KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 133


__ADS_3

Abi mengambil amplop coklat yang di berikan oleh Jo. Ia membuka amplop itu dengan penasaran. Saat melihat isi dari amplop tersebut, Abi membolakan matanya tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Di tangan Abi saat ini terdapat beberapa lembar foto dirinya dan Anita yang tengah berciuman. Lebih tepatnya Anita yang menciumnya.


“Jo, ini tak seperti yang kamu firkikan.” Elak Abi.


“Oh ya? Lalu apa pria yang ada di foto itu bukan kamu?”


“Jo, aku bisa jelaskan.” Ujar Abi yang sudah merasa takut jika orang yang ingin ia mintai tolong salah paham karena foto sialan ini.


“Gue  banyak waktu untuk mendengarkannya sekarang. Jadi, ceritakan.” Ujar Jo sambil mendudukkan kembali dirinya di kursi yang ada di hadapan Abi.


 Abi menghela napasnya panjang. Ia pun mulai menceritakan kejadian pada hari di mana ia bertemu dengan Anita, hingga bagaimana bisa foto ciuman itu sampai ada.


Jo mengangguk sekilas mendengar cerita Abi. Sekarang ia mengerti kenapa foto itu bisa di kirimkan kepada Quin. Jiak Abi memang ingin memiliki hubungan khusus dengan Anita, mana mungkin foto itu di kirimkan ke Quin. Jadi, sepertinya ini jebakan Anita yang di berikan untuk Abi, agar rumah tangga mereka pun berantakan.


“Baiklah, gue pecaya dengan lo. Tapi ingat, sekali gue dengar lo mengkhianati Quin, maka bisa gue pastikan jika wajah tampan lo akan memiliki cacat di sana dan menjadikannya jelek, atau gue bisa saja membuat kaki lo lumpuh untuk selamanya.” Ancam Jo dengan menatap Abi tajam.


Abi merasa Jo sangat menakutkan, ia pun menelan ludahnya dengan kasar dan meganggukkan kepalanya.


“Baiklah, jadi apa rencana Lo?” tanya Jo kepada Abi.


“Aku belum tau apa yang akan di lakukan oleh Anita. Yang jelas saat ini dia sudah berencana untuk menghancurkan rumah tangga Aku dan Quin.”


“Ada satu hal yang gue takutkan. Tapi ini masih dalam fikrian gue, gue udah menyuruh orang untuk berhati-hati menyelidiki tentang Anita.”


 “Apa itu?”


Ting ...


Tepat di saat Abi bertanya, ponsel Jo pun berbunyi menampilkan sebuah email di sana. Jo menaikkan sudut bibirnya di saat membaca artikel yang mana bertujuan untuk merusak nama baik Quin dan juga keluarga Moza.


“Apa yang gue fikirkan ternyata sudah terjadi. Gadis licik  itu sudah mulai menggali kuburannya sendiri.”


Jo memberikan ponselnya kepada Abi. Abi terkejut dengan apa yang ia lihat. Sebuah berita tentang dirinya dan Quin. Yang mana tertulis di sana bahwa seorang keturunan Moza tengah berlibur menemani tunangannya di negara gingseng. Mereka juga menginap dalam kamar yang sama demi bisa memuaskan hasrat masing-masing.


Terlihat juga sebuah video Abi dan Quin sedang berciuman dengan panas. Abi mengepalkan tangannya karena berani-beraninya menyebarkan berita yang mana membuat Quin sangat rugi.


“Apa yang akan kamu lakukan sekarang?” Tanya Jo menatap ke arah Abi.


“Membersihkan nama Quin.”


*


Papa Arka yang baru saja selesai bercinta dengan Mama Kesya pun meraih ponselnya yang sedari tadi berbunyi. Papa Arka pun meraih ponselnya dan membaca apa yang terkirim di sana.

__ADS_1


“Brengs*ek” maki Papa Arka dengan suara tertahan karena tak ingin sang istri mendengarnya.


Namun sayangnya Mama Kesya mendengar dengan samar apa yang Papa Arka katakan.


“Ada apa Pa?” Tanya Mama Kesya yang baru saja selesai mengeringkan rambutnya.


“Tidak ada apa-apa Ma, hanya ada klien yang sedang mencari ribut.” Bohong  Papa Arka.


Tentu saja Papa Arka berbohong, karena tak ingin membuat Mama Kesya khawatir dengan berita yang baru saja muncul dan langsung membuat dunia bisnis langsung memanas.


Papa Arka pun mengirimkan pesan kepada Papa Fadil entang pemberitaan Quin dan Abi. Tak hanya sampai di situ, Papa Arka juga menghubungi Abash dan Arash untuk memeriksa semua berita tersebut.


