
Tuh, sama menantu idaman mami" ucap Oma Laura yang kembali membuat Kesya tersedak oleh air yang di minum nya dan membuat Puput membelalakkan matanya dan menatap Kesya tajam seolah meminta penjelasan.
" Kesya" sapa arka.
Kesya pun terpaksa tersenyum kepada Arka karena rasa tidak enaknya kepada Oma Laura. sedangkan Puput menatap Arka dengan penuh kagum, kemudian melirik kearah Kesya, yang saat ini sepertinya sedang kesal.
Arka langsung duduk disebelah mami Laura, dan secara tak langsung berhadapan dengan Kesya.
Kesya menggenggam tangan Puput dengan erat hingga Puput meringis kesakitan. Saat Puput berbisik 'calon mantu?' kepada Kesya.
" Kamu sudah makan sayang??" tanya Oma Laura kepada Arka
" Udah mi, tadi meeting di dekat sini, sekalian aku makan siang dengan klien." ucap Arka
" Key, habis ini kamu mau ke mana lagi??" tanya oma Laura yang membuat Kesya terkejut dan gelagapan.
" hah?? eh, itu.. Key sepertinya pulang saja Oma, kaki Key sudah pegel mau istirahat" ucap Kesya.
" Kamu antar Kesya pulang bisa kan?? " tanya Oma Laura kepada Arka.
" Bisa mi " ucap Arka dengan semangat.
" Eh, anu itu.. Key bawa motor Oma ke sini, lagian Key harus antar Puput pulang dulu. " ucap Kesya menolak ajakan Oma Laura.
" Aduh, berapa kali sih mami bilang, kamu itu harus panggil Mami, jangan Oma. Ya udah, sekarang kunci motor kamu mana??"
" Dalam tas Oma" jawab Kesya.
Oma Laura berdecak karena mendengar Kesya lagi-lagi memanggilnya Oma " Mana, mami mau liat kunci motor kamu"
Tanpa perasaan curiga, Kesya mengeluarkan kunci motornya dari dalam tas, kemudian kunci tersebut langsung di sambar oleh Oma Laura. Kesya langsung terkejut saat Oma Laura menyuruh salah satu pengawalnya membawa pulang motor Kesya. Dengan perdebatan yang selalu membuat Kesya kalah, dan akhirnya memberitahu plat polisi motornya.
setelah selesai makan, Oma Laura, Arka, Kesya dan Puput berjalan kearah basemen. Belanjaan mereka yang bejibun itu pun di bawa oleh pengawal Oma Laura.
Sesampainya di Basemen , Oma menyuruh Kesya pulang dengan Arka, sedangkan Puput akan Oma Laura antar pulang. Dengan perdebatan kecil dari Kesya dan Puput, akhirnya Kesya kembali mengalah. Entah kenapa sepertinya sahabatnya ini tidak berpihak dengan dirinya. Melainkan dengan Oma Laura yang baru di kenalnya.
Dengan berat hati Kesya masuk kedalam mobil Arka. Arka pun tersenyum dan ikut masuk kedalam mobilnya. Arka menghidupkan mesin mobilnya kemudian mengemudikannya dengan kecepatan sedang.
" Kamu marah sama saya??" tanya Arka membuka percakapan karena setelah hampir 15 menit tidak ada yang membuka suara di antara mereka.
__ADS_1
" Tidak " jawab Kesya singkat.
"Lalu?? Kenapa sepertinya kamu tidak suka jika saya antar kamu??" tanya Arka lagi, Karena melihat Kesya yang dari tadi memandang ke arah luar jendela.
Kesya menghembuskan napasnya pelan, "saya tidak ingin mendapatkan gosip yang tidak sedap jika saya selalu terlihat dekat dengan Bapak" ucap Kesya kesal.
" Saya senang bisa di gosipin sama kamu" ucpa Arka yang terdengar menggoda di telinga Kesya.
kesya pun berdecak kesal dan melipat kedua tangannya di atas dada. Sambil masih menatap kearah luar jendela.
" Key?" panggil Arka.
" Bapak bawa saja mobilnya yang benar, kalo tidak saya turun di sini saja" ancam Kesya.
