KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 166 " CCTV "


__ADS_3

" Tidurlah yang nyenyak" Ando mencium kening Puput sebelum meninggalkannya di kamar.


Puput kembali menangis sesaat pintu tertutup dan terkunci. Puput memukul-mukul dadanya, karena merasakan sakit yang teramat. Puput merasa hina dan jijik dengan dirinya. Bayangan saat Ando memaksanya berdansa, memeluk tubuhnya, menciumi bahu telanjangnya, dan mencium bibirnya membuat Puput merasa jijik dengan tubuhnya saat ini.


Puput tidak bisa melawan, karena ancaman Ando yang mengatakan akan mencelakai Fadil. Tapi jika Puput mati, maka Ando tidak pernah melukai Fadil. Puput berjalan kearah balkon, berharap bisa loncat dan mati di sana, namun sayang, Balkon itu sudah di pasang jeruji besi hingga Puput tidak bisa keluar. Kaca yang tadinya ada di dalam kamar pun sudah tidak ada lagi, sepertinya Ando menyuruh memindahkannya. Kamar yang ditempati Puput benar-benar kosong hingga tidak ada benda yang bisa melukai diri nya.


Puput akhirnya tertidur dengan posisi terduduk di lantai dengan kepala bertopang di tepi tempat tidur. Ando masuk kedalam kamar, dan mendapati posisi Puput yang sangat tidak nyaman, dan di tambah Puput yang belum mengganti pakaiannya.


Dengan perlahan Ando menggendong Puput, dan membaringkannya di atas tempat tidur. Dalam tidur, Puput menyebutkan nama Fadil, membuat Ando membuat Ando kehilangan akal sehat. Ando menciumi Puput yang tengah tertidur, dan lama kelamaan ciuman itu menjadi brutal sehingga membangunkan Puput dari tidurnya.


Puput tersentak dan sudah mendapati Ando tengah menciumi leher dan bahunya, Puput merasa nyeri saat Ando menghisap lehernya kuat, dan yakinlah akan ada tanda yang tertinggal di sana.


Puput memberontak, namun Ando menahan kedua tangan Puput di atas kepalanya.


" Tolong hiiks... jangan...Hikss.. lepaskan aku.. hiks.. jangan.. aku mohon..Hiikss..."


Ando menyeringai, sangat mendengar Puput memohon kepadanya.


" Ya sayang, memohonlah, dan aku akan mengabulkannya." Ujar Ando serak.


Dengan sekali hentakan gaun yang dikenakan Puput robek, dan menampilkan dada nya yang tak tertutup sehelai benang. Ando menenggelamkan wajahnya di sana, menikmati gunung kembar yang terasa kenyal dan sangat pas di tangannya.


" Jangan... hiikkss.. jangan.. akhh.. jangan sentuh aku..hikss" Puput berusaha memberontak, hingga akhirnya tangannya terlepas dari genggaman tangan Ando. Puput langsung saja menjambak dan menarik kuat telinga Ando. Hingga Ando berguling kesebelahnya. Puput langsung menjauhkan dirinya dan menutup bagian atas tubuhnya dengan selimut.


" Hiiks.. Jangan.. Hiikkss.... Pergi dari sini.. hiikkss pergi.." Teriak Puput kencang.


Tak berapa lama pintu terbuka dan menampilkan Tante Ana.


" Puput" lirih Tante Ana, dan langsung memeluk tubuh Puput yang sudah terlihat kacau.


" Ando, apa yang kamu lakukan. Mama membantumu hingga sejauh ini, bukan berarti kamu bisa seenaknya menodai Puput. Jika begini Mama akan membawa Puput pergi dan melaporkam kamu kepada Opa."


Tante Ana sudah bersiap berdiri dengan memeluk Puput, Namun langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Ando.


" Ando tidak akan membiarkan Mama pergi dari sini. Penjaga!!" Teriak Ando memanggil bodyguard yang menjaga pintu.


" Ambil semua barang dari Mama, dan jangan sisakan satu barang pun, terutama ponsel." Ujar Ando kepada pengawal perempuan.


Mereka langsung mendekati Tante Ana dan melepaskan jam, cincin, kalung, jepit rambut, serta tas yang dikenakan oleh Tante Ana. Tante Ana menatap putra itu tak percaya, dan meningalkan dirinya bersama Puput terkunci di dalam kamar.


" Puput, maafin Tante" Ujar Tante Ana sambil menangis.


Puput sudah tidak tau lagi harus berbuat apa, Dia merasa semakin hina dan kotor atas apa yang telah Ando lakukan terhadapnya.


Tante Ana menceritakan kenapa Ando bisa berubah menjadi seperti ini. Ando pria yang baik, patuh, dan setia. Dia tidak pernah mengecewakan orang tuanya, maupun sang kakek. Namun Ando jatuh cinta dengan orang yang salah. Opa nya Ando menolak pernikahan Ando, hingga Ando menikahi kekasihnya diam-diam. Hingga suatu kecelakaan menimpa Ando, dan dokter mengatakan jika Ando tidak bisa memiliki keturunan.

__ADS_1


Ando menolak pernyataan dokter, karena saat ini istrinya tengah hamil. Dan setelah Opanya memberikan bukti bahwa anak yang di kandung oleh Ando adalah bukan anaknya, Ando merasa marah, dan apa lagi saat tau jika Nesa, mantan istri Ando mengetahui jika Ando mandul, dan semua harta warisannya akan di serahkan ke panti asuhan. Nesa berselingkuh hingga hamil, dan mengatakan jika anak yang di kandungnya adalah anak Ando. Opa menyarankan tes DNA saat itu juga, walaupun itu berbahaya bagi janin. Terbukti lah jika bayi yang dikandung Nesa bukan anak Ando. Ando semakin murka, dan menganggap semua wanita itu sama. Hingga Ando bertemu dengan Puput.