“Ma, ada pekerjaan yang harus Papa kerjakan. Mama tidur sendiri gak Papa kan?”


Mama Kesya menoleh kearah jam dinding yang menunjukkan pukul 1 dini hari.


“Sudah larut malam Pa, apa gak bisa di kerjai besok saja?”


“Ini sangat penting, Ma. Harus di selesaikan sekarang juga. Karena ini dari klien luar negri.”


“Hmm, baiklah. Tapi jangan malam-malam kali ya.”


“Iya sayang.”


 *


 Veer terbangun di saat mendengar suara ponselnya yang tak berhenti berbunyi. Padahal Veer sudah katakan untuk tidak menganggangu jam tidur malamnya. Benar-benar kelewatan yang mengirimkannya email itu. Lihat saja, veer akan membuat perhitungan dengan si pengirim tersebut.


Mau tak mau Veer meraih ponselnya dan melihat siapa si penganggu tidur malamnya. Veer langsung terduduk di saat membaca email yang masuk. Ia benar-benar marah saat ini, akan Veer pastikan untuk membuat perhitungan dengan si pembuat onar.


Gerakan Veer yang bangkit dari tempat tidur pun membuat Nafi terusik dan membuka matanya.


“Kamu mau ke mana?” Tanya Nafi dengan suara seraknya.


“Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan malam ini juga.” Ujar Veer seraya mengelus rambut Nafi.


Nafi melirik kearah jam dindin kamar mereka. “Ini sudah jam 1 Veer. Apa tidak bisa di tunda sampai subuh?”


“Tidak bisa, sayang. Kamu lanjut tidur aja lagi ya.” Veer mengecup pucak kepala Nafi dan juga mencium bibir Nafi sekilas.


“Jangan lama-lama ya kembalinya.”


“Iya sayang, aku gak bakal lama kok.”


Veer  memakai sendal tidurnya dan berjalan keluar dari kamarnya. Veer sudah akan menuju ruang kerjanya, namun saat melihat beberapan pengawal sudah berjaga, Veer pun mendatangi ruang kerja Papa Arka yang terlihat sedang sibuk dengan beberapa pengawal yang baru masuk keruangan itu. Veer tebak, jika Papa Arka sudah mengetahui berita tentang Quin dan Abi.

__ADS_1


“Pa,” tegur Veer yang masuk kedalam ruang kerja Papa Arka.


“Veer, apa kamu sudah tau beritanya?”


“Ya Pa, apa yang akan Papa lakukan sekarang?”


Veer duduk di kursi yang berhadapan dengan Papa Arka.


“Pertama, jangan sampai Kakek dan Mama tahu tentang berita ini. Kedua, kita harus cari tau siapa yang sudah menggali kuburannya sendri.” Geram Papa Arka.


 “Tuan Besar, Tuan muda, maaf mengganggu. Jo baru saja mengirimkan pesan jika mereka sudah tau tentang berita tersebut. Mereka akan menyembunyikan berita tersebut dari Nona Quin dan juga Nona Anggel.”


 Papa Arka sedikit bernapas lega karena telah mengutus Desi dan Jo untuk ikut bersama Quin. Dengan ada nya Anggel bersama mereka, itu akan membuat Quin memiliki teman jika saja berita ini sampai bocor kepadanya.


“Bagus, Jo memang selalu bisa di andalkan. Bagaimana dengan Abi.”


“Tuan Abi sedang bersama dengan Jo. Mereka sedang membahas rencana selanjutnya untuk melindungi Quin.”


Papa Arka mengerutkan keningnya. “Melindungi Quin? Apa ada yang ingin melukai Quin?” Gumam Papa Arka yang mana di dengar oleh Veer.


“Veer akan hubungi orang untuk melindungi Quin.”


“Jangan, Papa yakin jika Abi sudah memiliki rencana untuk melindungi Quin. Setidaknya percayakan hal ini kepada Abi dan Jo. Kita harus fokus dengan berita ini.”


Veer menghela napasnya pelan. Rasa khawatirnya belum berakhir kepada sang kembaran, walaupun di sana ada Abi yang akan melindunginya. Sebelum Veer melihat sendiri jika Quin baik-baik saja, maka Veer belum bisa tenang.


“Semoga kamu baik-baik saja, Quin.” Batin Veer.


 


Jangan lupa ya favoritkan dan like novel baru ku ya.


TWINS A and MISS CERIWIS


Yuukkk.. follow IG ku..


 IG : Rira Syaqila


jangan lupa Tap jempolnya dan komennya sebagai jejak...


Vote nya juga boleh jika berkenan 😁😁😁


Mari saling berbagi kebahagiaan.


Salam SULTAN KHILAF

__ADS_1


__ADS_2