KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
Bab 182 " Sepenggal kisah Ara 2"


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu....


Ara merasa pusing di kepalanya, Ara membuka matanya dan mengedarkan pandangannya. Ara begitu terkejut saat mendapati dirinya berada di sebuah kamar dan dengan kondisi yang tidak mengenakan sehelai benang pun. Ara mencari ponselnya, tapi dia tidak menemukannya. Arah meraih gagang telpon dan memencet nomor Kesya.


Terdengar beberapa kali nada sambung, hingga akhirnya kesya menjawab panggilan Ara.


" Assalamualaikum"


" Mbak, ini Ara. tolongin Ara mbak.. Hiks.."


" Ara, kamu di mana? Kenapa menangis?"


" Ara gak tau ini di mana Mbak, tolongin Ara. Hiikss"


" oke, sekarang kamu tenang ya. Kamu lihat kesekeliling kamu, dan cari tau di mana keberadaan posisi kamu"


Ara melihat keatas nakas, tidak ada petunjuk di sana, Ara ingat, jika di sendal selaku ada tulisan nama tempat penginapannya. Ara melihat kearah lantai, dan tepat ada sepasang sendal berwarna putih beserta tulisan nama penginapannya.


" Motel XY mbak, di jalan Lurusantunda"


" Oke, kamu tetap di situ, mbak kesana. 10 menit lagi kamu telp Mbak dan kasih tau nomor berapa kamar kamu"


" Iya Mbak"


Ara mengakhiri panggilannya, dan dia sebagai meminta room servis ke kamarnya, agar dia tau berada di lantai berapa dan kamar berapa.


Setelah 10 menit, Ara kembali hubungi Kesya dan memberi tahu keberadaan dirinya di kamar berapa, Kesya dan Jodi langsung menghampiri kamar Ara.


Kesya melihat Ara masih membungkus tubuhnya dengan selimut, dan matanya masih di basahi air mata.


" Mbak"


Kesya mendekat dan memeluk tubuh Ara. "Kenapa bisa sepeti ini? Mana baju kamu?"


" Gak tau Mbak, aku tidak menemukan sehelai bajuku"


Jodi yang mendengar itu langsung membuka jaket Hoodie nya, dan memberikannya kepada Ara. Ara memakainya, walaupun setengah pahanya harus terekspos, setidaknya dia bisa keluar dari tempat ini.


" Cari tau siapa yang melakukan ini" Perintah Kesya.


Arka yang mendengar kabar tentang Ara, juga langsung memberikan Titah mencari siapa pelakunya. Hingga akhirnya Arka mendapatkan video siapa yang membawa Ara kedalam motel, kemudian video di mana Ara pertama kali tidak sadarkan diri di sebuah kafe. Arka juga mencari tahu motif apa yang membuat Ara harus dijebak.


Hingga akhirnya Samsul datang dengan kemurkaannya, dan menghakimi Ara tanpa mau mencari tau kebenarannya. Setelah mengetahui kebenarannya, Samsul malah semakin menyalahkan Ara, hingga Ara nekad untuk mengakhiri hidupnya.


.


.


Kesya mengerjapkan matanya, perlahan membuka mata dan mencoba bangun, namun pusing melanda sehingga Kesya akhirnya meringis kesakitan.


" Akhh"


" Sayang, jangan di paksai duduk kalo pusing"


Arka kembali membantu Kesya untuk berbaring.


" Mas, aku tadi liat darah. Darah yang banyak dari tangan Ara Mas. Ara mas.. Hiks.. Ara kenapa? hiikkss"

__ADS_1


Arka langsung memeluk Kesya dan menenangkan Kesya.


" Ara baik-baik aja. Kamu tenang saja ya, tidak akan terjadi apa-apa sama Ara"


Di rumah sakit, Daddy Roy sudah cemas karena darah yang Ara keluarkan sangat lah banyak. Hingga baju Jodi berlumur darah dan mobil pun juga terdapat darah Ara.


Bram keluar dengan wajah yang sendu.


" Gimana keadaan Ara?" Tanya Daddy Roy.


Bram menghela napasnya kasar. " Dia kritis, dan banyak menghabiskan darah. Pihak rumah sakit sudah menghubungi pihak PMI untuk meminta donor darah golongan A. Karena stok di rumah sakit juga sedang di gunakan untuk pasien yang sedang menjalani operasi kanker.


" Amb darah saya pak, golongan darah saya A. Bisa ambil darah saya saja Pak. Saya mohon, selamatkan Ara"


Daddy Roy menatap pria yang meneteskan air matanya untuk Ara. Selama ini kemana dia? Kenapa baru sekarang dia peduli dengan Ara. Setelah Ara merasa terpuruk hingga tak berdaya seperti ini.


" Baik lah, silahkan ikuti perawat untuk mencocokkan darah kamu dengan Ara" Ujar Bram.


Bara datang setelah mendapatkan kabar tentang Ara.


" Gimana Ara Dad?"


" Ara kritis"


" Ya Allah Ara." Bara mengusap wajah ya kasar.