" Apapun alasannya, tetap saja Tante dan Ando salah" Ujar Puput dengan penuh kebencian.


" Tante tau, maafin Tante. " Ujar Tante Ana menangis.


Di sisi lain, Sasa memperhatikan rekaman yang di berikan oleh Bara.


" Kamu liat apa? Serius amat?" Ujar Bara dan duduk di sebelah Sasa.


" Lihat deh, di dekat sini ada mobil terparkir. Sepertinya mobil ini terpasang cctv. Udah Lo coba buat liat gak cctv dari mobil ini?" Tanya Sasa.


" Ya Ampun mungil, kamu pinter banget sih" Bara mengacak rambut Sasa, dan mengecup pucuk kepalanya.


" Apaan sih, dasar mesum" gerutu Sasa.


Bara hanya terkekeh dan mengeluarkan ponselnya.


"Lo gak pulang?"


" nginep sini boleh gak?"


" GAK" Jawab Sasa tegas.


Keesokan harinya, Bara berserta Timnya kembali menyisir ulang lokasi terakhir Puput terlihat. Dan benar saja, mobil yang di katakan oleh Sasa masih terparkir di sana. Bara menyuruh Andi untuk mencari tahu siapa pemilik mobil tersebut.


" Sial" Geram Bara.


Bara meraih ponselnya dan menghubungi Arka.


" Halo Ar, Lo kenal gak dengan pemilik restoran Xxx?"


" Ya, gue kenal. Kenapa?"


" Di mobil dia ada cctv, Lo bisa hubungi dia gak? untuk minta izin cek cctv di mobilnya"


" Oke, nanti gue kabari" Arka memutuskan panggilannya dan membuat panggilan Baru kepada pemilik restoran Xxx.


" Selamat siang, bagaimana kabarnya Tuan Ronald?"


Arka menghubungi pemilik Restoran Xxx, dan langsung meminta izin untuk memeriksa CCTV yang ada di dalam mobilnya. Arka juga memberikan alasan agar Tuan Ronald bersedia memberikan izin. Dan syukurlah, Tuan Ronald bersedia.


Arka kembali menghubungi Bara, dan mengatakan jika asisten Ronald akan menemui mereka.


Braakk..

__ADS_1


Pintu ruang kerja Arka terbuka kuat denagn Gilang yang mendorongnya.


" Lo anggap apa gue Ar?" Ujar Gilang dengan emosi.


Arka menghela napasnya pelan, dan mengajak Gilang duduk. Arka menceritakan kronologi ceritanya, Gilang benar-benar marah. Bisa-bisanya Fadil lengah menjaga Puput.


Di rumah yang besar megah, Tim pengantin sudah siap untuk mendandani Puput. Pintu kamar Puput terbuka, Tante Ana dan Puput bersamaan berdiri dan melihat siapa yang datang.


" Pagi Nyonya, Nona. Kami akan memulai untuk mendandani Nona"


Tante Ana tidak bisa berkata apapun. " Put, Tante mohon, menikahlah dengan Ando".


Hanya itu yang bisa di katakan oleh Tante Ana. Puput mengikuti 2 wanita yang sepertinya dari salon, membawa Puput ke kamar mandi, dan menyiapkan air mandi di bath up untuk Puput. Yang bisa Puput lakukan saat ini hanya bisa berdoa, agar pernikahannya batal.


Puput sudah terlihat segar setelah mandi. Tim Mua langsung merias wajah Puput secantik mungkin, kemudian memakaikan gaun pengantin yang pernah Puput pilihkan untuk calon istrinya Ando, yang ternyata dialah yang memakai gaun tersebut.


" Aduuh Non, jangan nangis lagi.. Nanti make up nya belepotan" Ujar Asisten Mua.


" Gue gak peduli.. Hikss"


Ando masuk kedalam kamar Puput, dan melihat betapa cantik dan sempurnanya Puput hari ini. Air mata Puput membuat Ando berdecak kesal, dan melangkah mendekati Puput. Tim MUA langsung menepi saat Ando mendekat kearah Puput.


" Jangan menangis lagi sayang, Atau aku akan menyuruh orang untuk menyakiti mantan kekasih mu itu."


" Jangan pernah menyentuhnya" Ujar Puput menatap Ando tajam.


" Tentu, jika kamu menurut kepada ku." Ando mencium bibir Puput sekilas, kemudian menyuruh Tim MUA menyelesaikan pekerjaannya.


Sepeninggalan Ando, Tim Mua kembali merias wajah Puput, dan menyempurnakan tampilannya. Puput melihat ada pisau cukur alis di meja, perlahan Puput menggerakkan tangannya meraih pisau itu, tanpa seorang pun menyadari nya.


' Ya Allah, maafkan hamba'


Sreeettt...


" Aakhhh"


Seorang asisten MUA mendengar Puput meringis kesakitan. Kemudian dia mendekati Puput dan betapa terkejutnya dia, melihat gaun putih itu sudah berlumuran darah.


" NONAA" Teriak asisten tersebut, dan semua orang yang berada di ruangan tersebut langsung berlarian mendekati Puput.


Seorang Bodyguar langsung berlari dan menghampiri Ando. Ando yang mendapatkan kabar tersebut langsung mengeraskan rahangnya dan berlari menuju kamar Puput.


..** Hai readers...


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...

__ADS_1


Terima kasih. Salam KesAr.


__ADS_2