KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 159 " Permintaan Kesya"


__ADS_3

Kesya menatap wajah sang suami yang baru saja keluar dari kamar mandi. Malam ini mereka tidur di rumah Mami Shella. Arka Baru saja selesai Mandi, dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Arka berjalan kearah Kesya yang sudah duluan merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


" Sayang, Kenapa? Kok liatinnya segitu banget?" Tanya Arka saat sudah duduk di sebelah Kesya.


Kesya langsung menyandarkan kepalanya di dada Arka.


" Sayang, kamu capek gak?" Tanya Kesya sambil membuat pola abstrak di dada Arka.


Arka menggeram nikmat merasakan sentuhan tangan Kesya. Ya, semenjak Kesya hamil, hormon gairah di atas ranjang juga ikut bertambah.


Tanpa fikir panjang, Arka langsung mengambil tangan Kesya yang membuat pola abstrak di dadanya, dan mengecupnya. Perlahan kecuoan itu pun naik ke bahu Kesya, dan kemudian ke leher, dan seluruh wajah Kesya, hingga berhenti lama di Bibir kesya. Arka mendorong tubuh Kesya perlahan agar tertidur, dan oleh raga makan pun terlaksanakan hingga keduanya mendapatkan nikmat yang tidak bisa di ukir dengan kata-kata.


Kesya bangun dan sudah tidak mendapati sang suami di sebelah. Kesya melihat jam dinding yang berbentuk Doraemon itu. Kesya menghela napas pelas, wajar saja suaminya tidak berada di sebelahnya, karena sudah di pastikan jika sang suami sudah pergi solat subuh dengan para lelaki yang berada di rumah itu.


Kesya turun dan sudah mendapati Mami di dapur.


" Pagi Mi" Sapa Kesya dan memeluk tubuh sang Mami.


" Pagi sayang " Mami Shella pun mengecup pucuk kepala sang anak.


Tak berapa lama, Arka, Daddy Roy, Kiki, dan Mas Bara pun tiba. Kesya melihat kearah baju yang digunakan oleh Bara, masih dengan baju yang semalam dia gunakan, apa dia tidak pulang?


Kesya memicingkan matanya menatap Bara, dan Bara menyadari itu.


" Mas pulang, tapi udah telat. " Ujar Bara tanpa Kesya bertanya.


" Siapa juga yang tanya"


" Tatapan kamu itu, "


" Emangnya kenapa tatapan Kesya?"


" Nyebelin"


" Hiikkss..."


Mami Shella langsung menoleh kearah Kesya, dan sudah mendapati wajah Kesya yang berurai air mata. Mami Shella mengambil spatula dan memukul bahu Bara.


" Aduuhhh, sakit Mi"


" Siapa suruh bikin anak bungsu Mami nangis" Ujar Mami Shella jutek.


" Lah, emangnya Bara ngapain?" Gumam Bara yang masih terdengar oleh Mami Shella.


" Dasar gak pengertian kamu ya, " Mami Shella langsung menjewer telinga Bara, Daddy Roy yang melihat itu pun menggelengkan kepalanya dan merelai mereka berdua.


" Kesya itu perasaannya sensitif, namanya juga ibu hamil. Jadi kamu harus banyak-banyak bersabar dan jaga omongan kamu"


" Ooh, " Bara ber O ria dna mendekati Kesya yang berada di dalam pelukan Arka.


" Key, maafin Mas ya. Key mau apa? Biar mas beliin"


" Beneran?"


" Iyaa"


" Key mau Mas Bara ngedance ala K-Pop Korea"


Bara dan Arka langsung tersedak dengan ludah mereka masing-masing. Yang benar saja Bara harus berjoget ala K-Pop Korea. Sedangkan untuk menonton filmnya saja Bara ogah. Arka sudah menahan senyumnya, namun dalam sekejap senyum itu hilang saat mendengar permintaan Kesya.


" Mas juga ikutan yaa, jadi kan seru tu. Biar benar-benar kayak Boy band" pinta Kesya dengan mata yang berbinar.


" Sayang, tapi__"

__ADS_1


" Mas gak mau? Hikss.."


Arka sudah menatap horor kearah Kesya. Benar-benar permintaan istrinya ini sungguh di luar dugaan. Dan ini semua salah Bara. Arka menatap musuh ke arah Bara, sedangkan Bara sudah menatap kearah lain sambil bersiul.


" Sayang, kalo Boy band itu kan gak bisa 2 orang, jadi ganti sama nyanyi duet aja yaa" Arka mencoba bernego dengan sang istri.


" Mas Arka, Bang Duda dan Bang Jodi sudah ada di luar ya. Mi, Kiki pergi latihan Basket ya. Assalamualaikum" Kiki mencium punggunh tangan Mami Shella, kemudian beralih ke Kesya.


" Tunggu" Kesya menahan tangan Kiki.


" Mas Arka, Mas Bara, Kiki, Duda, Jodi. Pas 5 orang, jadi bisa buat group Boy Band. Yeeeaay... Pokonya kamu harus ikut latihan sama Mas Bara dan Arka. Waktu kalian 5 hari dari sekarang. Dan Hari Minggu, Key mau kalian udah menampilkan penampilan hebatnya. Okey" Titah Kesya.


Kiki yang tidak tau apa-apa, mengerjapkan matanya menatap Kesya. Apa maksud dari kakak cantiknya ini.


Kiki menatap Bara dan Arka bergantian, mencari jawaban dari mereka.


" Mbak kesya mau kita ngedance kayak Boy band gitu." ujar Bara, kiki langsung menbelalakkan matanya.


