KEAJAIBAN CINTA KESYA

KEAJAIBAN CINTA KESYA
KCK2 - SULTAN KHILAF 199


__ADS_3

Abi memanglah seorang dokter, bahkan dia juga pernah melihat proses melahirkan. Tapi bukan pada manusia, melainkan pada hewan.


"Abii..."lirih Quin sambil meremas baju kaos sang suami, sehingga dada bidang Abi pun ikut tercakar oleh kuku-kuku pendek sang istri.


"Ya Quin,"


"Sa-sakit..." lirih Abi.


"Mau operasi?" tawar Abi yang langsung di sambut gelengan oleh Quin.


Ya, setelah berkonsultasi dengan Mami anggun, akhirnya Quin bisa di nyatakan melahirkan secara normal. Untuk itulah Quin sangat rajin sekali mengikuti senam hamil, yoga kehamilan, jalan pagi, serta makan makanan yang sehat saat usia kandungannya telah masuk tujuh bulan.


Di bad sebelah Quin, ada Anggel yang juga sedang berusaha untuk berjuang melahirkan secara normal.


"Lana, sakiiit," lirih Anggel.


"Udah, operasi aja yaa," pinta Lana kepada Anggel.


"Enggak, aku gak mau. Kamu gak tau gimana rasanya melahirkan."


"Ya aku emang gak tau, An, aku kan cowok." lirih Lana.


"Iya, kamu itu cowok. Taunya bikin aja," geram Anggel yang mana membuat para perawat dan Mami Anggun terkekeh mendengar ucapan Anggel.


"An, masih bukaan dua. Jangan di ngedan ya. Kamu itu dokter kandungan, kamu tau kan apa yang harus kamu lakukan?" ujar Mami Anggun.


"Ya, Mi." jawab Anggun dan menarik lengan Lana, serta menggigit lengan kekar itu dengan erat.


"Aww, An, sakit," pekik Lana.


Plaak..


Tiba-tiba saja punggung Lana ada yang pukul. Pria itu pun menoleh ke arah orang yang telah memukul dirinya.


"Anggel itu sedang menahan rasa sakitnya. Kamu tahan dong kalau di gigit," ketus Mama Puput.


"I-iya, Ma."


"Jambak aja dia, An," titah Mama Puput.


"Loh, kok d suruh Jambak sih?" tanya Lana.


"Kesal, Mama sama kamu." ujar Mama Puput.


"Lah, salah Lana apa, Ma?" tanyanya yang di jawab oleh Mama Puput dengan mengendikkan bahunya.


Bed antara Quin dan Anggel hanya di batasi oleh tidak penutup. Sehingga mereka dapat mendengar apa yang terjadi di sebelah bed mereka.


"Abi, kamu jangan kayak Lana ya. Kamu harus jadi suami siaga," ujar Quin.


"Iya, Sayang," jawab Abi


"Quin, aku suami siaga ya," pekik Lana yang mendengar ucapan Quin.


"Bohong banget," gerutu Anggel. "Semalam aja kamu milih nongkrong sama Fatih, Lucas, dan Zein," geram Anggel.

__ADS_1


"Kan cuma bentar sayang," ujar Lana.


"Bentar apaan, sampai jam sebelas malam aww...." ringis Anggel dan menjambak rambut Lana saat kembali merasakan kontraksi.


"Awas,, " ringis Lana pelan karena takut di pukul lagi oleh sang Mama.


"Yank, pelanin dikit dong jambaknya, jangan kuat-kuat," bisik Lana saat Anggel melepaskan jambakannya pada rambut Lana.


"Biarin, siapa suruh pas bikinnya aku suruh pelan kamu malah makin kencangkan," cibir Anggel yang mana membuat Lana melorotkan matanya.


"Sayang, jangan bahas itu di sini. Gak enak di dengar orang kalau kamu mesum," ujar Lana.


"Enak aja. Kamu ya yang mesum," gerutu Anggel dan kembali merasakan kontraksi, sehingga wanita itu pun kembali menjambak rambut sang suami.


Di bed sebelah, Mama Kesya mengajarkan kepada Quin untuk mengatur napas. Quin pun mengikuti intruksi dari sang mama karena tak ingin kehabisan napas saat mengedan.


"Ma, sa-kit banget, lirih Quin sambil meremas lengan Abi.


"Iya sayang, ngucap yaa... Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin."


Quin pun mengikuti apa yang Mama Kesya ucapkan. Calon ibu itu merasa sedikit tenang dan di beri kekuatan saat membaca ayat tersebut.


"Aww, Ma," ringis Quin saat merasakan kontraksi yang lebih kuat lagi. "Ra-rasanya pingin pup," ujar Quin yang mana membuat Mami Anggun langsung menghampiri sang keponakan.