Samsul menatap pintu putih itu dengan kabut yang sedari di tahannya untuk tidak jatuh.


" Ya Allah, selamatkan Ara" gumam Samsul.


" Aku akan memenuhi semua keinginan dia. Jika dia tidak ingin menikah dengan pria yang tidak di cintainya, maka aku akan menuruti nya. Aku juga tidak akan memaksa dia untuk kuliah kedokteran, seperti yang aku inginkan."


" Apa kau menyesal?"


" Mas, aku mohon, jangan buat aku semakin bersalah"


" Kamu sangat egois Samsul. Selepas Ara sadar, aku akan mengurus surat-surat untuk mengambil hak asuhnya"


" Mas tidak bisa melakukan itu"


" Aku bisa, Ara sudah berumur 20 tahun, jadi dia sudah bisa memilih ingin di bawah hak asuh siapa. Dan kau, tidak berhak untuk menghentikan nya setelah apa yang telah kau lakukan kepada Ara selama ini. Aku dia. karena aku tidak tau perlakuan mu kepada Ara, tapi sekarang aku tidak akan tinggal diam."


" Mas, aku melakukan itu agar Ara bisa menjadi orang sukses, dan bisa di hargai banyak orang"


" Tidak dengan memaksanya menjadi soerang dokter, dengan di bawah semua ancaman dan penganiayaan yang kau lakukan terhadap Ara. Ara ingin jadi desainer, biar kan meraih cita-citanya"


" Mas, dia tidak akan sukses dengan mudah jika hanya menjadi tukang jahit"


" Cukup Samsul. Kau sudah berjanji akan mengikuti semua keinginan dia. Jadi cukup sudah kau mengatur hidup dia. Aku tidak akan melepaskan Ara kepada mu."


" Mas, aku hanya ingin yang terbaik untu anak ku"


"Samsul" Teriakan Daddy Roy menggem di koridor rumah sakit. Semua orang langsung menatap kearah Daddy Roy.


" Roy, ini rumah sakit. Aku mohon jangan sampai kau kelepasan" Ujar Bram.


" Ini peringatan terakhir dari ku. " setelah mengatakan itu, Daddy Roy meninggalkan ruangan itu untuk menenangkan dirinya.

__ADS_1


Di kediaman Mami Shella, Kesya sudah merajuk dengan Arka untuk melihat keadaan Ara


"Maas.."


" Gak sayang, Baby twins di sini butuh kamu"


" Cuma sebentar, aku ingin lihat keadaan Ara"


" Hmm, Ara belum dipindahkan ke ruang rawat sayang. Nanti kalo sudah di pindahkan kita lihat ya.."


" Hmm, kalo begitu lakukan video call dengan Jodi. Aku ingin melihat keadaan Ara"


" Hah, baiklah sayang ku"


Arka melakukan video call kepada Jodi, tak berapa lama di layar ponsel Arka sudah memenuhi wajah Jodi.


" Ya Bos"


" Bang Jodi, Ara gimana?" Kesya langsung merampas ponsel Arka.


" Masih belum sadar Mbak,"


" Ya Allah Ara. Bang Jodi, kabari terus ya perkembangan Ara."


" Siap Mbak"


Kesya pun memutuskan panggilan video.


" Sayang, Aku khawatir dengan Ara. Siapa yang akan menjaganya di sana?"


" Mas sudah menyuruh Jodi untuk menjaga Ara selama dia berada di rumah sakit"


" Tapi Mas? Apa itu tidak berlebihan? Itu sama saja kita memberikan harapan kepada Ara, karena membiarkan Jodi berada di sebelahnya saat dia sakit"


" Udah, kamu tenang aja. Ara tidak akan terluka lagi. Karena sekarang cinta Ara tidak bertepuk sebelah tangan lagi"


" Maksud Mas? Bang Jodi??"


Di rumah sakit, Jodi menatap tubuh Ara yang dipasangi alat pernapasan dan infus. Ara sudah melewati masa kritisnya, tapi otaknya menolak diri nya untuk sadar. Dan saat ini Ara bisa di katakan dalam kondisi tertidur dalam jangka panjang.


" Kalo Lo mau masuk, masuk aja. Mungkin dukungan dari Lo bisa membuat Ara mau membuka matanya" Ujar Leo.


Jodi pun menganggukkan kepalanya dan masuk kedalam ruangan ICU. Setelah menggunakan baju khusus, Jodi mendekat kearah Ara yang terbaring tak berdaya di genggamnya tangan Ara, di bawanya ke bibir nya dan dikecupnya lama.


" Maaf, aku__ Hiiiksss"


IG : Rira_Syaqila


****. Hai readers..


Selamat menjalankan ibadah puasa ya..


mohon maaf lahir dan bathin, jika ada salah kata yang pernah aku ucapin yaa..


Salam sehat selalu, Dan semoga puasanya mendapatkan pahala berlimpah.. Amiin..


Budayakan setelah membaca untuk menancapkan jempolnya ya...

__ADS_1


__ADS_2