
Arka dan Kesya berlari kearah ruang bayi. Tadi Leo menelpon memberitahukan jika Bayi mungil tak berdosa itu mengalami sesak napas. Untungnya Dokter cepat menangani dan bisa menyelamatkan bayi tersebut.
Kesya menatap bayi tersebut, dan bulir bening kembali membasahi pipinya.
" Om, Tante Kesya kayaknya pucat, mending istirahat aja di rumah. Di sini sudah ada aku, Leo, dan papi." Ujar Vano.
Arka menganggukkan kepalanya.
"Sayang, kita pulang yuk.." Ajak Arka.
Kesya menoleh kearah Arka, lalu menggeleng.
" Key mau nunggu di sini mas, mau nemenin bayi mungil itu" Ujar Kesya sambil menatap kembali kearah bayi yang berada di balik kaca pembatas.
Arka menarik pelan tangan Kesya untuk mengikutinya. Arka mengerti perasaan Kesya, Ada rasa takut di hati Kesya, jika dirinya tidak bisa mengandung anak darinya.
Arka mengajak Kesya duduk di kursi yang terletak di koridor rumah sakit. Arka menggenggam tangan Kesya, memberikan kehangatan yang menjalar langsung keseluruh tubuh Kesya.
"Mas, Jika__"
" Gak ada 'jika' Key, Kalo kamu cuma mau ngomongin tentang kamu gak bisa hamil anak dari Mas. Sampai kapan pun Mas gak akan ninggalin kamu" Ujar Arka sambil mempererat genggaman tangannya.
Kesya tersenyum menatap Arka. " Makasih Mas" Ujar Kesya dan menyandarkan kepalanya ke bahu Arka. Tak lama Kesya tertidur.
Arka mendengar suara napas Kesya yang teratur. Arka mengecup pucuk kepala Kesya, "Mas gak akan pernah tinggalin kamu Key, Sampai kapan pun. Dan apapun yang terjadi. Dan Mas janji, akan membuat kamu dengan segera bisa hamil" Bisik Arka yang jelas tidak didengar oleh Kesya.
Kesya mengerjapkan matanya saat mendengar suara berisik. Kesya menatap sekelilingnya, dan ternyata Kesya sudah terbaring di atas sofa dalam Ruang Inap Mega.
__ADS_1
"Kamu sudah bangun sayang?" Tanya Mami Laura.
Kesya duduk setelah merasa seluruh nyawanya terkumpul dari berkelana di alam mimpi. " Mas Arka mana Mi?" Tanya Kesya.
" Lagi beli sarapan" Ujar Mami Laura.
Kesya melihat kearah jam tangannya. Terlihat pukul 5 pagi. 'Cari sarapan jam segini?' Batin Kesya.
" Tadi mereka pergi solat subuh, dan katanya sekalian mau cari sarapan di dekat-dekat rumah sakit" Ujar Mami Laura yang melihat Kesya sepertinya kebingungan.
Kesya bangkit dari duduknya dan melaksanakan solat subuh.
" Mi, Gimana keadaan Mbak Mega?" Tanya Kesya yang melihat Mega masih tertidur dengan wajah yang pucat.
" Mega Alhamdulillah baik-baik saja. Oh ya, Bayi nya juga sekarang Alhamdulillah sudah melewati masa kritis. Karena usia kandungannya belum sampai sembilan bulan, jadi bayinya harus masuk incubator dulu. Sampai daya tahan tubuhnya benar-benar sehat. " Jelas Mami Laura. Sebelum Arka pergi, tadi Arka sempat berpesan agar memberi tahukan keadaan adek bayi kepada Kesya.
" Alhamdulillah, semoga adek bayi cepat sehat ya Mi"
Sesampainya di rumah, Arka membuat panggilan kepada Fadil. Memberitahukan bahwa dirinya tidak masuk ke kantor, dan berkas yang perlu tanda tangan dirinya disuruh antar ke rumah.
" Mas kenapa gak ke kantor sih?" Tanya Kesya kesal, karena Arka melarangnya keluar kamar.
" Mas mau melanjutkan yang sudah berkali-kali tertunda." Ujar Arka.
Kesya menelan salivanya berkali-kali. Arka semakin mendekat kearah Kesya yang saat ini sedang duduk di sofa. Arka tidak ingin membuang banyak waktu, Arka langsung ******* bibir Kesya saat sudah sampai di depan Kesya.
Arka menyatukan kening mereka saat merasakan kehabisan napas. Setelah merasa cukup, dengan sekali gerakan Arka menggendong Kesya dengan ala bridal style. Di turunkan Kesya perlahan, kemudian Arka memandang wajah Kesya.
__ADS_1
" Kamu siap?" Tanya Arka.
Kesya menatap wajah Arka, kemudian menganggukkan kepalanya. Arka tersenyum, kembali mengecup bibir Kesya singkat. Lalu membisikkan doa ketelinga Kesya, membuat Kesya semakin berdebar dan terharu. Arka lalu mengecup kedua mata Kesya, hidung, pipi, lalu berpindah ke bibir Kesya. Bermain di sana dan menikmati rasa manis yang sudah menjadi candu bagi Arka.
Arka dan Kesya pun memulai ritual yang telah tertunda berkali-kali. Dengan melepas rindu yang tertahankan selama ini, Akhirnya Arka berhasil membuka Gembok yang masih tersegel.
Arka mengecup bahu Kesya yang tidak tertutup sehelai benang pun. Membuat Kesya yang terlelap dalam pelukan Arka menggeliat.
" Mas ganggu kamu?" tanya Arka yang melihat Kesya menggeliat dan membuka matanya.
Setelah bertempur berkali-kali membuat badan Kesya serasa remuk, dan pegal. Kesya benar-benar sudah menjadi candu bagi Arka. Bahkan mereka dalam kurun waktu 10 menit, sudah membuat Arka kembali mendapatkan gairahnya.
" hmm"
" Semoga dia cepat tumbuh dan berkembang di sini" ujar Arka sambil mengelus perut rata Kesya.
" Amiinn."
.
.
.
Dukung terus ya cerita author.
LIKE +VOTE +RATE + KOMENNYA sangat di nanti loh..
__ADS_1
Ini udah dari hari Sabtu di up, tapi belum di review, dan ini yang ke 3 x aku revisi.
Terima kasih juga buat yang udah kasih Like dan Vote nya..