Arka pun langsung membungkam mulutnya dan menatap ke arah depan. sesekali Arka melirik kearah Kesya dan tersenyum. ' jutek aja manis, apalagi senyum' batin Arka
45 menit mereka tempuh di perjalanan. Akhirnya sampai di depan rumah Kesya. Kesya membuka pintu mobil, kemudian dia langsung berjalan melenggang ke arah rumahnya. Tersadar dengan belanjaannya yang di belikan oleh Oma Laura, Kesya membalikkan tubuhnya.
Bruukk..
Kesya hampir terjatuh setelah menabrak dada bidang Arka. untungnya Arka cepat menangkap pinggang Kesya. dan saat ini pinggang Kesya melingkar sebelah tangan Arka yang menahan tubuhnya , sedangkan tangan Arka yang satunya lagi membawa paperbag belanjaan Kesya. Mata mereka bertemu, kemudian Kesya langsung tersadar dan melepaskan tubuhnya dari tangan Arka.
" makasih" ucap Kesya dan mengambil paperbag belanjaannya dan langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya.
Arka bingung harus ikut Kesya masuk atau dia kembali pulang. Namun sebuah suara yang berat membuatnya tersadar dari fikirannya.
" Arka?? masuk dulu yuk.." ucap Daddy Roy.
" Iya Om" uca Arka sopan.
Arka duduk di ruang keluarga bersama Daddy Roy. Sedangkan Kesya sudah berada dalam kamarnya dan membersihkan dirinya. Daddy Roy mengajak Arka bermain catur, dan di setujui oleh Arka. mereka pun bermain catur di halaman belakang rumah Kesya.
Tak terasa suara azan magrib menghentikan permainan Arka dan Daddy Roy. Daddy Roy mengajak Arka untuk solat di mesjid komplek. setelah solat magrib, Kesya turun dan membantu maminya memasak makan malam. Kesya tidak mengetahui jika Arka masih berada di rumahnya.
" Loh mi, kok 4 piringnya??" tanya Kesya penasaran.
" Ada tamu tadi, temen Daddy mu main catur. jadi sekalian aja tadi mami menyuruh makan malam di sini" ucap mami Shella.
Kesya tidak menaruh curiga apapun. Dalam perkiraan Kesya, memang benar-benar teman Daddy nya lah yang ikut makan bersama mereka. Mustahil bagi anak muda untuk bermain catur. Hanya satu dua yang masih mau main catur. Itu sih menurut pemikiran Kesya.
__ADS_1
Tak selang berapa lama, Daddy Roy dan Arka kembali ke rumah. Daddy Roy dan arka langsung menuju kearah meja makan. Saat ini Kesya sedang naik keatas kursi karena ingin mengganti bola lampu yang berada di kitchen set. Arka yang melihat itu langsung mendekat kearah Kesya.
" Sini biar saya yang bantu pasangin" ucap Arka sontak membuat Kesya kaget dan kehilangan keseimbangannya
"Aaaaampp"
Kesya menutup matanya, Dia tidak merasa punggungnya sakit karena terjatuh, namun dia merasa saat ini berada di gendongan seseorang yang berbadan kekar dan hangat. Perlahan Kesya membuka matanya sebelah, saat dia melihat dirinya berada didalam gendongan Arka, dia kembali berteriak.
"Aaaaaa" sambil memberontak dari gendongan Arka.
" Turunin gak?? Teriak Kesya. Arka hanya tertawa kecil melihat Kesya yang memberinya seperti bayi.
"Ekhemm.." Kesya dan Arka menoleh ke sumber suara, dan perlahan Arka menurunkan Kesya.
" Kamu ini Key, untung ada nak Arka yang tangkap kamu, kalo tidak, bisa encok tu pinggang kamu" ucap Mami Shella.
" Emangnya Key jambu apa di tangkap." gerutu kesya.
" Sini bola lampunya, biar saya yang pasang" ucap Arka kepada Kesya, dan Kesya memberikan bola lampu tersebut.
Arka pun mengganti bola lampu yang sudah putus dengan bola lampu yang baru. Kesya menatapnya, lalu saat Arka menatapnya kembali, Kesya membuang mukanya dan pergi meninggalkan Arka yang masih tersenyum melihat kepergian Kesya.
" Yuk nak Arka, kita makan malam" ucap Mami Shella yang membuyarkan pandangan Arka kepada Kesya.
.
.
.
.
.
Hai reader . jangan lupa Like, vote, adn komen ya..
di tunggu..
Selamat Membaca
__ADS_1