"Udah bukaan penuh, siapkan semuanya," titah Mami Anggun dan duduk di hadapan kaki Quin.


"Abi, kamu bantu Quin untuk setengah duduk dan kamu tahan tubuh Quin ya," titah Mami Anggun yang di angguki oleh Abi.


Abi pun duduk di belakang Quin dan menahan punggung sang istri.


"Oke, Tarik napasnya, Quin.. dan ngedaan,"


"Lagi, yaa... tarik napas, ngedaan.."


"Hmmmpp... aakkhh .... sakit, Ma, hiks ..." lirih Quin.


"Dikit lagi, Quin. kepalanya sudah nampak, Ayoo.. tarik napas... satu... dua.. tiga..."


"Hmmmppp... Aaaakkhhhh......"


Owwek ... owek ... owek ...


Quin pun langsung merasa lega di saat mendengar suara tangis bayi mereka yang pertama.


"Alhamdulillah, sayang," bisik Abi dan mengecup pucuk kepala Quin.


"Selamat ya, anak pertama kalian cowok," ujar Mami Anggun memberi tahu.


"Alhamdulillah..."


Selang lima menit kemudian, Quin kembali merasakan kontraksi, yang mana anak kedua mereka juga akan segera hadir ke dunia.


Mami Anggun kembali memberi intruksi seperti di awal lahiran, sehingga membuat Quin pun kembali mengikuti instruksi tersebut.


Owek .. owwek... owwek ...

__ADS_1


Alhamdulillah...


Anak ke dua Quin dan Abi pun akhirnya lahir ke dunia.


*


Rangga Pratama Subekti dan Nafla Queennesa Subekti.


Abi pun langsung memberikan nama untuk kedua anak pertamanya setelah memberikan azan di telinga sang anak.


Seluruh keluarga pun turut bahagia saat mendengar kabar kelahiran kedua anak Quin dan Abi dengan selamat.


Selang satu jam kemudian, Anggel pun mulai merasakan kontraksi yang hebat, sehingga membuat Mami Anggun pun bergegas melakukan tindakan kepada adik iparnya itu.


Sama seperti halnya Quin, Anggel pun melakukan pengambilan pernapasan atas instruksi Mami Anggun, hingga akhirnya wanita yang berprofesi sebagai dokter itu melahirkan putra pertama mereka dengan di dampingi oleh Lana dan juga Mama Puput.


"Selamat ya, An. Bayi kamu laki-laki," ujar Mami Anggun.


"Alhamdulillah... "


"Na, ayo azanin," titah Mama Puput.


"I-iya, Ma."


Bruukk....


Tiba-tiba saja Lana jatuh pingsan setelah Anggel melahirkan. Seketika ruangan pun menjadi panik di saat pria itu tak sadarkan diri.


Papa Fadil pun mengambil alih untuk mengazankan sang cucu pertama mereka, agar suara yang pertama di dengar adalah lantunan suara azan.


Lucas masuk ke dalam ruang bersalin untuk menyadarkan Lana dan tak butuh waktu lama, pria itu pun kembali sadar.


"Kenapa Lo?" tanya Lucas.


Seketika Lana bangkit dan mengejar Mama Puput. Pria itu pun bersujud di hadapan kaki Mama Puput.


"Na," panggil Mama Puput.


"Ma, maafin Lana. Maafin semua kesalahan Lana selama ini, hiks ..." Isak tangis Lana.


Pria itu sadar, Mama Puput memang bukanlah wanita yang telah melahirkan dirinya, tetapi, kasih sayang yang di berikan oleh Mama Puput sungguh luar biasa.


"Iya, Sayang. ayo bangun," Titah Mama Puput.


Lana pun bangkit dan memeluk sang mama. setelah memeluk Mama Puput, Lana beralih ke Anggel yang masih dalam perawatan Mami Anggun.


"An, maafin. semua keslahan aku dan terima kasih atas perjuangan kamu saat ini," ujar Lana dan menciumi keseluruhan wajah Anggel


"Iya, aku udah maafin kamu kok," jawab Anggel dengan dengan ikut menangis.


"Na," panggil Papa Fadil.


"Ya, Pa."


"Ayo, azankan kembali putra kamu," titah Papa Fadil.

__ADS_1


Lana pun meraih bayi mungil yang ada di gendongan Papa Fadil, dengan tangan hati yang bergetar, pria itu mengucapkan bismillah dan mulai mengazani bayinya.


"Bismillahirrahmanirrahim, Naufal Maulana," lirih Lana dan mengecup putra pertamanya.


__ADS_2