


"Lana? oh, tadi aku ketemu dia di lobi. Tapi gak sempat tegur sih, karena keburu sakit perut. Dan ruangan Lucas yang paling dekat."


"Tante, udah dulu yaa ... Quin mau lihat Nafi, hari ini dia pulang. Nanti Quin jenguki Anggel deh."


"Iya, salam buat Veer dan Nafi ya."


"Iya Tante."


Quin bernapas lega saat penggilan video tersebut berakhir. Kemudian ia menatap Lana dengan tanda tanya.


"Apa yang terjadi?"


Lana pun menghela napasnya, kemudian ia menceritakan apa yang terjadi saat ini. Oma Mega menentang hubungannya dengan Anggel, karena berfikir Lana hanya menjadikan Anggel sebagai pelarian.


"Bukannya iya ya?" Bisik Abi kepada Quin, yang mana masih mampu di dengar oleh Lana. Lana hanya mendengus sebal.


"Lana emang berkali-kali lamar aku. Tapi sebenarnya Lana juga suka sama Anggel, ya mau gimana lagi? Ego lebih menguasai hati untuk memilki."


Abi hanya menggelengkan kepalanya, gak habis fikir dengan alur cinta dari sahabat-sahabat Quin. Sedangkan Lana memutar bola matanya malas.


Hah, Abi ... Abi ... gimana kalo kamu tau kisah cinta Fatih? mungkin kamu bakal tambah sakit kepala mikirnya.


*


Quin menyerngir saat Veer menatapnya dengan kesal. Quin berjanji akan ke rumah sakit pagi ini. Namun Abi yang masih ingin bermanja denhan Quin, dalam artian Abi ingin menghabiskan pagi nya sambil memeluk.


"Jadi, pulang ke mana?" Tanya Quin kepada Veer.


"Ke apartemen."

__ADS_1


"Loh, kenapa gak ke rumah aja? Biar Nafi gak kesepian."


"Di rumah ada Empus, Aku takut jika Nafi malah stres gara-gara hewan peliharaan kamu."


"Hmm, Bilang aja pingin berduaan dengan Nafi dan gak ingin di ganggu." Goda Quin yang mana membuat Pipi Nafi bersemu merah.


Mama Ayu dan Mama Kesya tersenyum melihat nya. Itu menandakan jika cinta Yang ada di dalam hati Nafi, tidak ikut menghilang bersama memori nya.


Quin dan Abi ikut mengantarkan Veer dan Nafi ke apartemen nya. Begitupun dengan Mama Kesya dan Mama Ayu.


"Apartemen nya bagus ya." Puji Mama Ayu.


"Iya dong Tan, Semua kamar di sini Veer yang menggambarnya." Ujar Quin.


"Benarkah?" Tanya Mama Ayu takjub.


Nafi sampai di buat kagum dengan rancangan Veer.


"Awalnya hanya iseng-iseng aja kok Ma."


"Waah, iseng-iseng berhadiah ini namanya."


Quin dan Mama Kesya langsung menuju dapur. Sebelumnya Quin dan Abi sudah mampir ke supermarket yang ada di dekat apartemen. Hanya berbelanja beberapa bahan makanan saja. Sedangkan Abi meminta izin kepada Veer untuk meminjam laptop untuk membalas beberapa email yang harus di kirim secepatnya.


"Gimana hubungan kamu sama Abi?" Tanya Mama kesya saat mereka sedang berada di dapur.


"Begitu lah Ma. Mama doain ya, semoga Abi gak berpaling dari Quin."


"Amiin, Mama selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu."


"Oh ya, kamu untuk beberapa hari tinggal di apartemen aja, temenin Nafi saat Veer berangkat kerja."


"Iya Ma, nanti aku bilang sama Abi ya. Semoga aja dia mau."


"Pasti mau lah, bucin gitu dia ke kamu."


"Iihh Mama, Bisa aja bikin aku geer." Wajah Quin sudah memerah seperti tomat.


Mama Kesya tertawa lucu melihat putri kesayangannya itu jatuh cinta kembali.


*


"Ide ke tiga. Lo kunjungi Anggel dengan Mama dan Papa." Ujar Fatih kepada Lana dan di angguki setuju oleh yang lainnya.


"Lo benar Fat, gak ada yang berani dengan tangan kanan Papa." Tambah Lucas.


Lana menganggukkan kepala nya, tidak ada salahnya untuk mencoba. Yaah, memang Mama Puput sudah mengetahui jika Lana mencintai Anggel. Mama Puput sampai tak percaya dan juga menuduh Lana menjadikan Anggel sebagai pelarian.


Tapi Mama Puput mengenal putra nya dengan baik. Lana tak pernah berbohong dan tak akan menyakiti hati seorang wanita. Apalagi sampai mengajaknya ke jenjang serius jika Lana memang tak mencintainya. Di tambah lagi, Mama Kesya pernah mengatakan jika pernah melihat Lana dan Anggel sedang berbelanja di sebuah mall sambil bergandengan tangan. Mungkin memang benar Lana memiliki hubungan dengan Anggel.


Yuukkk.. follow IG ku..


IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.

__ADS_1


Salam SULTAN KHILAF


__ADS_2