" Gak mau" Tolak Kiki tegas.


" Hiikkss... " Air mata Kesya langsung bercucuran deras saat mendengar Kiki menolak permintaannya.


Kesya langsung berlari menuju kamarnya.


" Sayang, jangan lari-lari"


Mami Shella sudah menatap Kiki kesal. Kiki hanya mampu menelan ludahnya.


" Kamu turuti saja permintaan Mbak mu ya. Biar dia senang." Bujuk Mami Shella.


Kiki hanya menghela napasnya pasrah. Kiki ini anak yang cerdas, dia mengerti situasi seorang ibu hamil. Karena Kiki sering membaca buku kedokteran. Kiki ingin menjadi seorang dokter.


Arka membujuk sang istri agar tidak menangis lagi. Arka berjanji dia akan membujuk Kiki, Duda, dan Jodi. Arka akan menuruti semua permintaan Kesya, termasuk untuk membeli bintang sekalipun.


" Iya sayang, Mas janji"


Kesya langsung berhambur kepelukan Arka. "Makasih sayang, Key sayaaangg banget smaa Mas"


" Iya, Mas juga sayang kamu" Arka mengecup kening Kesya.


Duda dan Jodi langsung membuka mulutnya saat mendengar titah dari Arka yang sudah sangat jelas sekali tidak bisa di tolak oleh mereka.


" Bos yakin?"


" Apa terlihat saya becanda?"


Jodi dan Duda serentak menggelengkan kepalanya.


"Kalo begitu kita mulai latihan sore ini"


" Bb-Baik Bos" Ujar Duda dan Jodi serentak.


" Assalamualaikum" Terdengar suara teriakan suara seorang wanita dari arah teras.


Jodi langsung berdiri dan melihat siapa yang datang. Mata gadis itu langsung berbinar saat melihat Jodi.


" Maaf, cari siapa?"


" Cari penghulu untuk menikahkan kita berdua" Ujar wanita itu dengan mata yang berbinar"


Jodi mengerutkan keningnya, apa gadis didepannya ini stres?


" Siapa Jod?" Tanya Mami Shella.

__ADS_1


Mami Shella langsung membelalakkan matanya saat melihat siapa yang berada di teras rumahnya.


" Ara?"


" Tanteee" Teriak gadis bernama Ara itu dan langsunh berhambur ke pelukan Mami Shella.


" Ya ampun, kamu sama siapa ke sini?"


Ara hanya melihatkan sederetan gigi putih yang rapi kepada Mami Shella. Mata Mami Shella langsung tertuju kepada Koper yang berada di belakang Ara.


" Kamu kuliah di sini?"


Ara menggelengkan kepalanya, " Ara boleh kan tinggal di sini untuk sementara Tante?" Tanyanya sambil tersenyum.


" Tentu, "


Mami Shella menyuruh Jodi membawa koper Ara.


" Tante, pria tampan itu siapa?" Bisik Ara sambil merangkul lengan Mami Shella.


" Oh, itu namanya Jodi. Bodyguard nya Mbak kesya."


" Wah, Bodyguard nya aja ganteng gitu. Sampe meleleh hati Ara di buatnya"


" Kamu ini, kuliah dulu di selesaikan"


Ara hanya tersenyum kecut. Ara kembali membelalakkan matanya saat melihat Arka dan Duda.


" Tante, apa rumah Tante sudah menjadi surga? Kenapa banyak sekali pria tampan di sini?' Ujarnya sambil menatap Arka dan Duda dengan berbinar.


" Kamu kenapa gak datang ke acara pernikahannya Mbak kesya, Jadi kamu gak kenal deh dengan suaminya Mbak Kesya."


" Tunggu, Wajah yang tampan dan terlihat kaya ini seperti tak asing. Apa ini suaminya Mbak Kesya? Wah, Mbak Kesya pinter banget cari suami tampan. Wajar saja jika Bodyguard nya tampan-tampan gitu. Apa lagi si Ganteng ini" Tunjuk Ara ke arah Jodi.


Dari awal melihat Jodi, Ara sudah jatuh hati.


" Ara?" Sapa Kesya.


Ara melihat kesumber suara, dan langsung berlari memeluk Kesya.


" Hati- hati Ara, Mbak Kesya lagi hamil"


" Benarkah? Wah, selamat ya Mbak. Hai Baby, selamat yaa" Ujar Ara sambil mengelus perut Kesya yang sudah terlihat membuncit.


" Kamu kesini sama siapa?"


" Sendiri Mbak"


Kesya mengerutkan keningnya. Baru kali ini dia melihat Ara bepergian sendiri, biasanya Ara akan pergi bersama Ayahnya, karena dia tidak pernah di lepas sekalipun bepergian sendiri oleh ayahnya.


Ayah Ara, bernama Om Samsul. Om Samsul ini adalah adik kandungnya dari Daddy Roy. Jadi Ara ini sepupu Kesya.


" Tumben banget, Om Samsul tau kamu ke sini?" Tanya Kesya.


Tak berapa lama ponsel Mami Shella berbunyi, dan tertera nama Daddy Roy. Mami Shella memutuskan panggilannya dan menatap Ara tajam. Ara langsung menyengir, dan sudah bisa menebak apa yang akan terjadi.


" Kamu kabur?"


Ara hanya menyengir sambil memamerkan sederetan gigi putihnya, sedangkan kesya menutup mulutnya tak percaya.


..** Hai readers...


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...

__ADS_1


Terima kasih. Salam KesAr.


__ADS_2